REVIEW Oishii Jungle

  oishii jungle

“Mumpung masih muda, ayo, hiasi hidup dengan berbagai macam warna. Biar nanti kalau udah tua, kita punya banyak cerita buat anak cucu.” (hlm. 23)

Adalah Shasa, yang masih kuliah. Hidupnya datar-datar saja sebagai mahasiswa. Teman akrabnya, Era memiliki sifat kebalikannya. Hingga suatu hari dia mendapat kabar dari Akiko yang ingin kembali ke Indonesia dan meminta referensi tempat yang menarik di Indonesia. Bukan Bali atau Lombok. Pokoknya mau sesuatu yang benar-benar unik dan jarang terjamah wisatawan. Tempat wisata yang masih alami.

“Saya ingin berpetualang ke tempat yang tidak akan saya lupakan seumur hidup. Saya ingin melihat sisi lain keindahan Indonesia yang tidak akan saya temukan di negara lain.” (hlm. 9)

Akiko ini dulunya tinggal di sebelah rumah Shasa sebelum akhirnya balik ke Jepang, ikut ayahnya yang kontrak kerjanya udah berakhir.

Ada dua alasan yang membuat Shasa haru melancarkan misi ini. Yang pertama, gengsi. Shasa harus membuat Akiko terpesona. Shasa khawatir Akiko akan mengiranya punya rasa cinta sama Tanah Air. Tahunya cuma tempat-tempat wisata yang itu-itu saja. Kedua, kalau dia benar-benar membawa Akiko liburan luar biasa yang nggak akan terlupakan sepanjang hidupnya, Akiko bakal traktir Shasa nonton Kabuki (drama Jepang yang pemain-pemainnya pake make-up tebal).

“Raja Ampat itu luar biasa. Luar biasa indah dan luar biasa mahal. Lebih murah pergi ke Bangkok dibanding ke Raja Ampat.” (hlm. 9)

Saya punya saudara yang sekarang ikut suaminya dan kini mereka menetap di Timika. Dia pernah bilang, ke Raja Ampat mahalnya memang mencekik bagi wisatawan lokal, karena benar-benar merogoh kocek lumayan dalam. Mungkin inilah salah satu permasalahan wisata lokal, seperti halnya di Lampung, ada Pantai Tanjung Setia yang terkenal akan ombaknya yang tinggi bikin bule-bule betah surfing di sana atau Teluk Kiluan yang terkenal akan pesona atraksi lumba-lumbanya yang masih alami bertebaran di laut justru yang terbius wisatawan-wisatawan mancanegara. Yang domisili Lampung malah banyak yang nggak tahu ama keberadaan tempat wisata kece itu. Kenapa? Karena transportasi ke sana sangat susah dan lumayan berliku. Kalau nggak punya kendaraan pribadi ya nggak bakal sampai sana.

“Walaupun gue bukan pendekar samurai, bukan berarti gue nggak punya nyali hadapin tantangan.” (hlm. 39)

Setelah observasi dan hunting tempat-tempat kece via dunia maya, Shasa memutuskan mengajak Akiko dan Kakaknya, Kenji untuk berpetualang melihat kehidupan orang utan di pedalaman Kalimantan. Tepatnya di Taman Nasional Tanjung Puting. Di Pulau Borneo ini, nanti Shasa akan diuji mentalnya yang selama ini dianggap anak mama oleh Era. Tak lupa, ada Heru yang akan menjadi pemandu mereka selama menginjakkan kaki di Pulau Borneo itu.

“Jangan cuma mikirin adrenalin yang terpacu. Pikirkan juga berapa biaya ke dokter kalau sepulang dari sana, kamu bukannya membawa kenangan tak terlupakan, tapi malah bawa penyakit.” (hlm. 45)

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jangan memperumit sesuatu. (hlm. 40)
  2. Karena cinta tak perlu memerlukan banyak kata. (hlm. 185)
  3. Sejatinya, sebuah persahabatan tidak akan lekang oleh waktu dan rentang jarak yang memisahkan. (hlm. 190)
  4. Karena tanpa perpisahan, tidak ada pertemuan. (hlm. 192)

Banyak juga sindiran halus dalam buku ini:

