REVIEW Traveler of The Month

Tak perlu menua di ujung malam, hidup bukan hanya untuk bekerja. (hlm. 5)

Fresh graduate yang baru saja menjadi pekerja kantoran memang sedang semangat-semangatnya bekerja mencari uang. Lajang, memiliki pekerjaan dan punya banyak teman adalah gambaran yang hampir sempurna untuk mereka yang sedang menikmati hidup. Selagi menuju kemapanan dan mencari-cari pasangan bagi mereka yang single, usia 20-an memang usia ‘penting’ yang penuh warna.

Jemaah Kubikeliyah adalah mereka yang menghabiskan waktu lima hari dalam seminggu dalam bilik-bilik, baik bersekat maupun tidak, sebuah perusahaan tertentu. Jemaah Kubikeliyah ini selalu memiliki pengikut-pengikut baru. Mereka datang dengan usia muda, penuh semangat membara meskipun kadang masih suka labil. Mereka tiba di dunia kubikel dengan beragam mimpi besar, mulai dari karier gemilang atau di pinang pasangan mapan #eaaa ~~~(/´▽`)/

Masa-masa indah pegawai kantoran itu biasanya hanya sampai H+5 pascagajian. Lewat dari itu pegawai kantoran sudah berstatus siaga satu untuk menghadapi masa-masa krisis. Gaji semakin menipis. Tekanan dari atasan semakin klimaks. Kantong semakin kempis sehingga terpaksa mie instan menjadi santapan tetap hingga gaji tiba.

Bekerja di Jakarta atau kota besar lainnya di Indonesia adalah momok menakutkan yang harus dihadapi dengan mental baja. Berlelah-lelah demi sebuah pekerjaan di Jakarta tidak hanya menyisakan persoalan target pencapaian pekerjaan dari balik meja kubikel, namun juga hadangan macet, desak-desakan di angkutan umum,kejahatan yang mengintai, hingga drama sikut-sikutan antar pegawai demi mengejar prestasi terbaik. Kegiatan-kegiatan ini tidak kalah melelahkan dengan menyaksikan sinetron striping di televisi.

Itulah kehidupan pegawai kantoran di kota besar, tidak semanis yang kita bayangkan. Dari sebelum lulus kuliah, saya sudah bercita-cita ingin pulang kampung. Saya membayangkan tidak sanggup bergumul dengan debu-debu plus hiruk pikuk macetnya kehidupan kota. Bakal banyak waktu yang terbuang di jalan. Kita harus berangkat kerja pagi-pagi buta dan pulang lewat matahari terbenam plus musti rebutan angkutan umum. Berasa kayak pepes. Cukup saya rasakan jaman PPL saja masa-masa seperti itu. Mungkin saya tidak cocok menjadi anak kota. Biarlah gaji kecil yang penting bahagia (✽ˆ⌣ˆ✽)

Nah, lewat buku ini, Danang alias Dan Sapar melampiaskan masa liburnya untuk traveling. Dengan traveling, kita tidak hanya bisa menciptakan hari lengang dengan piknik hore mengunjungi spot-spot menarik atau doing nothing sepanjang hari, tetapi juga bisa diisi dengan melakukan kegemaran yang lain, misalnya membaca buku, menulis atau fotografi.

Traveling ke suatu tempat yang berbeda dengan rutinitas keseharian tidak harus diisi dengan plesiran ke objek-objek wisata wajib kunjung. Traveling adalah zona bebas tempat kita bisa melakukan apa pun tanpa perlu memikirkan lagi pekerjaan, absen pagi, deadline, rekan kerja yang nyebelin, atau bos yang perfeksionis. Benar-benar free.

Beberapa quote dalam buku ini:

  1. Kerja keras memang perlu, namun kerja terus-terusan sepanjang tahun itu namanya cari mati. (hlm. 8)
  2. Traveling adalah sebuah kebutuhan bukan gagasan-gagasan. (hlm. 36)
  3. Manusia memiliki sebentuk rasa yang mudah pecah. Bila lelah, duduklah di sudut jeda. Nikmatilah suguhan alam raya. (hlm. 42)

Beberapa sindiran dalam buku ini:

