REVIEW Cerita Spesial Doraemon #6: Semangat

 doraemon

Tempat fantasi, adalah negeri antah berantah nun jauh dari dunia nyata yang kita tinggali. Untuk mengalami suatu keajaiban, anak-anak harus pergi ke dunia mimpi. Jika bukan anak yang berani dan baik hati, tidak mudah pergi ke sana.Penyihir ataupun peri yang dikagumi, adalah orang-orang yang menetap di negeri antah berantah, dan tidak berada di sekitar anak-anak.

Namun, kebanyakan fantasi sekarang ini, bukan lagi di negeri khayalan, tetapi dapat juga digambarkan hingga ke esensi manusia, yang ketepatannya dapat disaksikan langsung oleh mata. Fantasi adalah kisah nyata yang segar yang memperluas akal sehat. Musuh yang tidak terlihat pun mampu dimunculkan. Mampu mengungkit cerita yang telah lalu, juga mampu menunjukkan kejadian yang akan datang. Drama yang menyangkut kehidupan masa lalu, sekarang, dan masa mendatang, yang digambarkan dengan hidup dengan berbagai kejutan dan kegembiraan di dalamnya, meruapakan fantasi nyata dan segar.

Dapat dikatakan, Doraemon merupakan satu dari fantasi itu. Doraemon adalah penyihir ilmiah dan modern yang tidak dapat dibandingkan dengan penghuni negeri peri, senantiasa berada di samping Nobita, melakukan baik yang mungkin maupun yang tidak mungkin. Kejadian nyata yang dianggap mustahil dalam kehidupan sehari-hari, diwujudkan tidak dengan menggunakan mantera, melainkan dengan sihir ilmiah modern. Maka, adakah anak yang tidak menyukai sihir semacam ini? Wajarlah jika Doreamon menjadi pahlawan super.

Karena itu, Doraemon bukanlah revolusionis nyata, juga bukan robot yang sekadar menuruti kemauan anak-anak. Ada kalanya, dia menjadi moralis yang menegur sikap ataupun perasaan yang bodoh. Dia mempunyai sifat kekanakan, juga memiliki pengertian umum seperti layaknya orang dewasa. Singkatnya, dia menjadi penasihat yang tepat bagi anak-anak. Lebih jauh lagi, dialah yang paling memahami caraa menghadapi anak-anak. anak-anak yang muncul dalam serial Doraemon pun tidak ada yang mengharapkan suatu kerajaan khusus yang diperuntukkan bagi anak-anak. Mereka cukup memahami aturan bermasyarakat maupun ketegasan para orang tua. Keberhasilan mengatasi aturan-aturan itu terasa amat menyenangkan. Yang mereka harapkan bukanlah tidak adanya pekerjaan rumah, melainkan betapa praktisnya jika ada alat yang memungkinkan PR terselesaikan dalam sekejap. Mereka juga bukan menginginkan uang banyak yang dapat membeli apa saja, tetapi alangkah senangnya bila benda yang didambakan bisa langsung didapat. Disitulah letak kehebatan Doraemon.

Untuk itu, akal pun dimanfaatkan, dan pada akhirnya tenaga Doraemon juga yang digunakan. Namun tidak jarang harapan yang mestinya terlaksana berakhir dengan kegagalan. Sambil tersenyum pahit, anak-anak menyadari bahwa kenyataan tidaklah semanis yang mereka kira. Jiwa yang terkandung dalam Doraemon menarik simpati anak-anak.

Sejujurnya, semangat semacam ini bukanlah hasil polesan. Kadang menunjukkan akal yang belum matang, kadang menyindir dengan polosnya. Karena itu, anak manapun dapat langsung memahaminya. Sehingga tidak menjadi ironis. Dan kita pun semakin mengerti perasaan Nobita yang pemalas dan penakut serta suka ngotot itu.

Misalnya pada ‘Koleksi Tutup Botol’. Nobita yang kesal karena Suneo dan yang lainnya membanggakan koleksi mereka, dibantu Doaremon mengubah tutup botol yang biasa dibuang menjadi koleksi yang sangat berharga. Harga satu buahnya mencapai 2.000.000 yen. Namun ketika akan dijual, efek Virus Penebar Popularitas lenyap. Nobita menjadi tercengang, tetapi di situlah kita menertawakan keserakahan manusia, dan di situ pulalah kita diingatkan tentang kelemahan manusia.

Dalam ‘Miniatur Parlemen’ diperlihatkan Nobita yang ingin menang sendiri dengan asyiknya berulang kali mengajukan usulan. Tetapi, kalaupun usulan yang diajukan diterima oleh parlemen, belum tentu akan memuaskan semua orang. Akhirnya miniatur parlemen itu pun rusak. Cerita ini memiliki jiwa yang cukup sesuai bagi pembaca dewasa.

Kehebatan dari cara penulisan yang tidak melupakan cara pandang anak-anak dalam semangat yang mana pun ini patut dipuji. Dari kemoderatan pengarangnya bahkan terlihat suatu filosofi kehidupan. Banyak yang mengatakan, “Waktu kecil, aku adalah Nobita’. Timbullah kesamaan persepsi yang mampu menarik simpati anak-anak maupun orang dewasa. Di sini digambarkan wujud asli anak-anak yang mempertegas kepolosan Nobita, yang terus memperoleh kemudahan, di dalam masyarakat yang lebih mementingkan kebendaan daripada perasaan ini. Mungkin di situlah terungkap apa arti peradaban itu sesungguhnya.

