REVIEW Sunyi

 sunyi

Pelangi itu tanda kebahagiaan, keceriaan, dan keindahan tiada tara. Adakah sejatinya kehidupan manusia yang selalu bahagia? Utopis. (hlm. 115)

Pernahkah merasa terjepit dalam ruang SUNYI. Tersudut pada pojok SUNYI yang tak teraba namun ada.

Melati, wanita shalelah dengan hijabnya yang luas terbentur keSUNYIan pada pernikahannya dnegan Radit meski mereka telah dikaruniai bidadari nan cantik.

Malaya, wanita terlahir dengan sempurna yang merasa SUNYI di usia 35 tahun karena sang malaikat tak juga luruh dalam dekapnya.

Soraya, wanita sholelah yang sederhana dan bertakdirkan memiliki rahim tandus, harus berbagi hati ketika suaminya, Reza mengajukan izin poligami dan ia pun terkais ke kotak SUNYI.

Yup, masalah poligami memang tak pernah habis dibahas. Jadi inget jaman skripsi, objek penelitiannya adalah transformasi dari buku ke film dan membahas poligami.

sunyi 1

Banyak bertebaran kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Selalu saja takdir-Nya itu memberi kejutan-kejutan besar dalam kehidupan manusia. (hlm. 12)
  2. Bahagia itu pilihan. Maka ia harus diupayakan. (hlm. 75)
  3. Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Kalau kamu mencari yang sempurna, sampai rambutmu memutih jodoh itu tidak ada. (hlm. 84)
  4. Kita kan hanya punya tugas berusaha dan berdoa, bukan menentukan hasil akhir. (hlm. 94)
  5. Perjanjian atas nama Tuhan sudah cukup kuat sebagai pengikat. Manusia tidak boleh sembarangan memisahkan. Hanya Tuhan yang bisa, seizinnya. (hlm. 95)
  6. Cinta harus selalu diupayakan. (hlm. 116)
  7. Katakan yang kau inginkan sebelum terlambat. (hlm. 162)
  8. Ternyata manusia hanya butuh sabar, yakin dan berusaha untuk mendapatkan apa yang menjadi haknya dari Allah, termasuk soal jodoh. (hlm. 235)

Banyak juga sindiran halus yang bertebaran dalam buku ini:

  1. Betapa gadget telah sering membuat penggunanya berperilaku aneh. (hlm. 8)
  2. Baginya jilbab berlilit dan berlapis-lapis seperti yang dkenakan Malaya akan membuatnya sedikit ketinggalan waktu berjamaah dalam shalat, sebab ribet ketika akan selesai berwudu. (hlm. 10)
  3. Terbukti kan, pilihan jurusan tidak menentukan hidup kita? (hlm. 11)
  4. Kita perempuan memang dianugerahi Tuhan perasaan keibuan. (hlm. 12)
  5. Kalau kamu bisa asal suka cowok mana saja yang penting ganteng, maka pilihan jurusan kuliah ini berbeda. Ini akan menentukan siapa kamu. (hlm. 15)
  6. Mungkinkah laki-laki diciptakan lebih egois dari perempuan? (hlm. 96)

Sindiran dalam halaman 59-60 pernah saya alami. Betapa ribetnya punya temen yang kuliah jurusan kedokteran, makan apa aja musti mikir diitung takaran gizinya; dari kandungan karbohidrat, lemak, dan lain-lain. Bo, hidup cuma sekali kok ya dipake repot?!? (, ‘́⌣’̀)/ \(!!˚☐˚)/

“Ini lebih sehat dari cumi-cumi, ikan kembung mengandung lebih banyak omega-3 dan selenium. Kamu tahu kalau selenium ini sangat dianjurkan karena berguna untuk menjaga kekebalan tubuh kita. Di dalam tubuh, selenium bersama protein akan membentuk antioksidan. Antioksidan ini berfungsi untuk menangkal zat-zat yang berbahaya bagi tubuh seperti merkuri…” (hlm. 59)

Kebayang gak, ada cowok cakep yang menghampiri kita. Tapi pertama kali ketemu pas makan siang, malah diceramahi kandungan gizi segala macam di makanan seperti yang dialami Malaya? Kalo saya pasti udah angkat kaki ke kutub utara deh.. ~~ ~ ~ ~(\ ‾o‾)/

Lewat novel ini kita memahami hal-hal yang terdengar asing ternyata sangat familiar kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kasus Radit, suami Melati yang cenderung pendiam dan sibuk sendiri. Dia didiagnosis sebagai penyandang autis asperger.

Menurut WIKIPEDIA, Sindrom Asperger (bahasa Inggris: Asperger syndrome, Asperger’s syndrome, Asperger’s disorder, Asperger’s atau AS) adalah salah satu gejala autisme di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima. Sindrom ini ditemukan oleh Hans Asperger, seorang dokter anak asal Austria pada tahun 1944, meskipun baru diteliti dan diakui secara luas oleh para ahli pada dekade 1980-an.

Para penderita sindrom Asperger memiliki kecenderungan lebih baik dibandingkan orang-orang lain dalam beberapa hal seperti matematika dan hitung-hitungan, tulisan, pengetahuan umum, ilmu alam serta pemrograman komputer. Banyak penderita sindrom Asperger memiliki cara penulisan yang lebih baik dibandingkan dengan cara mereka berbicara dengan orang lain. Mereka juga memiliki sebuah minat yang khusus yang mereka tekuni dan bahkan mereka menekuninya sangat detail, serta mereka justru menemukan hal-hal kecil yang orang lain sering dilewatkan atau diremehkan.

Pas baca penjelasannya jadi mikir, jangan-jangan selama ini saya mengalami Sindrom Asperger karena kecenderungan saya menyukai hal-hal yang detail dan rumit seperti mengklasifikasi buku dan membuat barcode buku yang bagi kebanyakan orang sangatlah rumit dan menjenuhkan tapi saya amat menyukainya… ~~ ~ ~ ~(\ ‾o‾)/

Lewat buku ini, Mbak Eni Martini dan Mbak Ifa Avianty memotret kehidupan yang dialami wanita dewasa. Apakah kita hidup seperti Melati, Malaya, atau Soraya? Setiap manusia punya kotak sunyi masing-masing. Apakah kita mau membagi kotak sunyi itu untuk dilihat oleh orang lain atau hanya akan menyimpannya rapat-rapat tanpa diketahui siapapun?!? Itulah pilihan hidup.

Keterangan Buku:

Judul                     : Sunyi

Penulis                 : Eni Martini & Ifa Avianty

Penyunting         : Tim Panser Pustaka

Tata letak            : Tim Panser Pustaka

Cover                    : Tim Panser Pustaka

Penerbit              : Panser Pustaka

Terbit                    : 2013

Tebal                     : 240 hlm.

ISBN                      : 978-602-7798-73-1

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

sunyi 2

6 thoughts on “REVIEW Sunyi

  1. Menyimak. Sunyi itu merupakan hakikat dari hidup itu sendiri. proses panjang dlm kehidupan selalu mengantarkan diri ke ruang tsb. Kisah yang menggugah hati, terlebih persoalan yang disuguhkan tentang problem perempuan yang vis a vis dgn poligami- menarik:) salam kenal🙂

  2. aku justru tertarik sama autisnya… karena aku kenal orang mantan autis pas kecilnya…. jadi deg sendiri…

  3. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s