REVIEW Galuh Hati

galuh hati

Cinta tak ada hubungannya dengan kehormatan, kesetiaan, keteguhan pada persahabatan. Bila kau jatuh cinta maka tak ada lagi yang bisa kau lakukan kecuali membiarkan rasa itu datang perlahan-lahan, dalam, dan sangat menyiksa. (hlm. 57)

Jika kau ingin memikirkan sesuatu, pikirkanlah ini: kau tidak akan pernah menjadi seorang pecinta yang baik dengan mengorbankan seseorang. (hlm. 65)

Menurut masyarakat Cempaka, sekali saja seorang berhasil menyunting Galuh maka dia telah dipilih untuk menjadi pendulang. Orang-orang di desa ini telah hafal pada tingkah laku para pendatang. Dengan berkacak pinggang mereka mengatakan ini itu tentang cara orang Cempaka mendulang intan. Lalu, dengan ujung celana ditarik ke lutut dan cibiran tersungging di bibir, mereka memperagakan bagaimana cara mendulang. Ekspresi mereka selalu sama saat batu berkilauan itu singgah di tepi linggangan. Terkejut. Terpana. Lalu secara harfiah, urat-urat ketamakan muncul di wajah mereka. Entah bagaimana, mereka terus mengejar keberuntungan hingga bertahun-tahun kemudian.

Galuh pantang dianggap remeh. Seseorang tidak boleh meludah, tidak boleh sombong, tidak boleh memaki, tidak boleh bersiul, tidak boleh membawa ayam, dan tidak boleh berpakaian sembarangan ketika menambang Galuh.

Pada Oktober 1990 seorang pendulang menemukan intan 98 karat di Sungai Pumpung. Intan tersebut kemudian diberi nama Galuh Pumpung oleh warga setempat. Sebelumnya, pada tahun 1985 sebuah batu mulia sebesar 106 karat juga ditemukan oleh sekelompok pendulang di Cempaka. Namun, hingga saat ini tidak ada yang mengetahui siapa pembeli dan pemilik kedua intan tersebut.

Ada lagi yang lebih menghebohkan. Intan Trisakti, sebuah intan sebesar telur puyuh dengan berat 200 karat. Intan itu dibawa ke Jakarta untuk dipersembahkan kepada Presiden Soekarno. Malangnya, tak lama setelah penyerahan intan tersebut, terjadi kerusuhan 30 September 1965. Peristiwa penculikan para jenderal dan krisis ekonomi yang terjadi saat itu membuat pemerintah tak memedulikan penemuan intan terbesar yang pernah ada di negeri ini.

Yup, novel ini mengambil setting Kalimantan Selatan, tepatnya desa Cempaka. Nuansa lokalnya kental sekali. Kita akan diajak menelusuri kehidupan warga di sana yang hidupnya mendulang intan. Sebelum membaca ini, Kalimantan Selatan yang saya tahu hanyalah sekilas tentang Banjarmasin. Makanya, ketika membaca novel ini cukup kaget dengan fakta yang dibeberkan. Ternyata kita memiliki tempat yang penuh harta karun. Pantas saja jika kita mengetik kata kunci di Mbah Google: Desa Cempaka Kalimantan Selatan, hampir didominasi dengan berita penambangan intan dan sejenisnya.

Dalam novel ini, kita akan bermain-main dengan waktu. Kita diajak menelusuri kehidupan Abul di masa dewasa, Abul di masa anak-anak beranjak remaja dan di masa ketika Amak – Sarah – Antas dewasa dan terlibat cinta segitiga. Ini bukan sekedar cinta segitiga biasa, ini kisah cinta yang sangat mempengaruhi kehidupan di Cempaka. Kunci cerita ini seperti judulnya; Galuh Hati yang menyimpan seribu misteri pertanyaan yang tersembunyi selama ini.

