REVIEW Pre Wedding Rush

pre wedding rush
“Pernikahan itu cuma another stage of life. Ada kesulitan sendiri di setiap stage of life, kalau di tahap-tahap hidup sebelumnya kita survived, kenapa yang ini nggak?” (hlm. 201)

“Pernikahan itu nggak ada hubungannya sama jodoh enggak jodoh. It’s just another stage of life. Sama seperti stage kehidupan lain, untuk bertahan kita harus berusaha dan berjuang. Jodoh itu juga harus diusahakan dan diperjuangkan”. (hlm. 201)

“Menikah itu nggak semengerikan yang lo bayangkan. Lo tuh terlalu banyak mikir sih, apa-apa dipersulit.” (hlm. 46)

“Semua orang kebanyakan menikah. Kalau ada yang tidak menikah akan dipertanyakan dan dibombardir oleh pertanyaan kapan menikah.” (hlm. 49)

“Gue sih berharap banget bisa nemuin jawaban kenapa gue menikah secepat mungkin, kalau bisa sebelum nikah.” (hlm. 104)

“Karena menikah berarti loh harus berhenti untuk hidup seeanknya; soalnya lo sudah membawa orang masuk dalam kehidupan lo.” (hlm. 196)

“Semua hubungan itu harus diinginkan oleh seluruh pihak yang terlibat di dalamnya. Begitu juga pernikahan.” (hlm. 192)

Menina dan Lanang berpacaran sangat lama, sejak tingkat dua kuliah sampai tiga tahun berikutnya. Mereka bubar karena tiba-tiba Lanang terserang kegilaan; keluar dari pekerjaannya sebagai Production Manager di sebuah production house ternama di Jakarta. Ia jenuh, dan katanya ia tidak bisa menolak hasrat dari dalam dirinya untuk menghabiskan hidupnya di ‘jalan’ dengan memotret.

Waktu itu, Menina sangat marah dengan keputusan Lanang yang hanya memikirkan diri sendiri tanpa mempertimbangkan perasaannya. Masih ingat betul bagaimana ia membanting harga dirinya dengan memohon-mohon agar Lanang tidak pergi. Tapi percuma. Pada akhirnya dia menyerah, dengan berat hati melepas Lanang pergi. Selama beberapa lama ia kerap berpikir, apa yang salah dengan hubungan mereka sampai Lanang pergi. Menina merasa bahwa ‘mengejar passion’ hanyalah alasan baginya untuk melepaskan diri darinya. Mereka berpacaran terlalu lama, bisa jadi Lanang bosan.

Menina menyimpulkan bahwa hubungan mereka benar-benar berakhir. Menina pun mulai merasa kesepian. Dia membuka hatinya untuk pria-pria baru, tapi men just come and go. Semua pria yang mencoba mendekatinya selalu dia bandingkan dengan Lanang. Tidak ada yang sebanding.

Kemudian dia mengenal Dewo di salah satu acara reuni keluarga. Dewo adalah kawan baik sepupunya. Tanpa sepengetahuannya, para orang tua dan saudara-saudara kemudian menjodohkannya dengan Dewo.

Awalnya dia menolak, karena buatnya, Dewo tidak seperti Lanang, laki-laki ini tidak penuh kejutan. Tapi kebaikan Dewo pada akhirnya meluluhkan hatinya. Dewo selalu ada, setiap setiap saat seperti deodoran. Dewo sangat persisten pada niat untuk mendekatinya. Menina meneriimanya, mencoba mencintainya. Bersama Dewo, ternyata cukup membuatnya nyaman. Laki-laki itu sangat baik kepadanya, sangat memujanya.

Menina masih dalam proses menerima Dewo sepenuhnya, tapi tiba-tiba saja Dewo melamarnya. Hanya dalam waktu sepuluh bulan mereka pacaran dengan long distance relationship Bandung – Surabaya. Cukupkah baginya mengenal Dewo?

Memang benar, jika melakukan perjalanan, tidak terlalu penting tujuannya, tidak pula terlalu penting menggunakan apa dan tinggal di mana, selama kita bersama dengan rekan perjalanan yang menyenangkan, semuanya akan sempurna. (hlm. 60)

Kalau mau menikah, memang banyak sekali godaannya. Namanya goro-goro. Mungkin Lanang adalah goro-goro bagi Menina yang tinggal selangkah lagi menuju pelaminan.

Dalam perjalanan dari Bandung menuju Surabaya untuk persiapan lamarannya, Menina malah terdampar di Jogja. Apa yang terjadi? Gempa sangat parah melanda daerah Jogja sekitar tahun 2006, terutama di daerah Selatan, Bantul, Prambanan, Imogiri dan Klaten. Rumah-rumah ambruk dan rata dengan tanah. Tidak hanya itu, korban manusia pun banyak yang berjatuhan. Ribuan. Semuanya di luar dugaan.

Kita sering nggak menganggap orang-orang terdekat sebagai anugerah. Seberapa sering kita nggak memedulikan mereka? Kita anggap memang mereka seharusnya ada di sana. We take them for granted. Orang-orang tersebut baru akan terasa istimewa setelah kita kehilangan mereka. Bener banget kalao disebut you don’t know what you’ve got till it’s gone.” (hlm. 151)

Membaca buku ini seperti alarm yang dipasang pada tubuh. Yup, umur Menina saat mengalami kegalauan hidup adalah persis umur saya sekarang, gyahahaha… ~~~(/´▽`)/

Buku-buku bertema pernikahan selalu menarik untuk dibahas. Begitu juga dengan novel ini. Kita akan diajak merenungi arti sebuah pernikahan lewat tokoh Dewo, Menina, dan Lanang. Kita semua pasti pernah mengalami menjadi di posisi mereka.

