REVIEW Skripsick

 skripsick

Pertolongan selalu diberikan pada orang yang membutuhkan. (hlm. 121)

Cara kerja Tuhan memang aneh, satu-satunya cara kita memahaminya hanyalah dengan bersyukur. (hlm. 12)

Terkadang, saat seseorang mahasiswa tingkat akhir, punya idealisme yang tinggi. Punya angan-angan judul skripsi yang keren, kalau bisa belum ada yang membahas tema tersebut. Nyatanya, karena terlalu berambisius justru malah melupakan hal-hal yang sepele, termasuk apa tujuan sesungguhnya skripsi yang dibuat.

Senior                   : “Gimana Mr. Suneo, ada pertanyaan?”

Mr. Suneo           : “Saya cuma mau tanya satu pertanyaan, satu byte berapa bit ya, Mas?”

Senior                   : “Hmm..itu…” *diem

Mr. Suneo           : “Jawab Mas” (hlm. 25)

Penggalan kalimat di atas dalam buku ini pun contohnya, udah sok sotoy menghadap dosen pembimbing, giliran ditanya hal yang paling sepele malah nggak bisa jawab, ujung-ujungnya membisu. Jeng..jeng… x)

Penulis buku ini, seperti halnya mahasiswa tingkat akhir pada umumnya. Mengalami kegalauan akut ketika berhadapan dengan sosok yang menakutkan bagi sebagian besar mahasiswa; skripsi. Skripsi adalah sejenis makanan yang bergizi namun tak jarang juga menjadi makanan beracun yang mematikan. Halah, malah ngelantur ini.. :p

Banyak juga kalimat favorit:

  1. Berdoa di kala galau, cenderung meninggalkan rasional yang sehat. (hlm. 76)
  2. Kalau emang ada Tuhanngasih qada dan qadar, kenapa kita cuman pengen yang baik-baik aja? Kalau emang Dia ngasihnya jelek, terus kita nggak terima gitu? Terus, emangnya loe itu siapa? (hlm. 122)
  3. Terserah kalo loe mau ngejongkok ke situ terus dan nggak move on, yang pasti, orang-orang terus berjalan dan dunia terus berputar. (hlm. 123)
  4. Terkadang setelah sesuatu yang terjadi pada kita dan semua terselesaikan, semuanya akan jadi suatu antiklimaks. (hlm. 141)

Beberapa sindiran halus dalam buku ini:

  1. Buat laporan itu ibarat pilek yang nggak sembuh-sembuh. Rasanya sakit di kepala, pengin ngeluarin ingus, tapi masih ada terus. (hlm. 72)
  2. Onlen adalah pemurtadan terselubung para tuna-asmara yang dimabuk skripsi. (hlm. 75)
  3. Jadi anak tunggal banyak nggak enaknya, selain sering dikibulin mak ama babe, loe juga bakalan punya beberapa penderitaan pribadi. (hlm. 78)
  4. Jadi anak tunggal, mempertinggi tingkat ketidakwarasan seseorang. (hlm. 79)
  5. Penggalauan akan lebih manjur diterapkan pada anak tunggal. (hlm. 80)
  6. Kesabaran juga diperlukan untukmenghadapi dosen yang amnesia menahun. (hlm. 83)
  7. Sebenernya skripsi nggak mendukung go green. (hlm. 87)
  8. Untuk menjadi mahasiswa bimbingan dosen amnesia diharuskan menjadi asisten artis terlebih dahulu. (hlm. 93)
  9. Selagi muda, banyak-banyaklah belajar, jangan belajar pas TA doang. (hlm. 108)
  10. Yang namanya birokrasi itu susahnya mirip sembelit di lorong sempit. (hlm. 108)
  11. Saat mau sidang, mahasiswa jadi pembantu, si TU jadi mahasiswa. (hlm. 116)
  12. Bagi dosen berkumis tebal, mahasiswa semester 8 belum pantes buat lulus. (hlm. 126)

Hal-hal yang beraroma skripsi yang umumnya dialami mahasiswa ketika skripsi, termasuk saya:

