REVIEW Koin Terakhir

 koin terakhir
Bukankah tidak adil jika kita membenci secara membabi buta terhadap sesuatu yang tidak kita pahami? (hlm. 55)

Zen Wibowo memiliki daya ingat yang sangat kuat dan keakuratan naluri yang tak jarang membuat orang-orang disekitarnya berdecak kagum. Setelah melewati serangkaian tes, pendidikan, dan berbagai pelatihan khusus di Sekolah Tinggi Intelijen Negara, pada usia 23 tahun dia sudah bergabung dengan Badan Intelijen Negara dan menjadi petugas lapangan di bidangkontra intelijen. Karena tugasnya biasa secara diam-diam berhubungan dengan informasi rahasia, Zen harus melewati proses pengujian yang berat, yangmemiliki tingkat kegagalan yang tinggi.

Pada tingkat sederhana, tugasnya bertujuan untuk melindungi rakyat dan pemerintah dari spionase dan aktivitas intelijen lain, seperti sabotase atas pembunuhan oleh dinas intelijen negara lain. Dia dilatih untukmelakukan misi perang non konvensioanl, antiteroris, pengintaian, aksi langsung,dan pertahanan luar negeri.

Pada awal karirnya, Zen menunjukkan keunggulannya dengan mengusulkan sejumlah operasi intelijen abnormal. Zen memperlihatkan eksistensinya dengan analisis-analisis terhadap masalah yang rumit dan selalu terbukti berhasil. Strategi-strategi yang diterapkannya untuk mencegah dinas-dinas intelijen asing melakukan infiltrasi, spionase, subversi, dan sabotase terhadap institusi-institusi domestik selalu menuai pujian oleh rekan-rekan kerja maupun atasannya.

“Seorang agen rahasia memang sudah seharusnya rela berkorban.” (hlm.16)

Setiap tahun, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)merekrut tiga puluhan mahasiswa untuk dididik selama empat tahun dalam jenjang Strarta 1. Selain ilmu keintelijenan, para mahasiswa juga dididik dengan bekal keilmuwan lainnya sebagai pendukung, seperti ekonomi, sosisal, politik,eksakta, budaya, dan banyak lagi selain Inggris, seperti Prancis, Spanyol,Rusia, Mandarin, dan sebagainya.

Para mahasiswa di sekolah tinggi itu diproyeksikan menjadi tulang punggung dan generasi penerus intelijen Indonesia, setidaknya untuk 10-15 tahun mendatang. Para pengajarnya adalah dosen-dosen terbaik dari semua perguruan tinggi negeri terkanal di Indonesia yang didatangkan secarakhusus. Para pengajar tamu juga didatangkan dari kalangan praktisi terbaik di bidangnya. Sedangkan pola perekrutan mahasiswa baru digelar secara khusus bersama BIN, pihak STIN, dan dibantu oleh instansi terkait lain, seperti Departemen Pendidikan Nasional. Mereka membentuk tim khusus untuk ‘memburu’ para siswa berprestasi yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dari seluruh pelosok negeri. Setelah dikumpulkan, mereka di tes kembali oleh Sekolah Tinggi Intelijen Negara.

Kita bisa memilih pekerjaan apa yang kita mau dan berapa harga yang kita inginkan. Tidak ada yang mengatur-atur kita seenaknya, atau memberi perintah-perintah agar setiap hari kita melapor. Sementara jika kita tertangkap, atau bahkan terbunuh di negara orang, kita akan dicampakkan seperti bangkai oleh institusi yang jelas-jelas telah menugaskan kita. (hlm. 240)

Kali ini Zen harus menyelesaikan sebuah kasus berat yang mengancam stabilitas keamanan negara. Salah seorang di Lembaga Sandi Negara telah berkhianat. Daniel Hehalatu, seorang kriptografer mencuri dokumen rahasia pemerintah yang bahkan tingkat kerahasiaannya pun dirahasiakan. Kabar yang lebih buruk lagi, Daniel mati sebelum berhasil ditangkap. Daniel menyimpan data curiannya di dalam sebuah koin lima puluh markkaa Finlandia. Tugas Zen adalah memburu keberadaan koin.

koin terakhir 1 koin terakhir 2 koin terakhir 3

“Kalau politisi-politisi sekarang mau mengambil keuntungan dengan berbuat korupsi sejadi-jadinya, kau pikir pejabat militer tidak bisa berbuat lebih. Politik adalah hal paling unik di dunia ini. Politik adalah perang tanpa peluru. Rasanya sulit jika kita harus membedakan siapa kawan dan siapa lawan.(hlm. 275)

Zen Wibowo sudah mengelilingi berbagai negara hanya untuk memburu sekeping koin kuno. Mulai dari keberangkatannya dari Jakarta, tiba di Paris, loncat ke Seville, terdampar di Roma, kemudian Inggris bahkan mendarat sampai Rusia. Covernya sangat merepresentasikan perjalanan Zen di novel ini. Ada banyak tempat yang harus dijamahnya. Masalahnya lagi, pernikahannya sudah di ujung waktu. Berhasilkah ia menjalankan misi untuk mendapatkan koin tersebut sebelum berlangsungnya pernikahannya dengan Arcelia Nasution?!?

