REVIEW Cado-cado: Catatan Dodol Calon Dokter

cado cado 1
Pasien juga seorang manusia yang butuh perhatian untuk menghadapi keadaannya, bukan cuma untuk mempelajari penyakitnya saja. (hlm. 197)

Mahasiswa Fakultas Kedokteran akan diwisuda dan mendapat gelar S. Ked atau Sarjana Kedokteran, setelah mempelajari teori dan praktikum di kampus selama delapan semester. Setelah itu, teori yang yang sudah dipelajari di kampus akan diaplikasikan di rumah sakit. Kalau kalian diundang ke pesta wisuda seorang wisudawan kedokteran yang mendapat gelar S. Ked. Atau dokter muda, jangan buru-buru nanya, “Mau praktek di mana setelah ini?” Mereka ini belum boleh praktek karena harus melanjutkan ko-ass dulu sampai tamat. Baru deh bisa mendapatkan izin praktek dokter umum.

Ko-ass umumnya dijalani selama dua tahun. Bisa kurang bisa lebih, tergantung mahasiswanya mau cepat lulus atau gak. Ko-ass dijalani dengan mengikuti bagian-bagian ilmu kedokteran, jadi selalu berpindah-pindah lokasi tergantung rotasi/ siklus stase (bagian ko-ass). Peserta ko-ass diwajibkan mengikuti peraturan yang sudah ditentukan di masing-masing rumah sakit.

Adalah Herdiriva Hamzah yang menjalani masa-masa ko-ass. Banyak suka dan duka yang dialaminya. Mulai dari ko-ass ilmu kedokteran jiwa yang bikin ngakak, sampai ko-ass mata yang mengena.

Masa ko-as memang masa di mana gak bakalan sempat buat pacaran. Kalaupun iya, palingan cuma bisa ketemu seminggu sekali di kala malam minggu. Itu juga kalo lagi gak dapet jadwal jaga malam. Makanya gak heran kalo ko-ass banyak yang putus dan menjomblo. #PukPuk

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jangan takut kalo berhadapan dengan orang yang mengalami gangguan jiwa. Gak perlu segitu takutnya ama mereka. Justru mereka membutuhkan empati dan perhatian. Hindari melakukan tindakan yang berlebihan, seperti terlalu mengkritik, terlalu mengontrol, dan sebagainya. Bisa gak sembuh-sembuh nanti. (hlm. 29)
  2. Memang kalo metode yang dimodifikasi tanpa landasan teori yang kuat tidak selamanya menguntungkan. (hlm. 108)
  3. Gak usah sombong dan meremehkan orang lain kalau sudah diberi kepintaran. Di balik semua, Tuhan pasti punya rencana buat kita. (hlm. 122)
  4. Hidup ini kadang-kadang perlu adventure biar semangat! Jangan lurus-lurus aja, bosen! (hlm. 136)
  5. Ada kalanya dokter harus memberikan kabar buruk kepada pasien yang penyakitnya sulit disembuhkan. (hlm. 147)
  6. Menjadi seorang dokter itu harus selalu bersedia menjelaskan ke pasienmu dankeluarganya bagaiman kondisinya, seburuk apa pun itu. (hlm. 158)

Banyak juga sindiran halus dalam novel ini:

  1. Kalo punya anak kecil, jangan suka ditakut-takutin ya. (hlm. 16)
  2. Banyak ko-ass yang jadi kurus setelah masuk ko-ass forensik ini karena napsu makan mereka jadi berkurang. Boleh juga dijadikan salah satu alternatif untuk menurunkan berat badan. (hlm. 34)
  3. Orang-orang yang disuntik silikon wajahnya jadi mirip seperti kembar. Secara tidak disadari, mereka sudah one step ahead. (hlm. 67)
  4. Buat ibu-ibu yang demen banget serombongan datang ke rumah sakit tiap liburan bersama anak, apa gak takut kalo anaknya terkena infeksi nosokomial atau infeksi yang ditularkan di rumah sakit? (hlm. 73)
  5. Kenapa cukup banyak orang India asal Malaysia yang ngambil sekolah dokter di Indonesia ya? (hlm. 112)
  6. Ko-ass sambil berbisnis ria udah jadi pemandangan yang biasa banget di rumah sakit. (hlm. 127)
  7. Merasakan bau ketek atau ketemu setan? Benar-benar dilema. (hlm. 163)
  8. Cewek emang lebih suka menggosip dibandingkan cowok. (hlm. 176)
  9. Beberapa mahasiswa yang baru menjalani ko-ass biasanya mempunyai rasa pamer selangit. (hlm. 185)

