#5BukuDalamHidupku: Adriana, Labirin Cinta di Kilometer Nol

#5BukuDalamHidupku

Aku melihat gadis itu di Perpustakaan Nasional kemarin. Itulah awal kalimat dalam novel ini. Perpustakaan, ya perpustakaan. Cinta pada pandangan pertama memang sudah biasa. Tapi cinta tumbuh ketika bertemu di perpustakaan? Itu baru tidak biasa.

Kisah cinta ini lebih tidak biasa lagi karena dibalut teka-teki dengan menelusuri berbagai patung seperti Patung Hermes, Patung Pancoran, Patung Pemuda, Patung Arjuna Wijaya, Patung Selamat Datang, Patung Thamrin, dan Patung Kartini. Tak lupa kita diajak menjelajahi tempat-tempat bersejarah di Jakarta.

Mengisahkan perjuangan Mamen. Pemuda yang malas belajar sejarah ini akhirnya harus membedah sejarah, karena dengan begitu dia bisa bertemu dan mendapatkan Adriana, si gadis cantik dan misterius. Dalam memecahkan teka-teki yang diberikan Adriana, Mamen sering dibantu Sobar yang sangat pintar urusan sejarah. Nah, siapa yang tak suka sejarah? Mulai dari sekarang coba baca buku-buku sejarah, siapa tahu incaranmu memberikan teka-teki lewat sejarah.

Seperti Bung Karno Bilang, “JAS MERAH!!” Teka-teki yang diberikan Adriana ke Mamen:

  1. Jika karpet itu berganti lima kali, aku akan menjumpaimu di tempat dua ular saling berlilitan pada tongkatnya, saat Proklamasi dibacakan. Harinya adalah tiga setelah Fatahillah mengusir Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa.
  2. Masanya sampai pada perang di Ponegoro. Namun orang-orang merana itu tahu, saat mati, jasad mereka akan merana terkubur jauh dari tanah tumpah darah mereka sendiri.
  3. Aku yang menunggumu adalah Adriana, pada mimpinya yang tak pernah mati. Dia menjual mobilnya untuk membangunku, temui aku di tempat aku menunjuk.
  4. Pada waktu wafatku, Adriana. Besok saat tiga dalam satu berakhir . Sang penari harus menemui tuan tanahnya di kepala naga saat gelap. Tempat di mana anak panah Arjuna Berada. Cari dan bawalah padaku panah itu. Pada saat tiga menjadi satu dimulai. Aku adalah negeriku yang kuhadiahkan pada kota ini.
  5. Naiklah ke punggungku dan lihatlah bintang di langit, apa yang kau temukan? Terbanglah ke sana dengan jubah yang dijaga dua malaikat. Temui aku dikubangan lumpur tempat kerbau memadu kasih, pada saat mereka meresmikan aku. Bawalah bingkisan hatiku untuk hatiku. Temui aku pada apa yang dikatakan polisi tentang politikus Betawi itu.

Kata-kata bijak:

  1. Jodohmu yang dikirim Tuhan adalah siapa dirimu. Ada laki-laki yang menyimpan cintanya di hati begitu saja, tapi ada laki-laki yang berada dalam waktu yang tepat dan mengutarakan isi hatinya.
  2. Cinta terbentuk dari gelombang pikiranmu akan kenyamanan, dan biarkan dia melukis bagiannya di kanvas hatimu yang putih. Setelah itu tutup matamu dan biarkan mata hatimu melihat bentuknya.
  3. Jika laki-laki memiliki nama tengah terlambat, perempuan mempunyai nama tengah gengsi.

Ada saya loh…tebak di halaman mana? Hehehe… :p Bagaimana kisah petualangan Mamen, akankah dia berhasil menaklukkan Adriana si gadis yang tak hanya cantik tapi juga pintar ini? Sering-seringlah ke perpustakaan, siapa tahu jodohmu menunggu di sana (>,^)

Keterangan Buku:

Judul     : Adriana, Labirin Cinta di Nol Kilometer

Penulis: Fajar Nugros dan Artasya Sudirman

Penyunting: Azzura Dayana & Nessy Apriyani

Pewajah Sampul: Windu Tampan

Penata Letak: Novi Khansa Kreatif

Pemeriksa Aksara: Erdyant

Penerbit: PT. Lingkar Pena Kreativa

Terbit: Januari 2010

Tebal: 400 hlm.

