REVIEW Dunia Trisa

dunia trisa

Hidup itu sepert circle. Ya, bulat, berputar. Kadang kita mengalami kembali kejadian-kejadian yang dulu pernah kita rasakan. Seperti bulatan yang berawal dari satu titik dan kembali bertemu dengan titik awal untuk menyempurnakan bentuknya. Begitulah circle dalam kehidupan. Circle berarti sebuah perputaran hidup. Ada kehidupa, dan juga kematian. (hlm. 255)

Trisa. 25 tahun. Tinggi 157 cm. BB 43 kg. Selalu bermimpi menjadi bintang sukses, terkenal, dan main di film-film Hollywood seperti Zhang Ziyi, idolanya. Seringkali Trisa membayangkan, suatu saat, setiap orang yang melihatnya nggak bisa berkedip saking exitednya. Jalan-jalan pakai jaguar. Bisa ke salon setiap hari. Belanja baju di butik terkenal atau pesan khusus di desainer kondang. Punya apartemen high class. Makan malam romantis di Paris. Bisa clubbing tiap malam. Hidup ala cosmopolitan menjadi mimpi Trisa.

Dunia entertaint sangat keras. Kamu harus selalu hati-hati dalam melangkah. Banyak orang yang menunggu orang lainnya tergelincir. (hlm. 206)

Sayangnya di umur yang sudah menginjak 25 ini, masih tercatat sebagai salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Trisa telat lulus bukan karena bego, tapi karena terlalu sibuk ikutan casting film,sinetron dan iklan di sana-sini. Bolak-balik Bandung-Jakarta hampir tiga kali seminggu.

Tapi jangan kira pengorbanannya telah berhasil membuatnya menjadi seorang selebriti. Memang sih sering main di film dan sinetron, tapi kebanyakan cuma numpang lewat doang. Padahal Trisa mau kepanasan dan nunggu syuting dari pagi sampai malam dengan bayaran nggak lebih dari seratus ribu. Tapi mungkin Trisa memang harus berusaha lebih kencang buat meraih semua mimpinya.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Cinta selalu ingin memiliki secara absolut. Cinta memang sangat aneh. (hlm. 103)
  2. Kalau kesempatan itu nggak akan datang lagi, mungkin nanti gue yang mesti bikin kesempatan itu. (hlm. 113)
  3. Pernah kan kita bertemu seseorang, kamu mersa yakin seyakin-yakinnya kalau dia adalah belahan jiwamu. Kalian cocok satu sama lain. Ada sebuah chemistry yang teramat kuat diantara kalian berdua. Tapi, dia bukanlah orang yang kamu cintai. Kemudian kamu berusaha sekuat tenaga agar bisa mencintainya, tapi gagal. (hlm.271)

Banyak juga sindiran dalam novel ini:

  1. Pake kacamata tebal, nenteng buku tebal plus pake kawat gigi. Aku kira orang kayak ginian udah punah di zaman orde baru dulu. (hlm. 22)
  2. Cewek ngerokok, itu kan haknya,tapi ya memang sangat mengganggu kalau kita nggak sengaja menghirup asapnya. Perokok pasif kan lebih berbahaya. (hlm. 23)
  3. Kadang heran juga, mentang-mentang cantik,nekat jadi aktris, padahal nggak punya kemampuan akting sama sekali. Memangnya cukup modal badan doang? Herannya lagi, orang-orang kayak gitu tetep aja dipakai. Soal akting, katanya tinggal poles-poles dikit. Orang-orang kayak gitu sih kebanyakan dipakainya di sinetron, pantesan mutu sinetron kita payah. (hlm. 23)
  4. ABG sekarang memang suka kelihatan sok dewasa. Kenapa juga sih manusia blasteran selalu laku jadi artis? Apa wajah asli Indonesia gak punya nilai jual lagi? (hlm. 27)
  5. Belajar itu proses mental. Percuma jadi mahasiswa kalo mentalnya bukan mental mahasiswa. Percuma ada di kelas dengerin dosen cuap-cuap kalo mentalnya gak siap, palingan pikirannya melayang kemana-mana. Jadi kalo lo nyerah, berarti mental lo payah. (hlm. 40)
  6. Lagian kalian para aktor, kok mau aja sih meranin adegan pelukan sama ciuman, gak jijik apa? (hlm. 45)
  7. Kita memang harus menjaga penampilan, tapi kesehatan adalah yang utama. (hlm. 66)
  8. Dasar artis ya. Doyan banget nyari sensasi. (hlm. 195)

