REVIEW Penghuni Hati

Lakukanlah sesuatu yang dipilih oleh hatimu. Itu tidak akan salah, meski awalnya terasa berat dan menyakitkan. (hlm. 81)

Bagi Fumiya, belajar bukanlah segalanya. Untuk apa belajar kalau akhirnya akan menjadi sampah yang tidak berguna. Kakaknya dulu juga belajar keras saat sekolah namun mana buktinya? Hidup mereka tidak pernah lebih baik. Gaji Kazui, kakaknya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan  sehari-hari  dan sekolah Fumiya. Kakaknya hanya menjadi pegawai kecil di pabrik mesin.

Meski sudah belajar, hidup mereka tidak lebih baik dan tidak lebih terhormat. Fumiya tidak ingin hidupnya sia-sia. Ia tidak ingin diinjak-injak oleh orang lain. Ia punya harga diri.

Sebuah bayangan masa lalu melintas di benak Fumiya. Ketika itu, orang-orang menganggap keberadaannya. Mereka takut dan segan pada Fumiya. Semuanya tunduk di bawah kekuasaan Fumiya. Ia merasa ada.

Hingga semua pemikiran pesimisnya itu berubah. Atas permintaan Kazui, Fumiya bersekolah di Shibuya Kyoiku Gakuen. Di sekolah itu dia bertemu dengan teman-teman yang nanti akan turut andil memberikan kompor semangat untuk belajar dan meraih cita-cita. Salah satu temannya itu adalah Sakura.

“Aku hanya ingin kau belajar. Aku ingin kau bahagia. Aku ingin kau bersekolah dengan baik. Aku ingin melihat kau menjadi orang sukses. Aku yakin kau bisa. Kau adalah adik yang selalu kubanggakan. Aku tidak ingin mengecewakan orang tua kita. Aku ingin mereka bangga, di surga.” (hlm. 22)

“Kalau orang yang bodoh bisa berubah dengan sekejap jika mau belajar, pasti tidak ada orang bodoh di dunia ini, bukan?” (hlm. 65))

Sangat jauh berbeda dengan kehidupan Sakura. Memiliki keluarga yang bisa menjadi role model yang juga berprestasi, yang mendukungnya untuk terus maju, terus belajar dan menjadi pintar, juga merupakan harapan terbesar bagi mereka. Namun, bagaimana jika dukungan itu diberikan kelebihan? Bagaimana jika peran yang mereka mainkan justru terlalu sempurna? Teladan yang diberikan justru menjadi bumerang. Terlalu gemilang untuk digapai dan diikuti.

Itulah kehidupan Sakura. Tinggal d rumah mewah bergaya modern dengan fasilitas lengkap dan serba berkecukupan, serta dikelilingi orang-orang yang mendukungnya untuk belajar. Sayangnya, yang diberikan pada Sakura justru tidak sekadar dukungan, melainkan dorongan yang terlalu kuat! Sakura tidak dapat mengelak atau menghindar. Dalam kamus keluarganya, menjadi siswa pintar dan berprestasi seolah menjadi kata wajib bagi semua anggota keluarga.

Berteman ternyata ada manfaatnya. Termasuk berteman dengn Fumiya yang awalnya dianggap sebelah mata oleh Sakura. Bahwa ternyata dalam hidup ini memang ada hal yang lebih penting dari sekadar belajar.

“Suka atau tidak, tidak ada hubungannya. Yang jelas, orang yang pintar atau mau belajar lebih baik dari orang bodoh atau tidak mau belajar.” (hlm. 145)

“Kau tahu, kau punya banyak sekali kelebihan dan keberuntungan dibandingkan orang lain. Kau hanya perlu memejamkan mata sebentar, lalu melihat hidupmu dari sisi yang berbeda.” (hlm. 162)

Banyak sekali kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Karena aku jatuh cinta padamu, aku tak perlu belajar. (hlm. 9)
  2. Minta maaf itu rasanya sangat susah. Namun, konon memaafkan lebih susah. Hanya mereka yang berjiwa besar yang mau memaafkan. (hlm. 196)
  3. Kadang, ketika telanjur menjauhi sesuatu, kita menjadi ragu untuk kembali melangkah ke sana. Bukan hal mudah untuk mengakui kalau pilihan kita salah. Tetapi, juga tidak ada yang tidak mungkin untuk kembali. (hlm. 237)
  4. Setiap manusia pasti punya salah. Setiap manusia pasti pernah sakit hati. Karena dengan itu semua, manusia belajar. Tanpa pernah sakit hati dan tanpa pernah bersalah, manusia tidak akan pernah benar-benar belajar. Bahkan, tidak benar-benar hidup. (hlm. 240)
  5. Ketika kau belajar sungguh-sungguh, mendadak keajaiban akan mendatangi dirimu. Persahabatan, cinta dan kebahagiaan. (hlm. 244)

Uwow..banyak sekali adegan di perpustakaan, dan ini yang paling favorit ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

Sakura ikut maju satu langkah. “Ini perpustakaan. Ini di sekolah. Bisakah kalian belajar dan tidak hanya memikirkan urusan cowok?” sinis Sakura menyindir. (hlm. 29) #JLEBB

Buku ini berlabel ‘Naskah Terbaik #lombanoveljepang 2013’. Dari pemilihan nama-nama tokohnya, setting sekolahnya, dan ada juga selipan kata-kata berbahasa Jepang. Semuanya bernuansa Jepang. Lewat novel ini ada banyak hikmah yang kita ambil. Salah satunya adalah jika kita berusaha dan bersungguh-sungguh, niscaya kita akan memetik hasilnya.

Kau bukan monster. Kau hanyalah Fumiya yang saat itu tidak bisa mengendalikan monster dalam tubuhmu. Dan kau tahu, semua orang punya monster di dalam tubuh mereka masing-masing. Kau hanya perlu mencari cara, bagaimana mengalihkan kekuatan monster itu di jalan yang benar. (hlm. 236)

Keterangan Buku:

Judul                     : Penghuni Hati

Penulis                 : Elisa S.

Editor                    : Ara Philomina

Tata sampul        : Wulan Nugrahaini

Tata isi                  : Fitri Raharjo

Pracetak              : Wardi

Penerbit              : Mazola – Diva Press

Terbit                    : September 2013

Tebal                   : 252 hlm.

ISBN                    : 978-602-255-234-5

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

4 thoughts on “REVIEW Penghuni Hati

  1. Sebenarnya sudah bukan setting yang pas buat saya kalau saya mencari pelajaran dari novel yang dibaca. Usia sudah diangka 2. Tapi motivasi belajar yang dipegang Fumiya ini akan sangat berguna kalau disampaikan buat anak-anak kelak. Membaca resensinya, saya kira bukunya bagus untuk memotivasi belajar. Dan saya juga penasaran dengan Sakura yang hidup dalam koridor kesempurnaan. Jadi bumerang? Oh, mengerikan juga.

    Mbak Luckty, saya bener-bener suka dengan resensinya Mbak. Selain unik, banyak informasinya juga. Saya jadi obsesi bikin resensi yang lebih bagus dari Mbak Luckty… Kapan2 mampir di blog saya Mbak.

    http://bukuguebaca.blogspot.com/

  2. Pingback: New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  3. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s