REVIEW Tirani Dedaunan

Kehidupan itu seperti berada di siang dan malam yang punya satu langit tapi dengan suasana yang berbeda. Jika seseorang ingin lihat bintang-bintang maka dia harus bersabar hingga tiba malam. Demikian pula kalau ingin menikmati keindahan warna senja dan terbenamnya matahari maka tabahlah melewati detik demi detik yang bergulir. Segala yang terjadi bukan sebuah kebetulan semata, melainkan ketentuan yang telah diatur oleh-Nya. (hlm. 59)

“Hiduplah di dunia ini seperti pengembara yang menyadari nggak selamanya tinggal di sini. Seorang pengembara tahu jalan yang ia tempuh masihlah sangat panjang. Dunia termasuk salah satu tempat persinggahan. Pengembara yang baik akan berusaha ngumpulin bekal yang ia perlukan diperjalanan selanjutnya. Bukan membangun istana harapan yang tinggi dan berharap hidup selamanya di tempat yang hanya persinggahan. (hlm. 70)

 

Tiga sahabat merantau ke Jogja. Fatah, Zaenal, dan Rian. Ketiganya menjalani hari-hari yang penuh pergaulan hidup. Sementara itu, Fatah dan Zaenal berusaha meraih impian mereka. Sedangkan Rian lebih memilih berhura-hura hingga sebuah kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawanya menyadarkan dirinya.

 

Fatah dan Zaenal pun tidak luput dari ujian hidup. Saat Zaenal menempuh studi, adiknya yang menderita leukemia harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan, Fatah harus berbesar hati kala mendengar kabar bahwa ibunya meninggal. Namun, keduanya tetap bertekad menyelesaikan studi.

 

Akhirnya, tibalah hari itu, saat keduanya dinyatakan lulus. Tetapi, hidup masih ingin menguji Fatah. Saat itu, Rian yang juga telah lulus meminta bantuan Fatah untuk meminangkan seorang gadis untuknya. Ningsi, gadis yang juga dicintai Fatah.

 

Akankah Fatah meluluskan permintaan Rian? Pilihanmanakahyang akan ia ambil; mempertahankan persahabatannya dengan Rian atau memenangkanrasa cintanya terhadap Ningsi?

 

“Kalian harus rajin belajar. Jogja ini kota pelajar. Banyak ilmu di sini. Maka rugilah kalian jika nggak menggunakan waktu dan kesempatan kalian untuk belajar. Akan sangat percuma kalian empat tahun di sini dan hanya dapatin selembar ijazah tapi nihil ilmu.” (hlm. 90)

 

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Tuhan menciptakan kesunyian bukan membuat seseorang menjadi terasing melainkan menggunakannya untuk merenung dan berpikir. Renungkan kehidupan dan melihat kesalahan-kesalahan masa lalu agar bisa memperbaiki diri di hari esok untuk menjadi lebih baik. (hlm. 10)
  2. Kenangan mengundang kedamaian ke dalam hati. Serasa jiwa ingin berdendang dalam alunan cinta Sang Khaliq. Rindu menembangkan hal lain, semacam nyanyian tak berkesudahan yang terlalu sering membuat diri ingin segera melakukan perjumpaan. (hlm. 30)
  3. Manusia, sekuat apa pun dia, sehebat apa pun dirinya, masih membutuhkan pertolongan-Nya. (hlm. 30-31)
  4. Hidup itu sebuah misteri yang akan terungkap jika sudah tiba waktunya. Untuk tahu semua itu, manusia harus menggenggam keyakinan dan kesabaran dalam diri. (hlm. 47)
  5. Tuhan aja maklumi kalo orang lupa, masak kita sesama manusia enggak. (hlm. 49)
  6. Sujud tak lain adalah wujud cinta dan kerinduan kita pada Sang Pencipta. (hlm. 51)
  7. Mengapa Allah mengistimewakan orang-orang berilmu di samping orang-orang yang beriman. Karena dengan ilmu pengetahuan, seseorang bisa mengetahui dan mempelajari semesta alam, ciptaan-ciptaan-Nya. (hlm. 65)
  8. Inilah fungsinya hati. Keimanan bersumber dari dalam sana. Hati yang yakini semua itu setelah akal berpikir. (hlm. 66)
  9. Hanya jiwa petarung hidup yang sejati mampu bangkit dan melangkah maju kala derita datang menerpa. Hidup memang punya warna. Hitam dan putih bukan sebuah warna yang selalu dilihat. (hlm. 68)
  10. Hidup dan kematian memang amat dekat. Namun kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti karena dia sebuah peringatan pada manusia bahwa tiada yang kekal hidup di dunia. (hlm. 68)
  11. Hidup itu jangan terlalu dipikirin. Toh kehidupan itu berjalan terus seiring dengan bergulirnya waktu. Hidup itu dijalani aja dengan ikhlas. (hlm. 69)

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2013/01/04/2013-indonesian-romance-reading-challenge/#comment-959

http://lustandcoffee.wordpress.com/2013-indonesian-romance-reading-challenge/

New Authors Reading Challenge 2013

http://renslittlecorner.blogspot.com/2013/01/new-authors-reading-challenge-2013.html

https://luckty.wordpress.com/2013/02/12/new-authors/

 

Keterangan Buku:

Judul                : Tirani Dedaunan

Penulis              : Chairul al-Attar

Editor               : @rinalubis_stone

Tata sampul      : Ferdika

Tata isi             : Ika Tyana

Pracetak           : Antini, Dwi, Yanto

Penerbit            : DIVA Press

Terbit               : Desember 2012

Tebal                : 296 hlm.

ISBN               : 978-602-7665-75-0

12 thoughts on “REVIEW Tirani Dedaunan

  1. paling favorite ni :
    Tuhan aja maklumi kalo orang lupa, masak kita sesama manusia enggak. (hlm. 49)

    suka banget sama novel tema persahabatan >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s