  1. Siapa bilang harus punya pacar untuk merasakan suasana romantis? (hlm. 2)
  2. Kereta nggak cuma lewat satu kali. Kalau ketinggalan, masih ada kereta yang lain. Kita hanya perlu menunggu. Jadi, biarkan saja kereta itu lewat. (hlm. 3)
  3. Makanya, jangan cuma nge-cap paspor. Sekali-kali jelajahi negeri sendiri. (hlm. 18)
  4. Biasanya cowok kan males bantuin hal-hal yang berhubungan sama masak-memasak. (hlm. 21)
  5. Nggak perlu nongkrong di kantin cuma buat dapetin pacar. (hlm. 31)
  6. Membandingkan itu harus setara. Apple to apple. Jangan membandingkan apple dengan strawberry apalagi blackberry. (hlm. 38)
  7. Anak muda harus kreatif, jangan cuma bisa galau. (hlm. 59)
  8. Kalau wisatawan lokal kan lebih suka pergi ke tempat wisata di perkotaan. (hlm. 104)
  9. Mengapa warga negara asing lebih peka dengan keberadaan hewan-hewan yang nyaris punah itu? Mengapa bukan warga negara ini yang terpikir untuk menyelematkan mereka? (hlm. 138)

Ehm, ada trivia tentang novel sebelumnya, yaitu Miss. Bento dan Takoyaki Soulmate:

  1. Temen gue itu awalnya cuma bikin salad, eh, sekarang udah punya usaha bento kecil-kecilan. Dibantu sama cowok yang sekarang jadi pacarnya. (hlm. 21)
  2. Sepertinya kami berdua punya pikiran yang sama, yaitu mengajak Heru ke Kaguya’s Corner nanti sekembalinya kami dari Tanjung Puting. (hlm. 50)
  3. Kaguya’s Corner menjelang sore masih menyisakan beberapa meja kosong, begitu juga dengan tempat parkirnya. Kafe kecil dengan menu makanan Jepang ini menjadi tempat nongkrong favoritku. (hlm. 180)

Maaakkkk..banyak banget makanan bertebaran:

  1. Aku mengeluarkan sebungkus wafer cokelat dari dalam tas. Wafer Otona. (hlm. 6)
  2. Chocolate crunchy. Era menarik sekaligus dua biskuit berbentuk stik berlapis cokelat dan remahan kue kering. Suara biskuit patah pun terdengar, disusul suara kunyahannya. (hlm. 18)
  3. Dengan cekatan, abang penjual batagor memotong-motong pangsit dan bakso tahu goreng. Bumbu kacang yang sudah dihaluskan pun disiramkannya. Ditambah dengan sedikit kecap, saus sambal, dan perasan jeruk limau makanan yang disajikan jadi begitu yummy. (hlm. 31)
  4. Aku menelan ludah. Bayangan lobster yang dibakar menari-nari di pelupuk mataku. Belum lagi daging gurihnya yang begitu menggoda. (hlm. 35)
  5. Singkong Thailand. Singkong yang direbus bersama daun pandan dan gula hingga empuk dan berwarna transparan, lalu disimpan dengan saus areh. Saus areh terbuat dari santan kental yang dicampung dengan tepung maizena, kemudian direbus bersama daun pandan. (hlm. 43)
  6. Calalifornia Roll pesanan Heru termasuk fusion sushi. Sushi yang lembaran rumput laut atau disebut juga nori terdapat di dalam gulungan nasi. Isinya terdiri dari crab stik, timun jepang, dan avokad. Bagian luarnya ditaburi dengan telur ikan berwarnaoranye atau biasa disebut tobiko. (hlm. 53)
  7. Mbak Maya datang membawa enam mangkuk makanan yang mengepulkan asap tipis di atasnya. Aroma yang menggoda pun segera tercium. Ini Yakiudon Fever. (hlm. 189)

Suka banget ama cover, sangat Jepang bingit! Suka juga ama jalan ceritanya yang mengalir. Suka gaya kepenulisan si penulis yang menceritakan petualangan Shasa, Era, Heru, Akiko dan Kenji. Kita serasa diajak ke tempat yang dijabarkan, salah satu tujuan utamanya adalah Taman Nasional Tanjung Puting.

Tokoh favorit jatuh pada Era. Dibandingkan dengan Shasa yang terkesan ringkih dan susah diajak susah, saya malah suka cewek-cewek tipikal Era. Mandiri, gak manja, gampang mencairkan suasana meski sifat jahilnya juga sering mucul.

