REVIEW Sang Patriot: Sebuah Epos Kepahlawanan

sang patriot

“Mengapa kalian harus takut mati dalam pertempuran? Kalian hanya diminta memilih satu diantara dua kebaikan. Bertempur lalu menang, atau mati sebagai syuhada yang oleh Allah dijanjikan surga. Ingat! Satu pilihan di antara dua kebaikan. Jadi kalian jangan takut mati demi harga diri bangsa dan negara yang kita cintai ini.” (hlm. 173)

Saya selalu ingat dengan tagline JAS MERAH-nya Bung Karno. Saya sedih banget kalo pas perayaan hari-hari besar nasional, banyak sekali ababil masa kini yang tidak mengetahui tanggal-tanggal bersejarah itu. Bahkan yang bikin syok ketika Nelson Mandela meninggal, bisa-bisanya ada yang nge-twit (entah bercanda atau serius) yang menanyakan siapakah Nelson Mandela itu. Bayangkan, orang penting dalam sejarah dunia saja tidak dikenal, apalagi pahlawan-pahlawan lokal. Yup, ababil masa kini lebih hapal personil Super Junior ketimbang nama-nama pahlawannya. Dan inilah PR besar bagi kita semua untuk memperkenalkan sejarah Indonesia kepada mereka. Kadang saya suka mikir, ya ampyun, cuma beda sepuluh tahun saja dengan murid-murid unyu, perbedaan cara pandangnya sangat amat jauh berbeda x)

“Kau punya mimpi jadi tentara agar dapat membaktikan tenagamu kepada rakyat banyak. Mungkin inilah saat yang tepat untuk mewujudkannya. Menurutku, jika ingin merdeka, Indonesia pastinya membutuhkan pasukan tentara yang dapat diandalkan.” (hlm. 47)

Adalah Letkol. Mochammad Sroedji, salah satu pejuang dari Jember. Bagi masyarakat di luar Jember, namanya mungkin kurang begitu dikenal. Tapi jika kita membaca novel ini, kita bisa melihat wujud nyata sumbangsih beliau dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan Sroedji ini lewat tokoh sang istri, Rukmini. Kita bisa melihat bahwa laki-laki yang sukses tentu ada perempuan sejati yang rela berkorban mendampingi suaminya. Salah satunya adalah Rukmini ini. Lewat tulisan Irma Devita yang merupakan penulis sekaligus cucu mereka ini, menuangkan sejarah nyata yang kelak bisa kita ceritakan ke anak cucu kita kelak.

“Menurutku, jika menjadi tentara adalah panggilan jiwamu sejak dulu, penuhilah, Pak. Seseorang akan berhasil jika melakukan pekerjaan sesuai hati nuraninya. Berangkatlah, Pak. Aku rela kau jalani hidup tentara. Enyahkan penjajah dari bumi pertiwi.” (hlm. 48)

“Sebagai istri prajurit yang bertangung jawab atas keselamatan bangsa, aku akan selalu di belakangmu, mendukungmu sampai merdeka negeri ini.” (hlm. 65)

Lewat buku ini kita akan diajak menelusuri Indonesia mulai dari jaman penjajahan oleh Belanda yang dilanjutkan oleh penjajahan Jepang yang tak kalah kejam, sampai perjuangan bangsa Indonesia meski 17 Agustus 1945 Indonesia dinyatakan merdeka, sesungguhnya Indonesia belum benar-benar merdeka. Masih banyak pertempuran di sana-sini yang tak sedikit mengorbankan nyawa para pejuang yang ikhlas bertempur melawan penjajah.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Pasangan suami-istri merupakan dua orang dalam satu jiwa. Perpisahan karena kematian hanyalah bersifat sementara. Suatu saat, suami istri yang saling setia akan berkumpul lagi di surga. (hlm. Ix)
  2. Seorang prajurit yang kehilangan semangat juang ibarat mayat yang sedang menggusung keranda kematiannnya sendiri. (hlm. 57)
  3. Kita tidak memenangkan sebuah pertempuran, tapi kita telah memenangi peperangannya. (hlm. 86)
  4. Bagi seorang ksatria, gugur dalam pertempuran lebih membahagiakan daripada mati dalam kenistaan sebagai pengkhianat. (hlm. 98)
  5. Konon, bayi dalam kandungan punya kepekaan dan hubungan batin luar biasa dengan ibunya. (hlm. 125)
  6. Kita harus disiplin. Yang paling penting, dalam kondisi apa pun kita harus siap. Jangan panik. Kepanikan bisa mengakibatkan kita mati konyol. (hlm. 171)
  7. Hidup dan mati sudah kehendak Allah. Tapi, jika harus mati, setidaknya kita mati setelah melakukan perlawanan berarti. (hlm. 171)

