REVIEW Phosphorus

Karena ketidakpastian itu merupakan salah satu kepastian. (hlm. 115)

“Apapun itu, asalkan kita menjalaninya dengan sungguh-sungguh maka akan menjadi sesuatu yang baik.” (hlm. 271)

Pondok Al-Hikmah dibangun di lahan yang luas, terletak dibawah perbukitan Boko. Terdiri dari tiga area utama, yaitu kompleks masjid, sayap barat, dan sayap timur. Kompleks masjid berada di tengah-tengah pondok dan berhadapan langsung dengan halaman utama pondok yang luas. Kompleks masjid merupakan pusat pengajaran pondok yang dilengkapi dengan beberapa bangunan kelas, perpustakaan, poliklinik, dan sanggar kreasi. Di halaman utama terdapat tempat parkir, pos satpam, kolam kecil, dan taman bunga yang dipenuhi tanaman bunga kertas.

Sayap barat merupakan asrama pengajar dan aula, sementara sayap timur merupakan asrama santri. Antara sayap barat dan sayap timur terdapat lapangan basket sekaligus lapangan ping pong dan lapangan serba gunayang masih berumput hijau. Pada bagian paling belakang pondok terdapat rumah besar Abah Syarif, beberapa empang, dan kebun sayur mayur.

“Abah menerima dengan baik siapa pun yang datang ke pondok ini dengan niat dan tujuan yang baik pula.” (hlm. 38)

Adalah Faya Nevu yang datang ke pondok itu. Orang asing yang mencuri perhatian disekitarnya. Diantaranya adalah berhasil mengalahkan Gareng, si preman pasar dan menakluklan Joko yang susah diatur yang biasanya hanya luluh dengan Abah. Semua terpesona, tak terkecuali Nitya, putri Abah Syarif si pemilik pondok.

“Mungkin tidak akan penting kalau aku sudah tahu masa lalumu atau aku sama sekali tidak mengenalmu. Tidak akan penting sama sekali kalau kamu tidak tinggal di sini, di pondok ini. Dan baiklah, tidak akan penting lagi jika kamu tidak ingin tahu.” (hlm. 105)

Nitya makin penasaran dengan sosok Faya Nevu yang misterius itu, apalagi ditambah rentetan kejadian tak terduga yang kerap menghampirinya. Siapakah Faya Nevu sesungguhnya?!?

“Karena kenangan itulah yang membuatku merasa benar-benar memiliki. Membuatku yakin sepenuh hati bahwa aku memang memiliki seorang ibu…” (hlm.145-146)

Beberapa kalimat favorit:

  1. “Hanya karena kamu mencintainya, bukan berarti kamu akan membiarkan dia tenang begitu saja…” (hlm. 54)
  2. “Hanya ada dua pilihan bagimu, salah satu dari kalian akan terus hidup atau tidak ada yang hidup sama sekali…” (hlm. 55)

Penulisnya, Retno Mawarni tinggal di Surakarta dan Yogyakarta. Karya yang pernah dipublikasikan adalah cerpen Kiara (Majalah Annida, 2006), puisi Kutitipkan Cinta Pada Angin (Kedaulatan Rakyat, 2005), Rahasia Saat Mencuci (Majalah Ummi,2011) dan cerpen berjudul Marya (2007). Pernah menjadi juara II Lomba Penulisan Cerpen Tingkat Mahasiswa yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kentingan UNS.

Keterangan Buku:

Judul                : Phosphorus

Penulis              : Retno Mawarni

Editor               : Elis Widayani

Tata sampul      : Ferdika

Tata isi             : Violet Vitrya

Pracetak           : Wardi

Penerbit            : Sabil – Diva Press

Terbit               : Juli 2012

Tebal                : 372 hlm.

ISBN               : 978-602-7641-16-7

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

16 thoughts on “REVIEW Phosphorus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s