Paling suka kalo Akiko ketika mengucapkan; ‘oishii’ dan ‘Heru, lanjutkan!’ Unyu bingit ngebayangin muka Akiko yang kerapkali mengucapkan dua kalimat itu x)

Oya, Akiko ini mengingatkan saya akan Da Yeon. Guru relawan yang mengajar di tempat saya bekerja. Meski cuma dua tahun di Lampung, dia sudah menjelajahi Indonesia bagian yang lain; Jakarta, Medan, Bandung, Jogja, bahkan Bali. Ketika Akiko selalu megucapkan kata ‘oishii’ ketika disuguhi makanan Indonesia ini juga kayak Da Yeon banget yang tiap nyoba makanan Indonesia yang baru dicicipinya selalu bilang; “Hmmm…enak!”

Salah satu kekurangan novel dan juga novel Mbak Erlita sebelumnya adalah kurang adanya konflik yang bikin gereget. Jadi, ceritanya selalu aman😀

Terlepas dari itu buku ketiga beraroma Jepang yang ditulis Erlita ini memang layak menjadi salah satu finalis PSA (Publisher Searching fo Author) #2 yang diadakan oleh Grasindo. Mumpung masih anget alias baru terbit, segera meluncur dan beli buku ini ya!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Oishii Jungle

Penulis                                 : Erlita P.

Desainer sampul              : Agrietia Agusti

Penata isi                             :Yusuf Pramono

Penerbit                              : Grasindo

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 194 hlm.

ISBN                                      : 978-602-251-489-3

 

Ini dia Da Yeon yang sepertinya mirip Akiko😀

oishii jungle 1 oishii jungle 2
Langsung kepo buat googling tempat-tempat yang disebutin di novel ini:

oishii jungle 3 oishii jungle 4 oishii jungle 5 oishii jungle 6

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

60 thoughts on “REVIEW Oishii Jungle

  1. Pingback: [GIVEAWAY] Oishii Jungle | Luckty Si Pustakawin

  2. Makin penasaran dengan Tulisan Mbak Erlita, yang seperti gal pernah kehabisan ide membawa aroma Jepang. Selain itu, makanan yang bertebaran, rasanya mau melahap habis satu persatu berikut wisata ke Borneo. Siapa sih yang gak mau tau banyal tentang negeri sendiri?? Supaya makin Cinta Indonesia, siapa tau bisa jadi alternatif liburan sambil buru-buru menabung :)) Review simpel Lucty yang tetap unyu.. Baiklah, wmL @chi_yennesy

  3. Buat penasaran pengen baca nih, apalagi bagi yg suka jalan2 kaya saya🙂 Bener juga kalau kita mesti tau tentang kekayaan negara kita, bukan malah melirik negara orang, bahkan cenderung berimpian liburan kesana. Padahal negara kita sendiri kaya akan wisata

  4. Waaah waaah. Saya Penasarann bangett Pengen Bacaa. Kita Harus tau Kekayaan dari Negara kitaa, bukan darii negara Lain. Negara Indonesia kayaa Dengan Wisataa Yang Unik dan Ekstream..maka dari ituu cintailah Negara Indonesia;)
    @IndraFatyasta2

  5. Jadi makin pengen berpetualang menjelakah pedalaman Indinesia.
    Borneo. Umm… kayaknya patut untuk di coba. Mau menapak tilasi tempat-tempat yang dijadikan lokasi ayuting film Anacondas. Sama mau cari tau, Ananconda itu beneran ada apa kagak… hhhh

    Anis Antika
    @AntikaAnis
    Surabaya

  6. ahhhh. penasaran sama bukunya >.<
    reviewnya jos banget kak :3
    kayaknya cocok nih buku buat aku😄

    dwi ayu
    @dwioranye
    solo

  7. Melihat photo-photo yang hasil googling mbak luckty yang dilamporkan pada review ini, aku beneran jujur bilang kalo Taman Nasional Tanjung Puting itu kereeen banget🙂 Aku sendiri baru mengetahui ada taman hutan dan wisata alam di pedalaman Kalimantan sana ya setelah baca review ini.

