REVIEW Dear Friend With Love

dear friend with love

Loving someone who doesn’t love you back is such a hell on earth. Especially, when you can’t even show your show for the sake of friendship. Oh, or maybe, you need that friendship for the sake of your love? Whatever. All you can do is waiting him/her to love you back. All I can do is waiting him to love me back. (hlm. 1)

Dan untuk perempuan berumur 25 tahun lebih dua bulan seperti Karin, hal ini tentu bukan perkara mudah. Bukan karena Karin nggak sabar menunggu seseorang yang ditunggunya bisa cinta sama dia. Tapi karena Karin tinggal di Indonesia Raya yang penuh dengan tante-tante rese yang hobi menanyakan; “Kapan nikah?” dan berujung dengan heboh menjodohkannya sana-sini saat tahu dirinya masih single. Mereka selalu bilang, “Jangan terlalu pilih-pilih!”

Helloooo, beli dondong saja milih, apalagi cari suami. Duh! #Sepakat #TossDuluAmaKarin ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

Kadang orang milih buat jomblo karena bisa bahagia dengan dirinya sendiri. Jadi nggak perlu nyari kebahagiaan dari orang lain. (hlm. 66)

Saat kita jatuh cinta, otak kita akan dipenuhi oleh suatu hormon, namanya ribet, yang akan membuat kita euphoria, excited, nggak bisa tidur, dan mabuk kepayang. Saat ini terjadi, our body’s defense mechanism akan mengeluarkan endorphine yang akan membuat kita kembali tenang. Proses ini umumnya memakan waktu dua sampai empat tahun. Setelah itu, kemungkinannya cuma dua: cinta yang sebelumnya akan hilang, atau justru digantikan dengan cinta dewasa yang lebih rasional.

Sama Cicit, Rama yakin cintanya akan berubah jadi cinta dewasa. Sebetulnya Rama selalu bilang gitu setiap kali deket sama cewek. Kalau Karin sampai denger Rama mengeluarkan statement itu lagi, dia pasti langsung sumpel telinganya dengan batako.

Pacar itu bisa dicari, sedangkan sahabat yang bisa klik itu nyarinya susah luar biasa. (hlm. 97)

Yup, Rama dan Karin sudah sahabatan lumayan lama. Sekitar delapan tahun. Kali pertama saling kenal sejak OSPEK masa-masa kuliah. Kabur dari orientasi mahasiswa di awal semester, kemudian berlanjut dengan kabur dari kuliah sepanjang semester. Mereka selalu punya hal nggak penting buat dikerjakan. Mulai dari ngopi di Starbucks Citos, main di time zone, nonton film horor kacangan buat bahan tertawaan, sampai bengong di pinggir danau UI sambil berdebat, “Apakah ada ikan atau nggak di dalam danau itu?”

Dari situlah persahabatan mereka berlanjut. Persahabatan Rama dan Karin memang sudah terlalu dekat. Seperti kunci dan gantungan kunci. Saling membutuhkan. Saling melengkapi.

Jeously is an ugly thing. It makes you hate someone that you barely know. And to make it worst, you’re the one who gets hurts, not that ‘someone’ (hlm. 15)

Andaikan ada obat untuk melupakan seseorang, semua pasti nggak terlalu menyakitkan. Andaikan ada obat untuk melupakan seseorang, produsen obat itu pun pasti sudah kaya raya.

Nah, Karin butuh obat seperti itu. Rama, sahabatnya akan menuju gerbang pernikahan bersama pacar terakhirnya itu, Cicit yang sempurna luar dalam. Percaya persahabatan antara laki-laki dan perempuan? Pasti salah satunya memendam rasa, dan satunya lagi tidak merasa. Semacam tidak memahami kode, seperti Rama ini. Bertahun-tahun Karin jomblo hanya gegara ruang hatinya cuma untuk Rama.

“Dijodohin itu kalau kamu dipaksa kawin kayak Siti Nurbaya. Ibu sih nggak akan maksa kamu. Cuma ketemu aja, kan nggak ada salahnya? Itung-itung menyambung tali silaturahmi.” (hlm. 29)

Seperti emak-emak pada umumnya yang memiliki anak gadis tapi masih jomblo, Ibu Karin menjodohkannya dengan anak temannya. Dialah Adam. Karin pikir, semua orang yang dijodohkan pasti punya tampang pas-pasan. Kali ini dia salah. Adam yang ini nyaris sempurna luar dalam.

Buku ini mengingatkan novel Adriana. Gaya bahasanya setipe, lebih banyak dialog dari dua sisi tokoh utamanya; sisi cewek dan sisi cowok. Langsung jebrat-jebret alurnya. Tipe buku yang kalo membaca dari halaman pertama, harus langsung sekali baca karena menyenangkan dan simpel!😀

Suka banget kata-kata ajaib dalam dialog hati Rama – Karin:

  1. Para pria itu memandangku dengan wajah mirip kucing kelaperan yang nemu ikan asin. (hlm. 2)
  2. Si Karin ini pakai baju seajaib apapun, pasti terlihat modis. Curiga, karung beras pun kalau dia yang pakai akan terlihat keren. (hlm. 3)
  3. “Lo sih kambing dibedakin juga cantik!” (hlm. 5)
  4. Nafsu makannya mengalahkan gorila buka puasa kalau sudah di depan makanan Jepang. (hlm. 21)
  5. Dia lagi ngobrol sama siapa itu? Tukang jual bunga? Tapi masa tukang jual kayak model Men’s Health gitu? Atau mungkin satu di antara sekian banyak pria dungu anggota Karin Fans Club? (hlm. 57)
  6. Kalau gue Harry Potter, udah gue kutuk manusia satu ini jadi ganjelan pintu! (hlm. 59)
  7. Gue juga sudah siapin kaos kaki buat bekep mulutnya kalau dia nanti cecuitan tak terkendali. (hlm. 85)
  8. Dan masih banyak lagi (‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ (‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

Sindiran halus di selipan novel ini:

