Pemenang Giveaway Don’t Worry to be a Mommy

Kesekian kalinya giveaway berlangsung di blog ini. Kali ini menggandeng dokter cantik nan baik hati, dr. Meta Hanindita Nugroho yang memberikan tiga buku yang berjudul Don’t Worry to be a Mommy.

Giveaway ini diikuti 41 peserta yang (hampir) semuanya adalah perempuan, hehehe..😀 Semua jawabab bagus-bagus dan memikat hati. Apalah daya hadiahnya cuma tiga, jadi ya harus dipilih yang terbaik.

Pemenang dipilih langsung oleh dr. Meta Hanindita Nugroho. Siapa saja? Ini dia….jeng..jeng…

Ila Rizky Nidiana – @ila_rizky – Tegal

Jadi ibu rumah tangga atau pun ibu yang berkarier di luar rumah, tetap harus ada porsinya sendiri, buat saya itu pilihan, jadi ga bisa disamain mana yang lebih keren atau tinggi derajatnya dibanding yang lain.

perempuan memang dikenal multitasking. bisa ngerjain banyak hal dalam satu waktu. yang dibutuhkan perempuan baik yang jadi ibu rumah tangga maupun yang berkarier, tetap mereka butuh dukungan suaminya sepenuhnya. bahwa apapun keputusan untuk memilih jadi salah satu diantara dua pilihan itu, suami akan tetap membantu dan mendukung pilihan sang istri. jadi kalo pas istri ga bisa menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, misal pas sakit ya, suami bisa bantu gantiin perannya dengan bantu-bantu nyuci, siapin masakan, dll. intinya sih, suami itu partnernya istri, jadi kalo selama suami mendukung, it’s oke buatku.

Ratri – @ratweezia – Yogyakarta

Perempuan berkarier vs ibu rumah tangga? Menurutku keduanya tidak bisa dibandingkan.

Perempuan karier adalah ibu rumah tangga jika telah menikah dan punya anak (berkeluarga) dan ibu rumah tangga bisa jadi seorang perempuan karier yang menduduki posisi strategis di sebuah organisasi atau yang berhasil meraih achievement atas passionnya.

Mungkin yang kamu maksud dengan “ibu rumah tangga” di sini adalah perempuan yang 100% mengurus rumah tangga ya? Yang tinggal di rumah mengurus keluarga (anak-suami-rumah) tanpa income yang dihasilkan sendiri? CMIIW :)

Memang, ada anggapan (salah satu yang beranggapan demikian adalah AKU) bahwa pernikahan atau kelahiran anak bisa memangkas (kalau tidak mau dibilang menghabiskan) karier seorang perempuan. Susah payah nyari kerja, diterima, dan kemudian berhasil membangun karier hingga mampu meraih achievement yg luar biasa, eh, pas berumah tangga, rumah lebih kuat memanggilnya pulang. Yang tadinya dandan cantik pakai baju keren, sepatu high heels, make-up keren harus ganti kostum pakai daster dan mengerjakan pekerjaan rumah kayak Upik Abu. Yang tadinya aktif ke mana mana, eh, harus membagi waktu sedemikian rupa. #Stress

Tapi, disadari atau tidak, semesta mendukung perempuan berkeluarga untuk tetap berkarier, berkarya, bahkan berprestasi. Nggak usah khawatir bakal jadi pengangguran, nggak punya penghasilan sendiri, nggak gaul, bla-bla-bla. Perempuan tetap bisa menjalani passionnya meski harus berbagi waktu antara urusan pribadi dengan keluarga. Tentu saja hal ini belum bisa terjadi pada setiap organisasi yang masih membutuhkan kehadiran fisik karyawan, tetapi asalkan jeli, kenal kemampuan diri sendiri, mengenali passionnya, yakin, tetap ada peluang.

Bagaimana dengan aku? Aku pengin jadi ibu rumah tangga yang tetap berkarier meski dari rumah. Kenapa? Banyak hal yang mendorong aku untuk mengambil keputusan ini. Bukan semata demi menjadikanku pahlawan keluarga. atau biar disebut setia sama keluarga. Nggak berhenti di situ, tapi ini merupakan sebentuk komitmenku ketika memutuskan untuk menikah.

Aku pengin bertanggung jawab terhadap keluargaku. Aku ingin membangun bonding antar anggota keluarga. Aku ingin berperan penuh dalam proses tumbuh kembang anak-anakku. Aku ingin membangun relasi sedekat mungkin dengan anak-anak. Menjadi orang pertama yang dilihat ketika mereka bangun tidur. Aku ingin layak dipanggil IBU.

Persiapannya apa aja?
1. Mental
2. Melahap berbagai informasi > pernikahan, pregnancy, health, parenting, dsb.
3. Belajar membagi waktu
4. Belajar mengurus rumah tangga > beberes, nyapu, ngepel, masak, nyuci baju, nyetrika, nyuci piring, dll.

