REVIEW Tulang Rusuk Susu

Wanita tercipta dari tulang rusuk pria, karena memang ditakdirkan untuk menjadi pasangan, pendamping, pemberi kekuatan, dan penyeimbang hidup bagi pria. Dan setiap tulang rusuk itu punya pasangannya masing-masing. Satu untuk satu. Jadi, jangan pernah berharap ada tulang rusuk susu yang bisa tertukar, karena itu hanya akan menjadi judul-judul sinetron selanjutnya.

Cinta pertama bisa diibaratkan sebagai sesosok ‘tulang rusuk susu’. Memang erat melekat, tapi hanya sementara. Tentu saja, ketika tulang rusuk susu terlepas, rasanya ngilu, pahit, dan sakit. Namun, itu semua adalah bagian dari proses. Karena pada akhirnya, kita semua pasti akan menemukan yang asli, suatu saat nanti. (hlm. 20)

Tulang rusuk susu. Kalimat ini pernah saya baca dari salah satu tulisan Indra Widjaya di buku Cerita Hati yang merupakan kumpulan tulisan tentang cinta pertama yang diterbitkan oleh Bukune. Tulisan itu berkembang menjadi tulisan utuh, yaitu buku ini. Tidak hanya membahas tulang rusuk susu yang pernah hinggap di penulisnya saat zaman babege saja, tapi juga membahas tulang rusuk susunya yang lumayan banyak. Salah satunya adalah Dera, salah satu finalis Idol.

Ini salah satu video saat mereka masih bersama:

http://www.youtube.com/watch?v=b6w4B12Akoo

Bagi sebagian orang, LDR hanya akan menjadi biang keladi. Biang keladi yang selalu disalahkan jika sepasang kekasih tidak bisa menahan rindu, tidak tahan melihat pasangan lain pacaran, tidak ingin ‘pacaran dengan gadget’, dan tidak bisa saling percaya.

Jadi, ketika kamu LDR, putuslah. (hlm. 179) #PLAKK #JLEBB

http://www.youtube.com/watch?v=yk0bahit4g0

beberapa kalimat favorit:

1. “Nyawa aja bisa hilang, Nak. Apalagi cuma sekadar barang atau momen-momen kehidupan.” (hlm. 90)

2. Ternyata mempercayai omongan orang lain tanpa mencari tahu kebenarannya dulu itu sangat tidak baik untuk kesehatan hubungan pasangan. (hlm. 94)

3. Cowok juga bisa ruwet. Cowok juga bisa labil. Dan ada kalanya cowok juga bisa keliru dalam mengambil keputusan. (hlm. 108)

4. Setiap ingin mencari kenalan baru yang ruang lingkupnya masih satu kota, ada kalanya terjebak dalam lingkaran teman. A temannya B lah. B temannya C lah. C musuhan sama A-B. Atau bahkan D mantannya A-B-C lah. Dan lain-lain. Yang kayak gitu kadang bikin males. Males kena omongan sana-sini.

5. Jangan pernah membanding-bandingkan mantan kalian dengan pacar yang sekarang, apalagi secara langsung. Berbahaya. (hlm. 121)

Tulang rusuk susu juga dialami oleh Kellmy si kelinci unyu, yang dikhususkan pada satu bab Memori Kellmy. Memakan halaman delapan halaman. Lumayan juga untuk pemaparan seekor kelinci.

Bukan cuma manusia yang bisa ngerasa kehilangan. Sadarilah itu. Semua mahluk hidup pasti punya perasaan. Kitanya saja yang selama ini kurang bisa mengerti. (hlm. 153)

Maaaakkk…typonya banyak bingit:

  1. daritadi (hlm. 9) – harusnya di spasi
  2. alakadarnya (hlm. 76) – harusnya di spasi
  3. Nitas elesai (hlm. 87) – harusnya Nita selesai
  4. IbunyaNita (hlm. 88) – harusnya di spasi
  5. Untungaja (hlm. 88) – harusnya di spasi
  6. lagidengan (hlm. 101) – harusnya di spasi
  7. kuliahdi (hlm. 115) – harusnya di spasi
  8. Dan banyak banget setelah tanda baca titik tidak ada spasi. PR banget nih buat penerbitnya jika buku ini cetak ulang.
  9. Yang nyanyi Menghitung Hari bukannya Krisdayanti ya? Di halaman 97, dituliskan jikan Yuni Shaya yang menyanyikan lagu Menghitung Hari.

Perjalanan mencari hati sejati ini masih berlanjut, dan entah kapan akan berakhir. Saya belum punya cukup keberanian untuk menerka-nerka, kalau tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa mendahului waktu.

Jadi, biarlah waktu yang menjawab sebuah pertanyaan simpel nan misterius ini:

“Tulang rusuk permanenku mana, ya?” (hlm. 21)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Tulang Rusuk Susu

Penulis                                 : Indra Widjaya

Editor                                    : Syafial Rustama

Proofreader                       : Moh. Rido

Penata letak                       : Angelika Charletta

Desainer sampul              : Angelika Charletta

Penerbit                              : Bukune

Terbit                                    : November 2013

Tebal                                     : 206 hlm.

ISBN                                      : 602-220-117-9

5 thoughts on “REVIEW Tulang Rusuk Susu

  1. Pingback: #KlubBukuSmanda #TulangRusukSusu | Luckty Si Pustakawin

  2. Ini wish aku yang sampai sekarang belum terkabul, kata yang udah baca sih bukunya kocak. Edisi pelit a.k.a Personal Literature khas Indra Widjaja…

    Suka kalimat ini, Cowok juga bisa ruwet. Cowok juga bisa labil. Dan ada kalanya cowok juga bisa keliru dalam mengambil keputusan. Tapi seharusnya cowok jangan gitu sih, cukup cewek aja yang labil😛

  3. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s