  1. Gue nggak pernah mengerti apa yang ada di otak cewek saat sedang belanja. Mereka nggak bisa ya sekali lihat langsung beli? Harus ya muter-muter sampai kaki sengkleh, baru kemudian memutuskan untuk beli baju yang pertama dilihat? (hlm. 55)
  2. Ada tiga tipe pria di Jakarta Raya: Nice (and taken), Jerk (and forever available), and Gay (which I don’t care taken or not). (hlm. 81)
  3. Kalau lo sedang ada masalah dengan cewek lo, jangan ajak dia ke tempat ramai. Cewek nggak akan segan-segan nangis di tempat umum dan membuat lo tampak seperti seorang ibu tiri cinderella yang jahat. (hlm. 95-96)
  4. Perempuan yang sedang cemburu memang biasanya sikapnya tidak terpuji. (hlm. 100)
  5. Memang nggak ada pacar sempurna di dunia ini. (hlm. 120)
  6. Siapa bilang cowok nggak bisa sedih? Cowok juga punya hati kok, Cuma jarang dipakai saja. Biar awet dan nggak rusak. (hlm. 125)
  7. Penting untuk selalu punya panggilan spesial ke cewek yang sedang jadi target. Alasannya simple: to be remembered, you have to do something different than others.
  8. Salah satu hal klasik dalam relationship adalah woman always has problem with guy time. (hlm. 24)
  9. Kalau manusia bisa dikandangin, mungkin para wanita bakal menyimpan pacarnya di dalam kandang supaya nggak pergi kemana-mana. (hlm. 23)
  10. Hari minggu adalah harinya anak muda yang punya pacar. Bukan yang jomblo. Apalagi yang jomblo dan bernasib seperti Siti Nurbaya. (hlm. 40)

Abis baca The Marriage Roller Coaster, langsung suka ama gaya penulisan Mbak Nurilla Iryani ini. Ceplas ceplos. Dan bertekad baca bukunya yang lain, kesampaian juga deh baca buku ini ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

Oya, penulisnya ini demen banget memasukkan trivia nama kampus dan jurusannya semasa kuliah. Kita akan menemukannya baik di novel ini maupun di novel The Marriage Roller Coaster (✽ˆ⌣ˆ✽)

 

Keterangan Buku:

Judul                     : Dear Friend With Love

Penulis                 : Nurilla Iryani

Editor                    : Herlina P. Dewi

Desain cover      : Teguh Santosa

Layout isi             : Deeje

Proof reader      : Tikah Kumala

Penerbit              : Stiletto Book

Terbit                    : 2013

ISBN                      : 978-602-7572-07-2

 

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

 

60 thoughts on “REVIEW Dear Friend With Love

  1. Pingback: Giveaway Hop BBI 2014 ala Si Pustakawin | Luckty Si Pustakawin

  2. Jujur, saya belum pernah baca buku karangannya Mbak Nurilla. Baca namanya pernah, sih. Tapi, kalau baca bukunya belum pernah. Hehehe. Dari review-an yang ditulis oleh Mbak Luckty serta kalimat “Buku ini mengingatkan novel Adriana.” langsung bikin saya penasaran sama novel ini. Oke, jadi… novel Adriana itu adalah novel yang benar-benar saya akui kecerdasan dan kegeniusan penulisnya! So, kalimat yang dituliskan sama Mbak Luckty langsung bikin saya nanya, “Sehebat itukah novel ini?”. Jadi, saya kepengin baca novel ini~Terimakasih atas review dan rasa penasarannya, Mbak Luckty! Hahaha.😀

  3. Aihhh, friendzone :’) Saya pernah mengalami ini *eh, atau saya aja yg kepedean, ya?* ups😡
    Penasaran sama bukunya, apalagi review-nya asyik gini🙂 Penasaran sama endingnya juga. Nasib Karin gimana?😐 Berakhir bersama Adam?

  4. Seelah membaca review ini merasa sangat tertarik untuk membacanya, dan ini penasaran banget!! rasanya jadi Karin itu yaahh, sedikit nyesek yaa?? Aku pernah merasakan hal itu u,u *curhat* *uhuk!* Suka sama quotesnya, kata-kata ajaib dan selipan sindiran yang mampu membuat aku terkekeh padahal hanya membaca reviewnya. Entah, memang cerita ini yang terlalu menarik atau review yang ditulis mbak Luckty memang ajaib? Atau bahkan keduanya? Entahlah😀

    “Siapa bilang cowok nggak bisa sedih? Cowok juga punya hati kok, Cuma jarang dipakai saja. Biar awet dan nggak rusak.” (hlm. 125) Muncul langsung pertanyaan dibenakku, lalu, apakah hati cewek itu selalu sedih dan sekarang sudah rusak?? Mungkin yang bisa menjawabnya adalah isi keseluruhan cerita di buku ini. Penasaran dengan endingnya, Kenapa?? Simple, setiap pembaca walaupun bosan dengan buku itu, ia akan tetap membaca endingnya. Karena, itulah keajaiban suatu akhir cerita yang penuh kejutan.

  5. Udah baca buku ini, the marriage roller coaster juga udah baca. Tapi kok aku ngerasa penulis suka banget yah sama bahasa inggris? Banyak amet nih bahasa inggrisnya. Anddd buku ini tIpiss setipis-tipisnya. Dan endingnya pun menurut saya agak gantung

    Rama dapat sms dr Karin yang isinya:
    I’m sorry Ram.

    Nah gitu doang
    The End -_-

  6. Aku belum pernah baca buku ini ataupun The Marriage Roller Coaster, dan untuk penulisnya juga tidak tahu entah pernah atau tidak membaca buku-bukunya.
    Tapi dari review yang kamu buat, aku suka, dan sedikit demi sedikit memahami sekilas isi dari novel tersebut. Sayangnya, tidak ada penjelasan lebih rinci hingga akhir cerita ya hehe. Tapi saya tahu, tidak ada seorang reviewer yang membocorkan akhir cerita dari sebuah buku yang diriviewnya. Itu tidak etis🙂.
    Yap, benar sekali, ‘friendzone’! Memang susah jika telah terjebak dalam perkara ini. Sebagaimana diketahui, tidak ada yang namanya didalam sebuah hubungan persahabatan antara pria dan wanita hubungan yang hanya sebatas persahabatan. Pasti ada salah satu atau bahkan keduanya yang merasakan perasaan lain selain perasaan yang seharusnya dirasakan dalam hubungan persahabatan, yakni cinta.
    Suka dengan novel ini, berharap bisa memilikinya ^^

    Oiya, tadi mention kamu tapi belum dibalas-balas sampai sekarang. Mau mengikuti blog ini lewat e-mail, tapi tidak bisa.