    Terlepas dari jalan cerita yang menurut mbak luckty “aman”, aku pikir penulis novel berhasil memperkenalkan keindahan Indonesia yang selama ini kurang terekspose di pedalaman Kalimantan sana lewat novelnya. Hmm.. saya penasaran seperti apa keseruan petualangan Shasa, Era, Akiko dan teman-temannya di hutan kalimantan sana..🙂

    @zasachi

  8. Suka sama buku dengan tema kaya gini. Pasti seru deh ngebayangin perjalanan Shasa, Era, Heru, Akiko dan Kenji bt wisata mereka ke Tanjung Puting. Meskipun, aku sendiri belum prnh ke Kalimantan tapi dari gambar-gambar di atas dan gambar lainnya yang sebelumnya aku lihat ttg Kalimantan, bisa bayangin deh suasana rimbunnya hutan-hutan disana. Dan, suasana alami yang masih terjaga disana recommend bgt bt dijelajahi. Kalimantan pantes disebut sbg “A Place to Remamber”.
    O,ya kutipan-kutipan dari Oishii Jungle yang dicantumin di review ini juga menarik, example:
    *Anak muda harus kreatif, jangan cuma bisa galau. (hlm. 59) = setuju sama quote ini. Zaman sekarang orng-orang lbh sibuk galau dri pada berfikir kreatif, meskipun gak smua😀
    Dan kutipan yang ini juga menarik
    *Sejatinya, sebuah persahabatan tidak akan lekang oleh waktu dan rentang jarak yang memisahkan. (hlm. 190) = ini BENER BANGET

    Btw, aku suka review Oshii Jungle di blog ini. Kenapa? Karena disisipkan bnyk kutipan dr buku yg di review. Suka, aja baca kutipan-kutipan dari buku ^^
    @Dinar_Arisandy

  9. Tadi pas liat judulnya “Oishii Jungle” yg terfikir cuma cerita dgn setting di jepang tapi stelah baca review-nya, Eeeehhh,, ternyata tentang perjalanan wisata diindonesia😀 sukaaa banget, kita bisa tau tempat wisata unik yg masih jarang dikunjungi wisatawan jadi penasaran pengen baca langsung bukunyaa🙂 baru tau juga klo wisata ke Raja Ampat sangat mahal😐 fufufu..

    @Ana_On3

  10. Kak Erlita ini karya buku-nukunya selalu fresh ya? Hihi, selalu dibuat penasaran nih sama buku-bukunya yang kece-kece itu. Apalagi, setelah baca reviewnya mbak Luckty jadi makin penasaran banget ya sama bukunya. Kutipan-kutipan yang ada menarik dan sekan punya kekuatan magis yang menarik jiwa baca aku.

  11. Huaaaa~ Novel yang berbau Jepang dan Indonesi.
    Baca Review nya bikin pensaran sama cerita keseluruhannya. cerita yang menyenangkan. Apa lagi pas liat kutipan-kutipannya yang sesuatu bgt.
    Di tambah aku lagi minat sama novel yg berbau Jepang jadi penasaran oke fix :))

  12. Aia | @aiafabray | Makassar

    Salam kenal kak luckty. Eniwei ini pertama kalinya saya ikut ga di blog kakak lho, Semoga bisa dapet “Oishii Jungle” nya mbak Erlita yang kelihatannya super oishii sekali :9 *tebar jampe-jampe ke segala arah*

    Pertanyaannya : jika kamu ingin berpetualang ke salah satu tempat wisata di Indonesia, kemana tempat yang akan dituju?

    Nah, Tempat wisata yang saat ini ingin saya kunjungi jauh sekali jaraknya dari Pulau Borneo dan begitu pula dengan Raja Ampat tempatnya ada di Sulawesi Selatan, Bulukumba. Tepatnya di Tanjung Bira, Mungkin belum terlalu diketahui oleh banyak orang. Tapi pantai dengan pasir putih alami plus suasana super menyenangkan ini menjadi must-visited-place sekaligus tempat menyenangkan untuk bertualang kalo perlu bisa ala ala Dora the Explorer (hihihi). Semoga kapan-kapan saya bisa kesana dan bisa ngerasain petualangan yang super ‘oishii’ seperti petualangan Shasa, Era, Akiko dan kawan-kawan saat menjelajah pulau Borneo (kkk~) :]

  13. Kalo dilihat dari novel-novel mbak Erlita semuanya gak lepas dari genre jejepangan trus judulnya sepertinya gak jauh-jauh dari istilah-istilah berbau makanan :9 Jujur, saya belum pernah membaca karya Mbak Erlita sebelumnya🙂 pada awalnya cuman liat covernya langsung kepincut dan akhirnya masuk wishlist [maklum saya termasuk reader yg langsung bisa jatuh cinta dgn hnya liat cover bagus :’)]

    “Saya ingin berpetualang ke tempat yang tidak akan saya lupakan seumur hidup. Saya ingin melihat sisi lain keindahan Indonesia yang tidak akan saya temukan di negara lain.” (hlm. 9)