ISBN: 978-602-8436-48-9

   Cover versi pertama terbitan Lingkar Pena:

   Cover versi kedua terbitan Gramedia:

Friendship is born at that moment when one person says to another what you too? I thought I was the only one. –C.S. Lewis-

Awalnya, kami sama-sama mengikuti perkembangan Bunuh Diri Massal 2008 yang ditulis oleh Fajar Nugros (yang sekarang jadi sutradara dari film Queen Bee, Cinta di Saku Celana, Cinta Brontosaurus, Refrain, dan Adriana) dan Alanda Kariza di www.sutradarakacangan.multiply.com.

Setelah saya memposting Kekasih di Alam Baka, tak berapa lama kemudian Sitty Asiah –saya memanggilnya Uni Asiah- pun memposting Pengantin Padang yang sama-sama menjadi side-story dari serial Bunul Diri Massal 2008. Menjadi teman via multiply. Kami pun saling komen dalam masing-masing postingan. Pertemanan mulai berlanjut ke facebook mulai pertengahan tahun 2008.

Semenjak itu, kami makin akrab satu sama lain. Saling memberi komen baik dari segi tulisan notes maupun foto. Kami sama-sama menyukai buku, makan,  menulis, dan me-review film. Bahkan kami pernah saling memberi kado saat ulang tahun berupa cerpen. Awal tahun 2009, Bunuh Diri Massal 2008 (BDM 08) dijadikan buku oleh Ufuk Publishing, 2009. Kami yang menulis side-storynya (yang tak saling kenal) berencana bertatap muka. Meminjam istilahnya Mbak Tiara; “Teman maya menjadi teman nyata.”

Salah satunya adalah Uni Asiah ini. Saya yang waktu itu baru lulus kuliah (berdomisili Jatinangor), mengambil kesempatan itu untuk datang ke Jakarta. Kalau saya sudah pulang ke Lampung, kecil kemungkinan untuk bertemu teman-teman maya tersebut. Akhirnya dipilhlah waktu yang tepat untuk kopi darat. Semenjak itu, BDM’ers –para penulis side-story BDM 08- makin bertambah akrab. Makan, sharing, hingga nonton bareng. Saya juga pernah merepotkan Uni Asiah untuk membelikan buku yang tidak bisa saya temukan, bahkan ongkos kirimnya dia yang menanggung. Oh, baik banget!! (peluk-peluk Uni Asiah :p)

Pertemanan berlanjut saat BDM’ers berjumlah belasan penulis bertransformasi menjadi The Hermes yang beranggotakan dua puluhan orang. The Hermes awal mula terbentuk dari facebook. (lagi-lagi) Fajar Nugros lewat tulisannyalah yang mempertemukan kita. Fajar menulis serial bersambung via notes facebook yang akan menjadi cikal bakal novel Adriana: Labirin Cinta di Nol Kilometer (Lingkar Pena Kreativa, 2010). Para komentator yang rutin mengikuti perkembangan serial tersebut menjadi suatu komunitas menulis dan menyukai sejarah bernama The Hermes (simak dihttp://hermesian.wordpress.com). Kami akhirnya mulai akrab satu sama lain, walaupun tempat tinggal kami berjauhan.  Saya satu-satunya yang berdomisili di Sumatera, yaitu Lampung. Dari buka bersama, menelusuri tempat-tempat bersejarah, mengisi acara di World Book Day 2010, hingga beberapa kali menerbitkan e-magz berisi tulisan-tulisan kami dan diterbitkan secara gratis melalui twitter (follow @TheHermes).

Pertemuan saya dan Uni Asiah berlanjut. Oktober 2009, Uni Asiah sedang promo salah satu buku tempat dia bekerja. Itulah kali pertama Uni Asiah menginjakkan kaki ke Lampung, kota kelahiran saya. Dia datang bersama Astrid, teman di The Hermes juga. Setengah hari kami habiskan bersama. Makan dan jalan-jalan. Berhubung siang menjelang sore acara yang dibawakan Asiah di salah satu toko buku terbesar di Lampung akan berlangsung, kami terbatas untuk jalan bareng.