Tidak sedikit manusia yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh sesuatu yang bernama uang. (hlm. 59)

Waktu baca sinopsisnya tentang Badan Intelijen Negara, langsung tertarik. Jarang-jarang novel membahas sisi ini. Kita tidak hanya menelusuri kisah Zen dalam mendapatkan sebuah koin ke penjuru dunia, tapi kita juga disuguhi dengan pengetahuan-pengetahuan yang belum familiar di telinga kita. Seperti tentang Hallow Nickel Case, kasus uang pecahan lima sen berongga yang pernah menggemparkan Amerika Serikat pada awal 1950-an. Atau pemahaman tentang perbedaan St.George’s Cross dengan bendera Inggris yang dikenal sebagai Union Jack. Ending novel ini pun tak tertebak. Memikat!😉

Keterangan Buku:

Judul                            : Koin Terakhir

Penulis                          : Yogie Nugraha

Editor                           : Mahfud Ikhwan

Perancang sampul         : Fahmi Ilmansyah

Pemeriksa aksara         : Intan & Titish A.K.

Penata aksara               : Gabriel

Penerbit                        : Bentang Pustaka

Terbit                           : 2013

Tebal                            : 296 hlm.

ISBN                           : 978-602-7888-57-9

 

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

 

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

 

2014 TBBR Pile – A Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/2014-tbbr-pile-a-reading-challenge/

32 thoughts on “REVIEW Koin Terakhir

  1. penulisnya pernah sekolah intelejen juga kah? sepertinya seru ceritanya. tapi mungkin saya akan pusing membacanya kalau soal detektif2an.

    cuma yang menarik dari ulasan di atas itu ya gambar bendera inggris sekarang. ternyata bentuk atau polanya itu merupakan hasil perpaduan dari bendera negara yang bersatu rupanya.

    pengetahuan baru nih😀

    • penulisnya kal gak salah jurusan HI, aku udah gak pegang bukunya, kalo gak salah dijabarin di bagian profil, nanti aku cek lagi… :))

  2. Wuih, menarik nih…

    Temanya unik, kayaknya aku belum pernah baca buku yang serupa…

    Luckty, berasa nonton film nggak sih baca ini…

    *soalnya baca review kamu aja langsung bikin aku ngebayangin film-film Hollywood*
    😀

  3. waaah.. ada genre menarik nih. jarang jarang banget novel indonesia ada genre kaya gini. jadi inget sama novel rahasia medee yang asik banget. harus masuk daftar bacaan ini mah >.<

  4. Baca judulnya kirain bercerita tentang romantisme. Baca review Luckty ternyata malah bahas dunia “per-mata-mata-an”.. Bagus nih kayaknya.
    Makin pengen tetanggaan sama Luckty #eh :p

  5. novelnya emang keren banget cuma baca sinopsis bukunya langsung pengen beli. resensinya bagus cuman kutipan ini

    “Kita bisa memilih pekerjaan apa yang kita mau dan berapa harga yang kita inginkan. Tidak ada yang mengatur-atur kita seenaknya, atau memberi perintah-perintah agar setiap hari kita melapor. Sementara jika kita tertangkap, atau bahkan terbunuh di negara orang, kita akan dicampakkan seperti bangkai oleh institusi yang jelas-jelas telah menugaskan kita. (hlm. 240)”

    seharusnya ditaruh di bagian akhir setelah pembahasan mengenai anggotan BIN yang ternyata mau membunuh Zen setelah Zen menemukan informasi yang dicarinya.

    Nah, poin itu juga yang tidak diceritakan di resensi ini padahal menurutku kalo itu ditulis sedikit pasti yang baca resensi ini semakin penasaran kenapa pihak BIN malah pingin membunuh Zen (sesama anggota BIN).

    Semoga bermanfaat! Dan semoga aq jadi salah satu pemenang buntelannya si pustakawin hehe….

  6. koinnya indonesia ada sejarahnya engga ya? .__.
    saya pikir penulis buku ini sangat cerdas. haduh, jadi pengen niru jejaknya >,,<

  7. banyak pengetahuannya sih dalam buku ini. tapi sayangnya nggak terlalu suka jenis novel yang seperti ini.. hehe tapi baca review nya jadi tahu sedikit tentang serunya novel itu🙂

  8. Pingback: New Authors Reading Challenge Progress (Jan-Feb) | Luckty Si Pustakawin

  9. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  10. Pingback: Wishful Wednesday #62: The Atlantis Gene | Luckty Si Pustakawin

  11. Pingback: [BLOGTOUR] REVIEW Mission D’Amour + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s