    Suerrr….Kutipan ini seperti isi hati saya *curhat*. novel ini jujur bikin ngiri dan saya ngerasa kesindir karena sampai saat ini di umur yang masih muda dimana seharusnya badan masih sehat ga encok dan masih kuat digunakan buat travelling jalan kesana -kemari tapi saya nyatanya masih stay di ‘zona nyaman’ saya dan ga berani keluar berpetualang T___T

    @aiafabray

  14. Baru baca reviewnya dan kayaknya bukunya bagus!. Huhu pengen baca :3. Satu lagi kelebihan buku ini yaitu mengajak pembacanya untuk lebih cinta kepada tanah air🙂 Sip keren !

    debby zalina
    @dbyzln
    Batam

  15. Di Indonesia emang banyaa~~aak banget wisata-wisata tersembunyi yang alami karena jarang dijamah wisatawan. Agak dilema juga kalo mau mempromosikan untuk wisata, soalnya banyak turis (terutama domestik) yang malah nggak tahu tata krama berwisata itu kayak apa.

    Hmm… keren juga berwisata ke taman nasional, sekalian wisata edukasi ya😀

    @asysyifaahs

  16. Asli.. tempatnya indah bangeeeet…

    Jadi pengen kesana deh…

    Bener banget, kebanyakan orang mikir destinasi wisata ke luar negeri, padahal belum tentu mereka kenal dengan negara sendiri. Apalagi negeri kita ini kan luas bangeeeet… ^_^

    Mau baca bukunya… ^_^

    Sini, lempar ke aku dong, Luckty…

  17. Makin penasaran sama ceritanya >< . Baru tahu kalau Kalimantan sekeren itu. Kalau orang bilang Kalimantan pasti bayangannya hutan yang lebat. Aaaa ternyata keren bangetttt…. Jadi pengen ke sana.

  18. udah ga sabar sama isi novel ini. baru ngeliat review nya aja udah seru apalagi kalau baca novel nya tambah seru pasti. kakak mau dong bukunya satu😀

    @phiipuutt

  19. wah jadi keinget pengalaman 5 tahun di kalimantan.. tapi baru ini malah denger nama daerah tanjung puting ini. benar, pas kita hidup di lokasi tersebut, kita malah jadi kurang eksplorasi.
    Tinggal asli di lampung pun, saya baru sekali ke Tanjung Setia, itu pun tidak sengaja😀

  20. Review Oishii Junglenya sudah cukup bagus, tapi sayangnya masih ada yang kurang yakni kuliner dan nuansa tradisonalnya belum dimasukin, penjelasan mengenai drama Kabuki seperti apa masih kurang. Aku kurang suka soal sindiran, takutnya ada yang tersinggung. Terus karakter tokohnya kurang bikin penasaran (kepo). Semangat.

    • Kamu sudah baca novelnya? Dijelasin kok sekilas tentang drama Kabuki. Kuliner di Pangkalan Bun juga digambarkan. Era bahkan sempat mengalami insiden soal kuliner ini. Nuansa tradisional? Mmm.. Kalau settingnya di perkampungan dayak kenyah baru terasa banget nuansa etniknya. Kalau soal tokoh yang kurang bikin kepo, mmm… harusnya jalan cerita yang bikin kepo bukan tokohnya. Anyway, makasih yaaa

  21. Emang ya Indonesia tuh surga banget. Wisatanya banyak! Tiap kota ada kali hehe. Habis buanyak banget tempat bagus di Indonesia. Dan yang biasanya menikmati tempat-tempat itu ya si bule. Banyakan juga bule ketimbang kita.
    Lagian kalo turis domestik yang dateng malah ngerusak wisata lagi. Yang nyampah lah, ngerusak terumbu lah, apa lah. Pokoknya gitu deh.

  22. berbicara tentang tempat wisata di Indonesia tercatat sekitar lebih dari 28.000
    bisa kita bayangkan ketika seseorang batass waktu nya hidup hanya 60 tahun dan kita hitung seseorang itu 1minggu 1x ke tempat wisata maka bisa jadi kita butuh 3x hidup didunia untuk mejamu tempat wisata di seluruh Indonesia.

    Berbanggalah menjadi anak Indonesia,, Berkaryalah Anak bangsa,,
    Ikutilah give away :3

    Saya bener bener amat ingin sangat sekali baca bukunya …

    I LOVE INDONESIA 100%

  23. Covernya imuttt… nuaansa Jepangnya kentara sekali yah. Penasaran sama pengalaman Shasa, Era, Heru, Akiko dan Kenji di Taman Nasional Tanjung Puting. Ngapain aja sih mereka? Di sana sebagus pulau sempu kah?