Sebenarnya saya (dan adik) ingin sekali menemani mereka hingga acara usai. Apa daya, saya yang rumahnya jauh (dua jam perjalanan) dari acara tersebut musti pamit pulang sebelum acaranya selesai. Maklum, di kota kecil masalah transportasilah yang selalu menjadi kendala. Saat di bus menuju rumah, bapak di bangku seberang berkata dengan nada panik bahwa saat ini gempa sedang melanda Padang.

Glek, saya jadi kepikiran Uni Asiah! Walaupun dia bermukim di Jakarta, masih banyak saudaranya yang berdomisili di Padang. Saya telpon maupun sms juga gak ada kabar. Sial, hape malah lowbat. Setelah sampai rumah, saya bergegas mengecek twitter, biasanya beritanya lebih up date dibandingkan televisi. Ternyata gempa Padang cukup parah, menelan banyak korban. Akhirnya, The Hermes berniat menulis Hermes for Charity, awalnya diterbitkan dalam bentuk e-book kemudian menjadi buku. Hasil penjualan 100% disumbangkan untuk korban gempa Padang. Tak terasa sudah empat tahun berlalu.

Beberapa dokumentasi The Hermes muncul di media massa:

Meski rutinitas pertemuan tidak sesering dahulu, kami masih saling berhubungan baik satu sama lain, umumnya didominasi via twitter.

Tahun ini, kami kehilangan salah satu anggota The Hermes; Dwi Fitriani yang biasa disapa Dudu. Selamat jalan Dudu, doa kami bersamamu:

So, siapa bilang berselancar di dunia maya itu selalu negatif?!? Kami mampu membuktikannya, contohnya saya bertemu dengan teman-teman Bunuh Diri Massal dan #hermesian ini. Menjelajahi dunia maya sudah banyak kami jamah. Dari multiply, facebook, wordpress sampai twitter. Memberi banyak ilmu dan pelajaran hidup.

Lewat postingan tentang #Adriana di notes FB, kemudian dibukukan, dan kini difilmkan, sangat terasa sekali bahwa buku ini salah satu yang memberikan dampak besar bagi kehidupan saya. Tanpa #Adriana, mana mungkin bisa kenal dengan teman-teman @TheHermes 🙂

Posting ini diikutsertakan dalam #5BukuDalamHidupku bersama @Irwanbajang

adriana 2

adriana 1

Advertisements

21 thoughts on “#5BukuDalamHidupku: Adriana, Labirin Cinta di Kilometer Nol

    1. Novel ini semacam Dan Brown-nya Indonesia. Ternyata simbol-simbol di Indonesia sangat berpotensi untuk digali menjadi sebuah cerita yang menarik! 😉

  1. Lucktyyy… aku malah udah lupa dulu pernah bantu beliin buku haha.. buku apa ya? Empat Elemen kah? 😀

    tulisan ini indah banget Luckty, terimakasih ya. Aku bahagia banget menjadi bagian dari keluarga besar ini. Teringat pernah tulis di facebook: “i surely gonna be a part of something fenomenal”. I already do ♥

  2. Reblogged this on A Happy Ending Seeker and commented:
    Sometimes you forget little things that you do. But for someone else, it remain in their heart forever. I don’t remember ever help Luckty bought a certain book for her. But she never forget that.

    And this writings recalling all those memories about how The Hermes was born. Thankyou Luckty for writing this, such a beautiful writings ♥

  3. Wah, recommended nih buat dibaca dan ditonton filmnya. Tapi jadi penasaran, mungkin kakak bisa jawab. Kenapa di novel yang terbitan GPU, kak Artasya Sudirman nya nggak tertulis kak?

    1. Filmnya pas karena sutradaranya adalah penulis buku ini langsung, jadi imajinasi di buku tervisualisasi dengan baik di filmnya. Aku baru nonton trailernya aja udah keren badai, sayang film #Adriana belum nyampe Lampung :’)

  4. Wahh, jadi terharu ternyata di balik kesuksesan #Adriana itu terjalin hal-hal yang begitu menakjubkan. Penasaran dengan novel dan filmnya, tapi bulan ini udah beli 3 buku, itu pun melampaui kapasitas yang seharusnya 1buku tiap bulan. Hehee
    Dan the Hermes you are amazing

  5. assalam…
    mau tanya, dimana ya saya bisa mendapatkan buku ini, atau mungkin ada yang berkenan membantu.
    saya sudah banyak mondar mandir, tapi belum menemukan.
    jika ada yang berkenan membantu, no saya: 085643850274

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s