REVIEW Forever Sunset

forever sunset

Tidak ada yang salah kalau kau tetap menjaga hatimu untuk dia. Karena suatu hari nanti, cinta yang tersimpan di hatimu itu akan ada yang mencarinya. Suatu hari nanti, si pemilik asli dari hatimu akan datang mengambilnya. Karena dia tahu, cinta miliknya sedang tersimpan di hatimu. (hlm. 227)

Dinda Priscillia, yang biasa disapa Dinda ini bisa disebut perempuan cantik. Setidaknya, ia idola bagi para mahasiswa di kampusnya, University of Sidney (UoS). Kecantikan Dind ada pada bibir tipsinya yang merekah, rambut hitam panjang sehalus sutera, sepasang mata indah dengan bola mata berwarna hitam bening, tinggi semampai, kulit kuning langsat, suara yang sangat lembut, dan keunikan wajah khas Indonesia. Selain kesempurnaan itu. Dinda juga dikenal seorang yang ramah, baik kepada siapa saja.

Dinda berpacaran dengan Zora selama empat tahun. Dinda di Australia, sedangkan Zora di Jakarta. Yup, mereka menjalani LDR. Sebenarnya tidak ada masalah dengan hubungan jarak jauh itu. Hanya saja, hubungan mereka justru terhambat oleh restu orang tua dari pihak Dinda yang merupakan golongan orang terpandang. Orang tuanya masih memegang tradisi bibit, bebet, dan bobot dalam memilih jodoh untuk anak mereka.

“Kamu harus percaya sama aku, jangan percaya sama firasat kamu.” (hlm. 35)

Perjalanan kisah mereka pun diuji ketika Dinda pulang ke Indonesia. Banyak hambatan yang harus dilalui. Dinda mengalami dilema yang cukup hebat. Mempertahankan hubungannya dengan Zora atau mengikuti permintaan orang tuanya?!?

“Kamu cantik banget hari ini, sama cantiknya dengan suasana sore ini. Senja saat ini. Senja milik kita berdua. Kamu tahu, aku suka sekali dengan sunset. Setiap kali aku melihatnya, aku selalu merasa nyaman. Sama seperti kamu, kamu itu meneduhkan. Selalu buat aku nyaman. Dan buat aku, kamu lebih dari sunset itu.” (hlm. 41)

“Kamu tahu, kamu sungguh merebut hatiku. Kondisi kamu yang sekarang tidak akan mengubah apapun. Kamu tetap wanita tercantik bagiku. Sayangku ke kamu bukan karena kondisi tapi karena aku yang telah memutuskan  untuk terus menyayangi kamu.” (hlm. 322)

Sebenarnya tidak ada sesuatu yang baru dalam novel ini. Tema yang diangkat pun lumayan mainstream; perjodohan dan tiga kata unggulan dalam pejodohan; bibit, bebet, dan bobot. Kisah Siti Nurbaya selalu ada di setiap zaman. Begitu juga dengan kisah Dinda ini. Dan dalam kenyataan hidup, kita juga masih menemukan orang-orang yang dipaksa orangtuanya untuk berjodoh dengan orang yang tidak dikenal, apalagi dicintai. Hikmah dalam novel ini adalah bahwa suatu keputusan yang kita ambil dengan maksud membahagiakan orang lain, terkadang justru membuat diri sendiri menderita.

Poin lebihnya dari buku ini adalah setting Bali dan Lombok yang cukup kental:

  1. Seperti biasa, Kuta, Legian hingga Seminyak tetap saja ramai oleh keriuhan turis dari berbagai negara. Banyak turis yang berjemur dan surfing di Pantai Kuta yang sudah sangat melegenda itu. (hlm. 18)
  2. Tidak sedikit pula orang-orang yang sekadar berjalan-jalan sore di bibir pantai sambil menikmati deburan ombak dan udara sore Kuta. (hlm. 26)
  3. Dreamland atau New Kuta Beach atau penduduk asli biasa mengenal dengan nama Pantai Cemongkak, memang selalu menjadi sasaran turis-turis yang lebih mengutamakan privasi. Pantai ini tidak seramai Kuta. (hlm. 305)
  4. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi turis dari Bali untuk menyeberang ke Lombok dan kemudian meneruskan perjalanan ke Gili Trawangan, Meno, atau Air. (hlm. 88)
  5. Setiap tahun, sepanjang hari dan bulan, Bali selalu saja memiliki magnet yang menarik jutaan turis dari berbagai pelosok dunia. Daya tarik alam, pesona budaya, dan kehidupan malam serta kekuatan magisnya menjadi faktor yang kuat untuk menarik semua orang. (hlm. 303)

