REVIEW Scappa per Amore

scappa per amore

Hidup ini anugerah sekaligus ujian. Jika diberi kebahagiaan kita bersyukur. Tapi, saat diuji pun kita harus bersabar. Jadi, tidak perlu bersedih karena setiap kita sudah punya takdir hidup masing-masing. (hlm. 33)

Bahagia itu sederhana. Cukup menerima apa pun yang terjadi dalam hidup ini tanpa menggantungkan banyak harapan pada orang lain. Karena sebenarnya bahagia itu tidak kemana-mana. Ia ada dalam diri kita sendiri. (hlm. 35)

Diva Aliya Firansyah atau yang biasa disapa dengan nama Diva. Dia dibesarkan dalam keluarga yang sangat memegang teguh adat dan nilai agama, bisa dibilang keluarganya sangat konvensional untuk hal-hal berbau prinsip.

Keadaan memaksanya untuk mejadi mandiri dan dewasa sebelum waktunya. Terutama saat mendengar pertengkaran orangtuanya yang saban malam membuatnya terjaga. Selalu ada bantingan barang pecah, diselingi teriakan keras atau tangisan mama di ujung pertengkaran itu.

Sejak saat itu Diva selalu bertekad membahagiakan mama, apa pun caranya, kebahagiaan mama adalah nomor satu. Hanya untuk kebahagiaan mama, dan itu di atas segalanya. Tak mungkin ditawar dengan cara apa pun. Salah satu lewat perjalanan batin yang dilaluinya menyusuri berbagai negara.

Scappa per amore –lari karena cinta, judulnya yang diambil dari bahasa Italia ini memang tepat merepresentasikan kisah Diva dalam perjalanannya yang tidak hanya sekedar menunaikan tugasnya untuk meliput kehidupan umat Islam dibelahan berbagai negara, tapi juga sebagai pelariannya ketika diambang patah hati. #PukPukDiva

Banyak bertebaran kalimat favorit:

  1. Cinta bisa membuat sesuatu yang sulit menjadi lebih mudah, dan sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. (hlm. viii)
  2. Jatuh hati dan patah hati bukan perkara yang mudah bukan? Perlu waktu yang lama untuk menyehatkan kembali hati yang patah dan jatuh karena cinta. (hlm. 19)
  3. Hidup memang harus terus berjalan. (hlm. 23)
  4. Percayalah, tidak ada pengorbanan yang sia-sia dari usaha sekecil apa pun. Kalian pasti bisa menggenggam dunia jika mau mengusahakannya. (hlm. 39)
  5. Untuk mencapai itu tidak harus selalu menjadi pemenang karena kita harus merasakan jatuh untuh tahu rasanya sakit, dan mencari cara agar secepatnya bangkit. (hlm. 41)
  6. Cita-cita itu harus ditinggikan selaik langit. Karena semua manusia berpeluang sama besar mewujudkan cita-citanya. Setidaknya, kamu bisa bermanfaat untuk orang lain. (hlm. 42)
  7. Hidup itu soal rasa dan rasa itu tak bisa dibeli dengan apa pun. (hlm. 60)
  8. Rencana Tuhan memang lebih indah dan sempurna. (hlm. 87)
  9. Tidak semua hal yang kita inginkann dalam hidup itu bisa tercapai, tapi kita tidak boleh berhenti mengusahakannya. (hlm. 125)
  10. Hidup itu indah jika punya cinta yang bisa membuat bahagia. (hlm. 132)
  11. Hidup memang tak selamanya indah, begitu juga dengan cinta. Tapi, kalau bahagia itu pilihan. (hlm. 133)
  12. Cinta itu sederhana. Disadari atau tidak, manusialah yang membuatnya menjadi rumit. (hlm. 135)
  13. Karena sebenarnya hidup itu hanya fatamorgana dan mati itu adalah kepastian. (hlm. 212)
  14. Tidak ada manusia yang mampu berjalan sendiri tanpa campur tangan Tuhan, untuk itulah kita harus banyak bersujud meminta pertolongan-Nya. (hlm. 213)
  15. Hidup itu sebenarnya sederhana. Hanya soal belajar menerima dan menjalaninya dengan ikhlas. Manusia saja yang membuatnya rumit. (hlm. 214)Hidup itu dinamis. Tidak cukup hanya soal menerima. Kita harus mencari agar kita tahu dan menjadi sesuatu. (hlm. 214)