Adegan menegangkan dan bikin ngilu:

  1. Derak langkah opsir-opsir Jepang yang mendekat tidak sekencang degup jantung Rukmini yang meringkuk semakin rapat. Zikir dan doa-doa tak henti Rukmini panjatkan dalam hati. (hlm. 70)
  2. Baru hitungan meter berjalan, tiba-tiba dentuman keras menggelegar di belakang mereka. Mengguncang bumi merobek siang hari yang panas. Gendang telinga mereka seakan pecah saking kerasnya ledakan. Sebuah granat meledak tepat di tempat tadi mereka berhenti. (hlm. 125)
  3. Serdadu KNIL mengancam sambil mendekatkan mukanya ke wajah Rukmini bermaksud meneror. Rukmini merinding dibuatnya. Hidungnya membaui aroma napas yang tak sedap. Bau alkohol menyembur dari mulut si serdadu. Perut Rukmini mendadak jadi mual. (hlm. 180)
  4. Belum puas dengan mencongkel kedua bola mata sang komandan, si wajah bengis mengangkat tangan jasad yang sudah tak berdaya itu. Dengan telengas, di potongnya jari-jari tangan itu satu per satu. Sangkur yang tajam mudah saja memisahkan jari-jari dari tangan pemilikinya. (hlm. 239)
  5. Tak terhitung luka tusukan bayonet yang tampak menganga di sekujur tubuhnya. Ada tapak popor senapan dan lubang peluru di pelipis kanan yang diselimuti darah menggumpal. Kulit dan daging di bagian punggung hancur karena di seret di jalanan berpuluh-puluh kilometer. (hlm. 243)

Banyak juga kita akan menemukan tanggal sejarah dalam perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan:

  1. 1 Maret 1943 – Jepang membubarkan PETA (hlm. 41)
  2. 22 April 1943 – dibentuk HEIHO, barisan pemua usia belasan yang disiapkan untuk bertempur bersama tentara Jepang di Asia Pasifik, serta Keibodan atau kepolisian. (hlm. 41)
  3. 3 Oktober 1943 – lahirlah Pembela Tanah Air (PETA) (hlm. 42)
  4. 8 Desember 1943 – Lapangan Ikada, hari yang bersejarah bagi para calon perwira PETA. (hlm. 59)
  5. 5 Oktober 1945 – BKR berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) (hlm. 73)
  6. 5 Mei 1947 – telah berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) (hlm. 99)
  7. 17 Januari 1948 – Ditandatanganinya Perjanjian Renville oleh Perdana Menteri Amir Syarifudin dari pihak Indonesi dan Abdul Kadir

Ada juga cuplikan adegan penjajahan:

  1. Doktrin Hokkalchiu dijadikan alat propaganda untuk meyakinkan negara-negara terjajah. Jepang menganggap diri sebagai ‘saudara tua’yang harus dihormati dan dibela. Doktrin yang sekaligus menjadi slogan persaudaraan universal yang dikumandangkan Jepang untuk menciptakan Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya dalam Perang Dunia II. (hlm. 39)
  2. Jepang juga mulai merekrut pemuda-pemuda Indonesia untuk latihan militer dengan membentuk Seinendan, barisan pemuda. (hlm. 41)
  3. Anggota BKR sepakatmengganti kepangkatan mereka yang semula terdiri dari daidanchoo, chuudanchoo, dan shoodanchoo serta budanchoo menjadi Kolonel, Mayor, Kapten, Letnan Satu dan Letnan Dua. (hlm. 73)