  1. Beban pekerjaan menjadi kawan sejati demi tujuan-tujuan pasti. Ada yang ingin membeli gadget terkini, mobil baru, rumah bertingkat, atau demi biaya pernikahan. (hlm. 10)
  2. Hidup di usia dewasa memang tidak semudah yang dibayangkan. Menjalani masa-masa memasuki dunia kerja senantiasa harus siap dengan drama karena di kurun waktu ini drama kehidupan bakal ngalahin dahsyatnya sinetron Noktah Merah Perkawinan. (hlm. 11)
  3. Bekerja dengan baik dan penuh dedikasi bagi pegawai kantoran tidak hanya akan berdampak baik seperti pemberian bonus, namun juga akan mempermudah urusan cuti. (hlm. 25)
  4. Ketika orang rajin berburu tiket maka diabakal pandai mendapatkan tiket-tiket promo bahkan gratis. (hlm. 27)
  5. Apabila memang di ‘Masa-Pak-SBY-saja-maenan-Twitter’ masak masih ada saja pegawai kantoran yang belum punya twitter? (hlm. 28)

Bukunya unik, memiliki dua sisi. Satu sisi membahas kehidupan pekerja kantoran yang butuh traveling serta segala tips dan trik berlibur. Sisi lainnya membahas tempat yang dituju untuk traveling; Lombok! Kyaaaa… Danang sungguh bikin mengiri sangat. Dari dulu belum kesampaian juga nih pengen ke Lombok. Semoga suatu saat alam berkonspirasi mendengarnya :’)

Lombok dikupas tuntas dalam buku ini. Mulai dari tempat yang wajib dikunjungi, kuliner yang harus dicicipi sampai rute yang harus ditempuh. Pokoknya komplit. Saya nggak mau spoiler. Mending baca sendiri deh😉

Hal yang disayangkan adalah gambar-gambar yang disajikan tidak berwarna, mungkin karena kebijakan harga buku juga ya. Terlepas dari itu, buat pekerja kantoran yang butuh jalan-jalan wajib membaca buku ini. Biar teracuni buat traveling!😀

Buku dibaca sekali habis pas sosialisasi ngawas UN. Bukannya dengerin kampanye cagub eh sosialisasi UN, malah hanyut baca ini ~~~(/´▽`)/

Keterangan Buku:

Judul                     : Traveler of The Month

Penulis                 : Dan Sapar

Editor                    : Farah Rizki

Artistik                  : Arif

Penerbit              : Elex Media

Terbit                    : 2014

ISBN                      : 978-602-02-3610-0

39 thoughts on “REVIEW Traveler of The Month

  1. Pingback: GIVEAWAY Traveler of the Month | Luckty Si Pustakawin

  2. dapat istilah baru nih “Jemaah Kubikeliyah”. sementara saya ruang kerjanya nggak belum pake kubikel😀

    alhamdulillah, di tempat saya kerja ada kesempatan untuk tugas ke daerah di luar jakarta dan jika memungkinkan bisa nyambi traveling di malam hari atau di akhir pekan. setidaknya saya pernah melakukannya meski tidak selalu.

  3. Bener tuh, emang sekali-kali kudu refreshing buat menikmati hidup bukannya terus berkutat pada rutinitas pekerjaan.
    Hidup memang bukan hanya untuk bekerja tapi bekerja juga dibutuhkan biar bisa hidup. Makanya bekerja itu perlu apalagi yang kantoran noh. Pasti dalam angan-angan pekerjaan kantoran itu mapan. Tapi biar nggak, jemu, stress dan ujung-ujungnya gila, traveling itu dibutuhin.
    Masalahnya, aku minta cuti itu susah.😥 Soal biaya mah traveling g harus mahal. Tapi cutinya itu lho…
    Emaap. bukannya review malah curhat.😛

  4. Ini sebenernya buku yg pas bgt dikasih sm temen yg gila kerja. Supaya gk ketularan kyk org Amerika yg gk tau gmn caranya seneng” (quote yg udh terkenal di kalangan bule Eropa krn Americans irit liburan bgt negaranya).
    Krn di Indonesia blkangan ini traveling udh bergeser jd gaya hidup jd gk ada salahnya kan ya melipir sbentar dr balik meja kantor utk menghirup angin pantai yg sepoi seger itu. Gk ada ruginya. Bakal nyesel klo di masa mendatang nanti kita cuma pny cerita “macet selama pulang kntor yg bikin gw gk bs kmn2” duh jgn sampe!!
    Hidup traveling!!

