REVIEW Cinta Untuk Ayah

cinta untuk ayah

Orang dewasa memang tidak mengerti dunia anak-anak. (hlm. 57)

Saat itu hari pertama memasuki sekolah. Banyak anak-anak yang diantar oleh orang tuanya masing-masing. Ada yang diantar oleh ayahnya, ada yang diantar oleh ibunya, bahkan oleh kedua orang tuanya. Shifa dijemput dengan mobil TK ke rumahnya. Sampai di sekolah, ia terlihat sangat mencolok sekali di antara yang lain. Ia datang dengan gaun warna putih dan jilbab yang senada berwarna putih. Ia datang bagaikan pengantin.

“Mengapa kamu memakai gaun putih seperti ini ke sekolah, gadis kecil?”

“Mama juga memakainya, aku suka lihat mama di foto. Aku ingin seperti Mama.”

Saat di kelas, Bu Maryam memeriksa semua bawaan anak-anak, betapa terkejutnya ia saat menemukan foto berbingkai kecil di dalam tas Shifa. Foto seorang pria dan seorang wanita dalam gaun pengantin. Mereka tersenyum melihat ke depan.

“Itu foto Ayah dan Ibu Shifa.”

“Kenapa dibawa sayang?”

“Karena ini hari pertama sekolah, semua orang membawa ayah dan ibu mereka bersama mereka, Shifa juga pengen ayah dan ibu datang, makanya Shifa bawa foto ini.”

“Subhanallah, Shifa. Pasti ayah dan ibu bangga punya bidadari kecil seperti Shifa.”

Itulah salah satu penggalan pembuka dalam novel ini. Sederhana tapi sangat menyentuh. Cerita dengan tokoh utama anak-anak memang selalu bikin hati tersentuh. Adalah Shifa yang masih sekolah di bangku taman kana-kanak. Sedari lahir, dia diasuh oleh bibinya, Lia. Ibunya meninggal ketika melahirkannya. Sedangkan ayahnya pergi ke Amerika, pantas saja ia sangat mendambakan kasih sayang ayahnya.

Sewaktu baru-baru masuk sekolah ia sangat sensitif sekali terhadap kata Ibu dan Ayah. Dia sangat sering bercerita tentang ibu dan ayahnya, sehingga terkadang anak-anak yang lain bosan mendengar ceritanya. Dia sering mengatakan, ia masih punya ayah dan ayahnya adalah ayah yang paling baik dan yang paling tampan sedunia. Jika seorang temannya menyalahkan hal itu, ia tidak segan-segan memukulnya.

Ayahnya pulang ke Indonesia. Shifa sangat antusias menyambut kedatangan ayahnya. Sayangnya, kebahagiaannya itu tak berlangsung lama. Ternyata ayahnya akan menikah lagi.

“Apa menurut kalian ibu tiri itu baik?”

“Aku pernah menonton filmnya, dan memang ibu tiri itu sangat jahat. Dia suka memukul, menjambak rambut, mengurung anaknya di kamar…”

“Pokoknya ibu tiri ini seperti monster yang ada di film Power Ranger. Saat ayah tidak ada, ia akan menyiksa kita sampai mati!”

Bagi anak unyu seumuran Shifa sangat wajar sekali jika susah menerima kehadiran orang baru dalam hidupnya. Tapi semua itu memang harus dilalui Shifa. Akankah Shifa sanggup menerima orang baru tersebut sebagai ibunya? Temukan dalam novel ini😉

Keterangan Buku:

Judul                     : Cinta Untuk Ayah

Penulis                 : Rizki Muliani Nasution

Cover designer : Oemanovski

Layout                  : Wahyudi A.

Editor                    : Budi Darmawan

Penerbit              : Zettu

Terbit                    : 2013

Tebal                     : 182 hlm.

ISBN                      : 978-602-7735-73-6

 

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

6 thoughts on “REVIEW Cinta Untuk Ayah

  1. menarik mbak😀
    tapi sayangnya saya gak gitu suka dengan ulasan terakhir tentang ibu tiri. seimajinatif apapun anak-anak, semestinya orang tuanyalah yang harus pandai mengedukasi anaknya…

    • memang susah awalnya menerima kehadiran orang baru dalam kehidupan kita. Jangankan Shifa yang masih unyu, dulu aku merasakannya saat kuliah saja terasa berat… :))

  2. saya suka dengan anak-anak yang masih polos belum berubah dewasa lebih cepat. saya juga merasakan seperti Shifa, kehilangan salah satu dari orangtua, tapi bedanya, saya masih merasakan kasih sayang seorang ibu sampai saat ini.🙂

  3. Kutipannya bikin nyesek mbak.. Apalagi pas bagian ini
    “Karena ini hari pertama sekolah, semua orang membawa ayah dan ibu mereka bersama mereka, Shifa juga pengen ayah dan ibu datang, makanya Shifa bawa foto ini.”😦

    Temanya sih simpel tapi bagiku tetep keren karna emang belum bisa ngebayangin dan ngerasain dari sudut pandang anak kecil dengan kepolosannya itu.

    Aku Pengen baca bukunya, mbak.. Dari reviewnya aja, It’s truly touchs my heart.

  4. aku sudah baca novelnya.Sumpah ceritanya nyesekin banget. Nggak sukanya, yg Shifa itu pemikirannya kayak orang dewasa mulu…
    waktu itu, aku lagi jalan-jalan bareng teman di ramayana, eh ada toko buku. Yah gitu dech langsung kumasuki. Di tempat rak-rak novel aku langsung keliatan buku ini. Aku teringat, lho ini kan buku yang direview mbak Lucty. Langsung dech kubeli sama buku I For You-nya Orizuka.
    Nggak nyesel dech beli buku ini….🙂

  5. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s