Ada juga beberapa sindiran halus dalam buku ini:

  1. Kehidupan sebagai selir Panembahan, meski berlimpah materi, tidak membuat Amni bahagia. Sang Panembahan sudah punya banyak selir. Masing-masing selir bersaing memperebutkan perhatian Panembahan. Besarnya cinta kasih dari sang Panembahan bisa berarti limpahan materi bagi si selir. (hlm. 7)
  2. Kasta pemisah antara bangsawan dan rakyat jelata sengaja diciptakan oleh Belanda. Politik devide et impera merupakan taktik mereka mencegah timbulnya persatuan dan kesatuan di kalangan pribumi. (hlm. 21)
  3. Kita hidup di tanah Jawa. Anak kita harus diajari bicara bahasa Jawa untuk komunikasi sehari-hari, bukan bahasa penjajah… (hlm. 35)
  4. Cara mereka melatih memang sadis, bahkan di luar batas kemampuan mereka. Tapi mereka benar. (hlm. 57)

Ada juga tentang permasalahan perempuan:

  1. Kecantikan masa muda, yang membuatnya tampil menonjol di antara gadis sebaya, malah sempat menjadikan dirinya harus mengalami pengalaman pahit. Kehidupan getir sebagai selir seorang bupati. (hlm. 6)
  2. Kepatuhan Rukmini kepada  ayahnya, yang merupakan lambang supremasi tak terbantahkan dalam keluarga. (hlm. 22)
  3. Menikah berarti harus berhenti sekolah, padahal ia tidak ingin itu terjadi. (hlm. 26)
  4. Laki-laki takut menghadapi perempuan yang terlalu pintar. Perempuan seperti ini biasanya sulit diatur dan mendengarkan kata-kata suami. (hlm. 27)
  5. Kebencian rakyat terhadap Jepang semakin kental ketika kaum wanita, asal masih muda baik yang gadis kencur maupun yang sudah bersuami, dipaksa dan diseret menjadi jugun ianfu. (hlm. 69)

Baca buku ini langsung habis dalam sekali baca. Pendeskripsiannya sungguh detail, tidak hanya terpaku oleh sang tokoh utama saja. Ah, coba saja semua buku sejarah mengasyikkan seperti ini. Tentunya saya nggak musti bolak-balik nerangin ke murid-murid unyu tentang sejarah yang bagi mereka membosankan. Alur ceritanya menarik untuk membacanya, tidak bertele-tele meski memaparkan beberapa tokoh lain yang tentunya masih berhubungan dengan tokoh utama. Coba saja ya ada sekuelnya, jadi cerita yang belum diurai lengkap bisa dijabarkan. Jenis font dan jarak antar spasi juga nyaman. Penjilidannya pun kuat. Covernya yang kemerahan merepresentasikan semangat berkobar dari jiwa sang patriot yang diceritakan.

Typo-nya lumayan banyak. Oya, berhubung banyak istilah-istilah asing, lebih kece lagi jika seandainya di halaman belakang disuguhi glossarium yang memuat penjabaran istilah-istilah asing tersebut.

Terlepas dari itu, menyukai buku ini dan berharap ke depannya bakal banyak buku-buku bertema sejarah dengan kemasan seperti ini. Tidak berat dan menarik minat bagi anak muda😉

Keterangan Buku:

Judul                     : Sang Patriot

Penulis                 : Irma Devita

Penyunting         : Agus Hadiyono

Desain sampul   : WinduUKMJem

Penerbit              : Inti Dinamika Publishers

Terbit                    : Pebruari 2014

Tebal                     : 280 hlm.

ISBN                      : 978-602-14969-0-9

IMG_20140515_192657

Sang Patriot Sebuah Epos Kepahlawan Trailer:

Book Launching Sang Patriot:

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

9 thoughts on “REVIEW Sang Patriot: Sebuah Epos Kepahlawanan

  1. Review dari seorang pustakawin sungguh detil dan menarik. Ceritakan ttg dongeng Sang Patriot kepada murid2 unyu mu ya mbakk..🙂 Terima kasih atas partisipasi dann reviewnya🙂

  2. Pingback: [WRAP UP] New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  3. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s