Hal yang agak mengganjal:

  1. Hanya dalam hitungan bulan, Trisa bisa mendapatkan segalanya, termasuk menjadi pemeran utama dalam sebuah film. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi pemeran utama.
  2. Tiba-tiba Desta jadi aktor, langsung dapet pemeran utama pula. PH manapun pasti bakal mikir buat masukin ‘anak baru’ langsung memegang peran utama, apalagi belum punya pengalaman sebelumnya.
  3. Sebegitu sempitnyakah pemikiran Trisa hingga rela mau melakukan apa saja demi lancarnya sebuah produksi sebuah film hanya demi namanya yang mulai merosot? Sementara di awal karir, boro-boro mau kencan dengan produser, disentuh lawan mainnya aja awalnya dia ogah.
  4. Ketika Rhein udah nggak ada, kenapa harus Trisa yang harus menanggung beban mengurus anak Rhein, sementara ada Kris dan Ajeng yang harusnya tanggung jawab dengan keadaan yang menimpa Rhein?

Menemukan beberapa typo dan menemukan beberapa lembar yang dobel halamannya, ini lebih ke kesalahan teknis saja. Suka covernya; orange cerah dengan tagline di bawah judul; “Pergilah kemana mimpi membawamu…”

Secara keseluruhan menyukai buku ini. Kita jadi tahu seluk beluk dunia entertainment yang nggak seindah yang dibayangkan. Perjuangan Trisa yang lebih memilih memperjuangkan skripsinya dibandingkan masa depannya di entertainmet patut diacungi jempol, sebagai pembelajaran bahwa pendidikan di atas segalanya, termasuk karir.

Gaya penulisan Eva Sri Rahayu di novel ini dibandingkan novel sebelumnya yang pernah saya baca, Love Puzzle, sangat berbeda jauh. Di novelnya yang terbit 2011, tokoh utamanya memiliki emosi yang meledak-ledak dan grasak-grusuk.

Kita bisa mengambil hikmah tidak hanya dari kisah Trisa dan dunia aktingnya, tapi juga dari sisi Rhein dan cintanya, serta Adam yang dengan idealismenya.

Keterangan Buku:

Judul                     : Dunia Trisa

Penulis                 : Eva Sri Rahayu

Editor                    : Herlina P. Dewi

Desain cover      : Teguh Santosa

Layouter              : Diandra Creative Design

Penerbit              : Stiletto Book

Terbit                    : 2011

Tebal                     : 295 hlm.

ISBN                      : 978-602-96026-6-1

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

What’s in a Name Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/whats-in-a-name-reading-challenge-2014/

4 thoughts on “REVIEW Dunia Trisa

  1. Pengen novelnya…. padahal aku baru tahu
    Ceritanya bagus juga, tentang dunia akting, atau artis, film, WTF
    Memang banyak sih artis yg nggak meduliin urusan akting hanya mentingin modalnya aja. Aku sampai bingung ini aktor apa aktor jadi-jadian, nggak ada ekspresinya sama sekali.. wkwkwk.
    Kalimat-kalimatnya seperti biasa. Banyak yg COOL.
    Mbak aku demen bajunya…. hihihi nggak nyambung

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

  3. Pingback: [LOMBA BLOG] Book Addict is the New Sexy: Virus Membaca | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s