REVIEW Song of Will

song of will

Kadang masa lalu tak berbekas, kadang masa lalu menimbulkan  bau seperti mayat tikus di sudut dapur. Semakin lama semakin menyengat. (hlm. 250)

LAURA. Si pembosan. Dia memang cepat merasa bosan terhadap sesuatu. Jadi kalaupun dia bisa jadi pacar aktor terkenal atau presiden sekalipun, pasti dia akan bosan juga nantinya. Tak ada yang benar-benar ingin jadi temannya di sekolah. Bahkan cowok-cowok pun hanya ingin mempermainkannya. Meski sering berganti-ganti pacar, sesungguhnya hatinya kosong. Mamanya memang tipe kepala keluarga sejati. Menghidupi dia dan dua adiknya yang masih kecil-kecil. Papanya meninggalkan mereka dan menikahi perempuan lain. Semua laki-laki brengsek sampai ada bukti kalau mereka baik, menurut Laura.

WILLIAM. Bisa dipanggil dengan nama Will. Salah satu personil LUMOS. Tipikal serius. Pintar dalam pelajaran. Setelah berhari-hari sedih ditinggalkan Ben, sahabatnya sedari kecil sekaligus pemimpin LUMOS, Will mendapatkan penggantinya. Seseorang yang mungkin sudah mengerti dan menerima dirinya apa adanya. Paling tidak dalam waktu dekat. Pengganti Ben adalah Evil alias Evan. Kakak kelas Will saat SMP yang kini turun angkatan dan satu kelas dengannya.

EVAN. Alias Evil. Memiliki masa lalu yang suram. Selama dua tahun dia tidak pulang ke rumah, tak menemui orangtuanya karena dia memilih hidup di jalanan, jauh dari kemewahan dan kepalsuan ajaranmoran pendidikan di sekolah. Evil memilih menjadi manusia tanpa tujuan hidup kecuali bersenang-senang. Baginya mabuk-mabukkan itu menyenangkan. Dia memilih bukan menjadi siapa-siapa, menjadi manusia di sudut kehidupan. Tapi dia malah melakukan sesuatu yang tak pernah dibayangkannya. Sesuatu yang membuatnya terikat dengan rasa bersalah. Rasa dosa.

NANA. Dia tak ingat kapan dia mulai menjadi orang yang ceroboh, terlalu gampang menemui kesialan, dan sering jadi objek pelengkap penderita. Dia sering terjatuh, sering diperintah orang-orang, selalu jadi sasaran gangguan senior usil, dan tak pernah mendapatkan kebahagiaan yang membuatnya cukup merasa disayangi. Walaupun kedua orangtuanya sangat menyayanginya.

Empat tokoh remaja yang memiliki masalah masing-masing. Mereka memang masih duduk di bangku sekolah, tapi problema yang dialami masing-masing cukup pelik. Dan sebagian besar berawal dari broken home. Yup, masalah keluarga memang berpengaruh besar pada kehidupan seorang remaja, inilah yang kadang terlupakan oleh para orangtua yang tahunya hanya bekerja keras dan melimpahkan harta untuk anaknya. Ada hal yang terlupakan dan justru jauh lebih penting untuk pembentukan karakter seorang anak; kasih sayang.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Ini masalah perasaan. Nggak mungkin bisa dipaksa, semua harus natural dari suara hati kita sendiri. (hlm. 23)
  2. Nggak adaorang yang sial. Yang ada hanya orang yang menderita karena perbuatannya sendiri. (hlm. 72)
  3. Tapi apapun masalahmu sebaiknya berbagi dengan orang lain. Orangtuamu barangkali. (hlm. 163)
  4. Kamu nggak perlu menyenangkan hati semua orang. Senangkan hati orang yang kamu sayangi, termasuk dirimu sendiri. (hlm. 163)
  5. Sah saja punya memikirkan diri sendiri. Tapi kita jangan berada di satu sisi saja. Menolong orang lain itu tentu perlu juga. (hlm. 164)
  6. Coba bilang ‘tidak’ pada orang-orang yang bisa sendiri mengerjakan pekerjaan mereka. Mereka pasti mengerti. (hlm.165)
  7. Orangtua melakukan kesalahan tapi orangtua juga manusia. Kita nggak bisa memaksa mereka memberi lebih banyak dari apa yang mereka punya dalam diri mereka. (hlm. 204)

Beberapa kalimat sindiran dalam buku ini:

  1. Kamu lewati salat Subuh? Gimana mau sukses dunia akhirat kalau malas ibadah begini? (hlm. 25)
  2. Jangan suka menggerutu pada orangtua. Mama memang cerewet dan itu pasti bikin kamu sebal. Yang pasti mama sayang kamu dan ingin mengingatkan kamu pada kebaikan. (hlm. 27)
  3. Inilah satu-satunya masalah orang dewasa yang tidak ia mengerti. Kenapa mereka melanggar janji pernikahan yang pernah mereka ucapkan? (hlm. 53)
  4. Sekarang baru tahu rasanya memberi harapan pada sembarangan orang. (hlm. 68)
  5. Sejak kapan belajar harus tergantung usia? Bukannya ada hadis yang bilang kalau kita harus menuntut ilmu dari sejak kecil hingga tua? (hlm. 87)
  6. Lagipula hanya anak perempuan yang menulis diary. (hlm. 115)
  7. Kamu boleh saja mengejar pujaan hatimu, tapi jangan lupa belajar. (hlm. 121)

Aih…sayang typo-nya lumayan banyak:

  1. Membungkan – seharusnya membungkam (hlm. 63)
  2. Suasanan – seharusnya suasana (hlm. 80)
  3. Beribawa – seharusnya berwibawa (hlm. 83)
  4. Utbuhnya – seharusnya tubuhnya (hlm. 151)

Suka covernya. Dari keempat tokoh yang dijabarkan, karakter paling kuat adalah Laura. Lainnya kurang tergali. Mungkin karena keterbatasan porsi. Seharusnya karakter yang paling kuat adalah Will karena dia yang menjadi judul dalam novel ini. Dan…endingnya tak terduga meski saya sudah menebaknya dari awal baca! X)

Jangan dengarkan suara hatimu sekarang. (hlm. 1)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Song of Will

Penulis                                 : Jason Abdul

Penyunting                         : J. Fisca

Penata letak                       : Tri Indah Marty

Penyelaras akhir               : Dyah Utami

Desainer sampul              : Dwi Anisa Anindhika

Penerbit                              : Moka Media

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 258 hlm.

ISBN                                      : 979-795-815-9

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

 

3 thoughts on “REVIEW Song of Will

  1. Pingback: New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Aku pernah baca, pinjem temen sih karena liat di rak toko buku Mall waktu itu belum terlalu pengen. Dia ngerekomendasiin gitu ya aku baca deh. Banyak pelajaran yg aku ambil dari buku ini. Nice review ka, seperti biasa, mengundang orang buat baca buku ini😀

  3. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s