REVIEW Refrain

“Ada tiga jenis orang di dunia ini; orang yang memiliki mimpi lalu memilih untuk mengejarnya sampai dapat; orang yang memiliki mimpi tapi tidak melakukan apa-apa untuk menjadikannya nyata; dan orang yang sama sekali tidak mempunyaimimpi.” (hlm. 299)

Nata bisa bersahabat dengan Niki karena ibu mereka dekat. Sejak keluarga Niki pindah di seberang rumah Nata, ibu mereka saling mengunjungi sambil membawa anak masing-masing. Kadang kursus masak bareng, kadang ikut kelas aerobic sama-sama, perawatan di salon, arisan, atau sekedar mengobrol dengan dua cangkir the hangat. Anak-anak ditinggal di pekarangan begitu saja, mungkin semacam latihan sosialisasi supaya mereka mudah berinteraksi sejak usia dini.

Awalnya, Nata dan Niki tidak acuh terhadap satu sama lain. Nata duduk sendiri dengan robotan-robotannya di pangkuan, sedangkan Niki main Barbie lengkap dengan rumah-rumahannya. Klaudia selalu tertidur di atas sofa, mengisap jempol. Namun, setelah berjam-jam, para Mama mengobrol tanpa ada tanda-tanda akan selesai, Niki sepertinya mulai gerah dan mengajak Nata untuk main sepeda.

Niki yang pertama kali mengajarinya bahwa mengayuh pedal kencang-kencang lalu membiarkan menuruni lintasan curam adalah salah satu hal paling mengasyikkan di dunia. Mereka bergantian membonceng sepeda sampai Mama Niki mengajak anak perempuannya pulang. Waktu itu, Nata hanya bisa memandang Niki yang berjalan menjauh, sambil sesekali berbalik dan melambai ke arahnya dengan gigi ompong yang terlihat di balik senyum lebarnya.

Nata tidak ingat kapan tepatnya Niki mulai berubah. Niki yang dikenalnya dulu adalah anak perempuan bandel yang tidak gentar memanjat pohon jambu di halaman rumahnya. Anak kecil yang cekikikan sambil mengebut dengan sepeda gunungnya, juga tak ragu bermandi hujan dan air banjir yang becek. Mereka sudah bertetangga sejak usia lima tahun, jadi Nata bisa bilang kalau dia mengenal sahabatnya ini luar dalam.

Bulan emas tinggal separuh

Bintang-bintang sangat pemalu

Kau terduduk di sampingku

Aku lantas mencintai bayangmu

Kau menoleh untuk tersenyum

Hatiku berserakan…lebur dan lepuh

Banyak bertebaran kalimat favorit:

  1. Cinta tidak seperti dongeng yang selalu berakhir bahagia. (hlm. 45)
  2. “Kalau memang suka, harus dikejar.” (hlm. 47)
  3. “….semua orang pasti punya masalah yang nggak ingin diceritakan sama orang lain…” (hlm. 53)
  4. “Gak semua cowok di dunia ini baik. Lo harus hati-hati, apalagi sama model cowok yang sembarangan ngajak cewek jalan.” (hlm. 88)
  5. “Manusia akan menua, tempat bisa berubah, kita bisa melupakan. Karena itulah kamera digunakan, untuk merekam hal-hal yang tidak dapat diingat manusia dengan sempurna.” (hlm. 121)
  6. “Buat sebagian orang, seni menjadi bagian penting yang sulit dipisahkan dari diri mereka. Seni juga merupakan bentuk pelarian, cara untuk melampiaskan emosi. Mungkin karena itulah, seni terkadang bisa mengubah orang.” (hlm. 122)
  7. Cinta itu nggak memiliki. Semua orang bebas merasakannya, menyimpannya. Tapi, kalau kamu terlalu takut untuk mengakuinya, selamanya kamu bisa terperangkap di dalamnya.” (hlm. 147)
  8. Segala sesuatu tentang hidup adalah sebuah pilihan. (hlm. 188)
  9. “Orang dewasa itu egois ya? Mereka selalu bebas ngelakuin apa aja yang mereka suka, tanpa mikirin perasaan orang lain.” (hlm. 199)
  10. “Gak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanyalah orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.” (hlm. 244)
  11. “Definisi pengecut adalah orang yang nggak punya cukup keberanian untuk mengakui keberadaannya.” (hlm. 270)
  12. “Kita nggak bisa memaksakan perasaan seseorang untuk menyukai kita. Yang bisa kita lakukan cuma merelakan, berharap supaya dia bahagia.” (hlm. 282)

