REVIEW Haunted School

 haunted school

Tidak ada manusia yang tidak memiliki kesalahan. Jadi, tidak ada orang di dunia ini yang tidak pernah berbuat salah. Maka dari itulah, tidak diperbolehkan menghakimi orang lain dengan sembarangan. Sebelum menghakimi, lihatlah diri sendiri terlebih dahulu. Apakah pantas menghakiminya atau tidak? (hlm. 53)

Hari itu, sekolah Eleorna melakukan perjalanan ke museum tua peninggalan Belanda. Setidaknya kegiatan ini bagi Eleorna lebih menyenangkan dan membuatnya bergairah ketimbang harus mendengarkan ceramah panjang lebar ala Mrs. Ira, guru sejarahnya dan buku keramatnya.

Mini bus yang telah disiapkan oleh sekolah untuk mengantar Eleorna ke museum tua Belanda telah sampai. Mereka berbaris dan masuk ke dalam bus dengan tertib. Tempat duduk mereka sudah ditentukan oleh Mrs. Ira. Apesnya, Eleorna mendapat tempat duduk bersama Willy, si culun yang terkenal sering mual jika melakukan perjalanan dengan bus. Alhasil, Eleorna terkena muntahan Willy di bagian roknya.

Dia pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan kotoran yang menempel pada roknya dengan perasaan jijik. Dengan perjuangan yang lumayan keras dan waktu yang cukup lama, akhirnya dia berhasil keluar dalam keadaan basah. Ternyata dia ketinggalan rombongan. Dia bergegas menyusul teman-temannya. Eleorna menyusuri lorong dan justru bertemu jalan buntu!!

“Mungkin kau terpilih untuk menjadi pahlawan bagi Haunted School ini. Kau akan bisa keluar dari sini jika kau sudah menyelamatkan sekolah ini dari pertarungan besar nanti!” (hlm. 21)

“Aku tidak ingin menyakitimu, Eleorna. Aku memang hantu, tapi aku tidak seperti yang kau pikirkan. Aku tidak ingin menyakitimu.” (hlm. 80)

Kejadian tak terduga. Eleorna terperangkap ke lukisan dan menariknya ke alam yang lain; Haunted School. Banyak kejadian ganjil yang bakal dialaminya. Dia juga akan memiliki teman baru; Mighty dan Yuna. Seperti apa pengalaman Eleorna selama di Haunted School? Dan berhasilkah dia kembali ke alam nyata?

“…tapi kamar mandi itu sangat menyeramkan. Tidak ada seorang pun yang berani pergi ke sana. Tempatnya pun cukup jauh dari keramain.”

“Benar kamu mau ke sana? Kalau kamu ke sana, aku tidak bisa menjamin kau bakal balik lagi dengan tidak menangis.” (hlm. 33)

Baca penggalan kalimat di atas janji mengingatkan kamar mandi di sekolah tempat bekerja yang konon katanya ada penunggu perempuannya. Terletak di pojok. Sekarang sih kamar mandi itu ditutup. Setiap ada siswa yang ingin ke kamar mandi sebelahnya, selalu minta ditemenin siswa yang lain. Mana ada yang berani ke kamar mandi sendiri?!? ƪ(▿‾┐) ƪ(‾▿‾)ʃ (┌‾▿)ʃ

Aaaakkk…ada adegan di perpustakaan ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃ

Aneh, ruang perpustakaan begitu sepi. Tidak ada pustakawatinya juga. Ah, tak apalah. Justru ini menjadi pertanda bagus untukku. Aku segera mencari rak berlabel “Haunted School” karena hanya di rak itulah berbagai macam buku mengenai Haunted School tersimpan. Termasuk buku sejarahnya. Hm, ternyata ada lima rak yang berlabel “Haunted School”. Kalau seperti ini, pasti akan sangat melelahkan. Tapi, tak apalah, aku harus semangat melakukannya. (hlm. 106)

Yup, tempat-tempat bersejarah seperti museum biasanya memiliki aura tersendiri. Saya pernah mengalaminya, salah satunya adalah saat berada di Museum Pos Indonesia, di Bandung yang berdekatan dengan Gedung Sate. Dari kali pertama masuk, saya sudah merasakan aura/hawa yang berbeda di museum ini. Terlebih lagi, saat memasuki lokasi koleksi perangko yang terletak di bawah tanah. Paling syok waktu liat replika pak pos dan beberapa orang yang mendapatkan surat. Entah kenapa, replika tersebut serasa hidup! ~~ ~ ~ ~(\ ‾o‾)/

Saya jadi ingat seorang sepupu yang memiliki indera keenam seperti Kat ini. Awalnya dia pernah mati suri saat SD, sejak saat itu dia memiliki tiga kelebihan; bisa meramal nasib orang lewat tangan, menyembuhkan sakit seseorang dengan pijatannya, dan bisa melihat yang tak terlihat. Nah, bagian bisa melihat yang tak terlihat inilah yang lumayan merepotkan. Sewaktu SMA, musim-musimnya main jelangkung di sekolahnya. Yang terakhir, hantu yang diundang itu gak mau balik. Membuntutinya sampai lulus SMA! Gak hanya di sekolah, di rumah pun terkadang hantu itu menampakkan wujudnya. Kata sepupu, hantu itu terlihat separo, bahkan terkadang mukanya rata, hiyyyyy…. ~~ ~ ~ ~(\ ‾o‾)/

Jika ada seseorang yang berkata bahwa semua mahluk halus itu jahat, mungkin Eleorna adalah orang pertama yang menentangnya. (hlm. 151)

 

Keterangan Buku:

Judul                                     : Haunted School

Penulis                                 : Evangelina Tessia Pricilla & Salsabila AfifaA.

Penyunting                         : Beby Haryanti Dewi

Penyelaras aksara            : Gita Lovusa, Lian Kagura

Penata aksara                    : Aniza Pujiati

Perancang sampul           : Papersand Studio

Penggambar ilustrasi Isi : Aloysius Alfa

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : Desember 2013

Tebal                                     : 172 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1606-45-2

 

Beberapa ilustrasi dalam buku ini:

haunted school 1 haunted school 2 haunted school 3

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

2 thoughts on “REVIEW Haunted School

  1. Pingback: New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s