REVIEW Menanti Cinta

“Cinta tidak pernah membebani, ia meringankan orang yang memilikinya dan dicintai.” (hlm. 207)

Mampu mencintai adalah sebuah berkah yang indah. (hlm. 208)

Alex melihat pada kedua kakinya yang cacat. Tidak ada yang akan memilih untuk mencintai seorang cacat. Itulah pemikiran Alex selama ini. Desah tertahan penuh kesedihan tergetar keluar dari bibir Alex. Sesunggguhnya dia ingin dicintai oleh Claire, dia sudah melakukan apa pun agar dapat dicintai oleh Claire. Akan tetapi, pada akhirnya, dia ingin Claire memilih dirinya karena mencintai dirinya. Bukan karena bayaran atas utang budi yang ditanamnya. Karena harga dirinya tidak mengizinkan Claire mencintainya karena semua kebaikan yang diberikan padanya.

“Sesungguhnya, tanpa dirimu aku juga tidak tahu lagi arti hidupku.” (hlm. 147)

“Tiga tahun, lima tahun, sepuluh tahun… selama hatimu masih mencintaiku. Aku akan tetap ada di sini untuk menunggumu.” (hlm. 191)

Mungkin ini semua karena Claire belum pernah menyatakan bahwa ia menyukai dirinya. Jika dirinya yang pertama kali mencintai Claire, mungkin gadis itu akan menerimanya karena utang budi selama ini. Alex ingin dicintai oleh gadis itu, tapi juga tidak bisa mempengaruhi perasaan gadis itu untuk mencintainya.

“Kamu hanya membutuhkan waktu lebih lama daripada orang lain untuk mempelajari sesuatu. Namun, sekali kamu berhasil mempelajarinya, kamu dapat melakukannya lebih baik daripada orang lain. Ketekunan dan ketabahanmu menghadapi semua hal baik dan buruk serta tetap melakukannya di saat semua orang sudah menyerah adalah kekuatan terbesarmu.” (hlm. 149)

“Kamu harus peduli, orang-orang akan mengira buruk tentangmu. Masa depanmu akan rusak.” (hlm. 166)

Bagian yang paling favorit adalah ketika Alex membuka perpustakaan kampus khusus untuk Claire ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

“Aku akan membayar uang listrik perpustakaan lama, membiayai penjaga perpustakaan dan menambah buku-buku baru bagi perpustakaan utama, serta meja-meja baru.” (hlm. 47)

Ada bab khusus yang ber-setting perpustakaan:

  1. Claire sering melihat dosen kimianya yang bernama Alex mendorong kursi rodanya memasuki perpustakaan lama. Pria itu selalu berada di meja paling depan. Duduk di kursi rodanya dan mengeluarkan beberapa buku serta kertas-kertas dari tas kulitnya. Claire dapat melihat kertas-kertas catatan bertebaran pada mejanya dan dia terlihat sibuk mencatat, hingga melukis diagram kimia yang rumit. (hlm. 49)
  2. Setelah kunyahan pertama masuk, Claire merasa tubuhnya menghangat dan nyaman. Dia kemudian menggigit burgernya untuk yang kedua kali dan tepat saat itu dia melihat Alex sedang menatap tajam ke arahnya. Dia kedapatan makan di perpustakaan. (hlm. 51)
  3. Dosen kimia itu memasuki perpustakaan dan seperti biasanya menemukan Claire di sana. Alex mengeluarkan kertas-kertasnya dan alat tulisnya, serta kantongan yang berisi dua buah burger. Pikiran Alex tetap tertuju pada kantongan itu. Ia ingin memberikan kedua buah burger ini pada Claire sebagai tanda permintaan maafnya. (hlm. 55)
  4. Claire menatap ke arah Alex dan mendapati di meja perpustakaan juga terlihat kotak bekal yang sama. Claire berjalan menuju ke mejanya dan membuka kotak bekal itu. Terdapat nasi dengan ikan sambal yang aromanya langsung membuat liur Claire mengalir.

Ketika kita mencintai seseorang, terkadang rasa gengsi mengalahkan segalanya. Pesan moral dari novel ini adalah cinta itu tidak hanya ditunggu, tapi juga dinyatakan. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Baru kali ini membaca karya Adam Aksara yang ternyata sebelumnya sudah menelurkan beberapa novel. Kisah yang berakhir sad ending. Sayang, penjilidannya agak kurang kuat. Jadi, ada beberapa halaman yang sudah mulai lepas ketika baru dibaca.

Cinta tak akan pernah membebani, baik bagi yang dicintai, maupun yang mencintai. Karena cinta adalah sebuah keagungan yang melembutkan hati dan mencerahkan kehidupan bagi yang memilikinya.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Menanti Aksara

Penulis                                 : Adam Aksara

Penata letak                       : Ihwan Hariyanto

Desainer sampul              : Candra AW

Penerbit                              : Mozaik Indie Publisher

Terbit                                    : Februari 2014

Tebal                                     : 221 hlm.

ISBN                                      : 978-602-14972-3-4

Jika kamu berminat membeli novel Menanti Cinta langsung saja kunjungi website penerbitnya: Mozaik Indie Publisher.

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

4 thoughts on “REVIEW Menanti Cinta

  1. Pingback: New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s