REVIEW 8 Jenis Harapan yang Menyelamatkan Hidup

jenis harapan hidup

“Tuhan tidak akan pernah memberimu sesuatu yang tak sanggup engkau tanggung, jadi jangan terlalu stres.” (hlm. 201)

Cerita pertama:

Pak Johan dan ibunya telah merancang masa depan anak-anaknya; Billy, Anna, dan Richard untuk memegang tongkat estafet bisnis besar mereka. Dua anaknya dikirim ke luar negeri untuk kuliah. Ketika giliran Richard berkuliah, krisis ekonomi yang cukup besar melanda perekonomian negara. Sebagian besar lini usaha terpaksa ditutup. Ini sangat mempengaruhi perkuliahannya. Hidupnya dihabiskan untuk berpesta pora dan mabuk-mabukkan. Marah dalam konteks yang tepat menjadikan Johan dan sang istri memeiliki sebentuk tembok pengharapan, bukan penghakiman. Sebentuk harapan yang terwujud karena dilepaskannya pengampunan bagi diri Richard, di mana pun dia berada saat itu.

Cerita kedua:

Rejeki memang sudah ada yang mengatur, yaitu Tuhan. Ada rejeki untuk orang malas, ada rejeki untuk orang yang rajin. Ada rejeki untuk orang yang mengeluh, ada rejeki untuk orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya, rejeki itu hanya untuk orang jujur. Dengan kata lain, rejeki tidak diperoleh semata-mata karena kerja keras dan kepintaran seorang manusia. Rejeki merupakan karunia, anugerah dari Sang Penguasa Alam Raya kepada umatnya. Kita bisa belajar lewat kisah Riko dan Andin.

Cerita ketiga:

Kisah ini mengungkapkan bahwa cinta menjadi sebentuk harapan yang sangat kuat di dalam diri seorang Pia untuk dapat tetap hidup dan bertahan. Pia sang anak difabel yang tidak memiliki dua buah tangan melekat pada tubuhnya memiliki sejuta alasan untuk tidak tertawa, tidak gembira, tidak bahagia, dan kalau perlu tidak perlu hidup lagi.

Cerita keempat:

Kisah hidup Emir dalam cerita ini sering kali menjadi kisah hidup banyak dari kita dalam wujud lain. Bayangkan rentetan kemalangan yang diterimanya, jika hal itu disebut sebagai kemalangan di mata orang awam. Mulai dari sulitnya memperoleh anak, disusul dengan kematian tragis sang anak, kemudian istrinya berjuang melawan kanker hingga pada akhirnya Emir hidup sebatang kara.

Cerita kelima:

Sebagai seorang kekasih, Dion menilik kadar cintanya kepada Anna. Lelaki ini menyadari tak mungkin melanjutkan kehidupan tanpa seorang Anna di sisinya. Dion merasa yakin dengan pilihannya bahkan sebleum hubungan mereka sempat diresmikan. Sebagai seorang putra, Dion mencoba menyelami perasaan ayah dan ibu Anna yang memang sedang berada dalam kemalangan. Terbesit niatan kuat untuk terus mendukung kesembuhan Anna semampu dirinya bisa.

Cerita keenam:

Jika seorang anak merupakan anak berkebutuhan khusus dengan kebutuhan untuk pendampingan seumur hidupnya –juga dapat ditemukan saat ini ribuan orang tua tetap berjuang untuk menjadikan sang anak dapat tetap bertahan menghadapi kehidupan.

Cerita ketujuh:

Ruben dan Laksmi dalam cerita ini adalah kita semua yag sering kali tidak dapat bersuara lantang hanya karena uang di kantong kita tak banyak berdenting. Biasanya bagian mereka yang papa dan lemah adalah kekalahan. Pertarungan yang terjadi bukanlah pertarungan untuk menegakkan keadilan.

Cerita kedelapan:

Cerita dalam babab ini membahas perjuangan seorang Satria Kuswenda. Wirausahawan yang pantang menyerah kalah dalam membangun bisnisnya. Satria bersyukur, semua hal buruk yang pernah terjadi dalam bisnisnya di masa lalu, justru menjadi tungku pembakaran yang menempanya menjadi pengusaha yang kuat dan mampu bertahan dalam segala terpaan badai. Satria optimis memandang di masa depannya.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Orangtua selalu memiliki kepingan hati untuk memaafkan putra dan putrinya. Karena kepingan itu adalah sumber kehidupan bagi orang tua itu sendiri. Jika sebagian keping hilang, hidup mereka tidak akan pernah bahagia. (hlm. 17)
  2. Manusia dapat menjadi sangat pemaaf dari yang bisa kita bayangkan. Namun kita harus memaafkan diri kita sendiri. Buang jauh-jauh segala hal yang pahit dan lanjutkan hidupmu. (hlm. 21)
  3. Memaafkan adalah bentuk tertinggi dan paling indah dari sebuah cinta. Sebagai timbal baliknya, kita akan menerima kedamaian dan kebahagiaan yang tak terucapkan. (hlm. 41)
  4. Memilih untuk menjadi positif dan memiliki sikap yang penuh syukur akan menentukan hidupmu. (hlm. 72)
  5. Harga dari sebuah kehebatan adalah tanggung jawab. (hlm. 73)
  6. Sebagian besar orang tidak ingin benar-benar bebas, sebab kebebasan melibatkan tangung jawab, dan kebanyakan manusia takut untuk bertanggung jawab. (hlm. 78)
  7. Cinta yang sejati dimulai ketika tidak ada apa pun yang diharapkan kembali. (hlm. 106)
  8. Cinta tak bersyarat, cinta agape, tak akan pernah tersapu oleh waktu dan keadaan. (hlm. 112)
  9. Engkau menemukan cinta bukan akibat menemukan orang yang sempurna, melainkan melihat seseorang yang tidak sempurna, namun dengan cara yang sempurna. (hlm. 121)
  10. Belajarlah dari hari kemarin, hidup pada hari ini, dan beri harapan untuk esok. Yang terpenting adalah jangan berhenti bertanya. (hlm. 125)
  11.  Harapan adalah berkat spiritual yang luar biasa dari Tuhan yang diberikan kepada kita untuk mengontrol rasa takut, bukan untuk mengusir rasa takut itu. (hlm. 206)
  12. Tujuan hidup kita adalah untuk menjadi bahagia. (hlm. 272)
  13. Lakukan setiap hari apa pun yang menakutkanmu. (hlm. 330)
  14. Mau jadi apa hidup ini kalau kita tidak memiliki keberanian untuk mencoba apa pun? (hlm. 330)

Banyak sekali pelajaran hidup yang kita dapat lewat buku ini. Semua dari kita pasti pernah mengalami satu dari sekian cerita yang disuguhkan. Tidak hanya sekedar memaparkan cerita motivasi, tapi juga memberikan solusi.

Pilihan favorit jatuh pada cerita keenam; Harapan di mana Selalu akan Ada Cara dan Penemuan Baru. Kisah Alyssa ini amatlah mirip dengan kisah adik kandung saya sendiri. Tuhan selalu menyiapkan kado setelah kita melewati ujian.

Keterangan Buku:

Judul                     : 8 Jenis Harapan yang Menyelamatkan Hidup

Penulis                 : Pauline Leander & Jubille Enterprie

Penerbit              : Elex Media

Terbit                    : 2014

Tebal                     : 334 hlm.

ISBN                      : 978-602-02-3712-1

Ehem, dapet tanda tangan penulisnya😉

 

One thought on “REVIEW 8 Jenis Harapan yang Menyelamatkan Hidup

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s