  5. Wah… Aku suka buku kayak gini. Aku memang lagi butuh buku travelling. Pengin jalan-jalan sih. Tapi masih belum terpikirkan mau ke mana. Penginnya yang jauhhh banget. Aku suka sama reviewnya. Keren! Cuma kurang detail aja ya. Mungkin bisa dijelasin dikit sih. Simple sih tapi mengena banget reviewnya bagi para pekerja nih. Hidup itu hanya sekali apa salahnya kita memanjakan diri sendiri. Benar tidak?🙂

  6. Wah,buku ini bermanfaat banget.Aku yang tidak menganggarkan dana untuk wisata pun jadi menabung mulai sekarang.ada berisi kutipan dan sindiran.yang kusuka kalimat “hidup bukan hanya untuk bekerja & saat lelah bekerja luangkan waktu duduk dan nikmati suguhan pemandangan alam.nanti,andaikan saya sudah baca buku ini.akan saya pinjamkan ke teman kantor yg setipe saya hobi baca tp serius kerja.plus ajak ortu buat jalan..ortu sibuk banget cari duit.dibuku ini berisi tentang Lombok.amazing.bukannya Lombok sama indahnya dgn bali? Ada tips dan rute perjalanan plus jalan sambil menikmati kuliner.mantap banget dalam satu buku dijelaskan jg.harus baca nih buat teman teman.paling tidak bisa berhayal saat membaca.hahahaha(perginya entah kapan).sukses ya buat buku #TravelerOfTheMonth .BTW,cara follow blog melalui email?aku gak punya blog.makasih atas reviewnya.kilauan lumba lumba pun keren.biar gak sempat lihat lumba ,yg penting udah nikmatin alam.

  7. Apabila memang di ‘Masa-Pak-SBY-saja-maenan-Twitter’ masak masih ada saja pegawai kantoran yang belum punya twitter? (hlm. 28)
    buahahahak asli ini nyindir banget. btw, dibandingkan seri The Naked Traveler seru mana yah?

  8. ”Satu sisi membahas kehidupan pekerja kantoran yang butuh traveling serta segala tips dan trik berlibur.”

    Iiih, mauuuu!!! Hahaha…
    Pengin banget travel tapi sebagai anak baru di dunia perkantoran, saya baru-baru ini aja dapet jatah cuti. Belom dipake karena masih mikir ke mana (dan duitnya). Asyik nih kayaknya buat dibaca.

  9. Buku nya ternyata bermanfaat juga tuh buat traveling. Jadi kepengen cepet” baca bukunya .🙂 . Buku nya wawww banget deh😀

  10. Lombok ???? Huaaaa dari kecil sering banget dengar nama lombok dengan segala keindahannya tapi gak kesampaian, dan baca buku yg berhubungan dengan lombok mungkin bisa mengobati rasa-rindu-akan-lombok di hati ini. pengen bukunyaaa😀

  11. Lombok?!
    Destinasi wisata yang masih tercatat rapi dalam agenda dalam hidupku. Bukan hanya untuk menikmati pesona wisatanya saja, tetapi aku ingin menyelami kehidupan orang di sana. Sebab, sahabat dan teman bloggerku ada yang asli Lombok, bahkan salah satu kakak iparku ada yang merantau ke sana dengan dua buah hati yang lucu-lucu.
    Yeah, Lombok… in the next time, I’m sure HE will give that wonderful time…

  12. Cuma aku yg ngerasa, atau memang semua kalimat dalam post ini berirama?
    Semacam pantun dgn rima a-a-a-a
    Hhaa~
    Tapi ada sisi lucunya sih di kalimat-kalimat itu, jadi ya…lucu :v

    Selama ini aku baru mendengar ttg kecantikan alam Lombok dari orang-orang, belum pernah kesana langsung. Jadi lumayan banget lah kalo bisa dapet buku ini, bisa jd panduan sebelum benar-benar ke Lombok🙂

    Mb Luckty sering ngadain GA ya? Aku sering melihat namamu malang melintang di twitternya WB, tapi baru kali ini aku ikut GA, krn pas kebetulan ada ide buat jawab :v

  13. “Kegiatan-kegiatan ini tidak kalah melelahkan dengan menyaksikan sinetron striping di televisi.” <—- ini termasuk nyindir juga kan😄 langsung ketawa bacanya! pfffttt

    "Biarlah gaji kecil yang penting bahagia" <—– yang ini bener! ngiler juga denger orang dapet gaji bisa 4kali lebih besar dari kita. tapi dengan keluhan-keluhan membahana. mungkin kita pikir 'ah aku kalo niat pasti kuat kok jalanin nya'. tapi setelah dijalanin, pekerjaan yang gajinya rendah pun tetep aja bikin ngos2an =3=

    aku kesindir ama sindiran yang nomer satu. yang ngejar untuk gadget. tapi ga harus yang terkini sih, yang penting android. krn ternyata walaupun awalnya aku memasabodokan android, belakangan ini aku baru nyadar, praktisnya android bikin agak enteng jg hidup ini. jadi malah kepikir 'asal dapet android yang layarnya kecil pun gapapa asal android' =_= ya gimana sih, hape ku yang pake windows, walaupun touchscreen tapi uda hang-hangan . ga bisa instal wassapp jadinya =_=

    yahh kehidupan sederhana bikin belajar banyak ya thoo😀

  14. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s