  7. Penasaran. Nah itu hal yang muncul pertama kali di benak saya sesudah membaca review ini. Saya penasaran bagaimana kisah karin nantinya yang terjebak friendzone,bagaimana ending nya.. Sad kah atau happy?
    Entah kenapa sindiran-sindiran halus itu berasa kena banget sama aku. Jujur aja dari review ini aku jadi penasaran sama kelanjutannya. Diri saya ngomong : “Wah ini lo banget,lo harus baca!”
    Review nya aja udah the best,gimana dengan novelnya?^^

  8. Setelah baca reviewnya, rasanya buku ini simpel dan renyah. Penasaran sama lanjutan ceritanya, pingin tahu kabar Karin, Rama dan Adam. Kayaknya bakalan habis sekali baca kalau baca buku ini :3 Nice review mba Luckty, bikin penasaran dan pingin baca !😀

  9. Loving someone who doesn’t love you back is such a hell on earth.

    dalam versi Indonesianya mungkin adalah “cinta bertepuk sebelah tangan” yah 😀

    Saat kita jatuh cinta, otak kita akan dipenuhi oleh suatu hormon, namanya ribet, yang akan membuat kita euphoria, excited, nggak bisa tidur, dan mabuk kepayang. Saat ini terjadi, our body’s defense mechanism akan mengeluarkan endorphine yang akan membuat kita kembali tenang. Proses ini umumnya memakan waktu dua sampai empat tahun. Setelah itu, kemungkinannya cuma dua: cinta yang sebelumnya akan hilang, atau justru digantikan dengan cinta dewasa yang lebih rasional.

    Mengutip pendapat Psikolog Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, cinta bukanlah pengikat pernikahan. Cinta hanyalah faktor yang bisa menarik seseorang untuk memutuskan berpasangan. “Cinta paling lama bertahan tiga tahun, lalu hilang. Sisanya adalah komitmen, kesetiaan, dan tanggung jawab,” ungkap beliau.

    mungkin komitmen, kesetiaan, dan tanggung jawab itu adalah bentuk cinta dewasa yang lebih rasional.

    Percaya persahabatan antara laki-laki dan perempuan? Pasti salah satunya memendam rasa, dan satunya lagi tidak merasa. Semacam tidak memahami kode, seperti Rama ini. Bertahun-tahun Karin jomblo hanya gegara ruang hatinya cuma untuk Rama.

    persahabatan antara laki-laki dan perempuan itu mungkin ada, tetapi yang 100% murni, saya belum menemukan. yang ada justru seperti di atas. yang satu punya rasa, sementara lainnya tidak merasa apa-apa.

    saya pernah membaca/mendengar sebuah kalimat yang kurang lebih berbunyi, “jangan mencampuradukkan persahabatan dengan cinta.”

    setidaknya saya pernah melihat langsung ketika ada seorang lelaki dan perempuan bersahabat. Di awal masa-masa saya bekerja… tahun 2000-an. keduanya berkomunikasi intens, sering jalan bareng, jadi tempat curhat, dll. hubungan keduanya lancar-lancar aja. hingga suatu saat, salah satu pihak mengungkapkan apa yang dirinya rasakan. harapan bahwa rasa tersebut akan diterima baik-baik langsung sirna. yang ada justru hubungan persahabatan mereka hancur.

    “Dijodohin itu kalau kamu dipaksa kawin kayak Siti Nurbaya. Ibu sih nggak akan maksa kamu. Cuma ketemu aja, kan nggak ada salahnya? Itung-itung menyambung tali silaturahmi.” (hlm. 29)

    dicarikan jodoh oleh orang lain kan juga salah satu cara mendapatkan jodoh. jadi nggak ada salahnya dicoba, tapi bukan juga berarti harus langsung diterima. jangan sampe beli kucing dalam karung😀 liat dulu orangnya, kenali sifat dan sikapnya, bagaimana keluarganya. hanya saja saya nggak setuju bila harus menjalani pacaran. pacaran setelah nikah aja😀

    Gue nggak pernah mengerti apa yang ada di otak cewek saat sedang belanja. Mereka nggak bisa ya sekali lihat langsung beli? Harus ya muter-muter sampai kaki sengkleh, baru kemudian memutuskan untuk beli baju yang pertama dilihat? (hlm. 55)

    setuju banget. cewek itu emang pemilih kali yah kalau soal belanja. pilih model yang cocok. mungkin juga karena model baju perempuan beraneka ragam sementara model baju lelaki ya itu-itu aja. setelah berkeliling2 ke beberapa toko…. akhirnya putusin ke toko yang pertama😀

    beda harga juga pengaruh. beda sedikit meski jaraknya lebih jauh dijabanin. mungkin itu penyebab kenapa perempuan cocok buat jd manajer keuangan rumah tangga… meskipun enggak semuanya bisa sukses mengatur dengan baik 😀

    Kalau lo sedang ada masalah dengan cewek lo, jangan ajak dia ke tempat ramai. Cewek nggak akan segan-segan nangis di tempat umum dan membuat lo tampak seperti seorang ibu tiri cinderella yang jahat. (hlm. 95-96)

    bener banget. bisa jadi kalau masalahnya muncul pas lagi naik motor berduaan di jalan, si cewek bakal minta turun segera dari motor dan jalan kaki 😀

    Perempuan yang sedang cemburu memang biasanya sikapnya tidak terpuji. (hlm. 100)
    sepakat lagi…. dan kadang juga nggak masuk akal

  10. dari awal baca reviewnya langsung kesedak -__-
    Kisahnya bikin saya tersinggung. Coz, i feel the same x.x.
    Karin, kita senasib *tos sama Karin.

    Sindiran halus yang udah dirangkum Kak Luckty membuat saya terpingkal-pingkal😄
    Saya yakin novel ini akan bikin saya senyum” sendiri -__-“

  11. Kalimat pembuka buku ini bener” ssuai sama fenomena yang terjadi dskitar kita ya mb “karena Karin tinggal di Indonesia Raya yang penuh dengan tante-tante rese yang hobi menanyakan; “Kapan nikah?” dan berujung dengan heboh menjodohkannya sana-sini saat tahu dirinya masih single. Mereka selalu bilang, “Jangan terlalu pilih-pilih!”, (jgnkan karin q aja uda dtnya gituan #tutupmuka). Dan jwbanya sepakat juga, q ikutan tos ya mb😀

    habis baca review ini langsung penasaran banget sma kisah karin dan rama, gmn kelanjutan hub mreka, apa mrka hrus keluar dr zona aman atau hrus memilih melepaskan stu sama lain??

  12. sepertinya, naris semua orang pernah kena friend zone tercemari oleh virus cinta.. kamu bikin aku ingat, dahulu kala aku punya teman dunia maya, dia itu baik, kami suka diskusi panjang kali lebar dan telp2n, meski belum pernah liat wujudnya, aku kena juga tu virus cinta.. aaaaaa… medan-padang, one day my man itu datang jauh2 dari medan, 10 hari dia main ke padang.. kami itu kayak, teman tapi mesra… aaaau, sayang endingnya bukan happy ending…
    nah, boleh donk aku kepo, klo novel kak nyiell itu kaya gimana sih endingnya………………………..