  1. Temen skrispi gue emang pinter, dosen pembimbing kita sama, tapi kami beda nasib. (hlm. 16) – begitulah, dosen pembimbing sama, belum tentu bernasib lulus bareng x)
  2. Gue enggak tahu kenapa kalo gue berhadapan dengan kaum intelek, gue mendadak gagap. Pikiran gue blank, putih semua. (hlm. 19) – dulu kalo ngeliatin orang-orang yang masuk ruang sidang suka mikir, ngomong lima menit aja rasanya susah banget, apalagi persentasi plus dibantai berjam-jam ya? Ehhh…saya pun ngalamin sidang skripsi sampai dua setengah jam, ampe pas keluar ruangan, seorang teman bilang; “Jangan-jangan di dalam nobar bareng yaa..”😀
  3. Dosbing loe killer, tapi kemungkinan dapet penguji yang asik gilak! Atau dosbing loe asik gilak, tapi penguji killer mampus. (hlm. 28) – waktu liat temen-temen dapet penguji yang enak terus skripsinya lancar jaya tiap BAB, rasanya ngenes juga. Lha, saya aja buat BAB satu menghabiskan lima bulan sendiri. Tuhan memang selalu adil, kalo kita bimbingan sudah ngelotok kering saking apal luar dalam, niscaya pas sidang justru berasa mudah😉
  4. Dosbing amnesia terjadi setiap waktu, di mana saja kapan saja. (hlm. 103) – hal yang amat lumrah banget jika kita udah capek-capek buat revisian, pas ngumpul dicuekin, pas besok-besoknya kita nanya, ehhh…udah masuk kotak sampah x)
  5. Mahasiswa di kampus gue, selain berbakat jadi asisten artis, dia juga berbakat jadi pembantu rumah tangga. (hlm. 115) – nah, kalo ini saya nggak ngalamin tuh. Tapi, teman-teman yang kuliah di domisili saya tinggal saat ini ngalamin kayak gini. Mau sidang pake acara ngurusin konsumsi penguji sidang, ditambah lagi pake ada parcel buah. Bo, ini mau sidang apa mantenan? :p
  6. Mahasiswa gagal skripsi dan juragan kertas bekas, nggak ada bedanya. (hlm. 131) – jadi keinget, skripsi saya yang tebalnya 222 halaman (nomer cantik! :p) ini kan musti di perbanyak; untuk perpus kampus, untuk dua dosbing, dan tiga penguji. Kebayang kan ngabisin banyak kertas donk. Oya, saya inget banget, pas memperbanyak skripsi ini, saking lamanya nyusun (sebagian besar di-copy dan bagian gambar harus di print yang halamannya juga nggak sedikit), saking ribetnya nyusun bareng ama Uda si tukang fotokopi, saya ampe dikasih teh Botol. Ah. Saking hausnya saya sampe nggak kepikiran, mudah-mudahan itu bukan pelet x)
  7. Gue langsung ke ruang dosen ngambil naskah gue! Yang kemungkinan besar ditambah lagi revisiannya. (hlm. 139) – bahkan sampai revisi pun masih menyisakan cerita. Pas tinggal revisi, tiba-tiba komputer kesayangan (sejak jaman SMA), CPU-nya mati total. Semua data nggak ada yang terselamatkan. Untunglah (masih untung), saya nyimpen data skripsi di komputer dan laptop beberapa teman kosan :3

Ini kali kedua tulisan Chara Perdana yang saya baca. Berbeda dengan sebelumnya yang berisikan kumpulan puisi, di buku ini dia menuangkan pengalaman nyatanya selama menghadapi skripsi. Mulai dari bekerja keras, hukuman karma, faktor semesta, bahkan pembelajaran untukikhlas. Banyak suka maupun duka. Lebih banyak dukanya sih…😀

Hal yang agak mengganggu adalah seringnya terlontar kata-kata umpatan. Belum lagi nggak cuma sekali, penulis menyebutkan Aelke Mariska di kala gagal. Saya jadi iseng, siapa sih Aeleke Mariska ini. Pas googling, oalah…ini tho😀

skripsick 1
Terlepas dari itu, cukup menikmati buku ini. Setidaknya berasa de javu saat masa-masa kritis menyelesaikan skripsi. Bacaan ringan di kala senggang. Bacaan selingan di kala sumpek menghadapi skripsi, siapa tahu jadi pemompa semangat😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Skripsick

Penulis                                 : Chara Perdana

Ilustrasi                                                : Orikatur

Desain sampul                   : Apung Donggala

Pewajah isi                         : Husni Kamal

Pemeriksa aksara             : Wila Widiana

Penerbit                              : Matahari

Terbit                                    : Januari 2014

Tebal                                     : 143 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1258-65-1

2 thoughts on “REVIEW Skripsick

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s