REVIEW Do Rio Com Amor

Karena cinta itu memang rumit. Sama seperti kostum karnaval. Sedangkan rasa suka enggak terlalu rumit. Seperti fashion. Kita bisa dengan mudah mengerti fashion. Sama seperti perasaan suka, mudah diterima, tapi cinta? Rumit.

Cinta itu seperti mobil, enggak rumit. Hanya saja ada masalah penting di sana. Batas antara sopir dan penumpang. Itu yang jadi persoalan utama sehingga terlalu rumit. Padahal sebenarnya sederhana. (hlm. 24)

Adalah Lola seorang mahasiswa jurusan desain grafis yang sebenarnya ingin kuliah di bidang fashion, tapi terkendala oleh biaya dan keadaan. Lola beruntung terpilih sebagai pemenang fabulous trip dengan mengajak seseorang. Dan dia memilih Letta, super model idolanya. Impian Lola ke New York, Milan, London atau Paris, kota yang sangat diimpikan Lola untuk dikunjungi ternyata buyar. Ternyata Lola cuma bisa bermimpi. Alih-alih mengunjungi salah satu kota itu, Lola malah terjebak pilihan Letta ke Brazil, tepatnya di Rio de Janeiro, untuk menghabiskan waktu selama sembilan hari di sana. Menyaksikan Rio Carnival.

Karnaval Rio telah menjadi identik dengan Brasil. Persepsi kita tentang Brasil tampaknya berasal dari parade ini, energik dan berjiwa bebas. Acara yang penuh warna ini dirayakan di seluruh negara tetapi di Rio diselenggarakan secara besar-besaran dan yang paling spektakuler. Dengan menampilkan parade terkenal bentuk array dan warna spektakuler, energi dari peristiwa ini secara alami mendorong siapa pun yang hadir untuk meleburkan diri sepenuh hati ke dalam semangat Karnaval.

Di Rio de Janeiro, Lola akan menemukan petualangan baru yang sebelumnya tak pernah dia duga. Letta, model idolanya itu ternyata tak sempurna yang selama ini dia duga. Lola juga akan bertemu seseorang penduduk lokal bernama Marlon yang sudah memesonanya sejak awal berjumpa. Dan… Lola terkena sindrom Holiday Fling! Berhasilkah Lola mengatasi sindrom tersebut? Apakah pernah merasakan yang namanya Holiday Fling? Uhuk, saya pernah. Dan ternyata itu gak enak…. #MalahCurcol ~~~(/´▽`)/

Beberapa selipan info seputar dunia fashion:

  1. Setiap cewek harus punya satu little black dress di lemarinya. (hlm. 22)
  2. Namanya juga model, urusan makanan menjadi isu nomor satu. (hlm. 25)
  3. Coco Channel adalah seorang revolusioner sejati, berani mendobrak persepsi massa, lalu akhirnya malah dipuja. Dia berhasil tampil outstanding dengan menjadi dirinya sendiri. (hlm. 53)
  4. Fashion sebatas apa yang ditujukan kepada kita. Sedangkan kostum memberi arti lebih. (hlm. 117)
  5. Membeli dua sepatu sekaligus adalah tindakan implusif yang harus dihindari seorang smart shopper. (hlm. 49)

Beberapa sindiran halus dalam buku ini:

  1. Siapa pun tahu lebih aman duduk sendirian malam hari di trotoar di Rio ketimbang di Jakarta. (hlm. 45)
  2. Enggak semua cowok itu bisa dipercaya. Kadang mereka bilang A agar kita merasa tenang. (hlm. 161)
  3. Fashion bukan hanya untuk orang kaya saja. Selama kita kreatif, kita bisa kok tampil keren tanpa harus mengelurakan banyak orang. (hlm. 67)
  4. Ketika kamu jadi desainer, kamu akan terjebak dalam dunia kapitalis yang mau enggak mau membuatmu lebih mementingkan pasar. (hlm. 125)

Banyak banget bertebaran kalimat favorit:

  1. Enggak semua yang keren di orang lain terlihat keren di tubuhmu. Just be yourself. (hlm. 51)
  2. Kamu bisa berpikir di mana saja, dan berpikirlah out of the box. (hlm. 57)
  3. Kamu tahu kan runway seperti apa? Begitu sampai di ujung runway, kita enggak bisa kemana-mana. Kita diharuskan untuk berputar. Kembali ke belakang. (hlm. 218)
  4. Kenang-kenangan. Betapa satu kata bisa mengubah mood dalam sekejap mata. Kata itu seperti pisau yang menikam jantungku, membuatnya berhenti berdetak, dan otakku pun berhenti memikirkan hal lain. (hlm. 226)
  5. Cinta itu rumit. Apalagi jika diisi dengan keegoisan. (hlm. 233)

Inilah buku pertama yang saya baca dari FESTIVAL SERIES yang diterbitkan oleh Noura Books. Meski konfliknya rada datar, tapi suka ama deskripsi Rio de Janeiro di buku ini yang gak sekedar tempelan. Saya sampai googling beberapa tempat menarik yang dijabarkan. Oya, dunia fashion juga lumayan komplit, hal ini memang dikuasai penulisnya yang memang bekerja di salah satu majalah remaja yang penuh dunia fashion. Hanya saja agak terganggu dengan penjabaran tentang Lola yang memilih jurusan desain grafis padahal menginginkan desain fashion yang diceritakan tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. Sebaiknya tidak berulang, hehehe…

Terlepas dari itu, suka ama buku ini. Cocok buat remaja yang menginginkan mimpi tapi terkendala oleh keadaan. Pesan moral dari buku ini adalah kita harus berusaha meraih apa yang kita inginkan meski itu terkesan mustahil di mata orang lain.
Kalau kita hanya sekadar bermimpi dan tidak punya bakat dan usaha menggapainya, bolehlah kita dipaksa berpikir realistis. (hlm. 145)
Keterangan Buku:
Judul                                     : Do Rio Com AmorPenulis                                 : Ifnur HikmahPenyunting                         : Jason Abdul

Penyelaras aksara            : Fakruzi Fauzi, Lian Kagura

Penata aksara                    : Nurhasanah

Perancang sampul           : Fahmi Ilmansyah

Penggambar ilustrasi isi : Norma Aisyah

Penerbit                              : teen@noura Lini Remaja Noura Books

Terbit                                    : Februari 2014

Tebal                                     : 280 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1606-71-1

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

Uwowww..mau donk di bonceng Marlon naik vespa keliling kota.. (♥̅ ⌣ ♥̅)

Kyaaaa….bakal gak mau pulang deh kalo ke Biblioteca Nacional do Brasil!! ƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)ʃƪ(♥▿♥)

Dan googling tempat-tempat kece yang dijabarkan dalam buku ini; Teatra Municipal, Salguiro, Ipanema Beach dan Sambodromo (^,[o]



Oya, gegara buku ini jadi teringat film Rio yang mengisahkan burung bernama Blu😀

4 thoughts on “REVIEW Do Rio Com Amor

  1. festival seriesnya menarik ya, mba. apalagi negeri yang diambil kan sangat beda jauh dibanding buku2 festival series lainnya, kaya jepang, thailand.

    apalagi nama penulisnya baru aku tau, penasaran gaya nulisnya seperti apa.

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s