Banyak sekali bertebaran kalimat favorit dalam novel ini:

  1. Seorang lelaki yang baik akan selalu menjaga kehormatan wanita yang ia sayangi. (hlm. 16)
  2. Harus punya sebuah keyakinan kuat untuk memulai sesuatu, termasuk dalam hubungan. (hlm. 64)
  3. Cinta itu nggak boleh takluk kepada hal-hal yang negatif. Cinta harus menang atas hal-hal buruk. (hlm. 66)
  4. Kalo kita tidak bisa mengubah keadaan, ubah saja perasaan kita. (hlm. 156)
  5. Jangan pernah merasa sebagai manusia paling menderita di dunia ini. Masih banyak orang yang jauh lebih menderita ketimbang apa yang kamu alami sekarang. (hlm. 169)
  6. Kita tidak bisa memilih angin atau ombak seperti apa yang datang ke perahu kita. Tapi kita bisa memilih, ke pelabuhan mana kita akan berlabuh. (hlm. 201)
  7. Jangan sampai hidupmu hanya dikontrol oleh kepedihan dan kepahitan. (hlm. 239)
  8. Kamu tidak bisa mengisi hatimu yang kosong dengan siapa pun dan apapun, kecuali dengan Tuhan. (239)
  9. Semua pekerjaan itu ada enaknya dan nggak enaknya. (hlm. 251)
  10. Tidak semua yang kamu rasakan harus diungkapkan. (hlm. 253)
  11. Masa lalu adalah masa lalu. Tidak akan pernah bisa kembali lagi. (hlm. 316)

Covernya merepresentasikan setting-nya di Bali – Lombok. Ada seseorang lelaki yang sedang surfing, pantai beserta ombak dan pohon-pohon kelapa, Pura khas Bali, dan sesuai judulnya; sunset. Hanya saja, coba warna kuning cover ini berganti warna orange, biar berasa aura sunset-nya😀

Keterangan Buku:

Judul                                     : Forever Sunset

Penulis                                 : Stanley Meulen

Penyunting                         : Faisal Adhimas

Pendesain sampul           : Larung

Penyelaras akhir               : Sapuroh

Penata letak                       : Tri Indah Marty

Penerbit                              : Moka Media

Terbit                                    : 2013

Tebal                                     : 372 hlm.

ISBN                                      : 979-795-804-3

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

8 thoughts on “REVIEW Forever Sunset

  1. Mbak, saya baru tahu ada penerbit Moka Kedai. Itu rating bukunya gimana?/ Kalau ceritanya Mainstream dan biasa aja, saya bakal pikir-pikir dulu sebelum membacanya….

  2. Pingback: New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  3. Suka sama karyanya kak Stanley Meulen, bacaannya ringan😀
    Yang aku suka dari novel ini covernya imut😀 dan bagian paling romantis ketika Zora ninggalin sebuah puisi buat Dinda sebelum mati :’)

  4. “Seorang lelaki yang baik akan selalu menjaga kehormatan wanita yang ia sayangi” wah kata-kata yang indah. dari novel-novel yang aku baca aku suka banget kalo ada kata-kata mutiaranya.
    dan cerita novel ini ringan sehingga menyenagkan saat dibaca.

  5. ini buku menyindir sekaleeh -_- jadi inget seseorang😀 COVERNYA ITU KEREN!!!!!!!!!!!!!!! pengen banget bukunyaa.. bahasanya ringan tapi berbobot (y)

  6. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s