REVIEW Kamu

kamu

Sudah tiga tahun Kiran berpisah dengan keluarganya. Ia bukan tipikal yang senang menggantungkan hidup kepada orangtua. Kiran juga tak ingin kehidupan pribadinya dicampuri oleh orangtua yang memiliki selera jauh berbeda dengannya. Kiran senang menggambar, sementara ayah dan ibu membenci seni.

Kiran lulus Jurusan Hukum untuk program S1 di Universitas Indonesia saat berusia dua puluh satu tahun. Kuliah Jurusan Hukum sama sekali bukan minat dan pilihannya. Klise sebenarnya, Kiran terpaksa memilih jurusan itu karena paksaan ayahnya yang asli Korea. Merasa kalau hidupnya tak akan banyak berguna jika membiarkan SH menjadi gelar terakhirnya di ijazah, Kiran diam-diam mengajukan beasiswa S1 di Universitas Korea National University of Arts (K-Arts) Jurusan Desain.

Kenapa memilih Korea? Kiran juga bingung dengan pilihannya. Ada banyak universitas seni terkemuka di Indonesia. Namun, entah kenapa, pilihannya jatuh pada universitas terkenal itu. Mungkin, Kiran merindukan tanah kelahirannya. Ia memang sempat menghabiskan enam tahun masa kecilnya di Dongnae-gu, sebelum ayahnya dipindahtugaskan untuk memimpin anak perusahaan tempatnya bekerja –Seuta Group- yang ada di Indonesia.

Kiran tak terlalu ingat banyak hal, tapi waktu sebelas tahun itu seperti memanggil-manggil namanya untuk kembali ke sana. Kiran merasa ada sesuatu yang tertinggal, entah apa. Berkebalikan dengannya yang berhasrat penuh ke Korea, ayahnya justru sebaliknya. Lelaki ‘tak terbantahkan’ itu malah tak ingin mengingat tanah kelahirannya itu.

Ya, berprofesi sebagai pimpinan cabang untuk perusahaan besar sekelas Seuta Group memang tidak mudah. Perusahaan itu bergerak di bidang alat-alat elektronik rumah tangga. Persaingan besar memang kadang-kadang menjengahkannya. Ayahnya –Tuan Kim- yang sudah enam tahun menjabat sebagai direktur dituduh melakukan korupsi pada akhir masa jabatannya. Berita itu menyebar sangat cepat sehingga ayahnya terpaksa mengajukan surat pengunduran diri untuk menghentikan desus-desus yang terus menyudutkan dirinya. Walau ayahnya sama sekali tidak seperti yang dituduhkan banyak pihak, yang menang dan berkuasalah yang mendapat banyak suara. Itulah mengapa Tuan Kim tidak berniat kembali ke Korea. Ia tidak ingin bertemu dengan rekan-rekannya di Seuta Group pusat. Korea menyisakan luka dan trauma dalam hatinya.

Jadi, saat tahu putrinya mendapat beasiswa kuliah di Seoul dan jurusan seni pula, ayahnya menentang habis-habisan. Namun, Kiran setengah mati meyakinkan kalau apa yang ditakutkan ayahnya hanya akan menghambat kemajuan masa depannya. Akhirnya, ayahnya mengizinkan dengan catatan Kiran harus kembali lagi lulus. Kiran menyetujui perjanjian itu setengah hati. Setidaknya, ia bisa kuliah K-Arts. Bukan karena K-Arts adalah universitas mahal yang tidak bisa dimasuki sembarang orang, melainkan karena ia sangat senang dengan program pendidikan yang ditawarkan kepadanya.

Tahun 2012, memang booming sekali segala hal yang berbau Korea. Maka tak heran jika buku ini memasuki cetakan ketiga. Tapi, bagi saya yang membacanya di tahun 2014, membaca hal-hal yang berbau Korea berada di ambang kejenuhan. Mungkin masih semangat jika saya masih di level abege, seperti murid-murid unyu. Ditambah lagi tema yang diambil sangat mainstream banget; perjodohan ala –ala Korea. Sudah bisa ditebak donk jalan ceritaya.

Menemukan banyak typo. Tapi yang paling fatal adalah pengulangan paragraf yang lumayan panjang di halaman 5-6 yang berulang di halam 6-7. Padahal buku yang saya baca ini memasuki cetakan ketiga, kenapa tetap tidak di edit?!? X)

Berikut kalimat yang berulang itu:

Ia kocar-kacir setengah mati saat menyadari bahwa dirinya telat bangun, sementara ia harus sampai di Busan –tepatnya di Dongnae-gu—pada pukul sebelas. Oh, Kiran pasti bisa gila karenasekarang saja sudah pukul sembilan! Berkereta dari Gangdong ke Dongnae-gu menghabiskan waktu dua jam. Belum lagi perjalanan dari rumah ke halte dan stasiun.

Keterangan Buku:

Judul                     : Kamu

Penulis                 : Adeliany Azfar

Editor                    : Yulliya Febria & Widyawati Oktavia

Proofreader       : Widyawati Oktavia

Penata letak       : Indra Adiwena

Desain sampul   : Gita Mariana

Penerbit              : Bukune

Terbit                    : Oktober 2012 (Cetakan Ketiga)

Tebal                     : 390 hlm.

ISBN                      : 602-220-052-0

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

 

One thought on “REVIEW Kamu

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s