Sindiran halus yang akn kita temukan dalam novel ini:

  1. Di Cempaka, orang berjalan terbungkuk-bungkuk menahan lapar. Sementara itu, pemerintah masih disibukkan dengan stabilitas negara, militer, dan politik yang sedang goncang. (hlm. 19-20)
  2. Pemerintah kabupaten disibukkan dengan gengsi menjadikan status kota Banjarbaru menjadi kotapraja. Sementara itu, para penemu intan harus berjuang sendiri mempertahankan hidupnya. (hlm. 21)

Banyak sekali quotes yang bertebaran dalam novel ini:

  1. Lelaki sejati selalu menjaga rahasia dengan jiwanya sendiri. (hlm. 44)
  2. Jenis pria lemah adalah orang yang ingin mengambil sesuatu untuk dirinya sendiri. (hlm. 45)
  3. Untuk menaklukkan wanita pertama kali kau harus mengenalnya. (hlm. 51)
  4. Jangan protes dengan keterbatasan orang tuamu kepadamu. Mungkin itu semua yang terbaik punya mereka. (hlm. 132)
  5. Sok tahu itu adalah adalah kau tidak tahu tapi berlagak seakan-akan kau tahu. (hlm. 150)
  6. Kebahagiaan yang berlebihan adalah penarik kedukaan. (hlm. 236)
  7. Jika kau dewasa nanti, kau akan memahami apa yang diderita oleh setiap wanita di dunia dan bagaimana mereka mengalahkan cinta dalam dirinya demi sebuah kehidupan. (hlm. 243)
  8. Tidak ada yang bisa memperbaiki kesalahan di masa lalu. (hlm. 255)

Sayangnya, typonya juga banyak. PR buat editor yaaa..

  1. Antas Sarah (hlm. 60) – harusnya ada tanda koma
  2. Pendulangan ibu (hlm. 93) – harusnya ada tanda koma
  3. Memagang (hlm. 185) – maksudnya memegang?!?
  4. Dan masih ada bebarapa lagi.

Membaca ini mengingatkan novel-novel yang kental dengan aroma lokal, seperti Lampau-nya Sandi Firly dan Rahasia Sunyi-nya Brahmanto Anindito. Berharap ke depannya semoga penerbit Moka Media banyak menerbitkan novel-novel bernuansa lokal seperti ini. Ehm, buat covernya kalo bisa dibuat lebih kece yaa… (✽ˆ⌣ˆ✽)

Cempaka adalah satu-satunya pendulangan intan tradisional yang menghasilkan batu permata dan berlian terbaik di dunia. Madonna dan Jennifer Love merupakan salah satu artis yang pernah mengenakan rajutan berlian hasil penggalian di tanah Cempaka. Berterima kasih dengan adanya novel ini, saya jadi tahu tentang desa Cempaka yang terpendam itu dan justru malah terkenal di dunia. Ah, jadi malu pengetahuan tentang negara sendiri malah nggak tahu ( ʃ⌣ƪ)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Galuh Hati

Penulis                                 : Randu

Penyunting                         : Sapuroh

Penyelaras Akhir              : Faisal Adhimas

Penata letak                       : Erina Puspitasari

Desainer sampul              : Oxta Estrada

Penerbit                              : Moka Media

Terbit                                    : 2014-03-07

Tebal                                     : 294 hlm.

ISBN                                      : 979-795-816-7

Ada artikel menarik tentang penemuan intan di Cempaka:

http://tanahair.kompas.com/read/2012/10/29/1719296/Intan..Harta.Terpendam.di.Bumi.Cempaka

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

4 thoughts on “REVIEW Galuh Hati

  1. Setting lokal sebenarnya kadang menjadi senjata makan tuan. Mau mengekspos tapi malah terkesan membosankan. Nah, saya penasaran novel yang kental dengan kelokalan ini, sebaik apa.

    Mbak, saya juga bingung tahun yang tertera di paragraf kelima; 19850. Itu tahunnya segitu tah?

  2. Pingback: New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  3. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s