Dibandingkan dengan Nata dan Niki, justru lebih suka dengankarakter Annalise:

  1. Annalise sedang melewati rak-rak perpustakaan dengan setumpuk sastra Inggris di tangan ketika dia melihat Nata celingukan di sudut yang kosong. (hlm. 138)
  2. Annalise menarik sejilid buku usang dari tas dan mulai membaca sambil menikmati makan siangnya, Wuthering Heights, sebuah judul yang tak pernah bosan dibacanya. Diam-diam dia hilang dalam bacaan itu, barisan kalimat yang bagaikan menghipnotis, untuk sementara membuatnya lupa bahwa dia adalah orang asing di sekolah ini. (hlm. 16)

Buku ini beli pas masih ber-kaver amplop biru sederhana tapi keren banget (sekarang versi film). Gak sempet buat reviewnya karena udah keburu dipinjam berjamaah tanpa batas. Buat yang berada di friendzone dan rindu masa-masa putih abu-abu, novel ini wajib dibaca. Terbukti yang saya baca ini sudah memasuki cetakan keenam belas, wow banget kan?!? Di tambah lagi sudah difilmkan dengan Afgan sebagai Nata dan Maudy Ayunda sebagai Niki, tentunya makin mendongkrak novel ini!😀

Keterangan Buku:

Judul                : Refrain

Penulis              : Winna Efendi

Editor               : Gita Romadhona

Proofreader      : Chrsitian Simamora

Penata letak      : Wahyu Suwarni

Desain sampul  : JeffriFernando

Penerbit            : GagasMedia

Terbit               : 2013 (Cetakan Keenam Belas)

Tebal                : 318 hlm.

ISBN               : 979-780-326-7

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

45 thoughts on “REVIEW Refrain

  1. Pingback: Winna Efendi’s Book Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Dulu curi-curi waktu jam pelajaran untuk baca novel ini :’)
    Apalagi ada “surat”nya :’) sesuatu sekaliiiii
    Nice post mbak :’D

  3. Annalise seorang kutu buku? tentang buku, karenanya mbak Lucty suka karakter ini?😀
    sepakat dengan kutipan nomer 10!🙂

    baca ulasan ini, langsung bisa ngebayangin adegan2 ceritanya— belum nonton filmnya 🙂

  4. Saya paling ga suka sebenarnya nonton film yg diadaptasi dari sebuah buku ! suka ga kena aja kak cerita dinovel dan di dalam Filmnya.

    Walaupun ga terlalu melenceng dari novel .. lumayan lah film nya😀

    Refrain itu novelnya sederhana, cerita anak sekolahan yg bla bla bla.. *biasa sih idenya* tapi bahasa yang digunakan Ka Winna itu yang keren ^^
    enak banget kali ya denger Ka Winna ngomong. hehehe
    suka banget ngebayangin penulisnya kalo abois baca novel itu.

    Review nya kakak keren ^^

    • dulu aku juga gitu, suka bete ama novel yang difilm, karena gak sesuai ama imajinasi kita.
      nah, pas skripsi ngebahas novel ke film jadi tau betapa rumitnya proses itu…😉

  5. Ini novel pertama dari Mbak Winna yang kemudian membuat saya ‘jatuh cinta’ pada beliau. alhasil menjadi pengejar cetakan pertama novel-novel yang beliau tulis hehehe. Niki dan Nata menjadi pasangan favorit memang biarpun sahabat jadi cinta memang suatu cerita klasik tapi entah ya cara mbak Winna meramu menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dilahap.