Part time worker, full time mother :D

Evi Sudarwanto – @evisept_ – Palembang

Sebenarnya antara perempuan berkarier vs ibu rumah tangga itu sama-sama memiliki keunggulan dan kekurangan yang mempunyai keterkaitan satu sama lainnya.

Untuk perempuan berkarier, di zaman yang serba maju ini, tentu perempuan berkarier memiliki nilai lebih di mata suami maupun anak-anaknya sendiri. Selain bisa “membantu” untuk memenuhi kebutuhan keluarga, layaknya suami yang berperan sebagai kepala rumah tangga. Oh, ya, saya sedikit menekankan dalam kata “membantu,” menurut saya boleh-boleh saja, bahkan sangat bagus jika perempuan memiliki karier yang tinggi dengan penghasilan yang tinggi pula, tapi jangan sampai, peran pemimpin dalam suatu keluarga tergantikan oleh “misalnya” perempuan yang kariernya lebih tinggi dari suami.
Lalu, perempuan berkarier juga sudah pasti memiliki ilmu yang lebih jauh dalam menjaga anak-anak dan suaminya.

Nah, tapi, ada beberapa hal juga yang mesti diperhatikan dari perempuan berkarier, dengan ilmu yang dipunya terkadang sampai membuatnya terlena. Ada beberapa kasus yang tentu sering kita jumpai, seperti seorang ibu rumah tangga yang congkak dan semena-mena pada suami karena penghasilannya lebih tinggi, ada juga yang tidak bisa membagi waktu untuk anaknya, sampai sama sekali tak sempat untuk sekadar melihat anak mengambar atau belajar menghitung, kemudian tak heran juga bahkan ada seorang istri yang sampai sama sekali tidak pernah menyenggol dapur karena sangking sibuknya.

Bagaimana dengan ibu rumah tangga?
Jangan salah, di zaman canggih seperti sekarang, tak heran juga bahwa ada beberapa perempuan yang sengaja ingin menjadi ibu rumah tangga, dengan sepenuhnya mengabdikan kasih sayang dan cintanya pada suami dan anak-anak. Ya, bukan berarti perempuan berkarier tidak mengabdikan kasih sayang dan cintanya, tapi hanya beda porsi saja.

Seperti yang kita tahu, seorang ibu rumah tangga akan lebih memfokuskan diri untuk menjaga dan mendidik anak-anaknya, hingga terkadang memang terlihat perbedaan yang jelas antara anak-anak didikan ibu rumah tangga tok, dengan perempuan berkarier. Tapi inilah, sayangnya seorang ibu rumah tangga hanya bisa memangku tangan, menunggu uang dari suami dan hal itu tentunya sedikit membatasi kemauan-kemauan yang tidak mustahil tumbuh dari seorang ibu rumah tangga, seperti ingin membeli pakaian atau mainan anak. Beda hal dengan perempuan berkarier.yang bisa mengeluarkan uangnya sendiri.

Kemudian, proses pembelajaran anak-anak yang hanya sesekali ditemani oleh ibu yang sibuk tentu berbeda dengan anak-anak yang selalu dibimbing setiap saat. Betul, kan?
Dan menurut saya, antara perempuan yang berkarier dan ibu rumah tangga sebenarnya akan sama-sama menghasilkan anak-anak yang cerdas. “Tentu” jika mereka mengoptimalkan waktu berbagi bersama anak-anaknya.

Mungkin itu saja, ya. Dan di akhir, saya mau menuliskan dua kalimat untuk yang membaca.

Sehebat apapun seorang wanita, jangan pernah melupakan suami dan anak, karena tanpanya kau bukan apa-apa. Hidup perempuan berkarier!!!

Sebagaimana kau memang diciptakan untuk selalu mendampingi suami dan anak-anak, tetaplah jangan pernah melupakan untuk terus belajar, karena anak-anak dan suami tidak akan menjadi orang yang hebat jika kau tak mampu menyalurkan ilmu untuk mereka. Ya, sekalipun ilmu kasih sayang saja. Hidup ibu rumah tangga!!!

Sila DM nama, alamat, dan no hape ke @lucktygs, biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh dr. Meta Hanindita Nugroho… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

Buat yang belum menang, jangan sedih. Setelah ini bakal ada GIVEAWAY dari Stiletto Book, yaitu buku Seribu Kerinduan . Pantengin terus blog ini yaaa… ;)

Jangan lupa, masih bisa ikutan #GiveawayPustakawin

DL 28 Februari 2014😉

pustakawin

https://luckty.wordpress.com/2014/01/12/july-december-book-haul-2013/

6 thoughts on “Pemenang Giveaway Don’t Worry to be a Mommy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s