REVIEW A Love is Fairy Tale

a love is fairy tale

“Bunga-bunga akan gugur pada saatnya, namun hatiku akan tetap menjagamu. Rembulan kadang hilang kadang purnama, namun kasih akan tetap abadi.” (hlm. 14)

Apa yang terjadi jika semua berjalan semestinya? Jika semua orang menyerah kepada takdir dan membiarkan kehidupan berjalan di luar kemampuan mereka?

Takdir sebagai manusia. Ni Lan telah memilih. Dalam sisa hidup yang bagai uap kepulan napas itu, dia akan bertahan demi Qing Qing, anak perempuannya, buah kasihnya dengan Cai Cheng.

Kebahagiaan itu begitu singkat. Ketika Ni Lan mencintai seorang pelajar miskin, dia membuang keabadian untuk jatuh ke dunia. Sayangnya, peraturan tetap peraturan. Cai Cheng akhirnya meninggal karena sakit. Ni Lan melanjutkan hidup dalam kerja keras dan kemiskinan.

“Bisakah kau bertahan? Sekarang pun kau telah menderita seperti ini. Dan kau harus menjalani penderitaan ini dalam tujuh kehidupan. Kau dan Cai Cheng akan saling mencintai namun cinta akan terus diuji. Ujian di tujuh kehidupan sebelum akhir yang bahagia.” (hlm. 12)

Dua orang dan sebuah cinta yang tak pernah padam. Pusaran kenangan itu semakin terlihat kelabu. Nara mengingat setiap kehidupan yang dilalui Ni Lan hingga menjadi seseorang Lila Julietta. Bagaimana Nara diam-diam turun ke dunia, mendengarkan curhatan hati Lila, semua kesusahan, semua kesedihan. Di tiap kehidupan,yang mereka dapatkan hanya ujian dan kesedihan. Meski ribuan tahun telah berlalu, semua takdir itu masih tak berubah oleh waktu.

Kapan kau mau membuka hatimu, Nara? (hlm. 56)

Tidak hanya dialami manusia, para bidadari pun juga mengalami yang namanya PERJODOHAN. Nareswari atau biasa dipanggil Nara, si bidadari merah yang keras kepala tapi baik hati ini punya tugas yang cukup berat. Dia harus membantu Lila alias Ni Lan alias bidadari biru yang telah turun menjadi manusia karena mencintai manusia, Jonathan Rafael alias Cai Cheng. Tugasnya itu harus selesai dalam waktu tiga puluh hari.

Nara memang sangat susah membuka hati. Dia tidak pernah berani menginginkan hubungan selain persahabatan. Gadis itu pernah memberikan segalanya untuk cinta. Pengorbanan yang dibalas kepedihan. Nara belum bisa melupakan itu.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

1.       Peraturan tetap peraturan. (hlm. 11)

2.       Perjodohan hanya pemuasan egoisme segelintir orang. (hlm. 45)

3.       Di dunia ini masih ada harapan dan keajaiban. (hlm. 48)

4.        Cinta kadang terlalu rumit, meski sebenarnya cinta itu lebih mudah jika kita menerima. (hlm. 69)

5.       Cinta hanya sesuatu yang egois dan menghancurkanmu. (hlm. 87)

6.       Jangan mencoba menghindar dari kenyataan. Hadapilah takdirmu. (hlm. 104)

7.       Jangan pernah membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain. (hlm. 125)

 

Banyak juga sindiran halus dalam novel ini:

1.       Sekarang ini banyak orang yang menyimpulkan sesuatu hanya berdasarkan asumsi. (hlm. 46)

2.       Ada banyak penderitaan di dunia yang kurang diperhatikan oleh sebagian besar manusia. (hlm. 51)

3.       Di zaman modern, manusia seenaknya mencemari sungai. (hlm. 53)

4.       Mengapa manusia tidak mau menyayangi bumi yang telah merawat mereka sejak lahir? (hlm. 57)

5.       Tahu sendiri bagaimana mereka. Selalu sok baik walau tidak ada yang tahu ada apa di dalam hati mereka. (hlm. 58)

6.       Percaya dan jujur adalah dua hal yang berbeda. (hlm. 122)

7.       Terlalu protektif tidak sehat untuk hubungan. (hlm. 171)

8.       Para mahasiswa lebih suka bermain permainan online dan bergaul di sosial media lewat smartphone mereka ketimbang melewatkan waktu untuk membaca buku atau duduk dan mengobrol di perpustakaan. (hlm. 15)

Baru kali ini membaca karya Mbak Putu Felisia. Dan langsung ketemu yang bergenre dongeng. Unik juga. Perpaduan cerita klasik dan kisah modern. Meski kesannya campur-campur; mulai dari Jaka Tarub dan bidadari, Raja Musim Dingin, Pangeran Asgard.

Beberapa yang agak mengganjal adalah soal cincin yang diberikan Jonathan untuk Lila saat SD di halaman 45 dan 107. Cincin saat SD apakah akan masih muat dipakai sampai usia dewasa (kuliah)? X)

Begitu juga dengan pemaparan Nara menjelaskan siapa jati diri dia yang sebenarnya kepada Revo di halaman 121. Nara ini kan baru beberapa hari kenal dengan Revo, masak dia mejelaskan jika dia adalah bidadari yang menyamar, secara gamblang pula. Sebegitu gampangnyakah percaya dengan orang lain?😀

Terlepas dari itu, menyukai buku ini. Temanya yang anti mainstream ini menjadi poin lebih untuk novel ini. Jadi tertarik baca bukunya Mbak Putu Felisia yang lain nih!😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : A Love is Fairy Tale

Penulis                                 : Putu Felisia

Penyunting                         : Triani Retno Adiastuti

Proofreader                       : Putri Budi Winarti

Desainer sampul              : A.M. Wantoro

Desainer isi                         : Nono

Penerbit                              : Qanita

Terbit                                    : 2013

Tebal                                     : 204 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1637-06-7

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

3 thoughts on “REVIEW A Love is Fairy Tale

  1. Pingback: [WRAP UP] New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s