  6. Aku bahkan hingga detik ini, hingga refrain dibuat filmnya aku belum pernah baca bukunya ataupun nonton filmnya. Katanya sih bagus, emang keliatannya bagus sih :))
    Tetep penasaran hihihihi tapi takut sama ekspetasi sendiri, takutnya nggak sesuai sama genre saya lagi *curhat*😦

  7. Ya, novel ini memang wao mbak. Sayang, awalnya sedikit datar.🙂 Filmnya juga nggak plek sama di buku. Dan aku lebih suka cover lamanya. Hehehehe… Ada cerita menarik sama novel ini. Adikku itu fans berat Winna Efendi, dia ngebet banget pingin beli Refrain sampai harus titip sepupu beli di luar kota. Saat udah punya, eh ternyata aku menang kuis Refrain bertanda tangan. Akhirnya buku yang dia beli susah payah di barter buku lain sama temannya.
    Para pengejar buku itu memang punya kekuatan khusus untuk terus mengejar buku incarannya.😀

  8. Presenting, the very first kak Winna’s novel that I’ve ever read! Dan novel ini langsung bikin aku jatuh cinta dan ngefans berat sama kak Winna! Ide ceritanya simpel sih, tapi aku tetep suka! Keren ya novel ini dicetul terus n difilmin, walaupun aku tetep lebih suka novelnya daripada film (as always :p). Nice review, kak. Aku jadi pengen baca ulang, deh. Dulu pinjem temen yang versi lama, tp skg udah punya sendiri yang versi baru. Beda kah isinya? Hehehe

  9. ceritanya klasik.. teman masa kecil dan jadi cinta. bahkan sekarang udah ada versi filmnya yah novelnya? ya ampun ketinggalan banget.
    tema2 ala anak remaja sih. dan agak kurang suka cerita friendzone. bikin menghela napas.. hahahhaa

  10. Jika langganan baca karya-karyanya Winna Efendi, pembaca bakal hafal gaya penulisan Winna.

    Aku suka tulisan-tulisannya Winna. Romantis nggak lebay, pilihan kata, kalimat-kalimatnya. Trus ketahuan juga kalau tiap kali nulis novel, dia melalui proses riset untuk menghasilkan karya yang layak baca.

    Keren!

  11. Refrain. Refrain. Refrain.
    Novel ini bikin anak-anak berebut pinjem di perpus salah satu sekolah daerah saya x_x

    Begitu populer sih, ya..
    Nata ohh nata~~ Niki sama oliver aja, Nata buat aku :p

    *ngelantur lagi*

    Udah bye~

    Sebelum pergi, nice review🙂 bikin mengingat-ingat refrain hehe.

  12. Novel sama filmnya emang nggak beda jauh. Suka sama cover yang lama. Ada bonus amplop birunya, lagi. Sayang banget cover yang lama menurutku nggak se-menarik yang pertama. Tapi kalo abege-abege yang unyu-unyu pasti lebih suka cover yang ke-2 yah😉

  13. belum baca novelnya sih. tapi, setelah liat filmnya itu agak errr…. kurang nendang gitu. mungkin karena emang ga pernah mengalami masa SMA yang kaya gitu. -____- yasudahlah. tapi, covernya emang unyu banget :3

  14. Suka banget novel ini…
    Apalagi versi filmnya yang main Maudy Ayunda…
    Suka benget sama amplop biru di novel ini yang tulisannya, “It’s always been you.” 🙂

  15. Winna Efendi, dari reviewnya novel ini ringan banget. aku suka rangkaian cerita yang simple tapi dalem banget. apalagi ada amplop biru gitu, romantis banget😀 . Baru nonton filmnya (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s