  13. OHMAIGOT .. baca reviewnya aja udah bikin hati mencelos. Serasa nampar muka sendiri. Lihat gimana keukeuhnya Mama Karin buat jodohin dia, jadi inget gimana Bapak aku yg sering banget nawarin aku buat dikenalin sama anak temennya. Jadi inget gimana Ibu tanya, “Udah dapet penggantinya belum, An?” Dan ujung-ujungnya aku bakal debat sama Bapak bahkan sampek berantem juga. Emm.. ralat. Maksudnya aku sih yg jadi ngamuk. Kalo Ibu mah nggak pernah jodoh-jodohin aku. Cuma, denger beliau berkata, “Kamu udah 33 tahun lho. Udah waktunya berhenti main-main. Udah waktunya cari pengganti.” Cuma gitu doang. Tapi itu lumayan bikin tertekan.

    Dan yg paling keras nampar muka aku dari review di atas adalah…. Karin yg menyimpan perasaan ke Rama sahabatnya. Plek ketiplek sama aku yg memendam rasa ke Abi temanku. Lima tahun. Bayangkan! Lima tahun aku menyimpan rapat rasa itu. Tanpa pernah Abi tau.

    Aaaa .. Mbak Luckty,, aku jadi ngebet banget nih buat baca ini novell…
    Tanggung jawab!! Eh?? Becanda… hwehehew

  14. Kejebak Friendzone? Belakangan ini kok lagi sering-seringnya denger kalimat ini ya? Mungkin karena abis dengerin curhatan temen soal kisah friendzone nya ya? Haha..
    Kisah friendzone itu bikin geregetan. Cuma ada dua opsi, yang pertama adalah diungkapin. Takutnya setelah diungkapkan akan merusak hubungan indah yang udah terjalin dengan sahabat, nah beruntung kalo misalnya dianya juga merasakan hal yang sama? Kalo engga gimana dong? Nyesek! Opsi yang kedua adalah nggak bilang sama sekali, itu sama aja merusak hati secara perlahan.
    Cerita kejebak friendzone itu sebenernya cerita yang klasik. Tapi kalo kejebak friendzone di usia 25tahun dan tetap mencintai sahabat walaupun udah punya pacar itu bener-bener nggak asik! Kebayang deh gimana galaunya si Karin..
    Sebelumnya saya udah pernah baca buku The Marriage Roller Coaster nya mbak Nurilla Iryani. Bahasanya ya mengalir, seru, asik, nggak berat dalam menyampaikan isi cerita. Saya yakin, membaca Dear Friend With Love ini juga gak perlu waktu lama sama kaya baca buku mbak Nurilla sebelumnya. Review dari mbak Luckty juga asik banget nih, komunikatif banget🙂

  15. Friendzone! kalau denger tentang Friendzone itu lama-lama geregetan+gemes ga karuan. kenapa? karena BIASANYA orang yg ‘terjebak’friendzone itu kemungkinan tidak akan mengungkapkan perasaannya kepada sahabatnya, biasanya mungkin krn takut jika ia mengutarakan perasaannya ikatan persahabatannya akan renggang dan hanya menunggu orang tersebut peka. namun disisi lain, orang yang ditunggu oleh sahabatnya tersebut justru tidak peka, seperti yg Karin rasakan kpd Rama. Dan perasaan Karin pun tidak ‘terjawab’hingga Rama hendak menikah. Nah, saya penasaran dengan kelanjutan kisahnya Karin sampai akhir, akankah berakhir dengan Rama? atau bahkan ia bersedia dijodohkan dg Adam? meskipun cuma baru review nya, seolah2 pembaca (re: saya sendiri) sudah merasa asik(?) dengan isi buku tersebut. Bahasanya yang ringan dan mudah dipahami khas anak muda jaman sekarang menjadi ciri khas tersendiri dari mbak Luckty. Sukses buat mbak Luckty!😀

  16. Lah saya? Banyak yang mikir jodoh datang terlalu cepat…

    Malah dibilang, “Nggak pemilih banget sih!”

    Hellow… Mereka aja yang nggak ngeliat kelebihan Prince Charming-ku,😦

    Jodoh itu rahasia Tuhan… ^_^

    Semuanya udah diatur kok…

  17. Frindzone? Ah, saya pernah merasakannya, mungkin saat ini juga masih ada rasa. Tapi, aku ngga pernah bilang. Why? 1. Karena aku cewek, ngga mau bilang duluan, 2. Karena aku ngga mau pacaran dulu.. Hehehe
    Review nya keren, bikin penasaran…
    Pengin baca…

  18. Friendzone? Ah, saya pernah merasakannya, mungkin saat ini juga masih ada rasa yang tersisa walau sedikit. Tapi, aku ngga pernah bilang ke dia. Why? 1. Karena aku cewek, aku ngga mau bilang duluan🙂 2. Karena aku ngga mau pacaran dulu… Hehehe
    Sebenarnya, karena rumahnya sebelahan, kita sering main waktu SD. Tapi, SMP kita masuk sekolah yang beda. Dan, ngga main bareng lagi. Tapi, dulu aku pernah optimis banget waktu dia minta nomer hp aku.. *ge-errr” Aku nunggu sampai berminggu-minggu, dia ngga sms. Tapi, saat aku udah ngga sedikit putus asa, dia malah sms. Aku balesnya dengan kata acuh tak acuh, tapi padahal hati aku udah meletup-meletup kaya kembang api. Setelah hari itu, dia ngga sms lagi. Pernah aku sms ke nomer itu, tapi ngga terkirim. Mungkin nomernya udah ganti…🙂
    Aku ngga mau pacaran sama dia. Tapi, aku hanya ingin memastikan rasa aku terbalas. Mungkin ini kedengaran klise, tapi itu yang aku rasakan. Sesuka apapun saat ini aku sama orang, aku ngga mau pacaran dulu. Aku mau fokus sama sekolah. Hehehehe 🙂😉😛😀

  19. Duuh… ini ceritanya yang lagi kena friendzone ya? Duuuh… kok berasa panas ya, well setuju sama yang ini nih “Helloooo, beli dondong saja milih, apalagi cari suami. Duh!” Iya, aku milih suami nanti, pacar aja belum😀

  20. Okay, Friendzone. Ini semacam keadaan yang ternyata menyiksa. Serius, ini terjadi dalam hidupku, walaupun bukan aku.
    Baca review km, bikin aku ingat dengan 1 cowok dan 1 cewek dalam lingkup gankku. Aku punya Gank dengan 2 cowok dan 2 cewek, salah satunya aku. Disitulah muncul masalah saat dua temanku ini harus mengatasi hatinya, melarang cinta muncul di antara mereka, alasannya sama kayak kutipan ini : “Pacar itu bisa dicari, sedangkan sahabat yang bisa klik itu nyarinya susah luar biasa.”
    Nah, akhirnya sampai sekarang mereka masih membohongi dirinya sendiri kalau nggak ada cinta di antara mereka. Padahal, aku dan satu temanku yakin, mereka memang saling suka. Hah, friendzone itu menyebalkan!

