REVIEW On a Journey

 on a journey

Apa itu hidup? Boleh sesekali minggat. Minggat seharusnya menjadi petualangan besar. (hlm. 35)

Bagaimana itu hidup? Seperti sebuah perempatan jalan. Tempat untuk bilang ‘hai’ dan ‘da-dah’. (hlm. 71)

Apa yang dilakukan ketika mengalami patah hati? Mengurung diri di kamar dan menangis berhari-hari menatapi nasib? Atau mencoba bunuh diri dengan cara minum obat nyamuk?

Rubi Tuesday, selalu mengagumi orang yang memiliki kemampuan membaca karakter orang lain hanya dengan sekali ketemu. Dan, mampu memaparkan apa yang ada dalam pikiran mereka secara sistematis. Dialah Stine, lelaki yang awalnya ditemuinya tanpa sengaja. Semenjak itu, pertemuan-pertemuan berikutnya menjadi hal yang menyenangkan bagi Rubi.

Yup, Rubi yang dua tahun memendam rasa pada sahabatnya, Stine akhirnya menyatakan perasaannya itu. Malangnya, dia ditolak. Ditolak oleh orang yang dicintai itu tidak hanya sakit, tapi juga malu. Itulah yang dialami Rubi. Dia memutuskan untuk berpetualang menggunakan sepedanya.

“Kau terlalu takut menghadapi kenyataan. Takut menerima kenyataan patah hatimu sendiri. Kau lalu memutuskan pergi. Melarikan diri. Mengepak pakaian. Menyiapkan kendaraan bobrok. Lalu, kau bersepeda. Keluyuran tanpa tujuan pasti. Kau sebenarnya sedang menyembuhkan rasa kagetmu. Tidakkah kau sadari itu?” (hlm. 109)

Kisah Rubi yang berkeliling dengan sepeda bukanlah hal mustahil dalam kehidupan nyata. Sekitar beberapa tahun yang lalu, adik saya, Holy pernah bercerita jika ada seseorang yang datang ke Lampung dengan menggunakan sepeda onthel. Orang itu berkeliling Indonesia dengan hanya menggunakan sepedanya itu. Saya pun meng-googling namanya. Dan memang ada. Sekarang dia sudah berhasil menaklukkan 33 provinsi yang ada di Indonesia. Bo, presiden aja belum tentu pernah keliling Indonesia… (‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ (‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

Agus Sutikno, lelaki  yang mendapat julukan Techno Si Rayap Aspal yang telah berhasil mengelilingi Indonesia. di sepeda onthelnya yang bernama Aprilia Uchi Dewi Ramola India terdapat berbagai benda-benda unik yang merupakan pemberian orang-orang yang  ditemuinya di daerah. Benda-benda unik pemberian orang tersebut diantaranya adalah boneka, wayang, dan pecut. Saat ini bundelan piagam yang dibawa bersama sepedanya mencapai 400 lembar piagam. Itu belum termasuk piagam yang berada di rumahnya di Desa Susukan Empat, Genjahan Ponjong Gunung Kidul yang mencapai empat karung. (via: http://www.tnol.co.id/profil/6885-techno-si-rayap-aspal-silaturahmi-keliling-indonesia-.html)

Uwowww…ada adegan perpustakaan ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

  1. Aku biasa pergi ke perpustakaan, duduk di bangku ujung, lalu tenggelam membaca beberapa eksemplar koran sekaligus. Atau novel-novel tebal yang perlu beberapa hari untuk menyelesaikannya. (hlm. 7)
  2. Aku berlalu menuju deretan rak buku yang berjejer rapi di bagian tengah ruangan. Sabtu pagi yang menyenangkan saat berada di dalam perpustakaan. (hlm. 242)

Banyak sekali bertebaran kalimat favorit:

  1. Hanya mereka yang bersungguh-sungguh yang akan berhasil. (hlm. 24)
  2. Hidup terkadang bisa begitu membingungkan. (hlm. 105)
  3. Cinta memang rumit. (hlm. 105)
  4. Patah hati itu bukan apa-apa. Di luar sini masih banyak laki-laki yang lebih tampan dan lebih baik daripada laki-laki yang kau sukai. (hlm. 107)

Beberapa sindiran halus yang bisa ditemukan:

  1. Anak muda suka nekat. Tidak berpikir panjang. Tapi, disitulah letak nikmatnya. Kau bisa melakukan apa saja selagi semangat dan energimu masih berlimpah. (hlm. 81)
  2. Ketika bumi adalah tempat sampah raksasa, apakah tubuh manusia juga merupakan semacam kantung plastik hitam wadah sampah? (hlm. 91)
  3. Penolakan itu seperti membangunkanmu dari tidur panjang. Kau lebih kaget daripada malu. (hlm. 109)
  4. Bagaimana pun orangtua pasti yang terbaik untuk anaknya. Meski kadang… caranya agak kurang benar. (hlm. 219)

Sepertinya sang penulis gemar membaca, terbukti ada beberapa selipan quotes dari penulis terkenal;

  1. Jika kita mencintai orang lain secara khusus, kita tahu segalanya tentang dirinya (Snow – Orhan Pamuk)
  2. All God does is watch us and kill us when we get boring. We must never ever boring. (Chuck Palahniuk)

Penulisnya, si Mbak Stroberi ini juga menyelipkan beberapa kata stroberi dalam novel ini:

  1. Mereka yang baru saja pulang kantor mampir ke kedai untuk membeli donat, susu kocok strawberry, atau makanan ringan lain… (hlm. 14)
  2. Dan, susu kocok strawberry. Ah, iya, iya, ide bagus. (hlm. 27)
  3. “Aku hanya suka telur ceplok. Seperti roti tawar yang menyukai selai strawberry. (hlm. 62)

Perjalanan menggunakan sepeda bagi Rubi memang tidak semua menyenangkan, tapi mengesankan. Bisa menikmati pemandangan langit sore hari yang berwarna kuning oranye yang menakjubkan. Kadang merah muda pekat. Kadang hanya biru begitu saja dan sedikit gelap. Kadang malah ungu. Dia juga memperhatikan bagaimana cara semilir angin membelah wajah. Begitu santai dan menyegarkan. Juga aroma rumput kering yang melayang ringan dari ladang kosong. Juga bertemu orang-orang asing baik hati.

Intinya; Rubi mendapat banyak pelajaran tentang hidup selama beberapa bulan di jalan. Versi ringkasnya; hadapi masalahmu.

“Perjalanan ke depan mungkin tidak akan lebih mudah. Atau malah sebaliknya. Nikmati saja kejutan-kejutan yang kau temui. Itu salah satu tujuan dari melakukan perjalanan, bukan?” (hlm. 67)

Suka ama gaya kepenulisan di novel ini. Kita akan menemukan filosofi hidup lewat orang-orang yang dikenal Rubi selama perjalanannya. Setiap orang yang ditemuinya memberikan pengalaman hidup yang berbeda.

“Dalam menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan pengharapanmu, dalam menghadapi kesedihan, kau bisa memilih satu di antara dua. Satu, hanya bersedih dan membiarkan hidupmu berlarut-larut pada kesedihan itu. Atau, dua, kau bisa bersedih, tapi ada usaha untuk melanjutkan hidup ke arah yang lebih baik. Kau bebas memilih.” (hlm. 121)

Keterangan Buku:

Judul                                     : On a Journey

Penulis                                 : Desi Puspitasari

Penyunting                         : Laurensia Nita

Perancang sampul           : Ade Studio

Pemeriksa aksara             : Isnaeny Hikmah & Veronika Neni

Penata akasara                 : BASBAK_Binangkit

Penerbit                              : Bentang

Terbit                                    : Januari 2013

Tebal                                     : 266 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7888-01-2

Ehm, dapet tanda tangan Mbak Stroberi:

on a journey 1
Dengerin nih lagu Ruby Strawberry – Rolling Stones:

http://www.youtube.com/watch?v=a00_tPLcE_g

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

7 thoughts on “REVIEW On a Journey

  1. Saya sudah baca novel ini ketika lagi seneng-senengnya sama penerbit Bentang Pustaka. Tapi untuk on a journey ini, saya harus bilang, sangat lelah. konfliknya sedikit dan novel ini hanya mengisahkan perjalanan Ruby dengan sepedanya. Saya kurang merasakan gregetnya di sini…

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s