REVIEW Nedera

Vandaria. Sebuah tempat yang penuh keajaiban, sebuah dunia di mana cahaya dan kegelapan saling bersinggungan, bertubrukan satu sama lain. Cahaya, yang diwakili oleh Vanadis, sang pencipta, merupakan entitas tertinggi yang menciptakan dua ras penghuni Vandaria: frameless dan manusia.

Sementara kegelapan yang memiliki sifat penghancur dan pemusnah, adalah para deimos. Karena kekuatan penghancur itulah Vandaria mengurung deimos dalam kematian yang bernama Reigner.

Kaum frameless memiliki satu keunggulan mencolok sekaligus krusial yang membedakan mereka dengan manusia. Yaitu sihir, kemampuan mengendalikan alam dan memanipulasi elemen kehidupan.

Tanpa kemampuan sihir, manusia adalah mahluk lemah. Namun tidak sedikit yang memiliki darah campuran akibat perkawinan silang antar-kaum. Mereka adalah kaum separuh frameless, cenderung memiliki sifat manusiawi, dengan ataupun tanpa kekuatan magis alami. Kemudian para manusia berhasil mengakali kelemahan mereka dengan rune, sejenis kristal yang mampu menyimpan dan mengeluarkan daya sihir.

Kaum frameless terbagi menjadi dua golongan: Marga Suci dan Marga Terkutuk. Marga Suci adalah frameless yang dianggap berjasa dalam membangun negeri, sedangkan Frameless Terkutuk adalah mereka yang dianggap berbahaya karena menguasai sihir-sihir terlarang. Penggolongan ini kemudian dihapus oleh Raja Tunggal dari Negeri Nirvana yang memerintah pada saat itu. Walaupun begitu, frameless yang pernah menyandang marga terkutuk tetap dianggap berbahaya dan dikucilkan.

Vandaria memiliki tujuh daratan utama: Tanah Utama Vandaria, tempat para manusia dan frameless berasal; Benua Arco dengan cuaca dingin yang ganas di utara; Titardina di barat daya; Arteria yang memiliki pulau-pulau kecil yang tandus di tenggara; dan terakhir adalah Arkasi yang diselubungi salju abadi di selatan.

Di sebuah desa kecil yang terletak jauh di utara Tanah Utama, salah satu desa dari sekian banyak desa yang tersebar di daratan luas itu, kekuatan penghancur yang dikurung Vandaria mulai memberontak, menyebarkan kegelisahan, mengakibatkan penderitaan dan keputusasaan. Dari sinilah cerita bermula: Nedera!

Adalah Leofric dan Lyse Tordynn, kakak beradik yang ditinggal orang tua tanpa alasan yang jelas. Mereka termasuk golongan setengah frameless. Mereka bermukim di Hoven.

Suatu hari, Skys mendatangi Lyse, meminta bantuannya untuk menolong adiknya, Faye yang dirasuki mahluk deimos –mahluk kegelapan dari alam lain yang dianggap sebagai perusak dan penghancur. Tidak hanya Faye, hampir seluruh penduduk Desa Nedera dirasuki para deimos. Skys yang menyayangi adiknya, Faye dan mencintai desanya, Nedera, berusaha keras meminta bala bantuan hingga dia bertemu Lyse dan juga kakaknya, Leofric. Akhirnya, mereka bertiga bersatu padu melawan para deimos.

Dari sekian banyak seril novel Vandaria yang sudah terbit, ini buku pertama yang saya baca. Meski belum baca seri lainnya, saya tidak kesusahan untuk memahami isi ceritanya. Dan, wow penulisnya perempuan! Saya nggak tahu seri Vandaria sebelumnya apakah sudah ada yang ditulis seorang perempuan apa belum, yang pasti saya langsung takjub ama tulisannya! Buku-buku fantasi karya penulis lokal, yang saya baca biasanya ditulis oleh seorang laki-laki; Bonmedo Tambunan, Rd. William, Andry Chang, Calvin de Wilde, dkk.

Poin lebih dari buku ini selain isi ceritanya yang rapi dan menawan adalah adanya peta Nedera dan di akhir cerita disajikan glosarium, jadi kita nggak perlu berkerut-kerut membaca istilah yang tidak familiar di telinga. Glosarium itu penting loh untuk membantu pembaca, apalagi jenis buku bergenre seperti ini yang bertebaran istilah asing. Oya, ilustrasinya jempol banget. Dari ilustarasinya ini kita mendapatkan sedikit gambaran tentang sosok Skys yang bikin meleleh Lyse atau betapa ngerinya sosok deimos. Seandainya aja Nedera ini dibuat versi komik kayaknya juga nggak kalah seru!😉

Keterangan Buku:

Judul                            : Nedera

Penulis                          : Alexia Chen

Penyunting                    : Salahuddien Gz

Penyelaras Bahasa        : Endah Sulwesi

Pengawas Hikayat        : Melody Violine, Fachrul R. U. N.

Pemindai aksara           : Lisya Christina

Penggambar sampul      : Iksaka Banu

Penggambar ilustrasi     : Ecky Oesjady (Atama Studio)

Penggambar peta          : Anton Budiono, Rama Indra

Penata letak                  : DinanDesign651

Pencipta hikayat           : Ami Raditya

Public Relation             : Truly Rudiono

Penerbit                        : Dolphin

Teerbit                         : 2013

Tebal                            : 409 hlm.

ISBN                           : 978-979-1701-07-5

10 thoughts on “REVIEW Nedera

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s