  21. Baru baca review nya aja aku sudah langsung suka.

    Percaya persahabatan antara laki-laki dan perempuan? Pasti salah satunya memendam rasa, dan satunya lagi tidak merasa.

    Friendzone? Langsung kesindir begitu baca yang ini. *Uhuk😀

  22. Paling suka baca Review-an buatan kak Luckty.
    Gak tahu kenapa, seolah-olah kita sudah membayangkan apa yang ada dalam Novel tersebut.
    Dan… Review Novel Dear Friend with Love kali ini berhasil membuat ku kagum + ngangguk-ngangguk sendiri + senyum-senyum sendiri + penasaran tingkat dewa sama novel kaya Nurilla Iryani ini.😀
    Apalagi ditambah dengan beberapa sindiran halus menurut kak Luckty dalam novel ini.
    Hahaha. Aku sampai senyum-senyum sendiri gak jelas *untung gak ada orang dirumah*.😀
    Sindirannya memang halus, tapi tepat menusuk di jantung hati. Pas bangettttt. (y)😀
    Dan disisni, kak Luckty pintar memilih sindiran yang pas utk dimasukkan kedalam review.
    1. “Gue nggak pernah mengerti apa yang ada di otak cewek saat sedang belanja. Mereka nggak bisa ya sekali lihat langsung beli? Harus ya muter-muter sampai kaki sengkleh, baru kemudian memutuskan untuk beli baju yang pertama dilihat?” (hlm. 55).

    “Percaya persahabatan antara laki-laki dan perempuan? Pasti salah satunya memendam rasa, dan satunya lagi tidak merasa. Semacam tidak memahami kode, seperti Rama ini. Bertahun-tahun Karin jomblo hanya gegara ruang hatinya cuma untuk Rama.”

    Friendzone? Belum pernah sih mengalaminya.hihi😀
    Tp berdasarkan cerita teman-teman ku yg pernah mengalaminya + review-an novel ini, aku bisa membayangkan gimana rasanya jatuh cinta sama sahabat sendiri, tp cinta bertepuk sebelah tangan.
    Kita rela jomblo hanya untuk memberi ruang di hati buat sahabat kita, sdngkan si sahabat tak peka trhdp perasaan kita bahkan sudah punya cewek idaman lain. Iturasanya pasti sakit banget. Bagai melayang ke langit ketujuh, jatuh di tengah kerumunan badak, trus diinjek-injek. Tapi, mau gimana lagi.? Seperti kata pepatah, “Cinta tak harus memiliki”. Mungkin dia bukan orang yg tepat yang Tuhan pilihkan buat kita. Mengagguminya dalam diam, berkedok sahabat.🙂

    Thx juga kak buat masukin kalimat dalam hati Rama dan Karin.
    Kalimatnya lucu-lucu.😀
    Pasti seru + kocak banget nih novel.🙂
    1.“Lo sih kambing dibedakin juga cantik!” (hlm. 5)
    2. Si Karin ini pakai baju seajaib apapun, pasti terlihat modis. Curiga, karung beras pun kalau dia yang pakai akan terlihat keren. (hlm. 3)
    3. Kalau gue Harry Potter, udah gue kutuk manusia satu ini jadi ganjelan pintu! (hlm. 59)

    Good Job kak Luckty.🙂
    Review-an nya KERENNN.. (y)

  23. ‘Sahabat jadi cinta’ itu emang rasanya sakit. Sakit banget malahan kalau rasa yang dipunya itu cuma sepihak. Syukur-syukur dia nya tau kalau kita ada rasa, nah kalau udah di-kode-in tapi tetep nggak peka juga? Rasanya pengen nampar pake batu bata aja *eh

  24. wah, jadi pengen banget deh bacanya.kayaknya novel ini seru. jujur sih, aku belum pernah baca karya kak Nurilla. tapi setelah baca review kak luckty jadi pengen banget bacanya. gaya penulisannya, cocok deh buat anak2 muda. nggak formal2 bgt.

    hm…. bener deh, persahabatan laki2 sama perempuan yg bener2 sahabat itu, jarang banget. satunya pasti memendam rasa. maklumlah, ada yg bilang cinta muncul kalau sering bertemu. nah, berhubung Karin sama Rama sahabatan, pasti sering ketemu kan. kayaknya sih gk cuma sering.

    kasihan juga Karin. suka sama sahabatnya sendiri yg bentar lagi mau menikah. kok Karin gk bilang ada kalau dia suka sama Rama dri dulu. Karin yg pandai menyembunyikan perasaan atau Rama yg gk peka ? hehe *peace

    penasaran juga akhirnya, Karin gimana ya ? sama adam ? atau rama ?
    aaa…….

    pokoknya penasaran banget sama novel kak Nurilla satu ini.
    Ceritanya ringan tapi menarik. covernya juga cute.

  25. Pertama-tama, aku ingin mengatakan ini
    Rasa cinta tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Cinta itu butuh proses. Bahkan mengenal saja tak cukup.
    Orang tua manapun menginginkan anaknya memiliki teman hidup yang sempurna. Namun, bagi saya PERJODOHAN bukanlah hal yang tepat. Kenapa kita tidak menjangkau orang-orang yang berada di sekitar kita? Salah satunya teman atau bahkan sahabat. Karena, secara tidak langsung kita pasti sudah tahu latar belakang masing-masing. Tanpa diminta pun, kita akan mengetahui dengan sendirinya. Dan istilah “Sahabat Jadi Cinta” ada benarnya juga. Sebuah pernikahan yang kita harapkan hanya sekali seumur hidup, pilihlah teman hidup yang benar-benar bisa mengerti dan yang sudah mengetahui seluk beluk kehidupan kita. Jangan mencari pasangan berdasarkan opini orang lain🙂🙂🙂

    Uwaahh… untuk keseluruhan review kakak, memang tak diragukan lagi. THAT’S COMPLETE!
    Dan kakak sukses bikin aku penasaran dengan novelnya. Aku tuh suka banget-bangeeettt-bangeeeeetttttt sama novel yang mengandung unsur “Friend Zone”. Karena setiap baca novel yang berunsur itu, aku pasti akan ingat seseorang *flashback* wkwkwkwkwk😀😀😀

