REVIEW Perhaps You

Orang bilang, cinta seperti tanaman, akan mati jika tak dipupuk, tapi mereka tidak pernah bicara tentang betapa sengsaranya tanaman itu selama jangka waktu mulai dari ia subur, layu, lalu mati. Mereka tidak pernah bicara, bagaimana tanaman itu bisa merasakan, seiring cintanya yang mati, ada bagian dari dirinya sendiri yang juga perlahan mati. (hlm. 429)

Abrielle Estefania Jusuf. Bisa dibilang ia adalah salah satu siswa yang berkesempatan mengikuti jalur khusus. Di usia enam belas tahun, ia mengikuti tes khusus untuk murid-murid pintar yang ingin langsung melanjutkan kuliah tanpa menamatkan SMA. Kebetulan, SMA Abby adalah SMA internasional yang bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka di Singapura dan Australia. Abby pun berhasil lulus tes itu dengan nilai gemilang, dan di usia enam belas tahun ia sudah berstatus mahasiswi.

Di Singapura, Abby menyelesaikan S1-nya dalam dua setengah tahun. Dan di usia delapan belas tahun, ia pun sudah memiliki titel Bachelor of Businnes di belakang namanya. Lalu ia memutuskan untuk pulang, dan bekerja di perusahaan milik papanya.

Papanya memulai perusahaan dari nol. Berkantor di rumah dan hanya dengan satu karyawan. Abby ingat, dulu papanya punya mobil pick-up kecil yang selalu dipakainya untuk mengirim pesanan customer. Ya, dulu papanya sendiri yang mengirimkan barang-barang pesanan pelanggannya. Sampai akhirnya, sepuluh tahun lalu, papa bisa membeli beberapa ruko- yang kini digabung menjadi satu-berlantai tiga dan merombaknya menjadi kantor baru. Sekarang pegawainya ada sekitar dua puluh orang, belum termasuk pegawai-pegawaioutsourching jika mereka sedang ada proyek besar. Bahkan kini,sudah mulai melebarkan sayapnya. Tidak hanya menerima order komponen lampu, seperti bohlam, rumah lampu, glass cover dan sebagainya, secara terpisah, tapi saat ini mereka pun menerima perakitannya. Jadi, lampu yang dikirim ke customer sudah dalam kondisi siap pasang, sehingga customer tidak perlu lagi menyediakan tenaga untuk merakit lampu pesanan mereka. Hal ini tentu saja membuat omzet perusahaan meningkat. Banyak tender kereta api, pabrik, renovasi lighting hotel,dan lain-lain yang mereka menangkan karena ‘paket lengkap’ yang mereka miliki.

Abby sangat kagum pada papanya. Terlebih ia melihat sendiri bagaimana dengan keringat dan air mata, papanya membesarkan Citilight. Dan tidak seperti pengusaha-pengusaha sibuk lainnya, papanya masih punya waktu untuk keluarga. Untuk Mama, Abby, dan Axel, adiknya. Karena itulah, Abby memutuskan  pulang ke Surabaya setelah menyelesaikan kuliahnya. Ia ingin ikut membesarkan Citilights, sekaligus menjaga apa yang telah papanya raih sampai saat ini. Ia tak peduli meski di Singapura banyak perusahaan ternama yang menawarinya posisi dan gaji tinggi karena mendengar prestasinya yang sangat baik selama di kampus. Ia hanya ingin pulang membantu papanya.

Abby yang pekerja keras seperti papanya, sampai lupa merasakan apa yang namanya cinta. Terakhir jatuh cinta saat SMP. Cinta yang tak pernah terbalas dari Daniel yang hanya menjadikannya seorang sahabat. Bertahun-tahun Abby hanya menunggu dan menutup hatinya rapat-rapat sampai bertemu dengan Chris meski hanya dari dunia maya.

Memang, Abby baru mengenal Chris sekarang, dan ia tak mengerti bagaimana ia bisa sayang pada Chris, padahal bertemu pun mereka belum pernah. Kenapa Abby bisa merasa begitu dekat dengan Chris, dan tak mau kehilangan cowok itu?

