REVIEW Cooklass

Cowok yang bisa masak itu pasti cowok yang bisa ngertiin cewek. (hlm.49)

Delia mengintip dari pintu kamar. Tangis kecilnya pun tak dapat ditahan. Kala itu Delia masih empat belas tahun. Dia masih polos dan takut ditinggal sendirian. Tapi emosinya sudah lebih tinggi dari yang dibayangkan. Air matanya mengalir kencang. Delia berlari dan mendekati ayah ibunya.

“Ayah ibu nggak usah repot-repot mikirin aku! Aku tinggal sama kakek aja!” Ujar Delia sambil terisak.

Ayah dan ibu berhenti berdebat. Delia terdiam menunggu ibu dan ayahnya memeluk dan mengatakan agar Delia ikut saja bersama salah satunya. Tapi itu hanyalah mimpi. Tak ada yang merespons. Ayah dan ibu sibuk mengambil semua pakaian mereka. Tangisnya pun semakin kencang dan berusah dia tahan dengan menyumbatnya dengan tangan.

Dan pada saat itu, Delia berlari ke kamar. Ikut memasukkan semua bajunya ke koper. Membawa semua yang dibutuhkan termasuk satu bingkai berhias foto ayah, ibu, Kak Reno dan dirinya.

Berat dan sangat berat Delia meninggalkan ini semua. Merasakan kehilangan dan sakit hati di umurnya yang masih terbilang tak berdaya. Tapi semuanya telah terjadi. Tugas Delia untuk menghadapinya.

Melihat ayah dan ibu pergi akan sangat menyakitkan. Melihat mereka meninggalkannya dari ambang pintu. Sebelum mereka pergi, Delia merasa sebaiknya dia pergi lebih dahulu. Mereka tak menginginkannya lagi. Dia tidak mau menjadi beban. (hlm. 8-9)

Rasa traumatis yang menghampirinya di usia remaja, membuat Delia tumbuh menjadi gadis pemalu dan rendah diri. Di rumah, dia hanya tinggal bersama kakek dan sepupunya yang sudah bekerja, tidak punya teman sepantaran di lingkungannya. Begitu pula di sekolah, dia merasa tidak memiliki teman. Padahal Delia ingin sekali punya banyak teman permanen yang bisa suka duka, akrab di sekolah, di luar dan di mana saja. Jadi, ketika ada orang yang bilang kalau dia itu mau jadi temannya atau nggak sengaja bilang ingin berteman, Delia langsung jadi orang yang lemah. Nggak bisa melawan. Nggak bisa menolak tepatnya. Salah satunya adalah ketika Sandra yang selalu meminta bantuannya.

“Gue nggak lagi bertarung ya sama dia. Jadi nggak ada yang menang dan kalah. Terus, apa salahnya kalau ada orang yang minta gue ajarin, ya gue ajarin. Itu bagus banget kan? Punya teman yang memang sadar akan namanya belajar. (hlm. 75)

Berhubung novel ini disisipi berbagai kuliner, akan lebih menarik jika ditampilkan ilustrasi makanan yang disuguhkan. Bisa memicu pembaca untuk mencoba mempraktekkan menu yang ada.

Duh, banyak sekali menemukan typo:

  1. siswiXIIPS1 (hlm. 11) — harusnya di spasi
  2. Bingung (hlm. 20) — kata di tengah kalimat, harusnya huruf kecil semua
  3. rau (hlm. 28) — harusnya raut
  4. Depan (hlm. 72) — kata di tengah kalimat, harusnya huruf kecil semua
  5. Sekesepian (hlm. 84) — tampak terdengar ganjil, lebih cocok diganti kata ‘sesepi’
  6. Cuma (hlm. 100) — kata di tengah kalimat, harusnya huruf kecil semua
  7. KakAlfon (hlm. 104) — harusnya di spasi
  8. tahun (hlm. 121) — harusnya ‘tahu’

Terlepas dari itu, novel ini cocok buat remaja yang sering merasa rendah diri dan pemalu. Belajar dari kisah hidup Delia, bahwa setiap manusia pasti diberi kelebihan oleh Sang Pencipta. Ketika kita sibuk dengan kelemahan kita, jadi terlupa dengan kelebihan yang kita miliki.

Air mata akan menjadi tawa bahagia yang akan dirindukan. (hlm. 216)

Penulisnya, Hardy Zhu bernama asli Hardiansyah Supardi, lahir di Makassar 8 Juli 1992. Ia sudah suka menulis sejak SMP. Saat ini menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Makassar Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen.

Keterangan Buku:

Judul                : Cooklass

Penulis              : Hardy Zhu

Editor               : RN

Desainer cover: Wulan

Layouter           : Ika Tyana

Pracetak           : Endang

Penerbit            : PING!!

Terbit               : Juni 2013

Tebal                : 216 hlm.

ISBN               : 978-602-255-137-9

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

11 thoughts on “REVIEW Cooklass

  1. cerita remaja penuh konflik,disisipi makanan,covernya unyu,walau ada beberapa typo yg berseliweran tidak mengurangi rasa penasaran saya terhadap buku ini🙂

    review mbak luckty pun bagus, memaparkan kekurangan dan kelebihan buku ditambah dengan pendaapat pribadi yang membuat kita ikut masuk dan penasaran dengan isi buku ini seutuhnya😉

    Terus mereview dengan baik untuk mbak luckty (^^)9 semangat ’45 hehe ikutan #GiveawayPustakawin Hope me luck🙂 ini review ke => *15

  2. dilihat dari judulnya sih, ini novel kayaknya berkaitan sama makanan2. tapi kok dibawahnya ada tulisan orkestra sakit hati (?) kerenkerenkeren😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s