REVIEW Travel in Love

   travel in love

Tujuan utama Paras dan Jatayu melakukan traveling sebulan menyusuri Jawa hingga Lombok adalah untuk melepaskan kenangan mereka terhadap masa lalu, terhadap kisah cinta mereka masing-masing.

Almarhum Kelana meninggal karena terlalu banyak menghirup asap belerang saat memimpin pendakian ke Gunung Semeru. Setidaknya dia meninggal dengan senang, meninggal cara sama seperti idolanya, Soe Hok Gie. Kelana sempat berkata kepada Jatayu jika nanti dia meninggal, dia ingin meninggal seperti So Hok Gie. Keinginannya terwujud. Kanta, adik kembarnya, selalu bilang kalau Kelana orang yang paling bahagia saat itu. Dia bersedih atas kepergian Kelana, tetapi juga bangga akan saudaranya.

Lain halnya dengan masa lalu Paras. Dia melirik gelang cokelat yang selalu melekat pada pergelangan tangan kanannya. Paras tersenyum simpul mengusap pelan gelang cokelat itu. Dirinya ingin melupakan sosok bernama Kanta, sosok yang memberikan gelang itu kepadanya, yang juga memiliki gelang yang serupa.

Paras memilih ingin melupakan Kanta, meski dia masih terus memendam perasaan untuk laki-laki itu. Di balik sifat Paras yang ceria, ia tidak tahu bagaimana cara menyembunyikan hatinya sendiri. Kanta sudah menghilang terlebih dahulu dalam hidup Paras, menyisakan sebuah gelang kayu berwana cokelat di pergelangan tangan kanan Paras. Semua terjadi sebelum Paras mampu mengatakan segala yang ingin dia katakan pada Kanta.

Jadi, itulah alasan Paras melakukan perjalanan ini bersama Jatayu; mereka pergi dari masa lalu. Inilah masa yang tepat, bersama Jatayu, untuk melakukan masa lalu mereka dan bersenang-senang. Melupakan segala pertanyaan yang terus menghantui kepala dan hati Paras; mengapa Kanta tiba-tiba menghilang saat dia masih ingin bernapas untuknya?

Paras belajar bahwa kehidupannya seperti rangkaian puzzle. Setiap hari dalam perjalanannya seperti mengumpulkan potongan puzzle yang harus ditemukannya. Setiap kejadian dan peristiwa adalah potongan-potongan puzzle yang lambat laun kian membuat Paras mengerti saat potongan puzzle terakhir telah menggenapi rangkaiannya. Gambaran di hadapannya semakin jelas terlihat dari setiap kejadian yang telah dia susun dalam rangkaian di dalam kepalanya, meski kadang rasanya terlalu sulit untuk mencari sebuah potongan yang pernah hilang atau perlu waktu lama untuk menemukannya.

Banyak kalimat favorit yang bertebaran dalam buku ini:

  1. Rasa sakit itu ada masanya. Nanti seiring waktu, luka dihati akan sembuh dengan sendirinya. (hlm. 29)
  2. Cinta terlalu besar hanya dua akibatnya untukmu: membahagiakanmu atau malah mencelakakanmu. (hlm. 108)
  3. Rindu yang diredam lama-lama akan meremukkan hati. (hlm. 111)
  4. Bukankah persahabatan tidak hanya menerima sebuah perlakuan yang manis dari sahabatnya? Bukankah persahabatan juga menanggung rasa asam dan pahit bersama? (hlm. 123)
  5. Kamu nggak perlu alasan untuk jatuh cinta sama seseorang. (hlm. 143)
  6. Dengan menahan semua beban lo sendiri, lo buat orang di sekeliling lo ikut menderita. (hlm. 155)
  7. Ada orang yang ditakdirkan untuk bisa bilang apa saja yang lagi dia rasain. Ada juga orang yang cuma bisa memendan perasaan dia cuma untuk dirinya sendiri. (hlm. 155)
  8. Setiap orang punya rasa takut, tinggal gimana mereka ngendaliin. (hlm. 161)
  9. Terkadang kita terlalu meresahkan hal-hal yang tidak jelas, sementara yang jelas kita abaikan karena terlalu banyak berpikir. Berpikir bisa membuatmu gila. (hlm. 258)
  10. Ada pertanyaan yang nggak akan pernah bisa dijawab. (hlm. 277)
  11. Nggak ada yang bisa menasehati kamu soal cinta. Kalau kamu harus bertanya tentang cinta, tanya kepada hati kamu. (hlm. 288)
  12. Yang paling penting itu bukan apa yang dikatakan oleh mulut. Yang paling penting apa yang dirasakan oleh hati. (hlm. 301)

Lewat tokoh Paras dan Jatayu kita bisa mengambil hikmah bahwa ada kalanya boleh bersedih. Tapi tidak boleh kesedihan itu terus-terusan menggerogoti kehidupan masa depan kita. Suka ama kisah tarveling seperti ini. Pas untuk takaran sebuah novel, selipan travelingnya tidak melebihi porsi inti dari cerita. Poin plus lagi adalah adanya ilustrasi-ilustrasi unyu berupa perjalanan yang dilalui Paras dan Kelana😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Travel in Love

Penulis                                 : Diego Christian

Penyunting                         : Jason Abdul

Penyelaras aksara            : Putri Rosdiana, Lian Kagura

Penata aksara                    :Nurhasanah

Desain sampul                   : Fahmi Ilmansyah

Ilustrasi isi                           : Yahya Abdul Aziz

Penerbit                              : teen@noura – Noura Books

Terbit                                    : 324 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7816-42-8

 

Beberapa ilustrasi unyu dalam novel ini:

travel in love 1 travel in love 2

Ssstt..berhadiah stiker hologram loh!

travel in love 3

Googling beberapa tempat kece yang disuguhkan dalam novel ini:

travel in love 4 travel in love 5 travel in love 6

 

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

4 thoughts on “REVIEW Travel in Love

  1. Tempat yang di kunjungi emang benar-benar kece! Apalagi ilustrasinya, berasa baca komik. Covernya keren abis, rasanya kaya nggak baca novel!

  2. Pingback: [WRAP UP] New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  3. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  4. Pingback: [BLOGTOUR] REVIEW Kepada Gema + GIVEAWAY | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s