  24. Ini buku novel apa reesep makanan ya banyak banget nama makanan bertebaran hihi😀
    sukaaa, lebih mengeksplor wisata lokal drpada luar negeri.
    karena banyak wisata Indonesia yg melebihi manca negara😀

  25. jadi pengen novelnyaa<3. Setelah tau latarnya pengen banget tau ceritanya bagus banget kayaknya .aku suka banget sesuatu yang berbau alam dan gak nyangka ternyata banyak banget pesona alam yang indah di Indonesia.dan ini ceritanya kreatif banget dengan menggabungkan 2 negara sekaligus. Liat reviewnya aja bagus apa lagi ceritanya. ceritanya juga menyangkut pautkan soal kuliner *duh jadi laper wkwk segala sesuatu yang berbau makanan itu asyik:v lalu judulnya kan Oishii Jungle pasti membahas banyak soal hutan-hutan seperti yang aku tulis tadi aku suka banget apabila suatu bacaan yang membahas tentang "HUTAN". pengen bangett lo baca ceritanya bikin penasaran:3

  26. wow, kisahnya unik nih, saya selalu suka novel bertema petualangan dan ada kisah drama atau humor-humor ringan nan menggelitik di dalamnya.. semoga bisa segera membaca dan larut dalam petualangannya, syukur-syukur bisa ikut berpetualang kelak hoho… saya suka tuh sindiran yang jangan cuma nge-cap paspor, jelajahi juga negeri sendiri😀

  27. sukaaa deh reviewnya… novel yang benar-benar nyata petualangan dan full suguhan deskripsi menawan sepertinya.nggaj ketinggalan kulinernya.. semoga bisa segera membaca dan memiliki😀
    @aii_vitri

  28. …. baru tau ada taman nasional itu dan sumpah malu banget deh rasanya >_>;;

    Saya selalu suka sama novel yang berbau “tanah air” seperti ini, rasanya keren banget baca novel (atau karya) dalam negeri yang benar-benar menggambarkan dalam negeri :”D
    Awalnya ga terlalu tertarik, tapi baca review ini jadi penasaran deh

  29. Assalamu’alaikum kak…
    salam kenal😉

    Setelah baca review di atas serasa ka luckty tuh lagi bikin opera di atas kepala aku dan rasanya emang bener kalo novel ini mengangkat budaya kita bangettttt ! #Recomended lah🙂 hehe

  30. Baca reviewnya dari atas sampe bawah bikin aku penasaran >< jadi pengen baca bukunya ^^ Quotesnya keren2 apalagi disuguhi foto – foto yang bikin penasaran sama bukunya mbak Erlita.

  31. Jujur, aku belum pernah baca bukunya mbak Erlita. Tapi setelah baca review barusan, jadi penasaran kayak gimana sih rasanya menjelajahi indonesia hanya melalui sebuah novel(?). Sepertinya di novel ini banyak lokasi-lokasi wisata kekayaan alam di indonesia yg mungkin belum pernah aku denger. Kayaknya juga karakter-karakter tokohnya juga unik-unik. Lalu covernya, simple but tetep menarik😀 jadi makin penasaran gara-gara baca quotesnya, keren-keren! hihihi ><

  32. Seperti biasa kak luckty selalu review buku dengan ciri khas nya. mendetail tapi gk spoiler dannn… pastinya bikin penasaran.
    jujur aja wktu mau ikut GA ditanya tempat yg pengen dikunjungi, aku pengen jawab Teluk Kiluan di Lampung. Karena aku orang Lampung sendiri belum pernah kesana. duhh jadi malu. Terus setelah baca review jadi ngebuat aku untuk mikir keras lagi mau jawab soalnya hihi

  33. reviemnya menarik, bikin penasaran… Indonesia memang kaya akan budaya, SDA yang melimpah, Pesona alam yang tidak kalah dengan negara2 lainnya di dunia. Tapi, jangan sampai yang kita lakukan dapat mencederai lingkungan. mari kita jaga bersama kekayaan negeri kita,..

    salam lestari,…
    salam budaya,…

  34. Ahk! pertama kali baca novel Kak Erlita ‘Takoyaki Soulmate’ itu udah bikin aku ngakak, senyum gaje, ah lengkap deh. Oke banget. Buat aku gak segan-segan jadiin kak Erlita salah satu penulis fav aku. Huhu belum beli Miss Bento, udah keluar Oishii Jungle yang kayanya gak kalah seru juga. Ah, reviewan kakak dari atas sampe bawah bikin aku gigit jari, pengen banget sama buku ini *semoga nanti menang di GAnya xD*
    Ah, aku baru tau Taman Nasional Tanjung Puting xD.
    Iya, setuju banget sama kak Luckty. Kalau mau berpetualang di Indonesia itu meski pikir dua kali. Soalnya biayanya mahal bingit -_-. Lebih murah tour keliling asean daripada ke Raja Ampat >.< tapi emang sih, lebih indah, lebih memesona yang ada di indonesia :)) Proud to be Indonesian.

