REVIEW Cerita Horor Kota

Setiap tempat pasti memiliki cerita khas masing-masing. Setiap tempat juga memiliki cerita horor. Buku ini berisi sepuluh cerpen pemenang kompetisi penulisan Cerita Horor Kota 2013 yang dilakukan oleh PlotPoint Publishing.

GERBONG MAUT

Aku terdiam, bulu kudukku berdiri, badanku merinding. Apa yang kulihat sungguh nyata. Muncul dari dalam gerbong adalah sebuah kepala hitam, berwajah tua, berambut gimbal, dengan bubuk-buku putih di sekitar wajahnya dan mata memerah darah, sedang menjulurkan lidahnya sambil tersenyum ke arahku. Dia tertawa bahagia memandangku seperti anak kecil yang mengajak bermain. (hlm. 17)

DIPO DI GUNUNG DEMPO

Sosok itu tersorot sinat headlamp-ku. Dia menghalangi jalanku. Sosok itu duduk bersandar di salah satu bahan pohon sambil memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya. Aku berjenti. Tubuhku yang sudah tenang kembali gemetara. Detak jantungku yang sudah normal kembali berkejar-kejaran dengan napasku. (hlm. 46)

DENDAM

Pria itu segera menyumpal tubuh tanpa kepala itu dan dalam sekejap bungkusan yang meronta berhenti. Aku menatap nanar ke bawah menyaksikan kejadian yang kulihat. Berikutnya, pria paruh baya dan kawanannya itu mengubur tubuh dan kepala wanitaku secara terpisar di luar gua. (hlm. 55)

DI BALIK HUJAN

Menurut legenda, sosok kuntilanak itu digambarkan memakai pakaian putih dan berambut hitam panjang. Wajahnya kadang kelihatan cantik, kadang berdarah-darah, kadang juga polos tanpa apa-apa. Ia tentu saja melayang-layang di udara, tanpa bayangan, tanpa raga, yang membuatnya terlihat agak transparan. (hlm. 84)

MENJEMPUT LEVA

Dia merasakan besi dingin itu merobek dagingnya, dan dengan menggerakkan tenaga, didorongnya terus hingga sayatan itu cukup panjang dan dalam. Tubuhnya mulai melemas. Sambil mengira-ngira arah, dia menusuk jantungnya sendiri. (hlm. 106)

SUDAH MALAM

Sementara perpustakaanyang sudah tutup, terasa begitu sunyi dengan lampu yang dipadamkan. Sesekali terdengar suara percikan air dari kolam depan perpustakaan entah karena apa. Angin yang tiba-tiba berembus menghampiri tubuhnya, terasa lebih dingin dari biasanya. (hlm. 112)

TARING

Tubuh Isal semakin lemas, tenggorokannya kering. Rasa haus luar biasa yang tak pernah terpuaskan kini muncul kembali ke permukaan. Sesuatu di dalam dirinya seperti berusaha mengambil alih kesadaran. (hlm. 142)

DUA TITIK MERAH

Arini menyipitkan mata ketika berusaha melihat lebih jelas dua titik merah yang bergerak lurus ke arahnya. Dua titik merah itu mengisi rongga di kedua bola mata pada sebentuk wajah wanita pucat yang menggantung di udara. Pada kepalanya. (hlm. 152)

OBITUARI PARAKANG

Dalam sakaratul maut ia tersiksa. Sangat sakit ia tampakkan raut mukanya. Ia takkan pernah mati jika tak ada anak atau keluarga dekatnya yang menyebutkan kata lemba. (hlm. 176)

NEGORI SILOP

Zaman dahulu ada sebuah desa yang makmur. Namun tiba-tiba terdengar terdengar kabar bahwa Belanda akan datang menyerang. Seorang Puyang membuat segel gaib untuk melindungi desanya. Akibatnya desa itu jadi tidak terlihat, tersembunyi dari dunia sampai sekarang. (hlm. 201)

RUMAH TAMAN ANGGREK

Aku menangis tak keruan, terdampar tak berdaya dengan apa yang kusaksikan. Aku sadar bahwa aku hanyalah perempuan lemah yang berhadapan dengan monster. Dara Nante menghantamkan ulu mandau ke wajahku, membuatku mengambang sekejap. Kesempatan itu ia gunakan untuk mengikat tubuhku. (hlm. 238)

Semua cerita bikin bulu kuduk merinding. Saya menjatuhkan pilihan favorit pada tulisan Mardian Sagiant yang menjadi penutup kumcer ini dengan judul Rumah Taman Anggrek. Kisah Dara Nante yang psikopat itu bikin deg-degan pangkat dua!!

Keterangan Buku:

Judul                                     : Cerita Horor Kota

Penulis                                 : Anastasye, Faisal Oddang, MB. Winata, dll.

Penyunting                         : Ninus D. Andarnuswari

Ilustrasi sampul                 : Teguh Pandirian

Pemeriksa aksara             : Teguh Pandirian

Pemeriksa aksara             : Septi Ws, Rika Amelina

Penata aksara                    : Theresa Greacella

Desain                                  : Teguh Pandirian

Ilustrasi                                                : Matahari Indonesia

Penerbit                              : PlotPoint Publishing

Terbit                                    : Juli 2013

Tebal                                     : 247 hlm.

ISBN                                      : 978-602-9481-51-8

Indonesian Romance Reading Challenge 2014 https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Short Stories Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/18/short-stories-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

2014 TBBR Pile – A Reading Challenge

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/2014-tbbr-pile-a-reading-challenge/

3 thoughts on “REVIEW Cerita Horor Kota

  1. Baca reviewnya aja udah bikin merinding. Apalagi baca full bukunya .__.
    Penasaran sama “Dipo di Gunung Dempo”. Dapat cerita dari teman yang kebetulan mendaki gunung itu, entah merasakan atau apa, diantara pepohonan juga😐 *merinding*

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s