REVIEW Seoul Love Story

Kenangan memudar seiring perjalanan waktu. Lama kelamaan kita akan lupa kenapa kita mendapat luka di tangan, misalnya. Walau tak yakin hal itu juga berlaku bagi luka hati, tapi mungkin setidaknya lukanya akan menumpul. (hlm.14)

“Kau pernah dengar orang yang jatuh cinta baik-baik saja? Kalau tidak bahagia banget, orang itu pasti lagi kesal banget. Yah, mau bagaimana lagi? Kisah cinta yang mulus bukan cinta sejati namanya. Kalau cinta membuat orang hanya merasa bahagia, Romeo dan Juliet tidak perlu mati bunuh diri.” (hlm. 107)

Itulah yang mendorong Abriel berpikir untuk memudarkan kenangannya bersama Ruben. Berpikir untuk memindahkan dirinya ke luar dari rumah yang masih membuatnya mengingat setiap gerak, suara, dan rasa lelaki itu. Ia tak mau melukai perasaan orang-orang yang masih hidup dan memedulikannya. Ia harus keluar dari jalan-jalan yang pernah ia lalui selama beberapa tahun bersama lelaki yang masih ia cintai itu. Ya, ia cintai hingga saat itu, saat sisi kanan tempat tidurnya mendingin dan tidak menyisakan bayangan Ruben.

“Biar aku bisa hidup menjadi diriku sendiri, bukan hidup pada masa lalu yang nggak akan kembali.” (hlm. 16)

Kau tidak ingin aku melupakannya. Tapi kalau kau berharap aku melanjutkan hidupku dengan bahagia, biarkanlah dia menjadi bayang-bayang samar. Menjadi kotak kenangan yang akan kubuka saat kumau dan saat hatiku kuat. (hlm.153)

Setelah ditinggal suaminya ketika usianya masih amat muda, Abriel memutuskan melanjutkan kuliah ke Korea Selatan. Berusaha melupakan kegalauan hatinya. Berusaha bangkit dari masa lalu. Berusaha menatap ke masa depan. Demi dirinya sendiri yang rapuh. Di sana, Abriel tak sengaja justru dekat dengan salah satu member Blueboyband yang sedang melejeit dan albumnya terjual jutaan keping. Entah bagaimana, Park Jaejoong telah menancapkan akar ke dalam hidupnya. Sementara bayang-bayang Ruben mulai menipis dalam sinarnya.

“Apa sih yang membuatmu susah menerima kenyataan bahwa aku ingin ada dihidupmu? Mantan suamimu? Kau tidak bisa terikat dengan masa lalu, tahu? Hidup tidak berjalan mundur. Kalau kau tidak bisa membuka pintu hatimu untukku, buka jendelanya. Tolonglah. Biarkan aku masuk dan menjagamu. Biarkan aku menjadi masa kini dan masa depanmu, karena aku sudah membiarkanmu menjadi masa kini dan masa depanku.” (hlm. 92)

“Kau milikku! Aku tidak takut merebutmu kembali dari siapa pun dengan cara apa pun, bagaimanapun resikonya.” (hlm. 260)

Paling suka adegan ini (ɔ ˘⌣˘)˘⌣˘ c)

“Kau suka buku?”

“Aku bisa seharian penuh membaca buku. Kadang aku pergi ke perpustakaan atau ke toko buku kalau ada waktu luang.”

“Aku bisa menemanimu membaca buku di rumah. Aku akan menyibukkan diriku dengan menulis lagu. Kalau pergi ke perpustakaan atau toko buku, sesekali sih bisa.” (hlm. 97-98)

Beberapa kalimat favorit dalam novel ini:

  1. Setiap orang punya prioritas dan keinginan sendiri-sendiri. (hlm. 126)
  2. Hatimu adalah kepunyaanmu, dan hati sulit diatur. (hlm. 129)
  3. Kalau tidak dibuat siap, kau tidak akan pernah siap. (hlm. 135)
  4. Hubungan cinta tidak melulu soal tawa, kadang tangis dan marah pun terselip di dalamnya. (hlm. 147)

Dari judulnya saja, kita sudah bisa menebak bahwa novel ini akan beraroma Korea. Mulai dari settingnya hingga jalan cerita ala drama-drama Korea. Tidak ada sesuatu yang baru yang disuguhkan dalam novel ini. Terlepas dari itu, novel tipikal seperti ini memang lagi dicari para remaja yang sedang demam segala hal tentang Korea😉

Keterangan Buku:

Judul                : Seoul Love Story

Penulis              : Meliana Zaenudin

Illustrator          : Kitty Felicia Ramadhani

Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama

Terbit               : 2013

Tebal                : 276 hlm.

ISBN               : 978-979-22-9858-1

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

11 thoughts on “REVIEW Seoul Love Story

  1. Nah, seperti katamu, pas aku nggak sengaja liat nih novel di Gramed palagi baca sinopsisnya ada nama Jaejoong. Aku langsung tertarik buat pengen punya…
    Sangat ngefans sama Jaejoong soalnya. Hehehe~ #nggakadayangtanya

  2. awalnya mau beli buku ini.. eh pas baca sinopnya di belakang buku, ada nama jaejoong dan aku langsung ilfeel.. ngapin sih pake nama yang sama kayak member JYJ.. huhuhu *agak nggak rela #lah jadi curhat ini

  3. yg comment ke 27 error mbak,nggak tau kenapa ;(

    SATU KATA UNYU !! ahh, covernya manis banget asli jadi pengen punya buku itu dirumah u,u
    jaejoonggg apakah dia yg member JYJ itu?? akhh,makin penasaran sama ceritanyaa, >, *29

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s