  35. Terus terang saya belum pernah membaca karya-karya mbak Erlita, mudah-mudahan saja saya dapat buku gratisnya, supaya dapat merasakan keindahan ketika membaca bukunya mbak Erlita, he he……

  36. waktu tau novel ini, kupikir cuma novel jepang biasa kebanyakan yg cinta2an gt. karena ada kata oishii-nya, kupikir malah tentang masak memasak :p pas baca reviewnya, eh ternyata beda. ada unsur wisata indonesianya, jadi pengin banget baca. soalnya gak mainstream sih :p

    eniwei, pas liat foto2 sungai itu, aku jadi inget waktu liat acara jalan2 di tipi. di situ hostnya bilang sungainya berwarna hitam bukan karena kotor, tapi emang bersih sampai bisa liat dasar sungai. saking bersihnya, bahkan bisa buat ngaca!! wowowow aku gak percaya aslinya haha. trus diliatin deh scene kapal sama bayangannya di sungai. pas dibalik, eh ya ampuuunnn ternyata beneran yang kupikir kapal, ternyata bayangannya di sungai. ajib banget! jadi pengin ngaca di sungai itu deh!😀

  37. Ah, kece kece kece. Suka sama penjabaran tentang makanannya. Kayak ini nih, “Chocolate crunchy. Era menarik sekaligus dua biskuit berbentuk stik berlapis cokelat dan remahan kue kering. Suara biskuit patah pun terdengar, disusul suara kunyahannya. (hlm. 18)”. Hihihi. Yang Miss Bento aja udah bikin ngiler gegara gambar dan resep-resepnya yang bertebaran. Kayaknya, Mba Erlita deman makanan ya, Mba Luckty😀 Apalagi beraroma Jepang (lagi), surga begi pecinta keindahan, makanan, dan Jepang😛

  38. Setelah baca reviewnya.Tiba tiba pingin makaan/ngelus ngelus perut/.Btw aku suka tema buku inii.Kak luc menabarkan buku ini dengan rapi dan menarik.Jadi pingin cepat baca.Oiyaaaa td pas baca sindiran no.1 rasa envy gue ketemen temen yg udah punya pacar berkurang 20 %.Wakwakwak

  39. Kak,aku mau kasih komentar,tapi yang pertama isinya kritik.
    “Ada dua alasan yang membuat Shasa haru melancarkan misi ini. Yang pertama, gengsi. Shasa harus membuat Akiko terpesona. Shasa khawatir Akiko akan mengiranya punya rasa cinta sama Tanah Air”
    jujur,aku gak paham waktu baca kalimat-kalimat ini.Yang haru itu kayaknya kakak typo,ya?sama yang “Calalifornia Roll”,aku pernah baca dibuku tulisannya “California Roll”.Entah mana yang bener,kalo seandainya memang typo review bakal lebih bagus dan enak dibaca kalo gak typo,soalnya typo sering bikin bingung pembaca teks itu,jadi beda maknanya.
    Terus kalimat-kalimat yang aku gak pahamin itu,kalo kakak pake gaya bahasa yang lebih santai mungkin bakal lebih gampang dimengerti,biar dibacanya enak aja🙂
    tapi jujur aku suka sama reviewnya
    dicantumin kata-kata yang bisa jadi motto sama pegangan prinsip,waktu baca aku jadi mikir “iya,ya” sama “aku gak kepikiran kayak gitu”,baru nyadar deh😀
    terus yang paling jadi magnet yang narik perhatianku itu bahasan makanan-makanannya!!!!jadi laper,jadi ngiler,jadi pengen,jadi mau makan >_<
    aku juga jadi pengen baca novelnya,soalnya aku termasuk golongan kudet soal wisata,wisata indonesia atopun luar negri
    cuma tahu dari internet,itupun jarang aku browsing yg berbau wisata,keluargaku jarang wisata,sih pada suka tidur dirumah.tapi aku suka sama tertarik sama wisata alam lho :3
    cukup,deh kalo kritikku ada yang bikin kakak tersinggung ato jadi gak nyaman,aku minta maaf.tolong dimaapin,ya kakak🙂