Banyak juga sindiran halus dalam novel ini:

  1. Tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Banyak juga kan, perempuan karier yang sukses mengurus rumah tangga mereka. Persoalannya bukan di pekerjaan, tapi bahagia atau tidak menjalaninya. (hlm. 14)
  2. Menikah itu tidak hanya modal cinta saja, tapi juga belajar untuk menjaga dan memelihara apinya agar tidak pernah hilang ditelan zaman. (hlm. 60)
  3. Tak ada salahnya bukan, ikut berbahagia untuk kebahagiaan orang lain? (hlm. 73)
  4. Jodoh itu ditangan Tuhan. Jadi, memang cari yang pas lahir batin. Nggak gonta-ganti. (hlm. 93)
  5. Kamu nggak bisa menghitam putihkan sesuatu sesukamu. Hidup itu bukan hanya soal benar atau salah. (hlm. 95)
  6. Kesadaran menghadap Allah itu ternyata bisa berasal dari panggilan hati dan jiwa. Tanpa azan pun semua Muslim harus selalu ingat menunaikan kewajibannya. (hlm. 111)
  7. Menerima bantuan mereka bukan berarti kita harus mengikuti kepentingan mereka, kan? (hlm. 122)
  8. Disadari atau tidak, menjalani sesuatu yang tidak dari hati itu sama saja membunuh diri sendiri. (hlm. 135)
  9. Banyak manusia yang keliru memaknai hidupnya, tapi lebih banyak lagi yang menjalaninya tanpa makna. Hanya sedikit orang yang paham mengapa dan untuk apa hidup. (hlm. 212)
  10. Kalau cobaannya juga banyak kenapa harus mengeluh? Bukankah dibalik kesulitan ada kemudahan? (hlm. 183)Hidup itu adalah soal menyiapkan bekal menuju keabadian. Di dunia ini banyak sekali ladang amal. Tapi manusia sering lupa menggarapnya. Mereka hanya sibuk mengurusi dunia, mengejar cita-cita, berambisi untuk selalu menggapai yang belum ada. (hlm. 214)
  11. Allah memberi kita akal. Tapi, jihad tidak cukup pakai akal, harus dengan hati. (hlm. 223)
  12. Setiap orang pasti punya masa lalu dan jodoh itu hanya soal waktu. (hlm. 237)
  13. Tidak ada satu pun manusia luput dari kesalahan. Masa lalu adalah pelajaran untuk memperindah masa depan. (hlm. 239)
  14. Jodoh dan mati itu hanya Dia yang tahu. Kalau tiba saatnya, tidak ada yang tidak mungkin. Yakin saja itu, kamu pasti tidak akan pernah gelisah. (hlm. 265)

Covernya sungguh memikat dan unyu bingit. Judulnya pun bikin kepincut. Waktu awal baca langsung kepikiran 99 Cahaya di Langit Eropa-nya Hanum Rais. Bukan maksud membandingkan, tapi alurnya memang sangat mirip. Mulai dari profesi si tokoh utama sampai pertemuan dengan orang-orang baru yang memberi pencerahan. Bedanya, jika 99 Cahaya di Langit Eropa lebih ke arah menguak sejarah Islam yang selama ini jarang terjamah, di novel ini lebih ke pergolakan batin tokoh utamanya yang mengalami masa lalu yang suram.

Terlepas dari itu, menyukai buku ini. Kita belajar banyak lewat orang-orang yang ditemui Diva dalam buku. Ada banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil. Suka ama novel Islam tipe seperti ini, ilmunya dapat tersampaikan tanpa terkesan menggurui.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Scappa per Amore

Penulis                                 : Dini Fitria

Penyelaras aksara            : Sheila, @kaguralian

Penata aksara                    : Nurul M. Janna

Penggambar ilustrasi      : Anisa’ Meilasyari

Perancang sampul           : A. A

Penerbit                              : NouraBooks

Terbit                                    : Juli 2013

Tebal                                     : 316 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1606-02-5

