REVIEW Bloody Mary

  bloody mary

Jangan suka mencemooh karya orang lain. Lebih baik kau lakukan saja suatu kegiatan yang lebih berguna ketimbang mengejek karya orang lain. (hlm. 22)

Nama lengkapnya Feronica Wijayanti, biasa dipanggil Fero. Beberapa tahun silam, Papa membelikannya bonek dari pasar loak. Saat itu kondisi ekonomi keluarganya belum terlalu baik. Boneka yang kemudian diberi nama Mary itu adalah hadiah ulang tahunnya yang kesepuluh. Kini boneka itu menjadi boneka kesayangannya, walaupaun kini dia sudah berusia empat belas tahun. Dia menyayangi bonekanya seperti menyayangi dirinya sendiri dan membelai rambutnya ketika dia sedang tidak ada pekerjaan. Dia rasa Mary senang-senang saja diperlakukan seperti itu. Dia tahu Mary boneka atau lebih tepatnya boneka yang diperlakukannya seperti manusia.

Walaupun boneka itu dibeli di pasar loak, kondisi fisiknya masih sangat baik. Topi bundar berwarna merah menutupi rambut panjang blonde-nya yang tergelung. Bajunya berwarna merah dengan kerah baju berenda-renda. Pita merah dipasang di bagian tengah kerah. Sepatunya berwarna merah mengilat. Hanya dengan lima belas ribuan dia bisa mendapatkan buku itu. Fero merasa harga segitu tidak pantas untuk boneka secantik ini.

Tapi entahlah, mungkin inilah yang orang katakan sebagai rezeki. Akhirnya Fero percaya juga bahwa kalau rezeki itu tidak kemana. Sampai kemudian Fero dan kakak perempuannya, Gretha melakukan sebuah permainan, yang dikiranya adalah permainan konyol dan fiktif belaka. Tapi nyatanya, permainan itu jugalah yang membuat segalanya berubah. Bloody Mary!

bloody mary 1
Pada cerita rakyat Barat, Bloody Mary adalah setan atau penyihir yang dikatakan akan muncul di kaca ketika namanya dipanggil tiga kali (atau lebih, bergantung versi cerita), sering digunakan sebagai bagian dari permainan. Cerita yang sangat mirip lainnya dengan nama yang sama adalah Mary Worth, Mary Worthington, Hell Mary, dan Black Agnes. “Bloody Mary” adalah permainan dan hantu dengan yang sama (atau nama lainnya, seperti “Mary Worth”) dikatakan akan muncul di kaca ketika dipanggil. Juga dikatakan bahwa jika berkata carol tiga kali, hantu kaca akan tiba. Salah satu cara umum untuk membuatnya muncul adalah berdiri di depan kaca dalam kegelapan (biasanya di kamar mandi) dan mengulangi namanya tiga kali. Bloody Mary Worth dideksripsikan juga sebagai pembunuh anak-anak.

Bloody Mary adalah legenda Amerika, yaitu seorang wanita, Mary Whirnington yang dikabarkan meninggal di depan cermin. beberapa juga mengatakan kalau meninggal dibunuh dengan kejam oleh kekasihnya atau teman kencannya. beberapa menganggapnya seorang penyihir. Arwah Mary, terperangkap di dalam cermin sehingga ia tidak bisa keluar kecuali ada seseorang yang membuka jalannya dan karena terlalu lama terperangkap di dalam cermin, jiwanya menjadi marah, hampa dan bisa melakukan hal-hal yang di luar batas kemanusiaan. Bloody Mary dapat dipanggil dengan cara mengatakan Bloody Mary 3 kali di depan cermin kamar mandi dengan lampu yang mati. dan kemudian Bloody Mary akan muncul. Mary akan mengambil mata orang yang memanggilnya. Anak-anak di seluruh penjuru Amerika sering memainkannya dan kena atau tidaknya masih menjadi misteri.

Ihiy, ada adegan di perpustakaan ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

Kami berlima memang sangat menyukai buku misteri, apalagi buku horor. Kami pasti adalah orang pertama yang meminjamnya di perpustakaan. Kami juga selalu menjadi orang pertama yang mengetahui kabar buku barukarena Pak Yoga, penjaga perpustakaan, sudah kami suruh untuk memberi tahu kami ketika ada buku baru datang. (hlm. 24)

Setelah sampai di pintu perpustakaan, kami langsung berebutan masuk. Akulah yang berhasil merebut pintu masuk itu terlebih dahulu. Sejak pertama kali membuka pintu, dingin bercampur suasana hening langsung menyergapku. Namun aku sudah terbiasa dengannya. Menurutku, suasana itulah yang membuat ruangan perpustakaan berbeda dari yang lain. 

Pesan moral dalam buku ini adalah jangan gegabah melakukan sesuatu yang kita tidak ketahui dampaknya. Bisa jadi efeknya adalah dampak buruk, tidak hanya bagi kita, tapi juga orang lain.

Keterangan Buku:

Judul Buku                          : Bloody Mary

Penulis                                 : Evangelina Tessia Pricilla

Penyunting                         : Beby Haryanti Dewi

Penyelaras aksara            : Gita Lovusa, Lian Kagura

Penata aksara                    : Aniza Pujiati

Perancang sampul           : Papersand Studio

Penggambar ilustrasi      : Aloysious Alfa

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : Desember 2013

Tebal                                     : 180 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1606-50-6

 

Beberapa ilustrasi dalam buku ini:

bloody mary 2 bloody mary 3

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

4 thoughts on “REVIEW Bloody Mary

  1. Pingback: New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s