Beberapa kalimat favorit:

  1. Udah waktunya hidup sehat, udah tua… (hlm. 16)
  2. Ulang tahun itu artinya cuma jadi lebih tua. (hlm. 25)
  3.  Ada yang lebih baik dibiarkan menjadi rahasia. Jalanin aja, biarkan mengalir. (hlm. 51)
  4. Kenapa jika perempuan keluar malam-malam moralnya dipertanyakan? Kenapa jika pria yang keluar malam tidak menerima komentar negatif? (hlm. 74)
  5. Tidak ada yang bisa tahu apa yang akan terjadi di masa depan. (hlm. 87)
  6. Orang membuat rencana itu karena mereka punya tujuan hidup. Dengan bikin rencana, maka mereka bisa mengantisipasi situasi-situasi tertentu yang bisa menghalangi mereka mencapai tujuannya. Justru itu yang bisa bikin kemampuan survive seseorang meningkat. (hlm. 88)

Sindiran halus yang akan kita temui dalam novel ini:

  1. Salah seorang reporter menghampiri sambil membawa mic. “Bagaimana perasaan Ibu?” tanyanya pada seseorang korban yang masih menatap nanar entah ke mana, kurasa ia masih shocked. Lengannya terbebat oleh perban. Sang ibu tidak menjawab. (hlm. 119)
  2. Mahluk-mahluk parlente tersebut ternyata hendak menyerahkan banyak sekali bantuan berupa bahan pangan siap saji dan perlengkapan bayi. Penyerahan bantuan itu sudah seperti proses wisuda saja. Ada penyerahan simbolis ke pihak posko yang diikuti oleh kilat lampu blitz dari kamera-kamera wartawan. (hlm. 131)

Begitu Mbak Okke menelurkan buku ini, saya langsung kepincut pengen baca. Menarik dari segi cover yang keren badai dan tema ‘pernikahan’ tapi isinya tidak terkesan menggurui. Langsung habis dalam sekali baca. Poin lebihnya lagi dari buku ini adalah mengambil setting Jogja sekitar 2006-an.

Sayangnya menemukan gangguan pada font yang berbeda di halaman 90 dan 114. Di halaman tersebut jenis font-nya kenapa tidak sama dengan font yang ada?

Terlepas dari itu, suka banget novel ini. Sangat perempuan sekali. Moga-moga abis baca ini jadi kecipratan cepet dapet jodoh kayak Menina #eaaa #DikeprukMassal ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ

“Lo sudah menemukan alasan filosofis kenapa seseorang harus menikah?” (hlm. 200)

 

Keterangan Buku:

Judul                     : Pre Wedding Rush

Penulis                 : Okke ‘Sepatumerah’

Editor                    : Herlina P. Dewi

Desain cover      : Felix Rubenta

Layout isi             : DeeJe

Proofreader       : Tikah Kumala

Penerbit              : Stiletto Book

Terbit                    : Desember 2013

Tebal                     : 204 hlm.

ISBN                      : 978-602-7572-21-8

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

2014 TBBR Pile – A Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/2014-tbbr-pile-a-reading-challenge/

REVIEW ini diikutsertakan dalam #PreWedRush Review Contest bareng @sepatumerah, @flashy_shop dan @Stiletto_Book

Info lengkap cek website StilettoBook

Dapatkan buku ini di toko buku online Bukupedia

http://www.bukupedia.com/id/book/id-32-81940/novel-fiksi-cerpen/pre-wedding-rush.html

26 thoughts on “REVIEW Pre Wedding Rush

  1. Aamiin buat doa Luckty yang ingin menyempurnakan setengah ‘dien’-nya…🙂

    Doa yang baik semoga segera di-ijabah Allah ya… ^_^

    Buku ini, sudah lama saya incer…
    Ada yang bilang mau beliin saya, semoga cepet kesampean…🙂

  2. Habis baca review ini jadi jadi penasaran kelanjutan kisah tokoh2nya,..
    latar gempa bantul, dan kisahnya berasa jadi kayak kisah nyata…..
    Dan untuk kali pertama membaca nama kota tercinta, “Klaten” disebut. biasanya kebanyakan orang masih belum tahu kota itu dimana.. hehe

  3. Selaluuu suka karya2 Okke. Membacanya spt mengikuti sebuah perjlnan batin. Asyik dn ada sisi2 filosofis dlm bhs yg nyantai, juga reflektif. Di sini sy jatuh suka pd karakter Nina. Gue bangeet :))

  4. Saat ini memang saya lagi getol dengan buku2 dengan tema seperti ini karena hampir memiliki kesamaan situasi (gyahaha jadi curcol!). Kenapa ya semua keluarga sibuk banget nanya kapan nikah? Siapa calonnya? Kebiasaan di Indonesia kalau wanita yang sudah cukup umur kalau nggak cepet nikah katanya bakal jadi perawan tua (MITOS atau FAKTA???). Nyatanya pernikahan itu bukan hanya sekedar mengejar status tapi menyatukan dua kepala dan hati dalam satu ikatan. Pernikahan butuh proses dan komitmen. Mbak Luckty detail banget dengan quotes dan kalimat sindiran dalam novel ini ya. Salute!

    Anisa Listya – @417154 – Palembang

  5. Pingback: New Authors Reading Challenge Progress (Jan-Feb) | Luckty Si Pustakawin

  6. Pingback: #PreWedRush Stars Contest | Luckty Si Pustakawin

  7. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  8. Pingback: [BOOK KALEIDOSCOPE 2014] Top Five Best Book Covers | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s