  40. Jangan diragukan lagi! Indonesia memang punya segalanya.
    Aku yakin Akiko pasti tercengang lihat pulau Borneo..hihi😀😀

    Bdw novelnya kak Erlita pasti ada aroma-aroma Jepang. Tapi itulah yang aku suka dari semua novel-novelnya. Dan novel ini nggak boleh dilewatkan!
    Aku mau tahu gimana petualangan mereka di sana? Ada apa aja di sana? Aku juga mau tahu apa sih kesan-kesan Akiko sepulang dari sana?
    Wah, pokoknya lihat novel ini mengundang berjuta rasa penasaran di hati ini *ciaaattt

  41. Nama : Eka Yuliasih
    twitter : @ekayuliiy
    Kota Asal : DKI JAKARTA
    Salam Kenal🙂

    Halo kak Erlita, penulis novel Oishii Jungle🙂

    Setelah membaca review novel Oishii Jungle, aku excited sama akiko dan shasa. perjalanan akiko yag jauh-jauh dari jepang berlibur ke Indonesia. Dan sahabatnya, shasa justru mempunyai ide yang brilliant sehingga jadilah mereka berlibur ke kota borneo waww keren banget yaaaaa…. jadi pengen diajak berlibur sama sahabat. Menanti holiday yang sebentar lagi akan tiba yeay..

    Pokoknya aku penasaran banget sangat kak sama novelnya. mau tau certa lengkapnya. Mau jadi orang pertama yang baca novel Oishii Jungle :*

  42. Aaaaaaah~
    Sumpah dari dlu pengen kepulau borneo, ada orang utan’y.
    Pengen baca Oishii Jungle-nya, cz review’y aja bikin penasaran (seru) apalagi bacanya novelnya. Pasti tambah pengen ke sana deh abis baca novel’y.

  43. sepertinya, apa yang ada di luar negeri bisa dilihat yang mirip-miripnya di Indonesia

    tahun 2013 yang lalu, saya hampir ke tanjung puting… cuma karena mihil, jadinya sampe pantai kubu doank di pangkalanbun😀

  44. Hmm, I got it. Aku bisa bayangin pesan moral yang bakal aku dapat [meskipun belum baca novelnya yang oishii jungle ehehe].

    Kalau dari resensi yg mbak Luckty tulis sih, pesan moral yang ada di dalam novel ini tuh ngena banget meskipun gak menggurui tapi dari quote “Makanya, jangan cuma nge-cap paspor. Sekali-kali jelajahi negeri sendiri. (hlm. 18)” sedikit nyindir deh😀

    Tapi, aku gak kesindir dong… belum punya paspor T-T

    Dua judul novel mbak Erlita yang sebelumnya kan mengandung unsur makanan, Takoyaki Soulmate, Miss Bento. di novel ke-3 ini juga walaupun daya tarik ceritanya bukan pada makanan, tetep keren banget kalo deskripsiin makanan… jadi penasaran bentuknya wafer otona kayak gimana [kalo diterjemahin kan jadi wafer dewasa]😮

    Aku pernah tinggal di Palangka Raya [se-provinsi dgn Pangkalan Bun, kota terkedat Tanjung Puting]. Dan mama pernah ke Tanjung Puting. Jadi penasaran deh, gimana gayanya mbak Erlita deskripsikan setting Tanjung Putingnya >_<

    Sepertinya akan jadi novel yang honto ni oishii jika sudah selesai dibaca tuntas.

    Jadi gak sabar pengen bacaa novelnya, gara2 resensinya yang keren juga =]

  45. Pingback: GIVEAWAY Oishii Jungle Part 2 | Luckty Si Pustakawin

  46. Setuju bangett, novel karya kak Erlita emg layak jadi salah satu finalis PSA (Publisher Searching fo Author) #2❤

    Iya nih cerita kak Erlita kurang greget, kurang jleb nihh :v

    Uda baca novelnya baru baca resensinya jadi pengen baca lagiii

    Dari novel kak Erlita yg ke 1-3 itu pasti ada nongol makanan Jepangnya, jadi pengen nemu resto yg kayak di novelnya❤

    Berharap bisa menang GAnya dehh :v

  47. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s