REVIEW Hati Kedua

hati kedua

Kalau kita hanya mengeluh sama apa yang terjadi saat ini, kita tidak bisa menikmati waktu hidup kita. Padahal kita semua tahu, hidup kita di dunia ini singkat banget. (hlm. 51)

Dia selalu suka sama matahari. Bagi dia, matahari itu hebat, walaupun sering dihina orang kalau sedang memancarkan panas, matahari juga selalu dirindukan sama semua orang. Dia mau jadi matahari. Tapi dia bukan matahari, dia adalah Rara.

Yup, Rara adalah tokoh utama dalam novel ini yang memberikan motivasi hidup di tengah penyakit yang dideritanya. Sakit bukan menjadi hambatan untuk terus berkarya dan juga menyenangkan bagi orang lain.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Pahlawan kan tidak boleh membuat orang lain sedih. (hlm. 19)
  2. Kalau saja hidup ini sebuah game, seharusnya bisa diulang dari awal. (hlm. 27)
  3. Katanya orang jatuh cinta seperti dunia sedang dibolak-balik. (hlm. 45)
  4. Kita boleh terjatuh, tapi tidak boleh berlama-lama terbaring di tanah. Bagaimanapun juga kita harus berdiri dan kembali memanjat dinding ini. (hlm. 50)
  5. Kekuatan manusia itu ada di otak. (hlm. 55)
  6. Lakukan hal-hal yang menyenangkan bagimu. Insya allah, semua rasa sakit akan hilang dengan sendirinya. (hlm. 57)
  7. Memangnya menyukai seseorang bisa direncanakan? (hlm. 73)
  8. Kalau kamu pacaran, hanya akan bikin kamu tersiksa. Karena kamu bukanlah hak baginya dan dia bukan hak untuk kamu. Kecuali cinta itu terikat oleh pernikahan, maka kematian sesakit apa pun tetap tidak akan memisahkan orang yang saling mencintai. (hlm. 95)
  9. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Kalau kita yakin bisa, maka kita pasti bisa. (hlm. 100)
  10. Hidup hanya sekali. Kita jangan takut untuk mencoba hal-hal yang baru. (hlm. 103)
  11. Bukan masalah kapan kamuakan layu, tapi yang terpenting adalah kamu harus tetap jadi mawar. Tegar dan kuat. (hlm. 169)

Beberapa sindiran halus dalam novel ini:

  1. Papa tidak mau memasang pagar besi, ia pikir pagar besi hanya akan membuat rumahnya seperti kerangkeng. (hlm. 2)
  2. Kalau manusia nggak bisa berpikir, berarti dia nggak jauh beda sama hewan. (hlm. 55)

Hal yang agak ganjil:

  1. Kejadian ketika Rara baru menyadari bahwa Eko yang selama ini dicarinya adalah Rama yang memiliki nama lengkap Eko Ramaditya Adikara yang diceritakan di halaman 250. Rama dan Rara ini kan satu kelas. Masak iya sama teman sekelas sendiri nggak tahu nama lengkapnya? Saya aja ampe sekarang masih hapal nama-nama temen sekelas jaman sekolah sampai kuliah loh… x)
  2. Novel ini kayaknya bersetting sekitar 1990-an karena masih ada nintendo, pager. Tapi kenapa di halaman 6 disebutkan adanya komputer? Kayaknya jaman segitu, komputer masih barang mewah. Jarang rumah yang memiliki komputer, ada pun biasanya di kantor-kantor :3

Meski novel ini merupakan novel yang berakhir sedih, saya tidak sampai menitikkan air mata. Entah kenapa, kalau ada novel yang tokoh utamanya sakit kanker dan semacamnya malah terkesan sinetron. Sama halnya dengan Surat Kecil dari Tuhan yang dibuat versi filmnya oleh Harris Nizam yang dibintangi oleh Dinda Hauw dan Alex Komang. Film ini diangkat dari kisah nyata dari novel best-seller yang berjudul sama. Film ini, seperti novelnya, bercerita tentang Gita Sesa Wanda Cantika, penderita kanker Rhabdomyosarcoma pertama di Indonesia. Baca buku ini juga nggak bikin hati teriris meski katanya banyak yang menitikkan air mata baik membaca maupun menonton versi filmnya.

Membaca kisah-kisah bertema tokoh yang sakit dan masih remaja, rasanya saya susah move on dari kisah Aya Kitō dalam buku 1 Litre of Tears atau versi aslinya berjudulットルの涙 Ichi Rittoru no Namid. Bukan maksud membandingkan, tapi baik baca bukunya maupun nonton versi filmnya bikin susah move on untuk baca kisah dengan tema serupa meski jalan ceritanya berbeda.

Terlepas dari itu, sebenarnya ini termasuk buku menarik, semacam motivasi bagi yang didera penyakit yang tidak jelas sembuhnya. Uniknya, buku ini memiliki pasangan dengan judul buku Mata Kedua yang ditulis oleh Ramaditya Adikara. Kedua novel ini saling terikat erat, kita harus membacanya sekaligus. Mudah-mudahan suatu hari nanti saya berkesempatan membaca novel Mata Kedua😉

Keterangan Buku:

Judul                     : Hati Kedua

Penulis                 : Achi TM

Editor                    : Yashinta

Setting                  : Vita/ Alek

Desain cover      : dan_dut

Model                   : Alexander Widdyatmojo & Ariata Christy Uly

Fotografer          : Laras Ajeng

Korektor              : Susy Oktaviani

Penerbit              : Sheila

Terbit                    : 2013

Tebal                     : 338 hlm.

ISBN                      : 978-979-29-2099-4

Ehm, dapet tanda tangan penulisnya:

Bukunya unik, punya dua cover. Ini cover versi dalamnya:

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

 

2 thoughts on “REVIEW Hati Kedua

  1. Pingback: [WRAP UP] New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s