REVIEW Sott’er Celo de Roma

 sotter cello de roma

Kita harus menentukan pilihan kita sendiri. Kita nggak akan pernah tahu kapan kita akan mati. Jadi, ya kita harus memperlakukan setiap momen sebagai momen terakhir dalam hidup kita. Artinya, kita harus memilih dengan tepat dan menikmati setiap saat yang kita punya. (hlm. 105-106)

Zetta, si anak mama yang gak pernah pergi sendiri terpisah dari rombongan genk belanja ibunya di Roma. Ternyata bukan cuma dia yang nyasar, ada juga Rama. Dari sinilah mulai perkenalan mereka.

Dari awal, kita akan disuguhi aroma Roma yang kental. Banyak tempat yang dijabarkan dalam buku ini meski cuma sekilas-sekilas; Piazza Navona, Aquesduct, Forum Romanum, La Scalinata, Colloseum, Spanish Steps, dan masih banyak lagi.

Banyak sindiran halus dalam novel ini:

  1. Cewek banget. Nangis karena kesalahannya sendiri. (hlm. 13)
  2. Dasar perempuan, nggak bisa melihat masalah dengan objektif. (hlm. 31)
  3. Bagaimana bisa, belanja lebih pengting dari anak sendiri? (hlm. 59)
  4. Dasar ibu-ibu, memang susah kalau emosionalnya tersulut. (hlm. 80)
  5. Bukan yang lebih muda yang salah. Tapi, yang muda yang nggak dikasih kesempatan ngomong. (hlm. 86)
  6. Apa pun latar belakang ortu lo mengekang elo, seharusnya mereka juga memberi lo kebebasan. (hlm. 95)
  7. Orangtua suka nggak suka, ya suatu hari harus ngelepas anaknya. (hlm. 96)

Beberapa kalimat favorit:

  1. Bagaimanapun, kita tidak bisa menyerah pada nasib. (hlm. 186)
  2. Rasa takut melepas anak itu sebenarnya pasti dimiliki semua ibu. (hlm. 159)
  3. Orang harus berlapang dada menerima kritik. (hlm. 111)
  4. Pada awal kehidupan, orangtua tentu harus membesarkan anaknya, mengasuh, mengajari. Tapi, pada titik tertentu, orangtua justru harus mengajari anaknya kehidupan dengan melepaskan. (hlm. 96)

Entah kenapa, saya malah suka liat gerombolan ibu-ibu rempong yang pada heboh belanja. Yang berhubungan dengan belanja-belanja, diantaranya:

  1. Kenapa, ya, ibu-ibu butuh begitu banyak tas? Tas besar, tas kecil, tas pesta, tas buat ke mal, dan tentu saja tas buat arisan. (hlm. 123)
  2. Dari salah satu lorong kelihatan beberapa ibu Indonesia berlari gedebak-gedebukan. Gerakan mereka agak repot dengan plastik aneka ragam yang dibawa masing-masing dan sepatu high heels yang kurang cocok dipakai jalan kaki di jalanan Roma yang dilapisi batu. (hlm. 23)

Dari awal kepincut ama covernya yang unyu. Ternyata isinya pun tidak mengecewakan. Kisah tentang pergolakan batin antara anak dan orangtua. Banyak pesan moral yang kita ambil lewat novel ini, terutama buat orangtua yang terlalu mengekang anaknya.

Keterangan Buku:
Judul                                                     : Sott’er Celo de Roma
Penulis                                                 : Donna Widjajanto
Penyunting                                         : Dila Maretihaq Sari
Perancang & ilustrasi sampul      : Nocturvis
Ilustrasi isi                                           : Arya Zendi, Belinda C.H., dan Itsna Hidayatun
Pemeriksa aksara                             : Intan & Fitriana
Penata aksara                                    : Arya Zendi & Gabriel
Penerbit                                              : Bentang Belia
Terbit                                                    : 2013
Tebal                                                     : 19 cm.
ISBN                                                      : 978-602-9397-99-4

Beberapa tempat kece yang dijabarkan dalam novel ini:

sotter cello de roma 1 sotter cello de roma 2 sotter cello de roma 3 sotter cello de roma 4

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

 

9 thoughts on “REVIEW Sott’er Celo de Roma

  1. reviewnya bikin penasaran pengen baca duh huhuhuhu aku suka covernya,lucu. settingnya di Roma ya? pasti seru, aku jarang baca yg settingnya di eropa gitu. paling London,Paris ngga pernah ampe Roma. Apa daya harus tamatin 2 novel ku dulu baru bisa beli buku baru😀

  2. Wahh, covernya unyu pasti ceritanya keren….. Tentang ibu-ibu yang suka belanja? Wah jarang baca novel begituan apalagi settingnya di Roma. Novel yang ku baca selama ini jarang yang ceritanya belanja tapi di Roma :3. Emm, sindiran-sindirannya fakta banget!

  3. Ide ceritanya boleh juga karena memasukkan unsur Mama shoppers dan hubungan orang tua-anak. Meski setting lokasinya di luar Indonesia (Roma) tetapi ceritanya Indonesia sangat😀

  4. Kok reviewnya singkat, biasanya kan reviewnya panjang2.

    Aku belum pernah deh baca buku yang bersetting Roma.
    Trus yg menarik ya itu tadi… soal emak2 yang heboh belanja hahaha

  5. Pingback: [WRAP UP] New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  6. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s