  26. Wahh.., reviewnya kece!😀
    Jadi kaya udah baca setengah novelnya🙂 Ngomong2 tentang “Friend Zone”, [ehem] jadi ngaca sama diri sendiri, hahaha, karena sebenernya ku juga pernah ngalamin masuk ke dunia “Friend Zone” ini [sedikit curcol]. Baca review ini, selain dapet [sedikit] bocoran isi novelnya, aku juga bisa belajar cara nge-review. Awalnya sih sempet kepikiran buat nge-review novel, tapi musti gak sempat, dan akhirnya batal😦.
    Rasanya kena “Friend Zone” itu kaya Nano-Nano, manis, asem, dan kadang asin. Kitanya nganggep si dia itu lebih dari temen, tapi ternyata si dianya cuma nganggep kita cuma sekedar temen dekatnya doang [ngejlebbbb]. Apa lagi kalo jadi cewek, cuma bisa nunggu doang, iya kalo nunggu ada hasilnya, kalo ternyata ujung-ujungnya si dia taken sama yang lain? [ngejlebbbb lagi deh]. Tapi kalo takdir udah berkata lain, dan si dia emang bukan buat kita, ya mau gimana lagi, but show must go on! Mungkin itu rencana Tuhan buat kita untuk dapet yang lebih baek, yang lebih pas, dan lebih cucok😀 Ya, meskipun kadang caranya beda-beda, cari sendiri ato pun dijodohin. Emang sih, kalo nyari sendiri itu musti sabarrrr tingkat dewa, karena nyari yang bener2 pas, dan kalo dijodohin [emang udh gk laku?] ya, moga aja yang dijodohin bisa langsung pas sama kita, kaya si Adam, moga aja kalo Karin gak bisa sama Rama, Adam pun jadi😀, berhubung si Karin udah kepala dua, cepet-cepet deh nemuin yang pas, ok?😀
    “Friend Zone is not bad, but not good”

  27. Sebelumnya aku belum pernah baca buku karyanya Nurilla. Pas baca review ini rasa mau baca langsung novel karya Kak Nurilla dan liat gaya penyampaiannya yg ceplas ceplos kayak yg kak Luckty bilang:p

    Tema yg diambil utk cerita novel diatas cukup menarik. “Friendzone”. Mungkin banyak sekali cerita2 seperti ini. Tp setiap karya pasti mempunyai pesan tersendiri yg disaampaikan.

    Thanks banget buat kak Luckty yang ngasih contoh ngereview yg bagus, singkat, jelas, dan lengkap hehehe

  28. Ooh Tuhan…waktu baca reviewnya, dibaris pertama langsung ngomong dalam hati “ini gue banget”. Mungkin penokohan si Karin ini terinspirasi dari kehidupanku ya. hehehe… Yap! ak juga sama kyk Karin ini “umur 25tahun” dan “belum menikah”. Status inilah yang selalu jd bahan omongan orang banyak😦 susah ya tinggal dilingkungan masyarakat sosial yang kesannya lebih suka ngurusin kehidupan orang lain. Yaaaa,,,tapi wajarlah.

    Tema tentang friendzone itu juga selalu aku alamin😦 mungkin kalau udah deket sama seseorang dan tau luar dalem, hubungan yang awalnya berstatus “sahabat” lama kelaman akan timbul perasaan lain.

    Pokoknya aku wajib banget punya novel ini. Makasih kakak buat reviewnya, sekarang aku jd pny wishlist novel yang mesti dibaca. Reviewnya juga keren, dari paragraf pertama udah langsung bikin jatuh hati. Itu baru review yang bagus, dengan bahasa yang simple langsung bikin orang tertarik buat baca, dan selesai baca jadi penasaran kelanjutannya dan berniat buat beli.

  29. Cerita seperti ini mungkin bukan pertama kali ya, tapi waktu mbak luckty bilang bahasanya yang ceplas ceplos buat saya jadi mikir ini dibalut dengan cara berbeda. Dan sindirannya itu yang cukup menohok banget terutama bagi kaum wanita hiks hiks hiks.

  30. Friendzone. Wah temanya seru nih. Banyak remaja sekarang yang terjebak dalam friendzone. Seringkali karena sudah terlalu nyaman dalam hubungan pertemanan jadi lebih baik menahan rasa cintanya, karena takut pada akhirnya cinta ini akan merusak hubungan persahabatan.

    Jadi penasaran endingnya Karin bersama sahabatnya atau bersama lelaki yang dijodohkan oleh ibunya. Wajib baca nih🙂

  31. hahaha, jangankan beli dongdong, milih minuman seribuan aja kadang galau. Mau rasa jeruk, strawberry, anggur, atau ….. :3
    Hmm, kalau kutipan drama Korea yang pernah aku tonton nih, “Nggak ada istilah pertemanan antara cowok dan cewek” Aww That’s right!
    Lucu ihh nama pacarnya Rama, Cicit :3 Kalau baca review mesti tau nama tokohnya juga😀 hihihihi
    Nice review mbak😉

  32. quotesnya asyik” ahahaha~
    emang selalu bahaya kalo rasa kek gitu masuk ke friendzone (tapi saya juga pernah xD) tapi saya termasuk satu dari sjuta yang tidak beruntung(?) sahabat ga ada, pacarpun ga dapet~
    mungkin di novel ini, saya bakal nemuin sesuatu yang saya ga pernah dapetin kali ya, makanya pengen sekali baca🙂

  33. Waw,, Review-nya keren banget smakin bikin penasaran pengen baca langsung Novel ini. Kisah persahabatan emang slalu menarik apalagi tentang Friendzone pasti akan lebih lebih dan lebih menarik lagi^^

  34. Buka tema Friendzone-nya yang bikin saya ngiler baca novelnya. Tapi review-nya ini loh.
    “Buku ini mengingatkan novel Adriana. Gaya bahasanya setipe, lebih banyak dialog dari dua sisi tokoh utamanya; sisi cewek dan sisi cowok. Langsung jebrat-jebret alurnya.”

    Saya selalu suka novel-novel yang menggunakan 2 sudut pandang. Belum lagi di review itu kita bisa liat dialognya yang gokil gila.😀
    Astaga. Saya harus baca tulisan mbak Nurilla Iryani. Segera.

  35. Bukan tema Friendzone-nya yang bikin saya ngiler baca novelnya. Tapi dalam review-nya ditulis gini:
    “Buku ini mengingatkan novel Adriana. Gaya bahasanya setipe, lebih banyak dialog dari dua sisi tokoh utamanya; sisi cewek dan sisi cowok. Langsung jebrat-jebret alurnya.”