Chris tahu, hal utama yang paling mendekatkannya dengan Abby adalah masalah pekerjaan. Jika Chris berkeluh kesah tentang pekerjaan, dengan sabar Abby akan mendengarkan. Tidak hanya mendengarkan, Abby pun dengan senang hati selalu memberinya solusi. Chris tahu, Ferra mungkin tidak bisa seperti itu karena bidang pekerjaan mereka berbeda, tapi toh Chris pun tidak menuntut banyak. Ia hanya ingin didengarkan. Sayangnya, Ferra hanya ingin didengarkan, tanpa ingin mendengarkan.

Beberapa kalimat tentang cowok:

  1. Apa cowok memang diciptakan sebegitu tidak pekanya? (hlm. 184)
  2. “Tapi semua cowok itu punya nature memberontak lho. Semakin kamu mengekang, mereka justru akan semakin memberontak.” (hlm. 354)
  3. “Jika ada dua hal yang bisa kamu pegang dari seorang laki-laki, itu adalah kesetiaan dan tanggung jawab.” (hlm. 414)

Beberapa kalimat favorit:

  1. Hal yang paling menyedihkan saat mencintai seseorang bukanlah saat cinta kita bertepuk sebelah tangan, tapi ketika kita diabaikan oleh orang yang kita cintai. (hlm. 365)
  2. Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan bahagia saat mengetahui bahwa kita pun dicintai oleh orang yang kita cintai. (hlm. 215)
  3. “…sebagai perempuan, kita akan lebih bahagia saat dicintai, daripada mencintai.” (hlm. 415)

Jujur, dari sekian banyak buku GagasMedia yang dibeli secara berbarengan, buku inilah yang terakhir dibaca. Mengapa? Habisnya pesimis pas liat jenis kertas dan ukuran fontnya yang imut, mungkin karena pertimbangan jumlah halaman.

Bacanya pas setelah semingguan perang ujian yang memakan waktu dan tenaga #halah, seharian pengen di rumah karena kebetulan dari pagi sampai malam hujan, salah satunya menghabiskan hari itu dengan membaca, buku ini pilihannya. Saya bahkan sampai lupa kalo ada buku GagasMedia yang belum dibaca setelah enam bulan yang lalu #DikeprukMassal.

Pas baca awalnya agak males-malesan karena faktor fontnyayang terlalu imut itu. Tapi pas mulai kalimat dari kalimat langsung tertarik. Meski ceritanya si Abby ini udah bekerja, tapi karena dia masih muda, jadi berasa banget ababilnya, hobi nge-twit, BBM-an, dan terkadang facebook. Suka, ceritanya langsung mengalir. Cocok kalo di filmin nih!😉

Keterangan Buku:

Judul                : Perhaps You

Penulis              : Stephanie Zen

Editor               : Kinanti Atmarandy

Proofreader      : AlitTisna Palupi & Christian Simamora

Penata letak      : Nopianto Ricaesar

Desain cover    : Jeffri Fernando

Penerbit            : GagasMedia

Terbit               : 2012 (Cetakan Ketujuh)

Tebal                : 442 hlm.

ISBN               : 979-780-493-3

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

13 thoughts on “REVIEW Perhaps You

  1. Ah in endingnya mungkin si tokoh akhirnya dipasangkan dengan chris ya karena chris tidak tahan dengan ferri hehehe. 442 halaman lumayan juga mbak dengan font kecil-kecil. tapi semoga ceritanya mengalir dengan indah seperti review mbak luckty ya :))

  2. Pernah liat buku ini. temenku ada yang pinjem kakaknya trus dibaca di kelas. tadinya males juga soalnya fontnya kecil + halamannya banyak banget….
    tapi setelah baca reviewnya mbak jadi pengen baca,
    Abby yang peduli bgt dengan dunia akademiknya dan lupa dengan yg namanya cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s