REVIEW Beautiful Temptation

beautiful temptation

Apakah keliru bila aku ingin bersamamu tanpa alasan apa pun, kecuali karena ingin menatap wajahmu? (hlm. 26)

Nathan dan Renata sudah berpacaran kurang lebih dua tahun. Seiring dengan berjalannya hubungan mereka, masalah mulai muncul di antara mereka. Setidaknya itulah yang dirasakan Renata, sementara Nathan tidak memandangnya demikian. Sepanjang jalinan kebersamaan mereka, kekasihnya itu belum pernah sekali pun memperkenalkan kepada keluarga besarnya.

Renata melihat sikap Nathan ini sebagai tanda-tanda ketidakseriusan akan hubungan mereka. Seperti yang berkali-kali dijelaskannya, Nathan memandang ketidaksiapannya memperkenalkan Renata kepada keluarganya hanya masalah waktu karena dia belum menemukan saat yang tepat.

Perbedaan cara memandang masalah itulah yang sering memicu terjadinya pertengkaran demipertengkaran di antara mereka belakangan ini. Renata merasa tidak puas dengan hubungan yang mereka jalani. Renata mendambakan jenis hubungan yang serbajelas. Rasanya tidak berlebihan jika Renata mengharapkan kekasihnya tidak menyembunyikan sosoknya dari keluarganya.

Kamu adalah penggoda paling berbahaya, lebih menakutkan dibanding racun mematikan karena pesonamu mencengkram, menyelusup hingga ke jiwa terdalam, lalu mengakar dan menyihir, membuat seseorang tidak pernah sama lagi. (hlm. 185)

Dan, hal yang paling mengguncang dunia kecil Renata yang nyaris steril dari ledakan emosi yang membingungkan adalah Tristan. Lelaki tampan yang terlarang untuknya.

Tristan dan semua kepekaan serta peerhatiannya tanpa sadar telah merengkuh bagian tertentu dari dirinya. Membuat gelombang terkejut yang tidak bisa Renata kendalikan dan melepaskan beragam perasaan yang seharusnya tidak pernah dimilikinya untuk orang lain, kecuali Nathan. Kehadiran Tristan membuatnya tersesat di belantara perasaannya sendiri.

Percayakah kamu pada takluknya jiwa hanya karena menatap seseorang? Karena itulah yang kucicipi. Sejak kali pertama terpukau pada siluetmu, cintaku bertumbuh pada tarikan napas pertamamu. (hlm. 73)

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Cinta adalah jalinan timbal balik antara dua hati yang menyimpan rasa senada. Kalau tidak ada keseimbangan rasa antara keduanya, artinya cuma satu; kesia-siaan. (hlm. 2)
  2. Masalah hati bukan peroalan sederhana. (hlm. 45)
  3. Kadang lebih mudah bagi kita jika bercerita kepada orang yang baru kita kenal. (hlm. 47)
  4. Luka paling kejam dan menyakitkan adalah melihatmu bersama orang lain karena sejak awal aku teramat tahu tempatmu hanya di sisiku. (hlm. 52)
  5. Ketika sekitarmu tidak mampu menyambutku, ini menjadi saat yang tepat  untuk mulai mereka ulang tentang masa depan kita. (hlm. 82)
  6. Agar hubungan pasangan bisa nyaman, butuh kerja keras. Cinta pada akhirnya tidak cukup. Kita harus menurunkan ego, meningkatkan pengertian. Sabar juga. Kalau selalu bertengkar, kenyamanan itu akan hilang. Dan, pasti banyak waktu yang terbuang. (hlm. 137)
  7. Yang namanya pacaran, hubungan tidak selalu berjalan mulus bak jalan tol. Begitu juga dengan kisah cinta yang dialami Renata. Suka ama tokoh Renata yang hobi masak. Kita akan menemukan berbagai macam kuliner yang menggiurkan dalam novel ini. Suka juga ama Tristan yang cowok banget. Dan pengen kepruk cowok macam Nathan!😀

Cuma ada beberapa yang agak mengganggu:

  1. Tristan yang memuji masakan Renata. Tidak hanya sekali, tapi berulang-ulang.
  2. Ketika Tristan keluar dari rapat penting hanya demi menemui panggilan Renata. Ini kalo dalam kisah nyata apa nggak bakal dikepruk ama relasinya? :p

Ketika Renata pergi dari pesta pernikahan kakak Nathan.  Masak iya pacarnya kabur, terus Nathan tidak menyusulnya? Baru menghubunginya keesokan harinya? Cowok macam apa itu yang tidak mencemaskan ceweknya? x)

Di akhir buku ini, kita jadi tahu alasan penulisnya, di buku ini dan di buku-buku sebelumnya kenapa ama tokohnya selalu terkesan kebule-bulean. Tidak hanya itu, novel ini dipersembahkannya untuk almarhum bapak beliau dan daerah Pematangsiantar yang menjadi setting di novel ini.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Beautiful Temptation

Penulis                                 : Indah Hanaco

Penyunting                         : Laurensia Nita

Perancang sampul           : Nocturvis

Pemeriksa aksara             : Mia E. Titish A. K. & Dewi Surani

Penata aksara                    : Endah Aditya

Penerbit                              : Bentang Pustaka

Terbit                                    : 2013

Tebal                                    : 274 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7888-71-5

 

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

4 thoughts on “REVIEW Beautiful Temptation

  1. Indah Hanaco itu penulis produktif. Saya memuji produktivitasnya. Timeline penerbitan karyanya cukup rapat sehingga karyanya “rame” di pasaran. Mengenai isinya, sesuai dengan usia si penulis. Nggak tahu apakah karena menulis sesuai usia aslinya lebih mudah atau membuat lebih nyaman dibanding “memerosotkan usia” demi tokoh2 karyanya. Ratingnya di GR lumayan, kok, rata2 dapat 4.17

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s