REVIEW The Gong Traveling

the gong traveling

Setiap detik waktu adalah suara hati

Lalai memanfaatkannya, jatuhlah ke bumi

Ibarat daun kering hancur luruh

Tak akan bisa kembali lagi

Begitulah roda waktu mengiringi

Menjadi musuh bagi kita

Juga kawan bagi kita. (hlm. 21)

Lewat buku ini, kita akan mengintip beberapa budaya atau tradisi negara yang dikunjungi penulis:

  1. MALAYSIA. Penulis singgah di Malacca, sebuah kota tua yang dijuluki Malaysia’s Historis City. Kota seluas 1.650 km persegi ini sangat terasa tua dan antiknya kota ini. Bangunan-bangunan ala Cina, India, Eropa, dan Indonesia (Sumatra dan Jawa) bersatu padu di sini. Semua bangunan tua itu dipelihara sebagai benda-benda bersejarah. Semua jadi bagian dari kota, pemerintah, dan rakyat Malaysia. Maka, tidak heran jika dari sektor pariwisata menduduki rangking ke-4 devisa negara setelah getah, kelapa sawit, dan minyak. Penduduk Malacca pun ramah-ramah. Mereka melayani turis seperti pada raja-raja. Motto ‘turis adalah uang’ rupanya mereka pegang teguh
  2. THAILAND. Ba Cho National Park memang istimewa. Ada sebuah pohon yang dilindungi dan satu-satunya di dunia. Pohon daun kayu emas namanya. Tumbuh merambat dan melilit pada batang-batang pohon. Jika telah berumur 8-15 tahun, daunnya bisa berubah warna. Ada juga sebuah masjid yang tidak memiliki atap, tepatnya di Gersik,5 km selatan Pattani, Thailand Selatan. Sebuah kota yang 90 persen penduduknya beragama Islam. Kota ini disebut juga sebagai “Serambi Mekkah” Thailand. Hal yang menarik lainnya adalah ketika penulis meliput tentang gadis-gadis Akha yang terkenal ulet. Sepanjang sore, 90 persen yang bekerja di ladang adalah wanita. Para lelakinya diam di rumah, menunggu hasil ladang di jual ke kota atau pergi ke kota menjadi buruh-buruh kasar. Sayangnya, mereka tidakmalu lagi untuk menjual kebudayaan sendiri kepada orang asing, lalu ditukar dengan kebudayaan baru. Selain itu hal yang umum kita ketahui tentang Thailand adalah film-filmnya yang ‘panas’. Dalam kenyataannya, memang demikian. Di Hat Yai malah sebuah baliho adegan tidak senonoh dipasang di sudut kota sehingga dapat disaksikan seluruh lapisan masyarakat, bahkan kaum muda mendominasi. Byuh…pantes saja ya di sana remaja-remaja dengan relaks membaca buku-buku porno dan minuman alkohol di muka umum >.
  3. BANGLADESH. Februari adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Bangladesh. Terlebih-lebih remajanya. Di panggung kota pun setiap malam ada drama atau pertunjukkan kesenian. Mereka berbondong-bondong menghabiskan senja dan separuh malam untuk memborong buku, novel atau jajan di kedai-kedai, dan nonton drama yang semuanya dari pelajar. Kadang kala dari kota lain pun berdatangan ke Dhaka. Wah, keren banget ya! 😉
  4. Dan masih banyak negara dan tempat dengan ciri khas budayanya masing-masing. Ada suka dukanya. Ada pengalaman manis juga pengalaman pahit. Yang salut dan acungkan jempol untuk penulisnya adalah dengan keterbatasan yang ada tidak menghalangi semangatnya yang berkobar untuk mengelilingi dunia. Patut diteladani nih semangatnya!😉

Beberapa kalimat favorit:

  1. Hidup adalah merangkai segala macam pengalaman dalam kehidupan. Hidup adalah menyiapkan diri untuk membawa bekal menuju perjalan panjang sesungguhnya. (hlm. 9)
  2. Nikmati saja semuanya. Kalau panas,nikmatilah panas itu. Rasakan. Kalau tak tahan, ya berteduhlah. Kalau ada tanjakan, dakilah. Tak kuat, ya turun dan tuntunlah. Praktis kan? Atau yakinlah bahawa Tuhan memberi kita ujian sekaligus menciptakan pundak bagi kita. Bukankah Dia tak akan pernah memberi ujian melebihi batas kemampuan kita? (hlm. 29)

Buku ini lumayan tebal dan memuat kebudayaan beberapa negara yang dikunjungi penulis plus dokumentasi tempat-tempat yang dituju. Sayangnya gambarnya tidak berwarna, mungkin juga karena kebijakan harga sebuah buku.

Gol A Gong berpesan dalam buku ini; pergilah sebentar dari rumah. Sisakan waktu dalam hidupmu, kawan, untuk melihat dan menikmati dunia. Hidup tidak melulu harta, tahta, dan kehormatan. Dengan berdarmawisata, banyak hal yang akan kita peroleh, yang tidak akan kita dapati di bangku sekolah.

Keterangan Buku:

Judul                     : The Gong Traveling

Penulis                 : Gol  A Gong

Penerbit              : Salamadani

Terbit                    : 2012

Tebal                     : 262 hlm.

ISBN                      : 978-602-7817-17-3

2 thoughts on “REVIEW The Gong Traveling

  1. Wah, keren! Aku baru tahu kalau Thailand ternyata… Selama ini nonton film Thailand biasa-biasa aja, nggak tahunya kaya gitu. Yang Bangladesh bikin iri ><. Suka banget sama pesannya, "pergilah sebentar dari rumah. Sisakan waktu dalam hidupmu, kawan, untuk melihat dan menikmati dunia. Hidup tidak melulu harta, tahta, dan kehormatan. Dengan berdarmawisata, banyak hal yang akan kita peroleh, yang tidak akan kita dapati di bangku sekolah."

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s