Banyak juga selipan pengetahuan, diantaranya:

  1. Salah satu faktor penyebab gangguan jiwa adalah keturunan. (hlm. 18)
  2. Penelitian memang membuktikan kalo banyak penderita yang ber-IQ tinggi, bahkan di atas rata-rata. Sayang, pola pikirnya berantakan. (hlm. 22)
  3. Pernah gak ketemu dengan orang yang mengatakan bahwa dia adalah presiden, atau dia adalah Tuhan? Nah, itu salah satu dari waham, namanya waham kebesaran (delusion of grandiosity) (hlm. 25)
  4. Keteter foley adalah sebuah selang dari karet yang dimasukkan melalui lubang pipis untuk menyalurkan urine dari kandung kemih ke dalam kantung khusus dari plastik. (hlm. 85)

Dunia per-senior-an pun kerap dialami para calon dokter-dokter muda ini:

  1. Kalo kita gak tau jawabannya, kiba bakalan dimarah-marahin di depan pasien, kadang-kadang pasiennya malah tersenyum mengejek ke kita. Gimana gak pegel coba. (hlm. 52)
  2. Dunia ko-ass juga gak luput sama yang namanya senioritas. (hlm. 79)
  3. Aku selalu ditaro di malam minggu. Sial banget. Siapa yang mau tukeran jaga malam minggu? Gak ada. (hlm. 82)
  4. Kalau ada anak ko-ass yang berbuat sedikit kesalahan, pasti seluruh dokter-dokter lain tau. (hlm. 131)

Nemu typo:

  1. DangdutAsep (hlm. 4) – harusnya ada spasi
  2. Gump_palan (hlm. 114) – harusnya gumpalan

Tahu buku ini sebenarnya udah lama (Ya iyalah, terbit aja tahun 2010). Entah kenapa, hati belum tergerak buat nyicip isinya. Entah kenapa (lagi), sesuatu yang berbau dodol kesannya bukan lucu, malah garing. Maklum, tahun itu banyak sekali buku-buku yang mengekor kesuksesan Anak Kos Dodol-nya Dewi ‘Dedew’ Rieka.

Ternyata salah besar. Buku ini benar-benar di luar ekspetasi saya. Dari halaman ko-ass pertama di rumah sakit jiwa langsung membius. Begitu pula cerita di bagian ko-ass lainnya. Diselipi juga cerita teman-temannya yang super unik; Budi yang bertubuh ekstra, Uba yang punya aroma melebihi tajamnya durian busuk, atau juga Hani yang sok-sok Inggris x)

Rekomendasi buat yang butuh bacaan ringan dan menyegarkan. Suka, suka banget buku ini. Nyesel gak baca dari dulu!😀 #KemanaAja

Keterangan Buku:

Judul                                     : Cado-cado: Catatan Dodol Calon Dokter

Penulis                                 : Herdiriva Hamzah

Editor                                    : Raditya Dika, Dewi Fita

Proofreader                       : Mala Aprilia, Rizal Khadafi

Penata letak                       : Yasinta Mutiara Aini, Gita Mariana

Desain sampul                   : Adriano Rudiman

Ilustrasi                                                : Freddy Napitupulu

Penerbit                              : Bukune

Terbit                                    : 2010

Tebal                                     : 200 hlm.

ISBN                                      : 602-8066-12-5

3 thoughts on “REVIEW Cado-cado: Catatan Dodol Calon Dokter

  1. Wah, penyakit kita hampir sama, at least duluuuuu, malas nyoba buku berbau dodol. Tapi Luckty sudah berhasil menyicip, aku belum. Nyari pinjaman aja ah :))

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s