    Saya selalu suka novel-novel yang menggunakan 2 sudut pandang. Simply karena dengan begitu kita bisa ‘memahami’ isi kepala 2 tokoh utamanya. Belum lagi di review itu kita bisa liat dialognya yang gokil gila.😀
    Astaga. Saya harus baca tulisan mbak Nurilla Iryani. Segera.

  36. Huaaaa sumpah ngocol abis baca review-nya apalagi nanti baca novelnya ya…

    Duh cinta sama sahabat ya emang gitu…. Laki-laki dan perempuan kalo sama2 jomblo pasti rentan adanya cinta lokasi… tapi karena deklarasi awalnya udah sahabat so, kalo salah satu ada yg kepincut cintanya ya susah… pasti takut kalo persahabatannya rusak dsb… Jadi inget lagunya zigaz yang “Sahabat jadi cinta” kalo gini…
    Lebih riweh lagi kalo si cewek yang suka duluan, hem pasti kan ada gengsi kalo harus ngomong duluan… Dan si cowok pun ngerasa biasa aja , toh sahabatan doang.. Omigot kasian bgt si Karin….-_-
    Eits, ko di bagian akhir tiba2 muncul Adam, aduuuh gimana ya dia, ko katanya lebih ganteng gt ketimbang Rama.. Trus Karin nantinya sama siapa yah…
    Waduh harus baca bukunya kalo gini, apalagi kata2nya ngocol, blak-blakan… pasti menghibur banget bisa ketawa ketiwi sendiri… *eh… ^^

  37. Pingback: Giveaway Hop BBI 2014 ala Si Pustakawin | Widya.com

  38. Dear friend with love…. wa ini wa ini…. Kalau pepatah Jawa Tresna jalaran saka kulina. 3 Kali saya punya pacar dan putus semuanya berasal dari pertemanan yang sudah lumayan akrab. Sudah sering blusak blusuk lah…. Nah lho… Awalnya awkward juga…. lagi rapat…kita curi2 pandang hehehhe…. Tapi ada juga yang ternyata kasusnya mirip ma Karin… dan saya adalah Rama hingga suatu ketika sahabat kami berdua keceplosan mengatakan bahwa “Karin” sebenernya suka sama saya. That was my last girlfriend…till now…

    Bersyukurnya nih… setelah putus kita tidak benci-bencian macam sinetron. Kita tetep sahabatan sama seperti awal sebelum pacaran. Too good to be true? But it happening!!!

    and this one….
    “Nafsu makannya mengalahkan gorila buka puasa kalau sudah di depan makanan Jepang. (hlm. 21)”
    malu sih…. tapi saya banget… apalagi kalau sesi masak di tempat sahabat saya, Gardha, emaknya lama tinggal di Jepang jadi yah… makan gratis….😀

    Dear friend with love…. till now we still hold love in our heart, but we have choose to live our own way…. I’ll remind you if you forget your path.

    Cuman.. jadi penasaran… itu Rama-Karin happy ending apa sad ending yah….😀

  39. Sumpah ! Kreatif, konyol, kece, jahil, nakal, unik, keren pula. Pokoknya ulala, cetar membahana badai, angin topan, tsunami deh. (Dear Syahrini, ulalanya aku ubah. Jangan marahin aku ya tante)
    Pengen cubit pipinya mbak Nurilla Iryani sambil bilang “Kok bisa sih bikin cerita cinta dibungkus pilihan kata yang bikin geli gini.”
    Siapapun sampein salam deh buat mbak Nurilla Iryani. Ah, iya katakan pula aku mencintainya :* :* Geli geli geli

    Tadi pas baca reviewnya tuh berrasa panas kuping kiri saya. Ah, yang benar saja. Ternyata dari kejauhan ibu sama adik saya sedang menggunjing ria.
    Coba simak cuplikan dialog sore ini,
    Adik saya : “Buk, kalau aku udah gede sekolahin jurusan psikiater ya?”
    Ibu : “Lah? Emang kenapa?”
    Adik saya : “Tuh, liat anak sulung ibuk, bikin merinding. Cekikikan kayak kambing abis dicekik.”
    Ibu : “Dipoles dikit, jadi tuh.”
    Adik saya : “Apa?”
    Ibu : “Orang gila.”

    Ah, jangan salah. Saya cekikikan gini gara-gara …. reviewnya. Pas baca reviewnya geli-geli sendiri gituh.
    Terutama yang ini —> “Si Karin ini pakai baju seajaib apapun, pasti terlihat modis. Curiga, karung beras pun kalau dia yang pakai akan terlihat keren.” *gubraakkk😀
    Mbak Luckty Giyan emang jago ng-review nih. Huehuehue … top-top e ! Padahal saya belum pernah baca novel ini. Tapi, gara-gara baca reviewnya udah langsung tertarik bin penasaran sama endingnya. Udah kena adicct-nya.

    Duh, friendzone ! Cerita kaya gini emang udah mainstream. Walaupun sekarang antimainstream udah mainstream sih. Tapi dipoles dikit sama pilihan diksi yang tepat, lucu, humor bisa jadi nggak mainstream tuh. Kaya novel satu ini nih. Prok prok prok deh buat mbak Nurilla.

    Beberapa ada yang bikin nyesek nih. Kaya —> “Loving someone who doesn’t love you back is such a hell on earth. Especially, when you can’t even show your show for the sake of friendship. Oh, or maybe, you need that friendship for the sake of your love? Whatever. All you can do is waiting him/her to love you back. All I can do is waiting him to love me back.”
    Hadeh, prok prok prok juga deh buat mbak Luckty. Awal review aja udah bikin nyesek
    Hiks hiks hiks | *si adik senggol-senggol aku* mbak kenapa lagi sih? | hastag aku rapopo ! hahaha😀

    Pokoknya salut lut lut lut sama mbak Nurilla deh. Jempol jempol jempol aja. Semoga makin +++ yeeee “Mbak Nurilla, cause you’re amazing… just the way you are :* :* ”

    Duh duh duh …. jadi pengen baca niiihhhhhh
    Mbak Luckty yang cantik jelita baik hati tiada tara bin nggak sombong …… *muka memelas + mumel* novelnya buat aku yaaaaa *kedipan menggoda* ya ya ya ya ya ? Cantik deh …

    (Semoga mbak Luckty kena godaanku ! Bunda, wish me luck)

