REVIEW Love Journey #2

 love journey

Terkadang, memang ada hal-hal di dunia ini yang tidak selalu bisa  kita taklukkan. (hlm. 163)

Kepercayaan itu sungguh tak ubahnya kata sakti yang mujarab. (hlm. 118)

Banyak sekali buku traveling yang diterbitkan sekarang ini dan sangat beragam. Mulai dari yang mengkhususkan negara tertentu, khusus kuliner, khusus tempat-tempat unik, khusus tempat belanja. Semuanya yang bagus-bagus. Beda dengan buku ini. Memotret Indonesia lebih dekat. Indonesia bukan hanya sekedar cantiknya sebuah pulau, tapi lebih merepresentasikan kehidupan masyarakatnya. Indonesia yang sesungguhnya. Mulai dari yang susah mendapatkan air, belum merasakan listrik, dan masih banyak lagi problema yang dihadapi masyarakat akan kerasnya kehidupan.

Dari dua puluh empat cerita yang disuguhkan, ada beberapa yang menjadi pilihan favorit:

  1. Tebu yang berat itu dihempaskan. Perempuan itu menarik napas yang seolah tertahan oleh beratnya beban di atas kepalanya. Kerbau yang digunakan untuk memutar mesin penggiling juga harus disewa. Tentu saja mereka tak sanggup membeli kerbau sendiri. (hlm.  139) à kisah yang dituangkan dalam tulisan yang berjudul Perempuan Pembuat Saka ini bikin mrebes mili. Perjuangan orang tua yang bekerja keras tanpa kenal lelah yang tidak sia-sia. Hingga mengantarkan anaknya sampai ke Jepang :’)
  2. Tulisan Di Balik Pesona Topeng Haumeni Ana yang ditulis Feni Kurniati ini juga keren. Kita jadi melek bahwa Indonesia itu sangat luas, masih banyak tempat yang butuh dirangkul. Haumeni Ana dilewati oleh sebuh garis putih panjang yang tak putus sama sekali. Itu adalah jalan utama di desa yang menghubungkannya dengan desa lain tanpa aspal ataupun kerikil, hanya tanah yang tidak lagi ditumbuhi rumput karena begitu seringnya dilewati. Jalan itu sekaligus menjadi batas antara Indonesia dan Timor Leste.
  3. Sore di penghujung Juni 2001 itu, seorang gadis kerempeng lulusan SMA yang lugu, polos, dan belum pernah mengadakan perjalanan lintas provinsi naik transportasi umum sendirian. Ia berharap bahwa perjalanannya selama tiga hari ke depan menuju Jogja akan aman sepertiyang dijanjikan sopir. Ini perjalanan bukan main-main. Perjalanan nomor satu dibangku satu. Tanpa siapa pun yang dikenal sebelumnya. (hlm. 106) à Kisah Dwi AR yang dituangkan dalam tulisan Gadis Polos dalam Kotak Ajaib seperti mengingatkan saya akan masa-masa jaman awal kuliah. Miris tapi kocak. Ceritanya hampir mirip seperti yang pernah saya alami!😀

Banyak kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Betapapun orang asing ramah terhadap orang asing lainnya, tak lantas membuatnya peduli walau sekadar menanyakan keadaan kita. (hlm. 107)
  2. Sebagian orang Indonesia lebih senang berdiam diri dengan prasangka, takut merepotkan, tak enak hati, dan malu tak berdasar. (hlm. 108)
  3. Langsung main sambit, main kasar. Yang penting marah dilampiaskan. Tak peduli pelampiasan yang tidak tepat sasaran dan sama sekali tak menghasilkan sesuatu, kecuali kemarahan yang lain. Kita terkadang menggaruk kepala, padahal gatalnya di kaki. (hlm. 115)
  4. Jarang sekali dokter yang mau ditempatkan di pulau terpencil. Jauh di pelosok terdalam yang bahkan google map saja tidak mengenalinya. (hlm. 128)
  5. Seandainya saja program kapal gratis berlaku juga di berbagai pelosok tanah air lainnya. Betapa banyak manfaat yang akan dipetik dan dirasakan oleh masyarakat. (hlm. 133)
  6. Hasil menjual gula saka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jika anak-anak mereka sudah beranjak remaja, mereka harus menyiapkan uang lebih untuk biaya pendidikan. (hlm. 136)
  7. Tidakkah pemerintah menyadari bahwa larutan sianida yang digunakan oleh perusahaan pertambangan akan merusak keanekaragaman hayati. (hlm. 157)
  8. Hanya saja, urusannya begitu rumit, butuh ‘pelicin’ di mana-mana. Selalu, proses tersebut terhenti dikarenakan habisnya persediaan ‘pelicin’. Ada apa sih dengan bangsa ini? (hlm. 175)

Kelebihan buku ini adalah berwarna di bagian gambar-gambar yang disuguhkan. Jadi, meski tebal, tidak suntuk membacanya. Ada juga selipan sejarah di beberapa tulisan. Traveling itu tidak harus ke tempat-tempat mewah. Tempat-tempat yang tak terjamah justrun memikat! Aih…jadi penasaran ama seri yang pertama!😉

Keterangan Buku:

Judul                     : Love Journey #2

Penulis                 : Lalu Abdul Fatah dkk.

Editor                    : Itanov

Desainer cover  : A an

Layouter              : Fitri Raharjo

Pracetak              : Endang

Penerbit              : de TEENS

Terbit                    : Desember 2013

Tebal                     : 367 hlm.

ISBN                      : 978-602-255-418-9

love journey 1

3 thoughts on “REVIEW Love Journey #2

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s