Dari semua perlatan yang pernah dikeluarkan dari kantong ajaib Doraemon, saya pengen banget punya Pintu Kemana Saja. Kalau kamu?😀

Keterangan Buku:

Judul               : Doraemon #6: Semangat

Penulis             : Fujiko F. Fujio

Alih bahasa     : LidaV. Siregar

Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo

Terbit               : 2003

Tebal               : 221 hlm.
Beberapa cuplikan dalam komik ini:

doraemon 1 doraemon 2 doraemon 3 doraemon 4 doraemon 5 doraemon 6

What’s in a Name Reading Challenge 2014 https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/whats-in-a-name-reading-challenge-2014/

17 thoughts on “REVIEW Cerita Spesial Doraemon #6: Semangat

  1. Satu kata untuk review ini: MENARIK!

    Luckty mampu memaparkan keistimewaan yang dibawa masing-masing cerita dari komik Doraemon edisi “Cerita Spesial 6: Semangat” ini.

    Dengan penggunaan bahasa yang tepat dan mudah dimengerti, Luckty mampu menyampaikan bahwa Doraemon edisi Cerita Spesial ini memang benar-benar spesial. Seperti tema yang terdapat pada cover bukunya, cerita-cerita dalam komik ini membawa pesan moral agar para pembaca terus memiliki semangat untuk berjuang keras melakukan yang terbaik dalam hidup.

    Secara tidak langsung, Luckty juga menyampaikan bahwa pembaca tidak boleh gampang menyerah seperti Nobita dalam cerita-cerita Doraemon. Sebisa mungkin manusia harus berusaha untuk melakukan segala sesuatu dengan baik, baru meminta pertolongan pada orang lain. Namun bukan berarti manusia bisa terus menerus bergantung pada orang lain.

    Akhir kata, melalui review ini, Luckty juga mengajak kita mengembangkan imajinasi alat apa yang paling kita inginkan ika kita mempunyai kantong ajaib seperti Doraemon.

    Tetap semangat!😀

  2. Akhirnyaaaa … kirain kamu gak bakal ngereview komik, hihi. Sukaaa bgt apalagi yg dibahas si kucing biru, doraemon!

    tumben gak ada kata2 favorit atau kutipan dialog? coba di ‘Koleksi Tutup Botol’ atau ‘Miniatur Parlemen’ kamu sisipi kata2 ‘nakal’ Nobita yg suka merengek, pasti seru! Kayak baca komiknya langsung ^^ Tapi udah kamu post beberapa cuplikan isi komik, sih. Cuma tulisannya kecil2 >.<

  3. Doraemon adalah tokoh fiksi favorit saya yang menduduki peringkat pertama. Saya mengenal tokoh ini sejak duduk di bangku TK, dan selalu stand-by di depan tv tiap jam 8 pagi :’)

    Dan setuju sama komennya Titis, 100 tahun dari sekarang Doraemon pasti bakal jadi legenda :’D

  4. Aku juga pengen punya pintu kemana saja…😀😀

    Percaya sama review-nya Luckty, karena komik Doraemon tak pernah mengecewakan, pun film-filmnya.

    Jadi, ini seri terbaru atau apa?
    Bingung soalnya…

    Kita tahu kalau komik Doraemon itu seri-nya banyaaaaak….

    Nah ini?
    Cerita Spesial Doraemon #6: Semangat?
    Maksudnya?
    Apakah ini cerita-cerita pilihan yang diambil dari sekian banyak di komik Doraemon selama ini?
    Atau ini cerita yang fresh?

  5. Saya punya sebagian banyk komik doraemon spesial. Lucu, dan menghibur, tidak membosankan.
    Bahkan saya kalau lagi bosan sama buku yang monoton saya baca ulang komik doraemon spesial😀

    Saya penggemar doraemon sejak kecil, dan setiap minggu nongkrong di depan tv nunggu doraemon setelah sinchan xD

    Seneng deh, mbak Lucty membuat review jadi bisa tahu kelebihan yang lain🙂

  6. Komik. Doraemon. Fujiko. Aku nggak terlalu malah jarang baca komik, dan bukan kesukaan aku juga sih, soalnya sampai sekarang masih bingung bagaimana cara membacanya *garuk garuk*

    Ah tidak untuk Doraemon ini, malah jadi inget sama seseorang yang kalau ngomong kayak Doraemon tapi sok-sokan jadi comica kayak Kemal Palevi xD

    Entah kapan bisa baca komik, entah

  7. eh eh eh, baru kali ini lho Luckty nge-review komik. dan seperti biasanya, bikin yg membaca review-nya pengen ikutan baca buku yg di-review.
    aq juga pgn punya pintu kemana saja. Selain bisa kemanapun sesuka kita, juga biar gak LDR-an lagi sama pak suami *eh :p

  8. huaaa doraemon!! Saya suka banget doraemon *.*
    Tapi.. saya lebih suka nonton doraemon daripada baca komiknya atau bukunya hehehehe *peace.

  9. ternyata ada juga komik di reviewnya kak lukcty. tapi dari dulu saya cuman sekedar suka sama doraemon. dan enggak terlalu mengikuti. hmm.. sekali-kali nge-review tentang naruto donk kak! haha😀

  10. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s