REVIEW Sang Ratu

Makin banyak orang stress, makin banyak pula yang butuh pelepas kepenatan. (hlm. 31)

Natassja, putri seorang pengusaha Jawa paro baya, bernama Surolaksono, yang sukses berbisnis tekstil dan aneka Tupperware di luar negeri. Pewaris utama kerajaan bisnis dan kekayaan ayahnya. Apa pun yang dia minta, pasti diberi. Nggak ada istilah dilarang-larang. Semua tinggal jentikjari, dan ‘terjadi’.

Yup, Natassja tipikal anak orang kaya yang hidupnya hanya menghabiskan kekayaan orangtuanya, tak pernah berpikir sekalipun dari mana uang-uang itu didapatkan. Hingga tibalah hari yang tak terbayangkan sebelumnya. Usaha ayahnya bangkrut!

“Salah satu pegawai papa ada yang korupsi. Orangnya berhasil kabur sebelum papa menyadari kejahatannya. Entah pergi ke mana. Ada yang bilang dia sudah berhasil kabur ke Swiss, ada yang bilang dia masih di Eropa. Entah mana yang benar. Yang jelas, perusahaan kita dalam keadaan rawan. Papa benar-benar butuh banyak keajaiban untuk mengatasi semua.” (hlm. 41)

 

“Untuk sementara kamu harus hidup dengan uang jajan yang selama ini papa berikan. Papa yakin sisa jumlahnya masih cukup banyak. Tiap bulan papa kan transfer uang sampai belasan juta. Papa kira kamu bisa bertahan sampai beberapa bulan ke depan tanpa bantuan keuangan sedikitpun dari Papa.

Natassja tersedak. Tidak ada uang bulanan? Separah itukah keuangan perusahaaan papa? Dengkul Natassja lemas. Tulangnya seperti dilucuti satu-satu seperti habis disenggol setrum. Sesaaat Natassja linglung harus bagaimana. Mau menangis atau marah? Bila papa tidak memberikannya uang, dengan apa Natassja hidup di Jakarta? Segala kebutuhannya harus dibayar pakai uang yang mana? Apalagi Triple-C baru akan dimulai.

Apa itu Triple-C? Sebuah lomba dengan janji menggiurkan. Kontes untuk mahasiswa-mahasiswi kampus EFFORTIO Academy yang rugi banget dilewatkan. Pasalnya, pemenangnya dinobatkan sebagai cewek tercantik di kampus. Sebagai woro-woro, pemenang pertama dari ajang ini akan mendapatkan kesempatan menjadi model ekslusif di GLAMS! Sebuah majalah cewek beroplah fantastis dengan segmentasi venus metropolis selama setahun. Belum lagi kesempatan-kesempatan yang terbuka untuk menjadi lebih famous. Sebut saja bermain sinetron, bintang iklan, main film, bahkan menyanyi.

“Setelah kalian kelak memasuki dunia baru ini segalanya tidak akan berjalan lebih mudah. Di sana ada hak, tuntutan, dan ada pula kewajiban. Jangan bicara hak kalau anda belum tunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Percayalah, kalian akan butuh lusinan mental untuk maju sebagai model. Janganlah jadi wanita cengeng dan lemah.” (hlm. 82)

Di dalam kampus EFFORTIO Academy sendiri, keadaannya sudah sangat kacau. Bila tadinya jam-jam pelajaran tidak terganggu dengan agenda Triple-C, namun perlahan tapi pasti, kegiatan itu mulai mengambil jatah-jatah jam pelajaran. Apalagi, seperti sudah sama-sama diketahui kalau sebagian guru yang tidak sepaham dengan diselenggarakannya acara ini memilih off mengajar selama Triple-C belum dihentikan. Akibatnya? Bisa dibayangkan. Para mahasiswa dan mahasiswi beredar sembarangan di lingkungan kampus. Kalau ditanya tempat mana yang paling ramai, maka jawabannya adalah kantin. Karena disitulah cowok-cowok berkumpul untuk menggosip tentang para semifinalis Triple-C. Mereka memang punya hak untuk menentukan siapa gadis paling cantik di kampus.

Katanya kampus EFFORTIO ini merupakan kampus mewah nan keren, tapi tanpa wifi? Soalnya saat Natassja cuma mau online sebentar saja, musti bersusah payah ke warnet kampus? Keren-keren kok kampusnya tanpa wifi, kalah keren donk ama sekolah tempat saya bekerja, meski letaknya dikelilingi hamparan sawah, internetnya ke penjuru segala arah di lingkungan sekolah loh! ƪ(▿‾┐) ƪ(‾▿‾)ʃ (┌‾▿)ʃ

Membaca novel ini rasanya sinetron banget. Endingnya pun gampang ketebak. Padahal, ketika membaca biografi singkat tentang penulisnya di halaman akhir novel ini, penulisnya bisa dikategorikan produktif dalam menulis. Ditambah lagi berbagai penghargaan yang disabetnya di bidang kepenulisan.

Asa Mulchias. Beberapa karyanya antara lain; Bidadari (MU3 Books), Kuntilanak, Here I Come (Lingkar Pena Publishing House), Everytime He Celebrates His Birthday (Syamil),Sumpah Ompong di Sekolah dan Umbrah Kedumbrah (Momentum). Jadi pengen baca bukunya yang lain, apakah lebih menarik?!?😉

Keterangan Buku:

Judul                            : Sang Ratu

Penulis                          : Asa Mulchias

Penyunting bahasa        : Aisyah Biru

Setting                          : Lilik Kurniawan

Desain sampul              : Andhi Rasydan

Penerbit                        : AFRA Publishing

Terbit                           : Juni 2012

Tebal                            : 224 hlm.

ISBN                           : 978-602-8277-61-7

 

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

13 thoughts on “REVIEW Sang Ratu

  1. AFRA publishing bukannya bukan penerbit indie ya? Mereka sepertinya selalu menyeleksi ketat buku-buku yang akan terbit hehehe. Ini lagi novel yang saya baca ketika orang tua bankrut dan si tokoh sudah terlalu biasa hidup enak. Duh. Lagi-lagi tema yang ini.

  2. Hahaha bener mbak! Ini sih namanya Sinetron dalam cerita wkwkw. Sinetron yang diangkat ke dalam novel. Aduuh klise! Kurang suka :p , sedikit lebay juga kayanya hehee..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s