 

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

15 thoughts on “REVIEW Scappa per Amore

  1. Aku lihat di gooreads, emang byk yg bilang bukunya mirip 99cdle. Mgkn mba Dini ini fans nya kaka hanum rais heehe… Tapi emg dr TV yang sama, kA Hanum ex transtv, ka dini ex trans7. Klo dr sisi cerita, suka 99cdle. Apalagi filmnya hosh hosh hosh, bikin pingin punya suami kaya kaka rangga (ngik ngik ngik). Tapi klo ka dini lbh ke cerita2 mualaf ato org2 yang mendapat hidayah. Seruu jugaaa… bahasa mereka mirip, nurut aku. Mendayu dayu dan satire hehe… Denger2 dr TL mereka berdua juga mo buat buku baruu… klo yg ka Hanum udah mokeluar, Mei akhir judulnya masih pakai benda langit bulan dibelah dua apa yah gitu2lah msiterius kayaknya klo baca sinopsisnya. Cantwait dahh.. Kalo Ka Dini segeraaa yaach pokoknya I adore them both! Agen agen muslimah yang luarr biasaahh……..

  2. Covernya unyu… Akhir-akhir ini ngefans sama novel yang agak ke islam. Pas pertama baca resensinya langsung keinget 99 Cahaya Di Langit Eropa! Wah-wah jadi makin penasaran ><. Kata-kata favorit: Menikah itu tidak hanya modal cinta saja, tapi juga belajar untuk menjaga dan memelihara apinya agar tidak pernah hilang ditelan zaman.

  3. Tidak menarik siy menurut saya. Cover terlalu perempuan. Sy blm baca 99cahaya, tp udh nonton filmnya. Filmnya bagus! Meskipun katanya fiksi. Soo touching, anak sy sampai nangis. Klo liat covernya, kayanya cocok kan buat laki2? Hehe. Jujur aja, klo baca buku cover nya tll manis dan centil, jd malu bawa di kereta/busway. Sy udh liat Goodreads. Bsk bersiap hunting 99 cahaya. Tunggu review saya!

  4. Bahagia itu sederhana. Cukup menerima apa pun yang terjadi dalam hidup ini tanpa menggantungkan banyak harapan pada orang lain. Karena sebenarnya bahagia itu tidak kemana-mana. Ia ada dalam diri kita sendiri.
    inget kata-kata di atas. abangku pernah bikin status fb yan kayak gitu -_- pas aku mau minjem novelnya malah gak di kasih:( baca reviewnya disini aja kali ya😀 Tapi pengen baca semuaaa u.u

  5. Pengen baca novel yg kayak gini nih! Aaak~ covernyaa~ Tapi nemu review disini, cuma bisa baca sinopsis quotes doang T.T *namanyajugareview* tapi bagus mbak review nya🙂

  6. Aku setuju banget… covernya sangat menarik.
    Dan hal lain yang menarik adalah… tema-nya! Tema yang berbeda dari beberapa buku yang pernah aku baca.
    Rasanya kapan2 aku ingin membacanya.🙂

  7. Duluan mana 99 cahaya apa scappa sih? Klo yg duluan 99 brati scappa ngekornya kurangg bagus. Klo duluan scappa, brati 99 ngekornya lbh nampol dr pendahulunya. #hasilbaca2buku yg slama ini dikabarkan senafas.

  8. Pingback: [WRAP UP] New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  9. mba dini fitria bikin buku lagi katanya… dan wuups… kok ya kayanya bakal kayak bukunya hanum rais lagi yang terbaru Bulan Terbelah di Langit Amerika. Klo mba dini judulnya Hijrah Cinta di Senja Copabana. Hehe sama sama di Amerika broh. Tau juga siy isinya apa semenegangkan BTDLA. Yaa mirip banget kan judulnya ada frasa yang sama dan nama tempat. Mgkn emang jdul bahasa asing susah juga sih memarketkannya. Mgkn scappa per amore bisa diganti judulnya jadi Lari dari Cinta ke Benua Eropa. Lebih menjual loh… jadi pas untuk ke judul berikutnya Hijrah Cinta di Senja Cobacapana.

  10. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s