REVIEW A Dash of Magic

“Apakah kalian pernah melihat sesuatu yang lebih menarik dalam hidup kalian?” (hlm. 11)

Sejak menghilang bersama Cookery Booke ajaib milik keluarga Bliss, Bibi Lily menepati janjinya untuk memanfaatkan buku itu agar menjadi terkenal. Dia telah menulis buku resep laris, 30 Menit Sihir Lily, dan memandu acara memasak di televisi. Sekarang, di sanalah dia, tersenyum bahagia di rak-rak pasar swalayan mereka, sementara Calamity Falls menderita kelesuan parah.

Sebuah rekor baru tercatat. 30 Menit Sihir Lily telah menjadi acara memasak siang hari dengan rating tertinggi dalam sejarah siaran televisi. Ratingnya, bahkan telah melampaui jumlah televisi di Amerika.

Setiap orang melakukan kesalahan. (hlm. 221)

Namun, ke mana cinta telah membawa keluarga Bliss? Hari-hari belakangan ini, jalan-jalan di Calamity Falls terasa dingin dan kelam, bahkan pada musim semi. Cerita-cerita karangan Mrs. Havegoods menjadi semakin kurang kreatif, Liga Pustakawati mengistirahatkan bus tur mereka, dan Mr. Bastable serta Mrs. Thistle-Baastable kehilangan hasrat mereka terhadap satu sama lain. Tidak ada lagi tawa, tidak ada lagi keajaiban. Jiwa Calamity Falls telah mengerut seperti daun kering.

Tanpa buku itu, Purdy dan Albert Bliss tidak punya pilihan, kecuali membuat pai, muffin, dancroissant biasa dari halaman-halam buku resep Betty Crocker biasa. Kue-kue itu masih tetap enak, tentu saja, dan warga Calamity Fallsmasih datang setiap pagi seperti biasanya. Namun, sihir kota itu telah mengering, meninggalkan segala sesuatu dan semua orang merasa seperti daun selada rebus –lemah, kelabu, dan layu.

Bliss Cookery Booketer tulis dalam bahasa Sassanian. Bahasa itu sudah mati. Dulu digunakan oleh sebuah dukun kuno di Bulan Sabit Subur. Mereka membuat obat-obat mereka dari gandum, madu, dan bahan-bahan yang manis. Mereka adalah para pembuat kue ajaib yang pertama.

“Berilah cinta ke dalamnya. Itu adalah bahan ajaib yang sesungguhnya dan kau memilikinya dalam jumlah banyak.” (hlm. 257)

“Kau ingin makananmu menjadi yang terbaik, maka kau harus mengambil yang terbaik.” (hlm. 112)

Merasa bertanggung jawab atas hilangnya Bliss Cookery Booke, Rose melakukan segala cara agar buku tersebut kembali pada keluarganya. Dia menantang Bibi Lily di Gala des Gateaux Grands. Sebuah pilihan yang berat. Tapi hanya dengan cara itulah dia bisa membuktikan jika dia tidak kalah mahir meracik makanan dibandingkan Bibi Lily.

Dan itu semudah yang dibayangkan. Rose berkeliling Paris bersama Ty dan Sage demi mendapatkan bahan-bahan ajaib. Bayangkan saja, bahan yang harus mereka cari untuk membuat Kukis Termanis Untuk  Mengobati Masamnya Manusia, dibutuhkan bahan berupa bisikan manis kekasih dalam mentega almond. Sedangkan untuk membuat Food Cake Embusan Malaikat, diperlukan bahan embusan hantu. Di sini mereka bakal bertemu mendiang Marie Antoinette. Tidak hanya itu, ada beberapa lagi bahan ajaib yang mereka dapatkan dengan penuh perjuangan; Senyum Monalisa, Segenggam Hujan Murni dari Puncak Eiffel, dan Dentang Lonceng Notre Dame.

“Hanya karena kau masih kecil, bukan berarti aku akan mengalah padamu.” (hlm. 18)

Buku ini tak kalah unyu dan juga tak kalah lezat dibandingkan buku pertamanya, Bliss

(ˆڡˆ) Kita akan menemukan beberapa menu ajaib, seperti; Biskuit Cheddar Mengoceh, Rugelach Menggoda dan masih banyak lagi. Cuma satu yang disayangkan, kenapa font di bagian resep tulisannya terlalu imut?!? d(*⌣*)b

Seperti bukunya yang pertama, pinggiran buku ini juga blink-blink biru. Ternyata di sini dijelaskan bahwa Bibi Lily selalu menambahkan sejumput bahan sihir Lily ke setiap makanan. Bahan sihir itu berupa bubuk kelabu kebiruan yang berbau seperti roti bakar gosong. Setiap menaburkan sesendok bahan sihir itu ke bahan makanan, adonan itu akan mendesis seperti minyak panas dan membisikkan nama Bibi Lily di setiap letupan;“Liiiiiiillllyyyy!” Jadi, hati-hati ya jika membaca buku ini terkena serbuk biru di pinggirnnya, bisa jadi kena sihir Bibi Lily!! ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ

Keterangan Buku:

Judul                : A Dash of Magic

Penulis              : Kathryn Littlewood

Penerjemah      : Sujatrini Liza

Penyunting        : @putronugroho

Penyelaras aksara: Aini Zahra, @kaguralian

Penata aksara   : Garislingkar

Penerbit            : Mizan Fantasi

Terbit               : Agustus 2013

Tebal                : 300 hlm.

ISBN               : 978-979-433-811-7

 

16 thoughts on “REVIEW A Dash of Magic

  1. suka banget sama buku fantasi yang kayak begini,dari cover aja udahkece dan menarik pasti ceritanya unik,apalagi ada serbuk birunya yg bikin makin sangat amat super duper penasaran mau baca buku ini /.\

    Reviewnyaaa!! bikin makin penasaran *mati telak* yg jelas yg bisa bikin review kece ini ya cima mbak luckty😉

    Terus mereview dengan baik untuk mbak luckty (^^)9 semangat ’45 hehe ikutan #GiveawayPustakawin Hope me luck🙂 ini review ke => *17

  2. huhuhu…. covernya keren! tertarik sama buku karena genre + covernya
    aku tahu sih istilah don’t judge a book by its cover
    tapi pasti selalu tertarik dari cover dulu
    jadi pengen baca -_-

  3. ohohoho adeku punya seri pertamanya mbak, Bliss.. ini seri trilogy
    good post mbak (y) kayaknya mbak emang suka ya sama buku ini hehe semangat banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s