  40. Dear Friend With Love, dari judul awalnya aja udah kebaca nih, pasti ada unsur persahabatan dan cinta. Dan ternyataa…eng iii engg…. Friendzone?! Omaygod!! Aku banget sih inii *ups hehee
    Mencintai sahabat sendiri itu memang menyakitkan! Apalagi kalau sahabat kita ga peka sama sinyal-sinyal yang kita beri, habisnya udah terlalu sering bareng, jadi untuk bilang “aku sayang kamu” juga rasanya biasa… Hmm kasian Karin. Tapi yang harus kita percaya itu satu “Jodoh tidak akan kemana.” hihi
    aaaa kak aku penasaran sama ceritanya!! Jadi ingin punya bukunyaa.. huaa mbak mauu doong bukunyaa *ups :))

  41. Hihihihi rada kocak yah ceritanya. Sebenarnya cinta itu hadir tanpa bisa ditebak kapan dan ke siapa. Namanya juga sahabat, bukan gak mungkin perasaan2 itu tumbuh seiring kebersamaan yg tercipta antara keduanya🙂 Jujur, penasaran banget gimana kisah karin akan berakhir🙂

  42. Tak di pungkiri persabatan yg lama antara pria dan wanita akan menimbulkan benih-benih cinta tanpa di sadari dan bisa terjadi hanya seorang saja yg merasakan perasaan lebih dari persabatan.

    smoga beruntung saya kali ini ^_^

  43. aq suka suka suka suka sama ceritanya. Soalnya dulu juga pernah ngalamin, hahaha…
    Jadi penasaran nih gimana akhir kisah si karin. Apakah sama denganku? yang berakhir di pelaminan bersama sang sahabat? hihihi…

    Aq mau berdoa lagi ah buat Luckty. Semoga tahun ini luckty bisa bertemu sang soulmate, amiiiin… #OOT D

  44. hmmm… hmmm… jadi penasaran akhir ceritanya kayak apa… Apakah bener nich tentang ini “Percaya persahabatan antara laki-laki dan perempuan? Pasti salah satunya memendam rasa, dan satunya lagi tidak merasa.” emang pasti yach? gak boleh ditawar nich hihihihihi…
    Dijadikan film kayaknya asik nich, pemerannya Kimberly Ryder dan Adipati Dolken🙂

  45. ceritanya tentang realitas percintaan jaman sekarang ya;D haha aku jadi inget kata kata “gaada sahabatan antara cowok dan cewek” maksudnya pasti diantara keduanya itu ada yang memendam perasaan. dan itu yang bikin ribet kalo sahabatan cowok cewek. mungkin awalnya perasaan suka itu gaada, tapi pasti tumbuh seiring berjalannya waktu yang mereka lalui bersama sama.. banyak nih temen aku yang ngalamin friendzone. ada juga yang sama sama sayang tapi gamau jadian dengan alasan ‘gamau ngerusak persahabatan’ bullshit banget sih, tapi itu kan pilihan mereka(?)
    hehe jadi penasaran nih akhirnya karin sama siapa yaaa

  46. novel yg bertema friendzone emang udah banyak banget dimana2. tapi baca dari review-nya mba Lukty ini, cukup memberi penekanan kalo novel ini punya sisi yang lebih dari novel bertema serupa.

    tapi cerita dengan tema yang kayak gini emng biasanya bikin penasaran dengan foruma ‘happy end’ atau sad end’ atau bahkan ‘gantung’. dan sebagai pecinta ketiga ending tsb aku penasaraaaaaannnn😄

    dibaca dari beberapa quotes2 yg ada dalam novelnya, bahasa yg dipakai kayaknya emang asik dibaca.

    tapi sayangnya aku kurang sreg sama cover-nya. covernya emang bagus, cuma dengan cover yang gambarnya lucu gitu jadi nggak sesuai sama novel dengan cerita tokoh-tokohnya yang udah 25tahunan.

  47. Ah kak Luckty >< kok aku tiba-tiba mupeng sama buku ini ya setelah baca review-an kakak ini? Buseeettt! Ajaib banget, review-annya keren, saya jadi kaya baca 'trailer' dari buku ini. Covernya menurutku kurang menarik, seperti cerita remaja SMA kalau dilihat pertama kali, kurang pas sama cerita sekeren ini. Semoga kalo cetak ulang ganti cover ya Mbak Nurilla😉
    Ah yang paling aku suka di setiap review-an kakak, selalu menampilkan quote-quote di akhir review, saya suka kutipannya apalagi yang terselip sindirin. Ngakak!
    Sepertinya saya juga bakal jadi fans kak Luckty dan Mbak Nurilla ini \m/
    Endingnya Karin bakal sama Rama atau Adam kak? Duuh suer tekewer-kewer bau ketek(?) saya penasaran banget sama endingnya😀 Catet jadi wishlist:3
    Semoga kak luckty berbaik hati memberikan buku ini padaku *pasang muka melas, dijitak peserta lain:D

  48. Jujur, belum pernah baca karya Kak Nurilla Iryani. Kemarin pernah sih ikut kuis buat dapetin bukunya yang berjudul “The Marriage Roller Coaster”. Aku ikut karena tertarik pertanyaannya yang nyeleneh dan ga ada kaitan ma cerita di dalam buku, tapi keren pertanyaannya. Namun Sayang dan nyesek banget karena ga dapet :((
    Well, buku sebelumnya belum baca dan sudah keluar karya berikutnya. Berdasarkan reviewnya Kak Luckty, buku ini cenderung ceplas ceplos dalam gaya berceritanya. Walau begitu, aku suka banget ma ungkapan perasaan tokoh yang tersirat dari kalimat-kalimat yang ringan itu (berdasarkan yang dikutip ma Kak Luckty). Ini buku sama buku sebelumnya harus masuk daftar baca pertengahan tahun 2014. Aminn..,
    Aku juga harus jujur kalo baru pertama baca review karya Kak Luckty. Hmm.., gaya penulisannya ringan dan asyik. Terus yang aku suka, seperti ada sudut pandang dalam mereview buku. Kalo di review ini, tertangkap kesan Kakak ingin menekankan bagian “NIKAH ITU JANGAN BURU-BURU”, mungkin ada kaitan ma pengalaman pribadi juga ya Kak *ups.
    Sudut pandang ini juga yang menurutku membuat review Kakak jadi jeli dan menemukan kalimat-kalimat unik yang ditulis pengarang. Kebetulan kebanyakan bertemakan “kehewanan” hehehe, mungkin sang pengarang sayang binatang. But, secara keseluruhan, review kakak “Kompor Listrik” hehehehe…, baca yang laen ah..,

  49. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  50. Pingback: [BOOK KALEIDOSCOPE 2014] Top Five Most Memorable Quotes | Luckty Si Pustakawin

  51. Pingback: [LOMBA BLOG] Book Addict is the New Sexy: Virus Membaca | Luckty Si Pustakawin

  52. Pingback: REVIEW Unexpected Love | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s