REVIEW You Are Invited

Hidup itu berawal dari huruf B dan berakhir di huruf D. Huruf B artinya Birth dan D artinya Death. Tapi di antara huruf B ada huruf C, yang artinya Choice. Artinya, hidup selalu menawarkan pilihan. (hlm. 198)

Salah satuhal teribetdalam hidup manusia (terutama masyarakat Indonesia) adalah persiapan menghadapi pernikahan. Urusan makan, gedung, dan segala macam tetek bengek, dan hal yang paling sensitif adalah siapa saja yang bakal diundang dalam suatu pesta pernikahan. Adalah Stacy Tanu dan John Edward yang akan mempersiapkan resepsi pernikahan mereka. Meski sudah ada wedding organizer, tetap saja urusan tamu mereka yang turun tangan langsung. Uniknya mereka mengundang mantan-mantan terakhir mereka. Stacy mengundang Ben, sedangkan John (terpaksa mengundang Dina.

“Tapi aku nggak mau mengundang mantanku. Aku nggak mau mengorek luka lama. (hlm. 7)

Selain mengundang mantan masing-masing, mereka tentunya juga mengundang teman-teman dan kerabat dekat. Nah, lewat para tamu-tamu yang bakal datang ke pernikahan inilah kita akan menelusuri kota-kota besar di Indonesia. Masing-masing cerita dan para tokohnya akan mengacu ke kehidupan

“Sejak kita pacaran, yang ada di otak lo cuma ingin memenjarakan pacar lo di rumah sebagai suami.” (hlm. 11)

Dari semua tokoh yang ada, saya justru paling suka ama Ben yang cowok banget. Ben adalah tipe petualang yang hobi touring. Makanya tak heran jika hidupnya dihabiskan di jalanan, jelas tidak cocok dengan Stacy yang tipe anak rumahan. Hadewh…mending Ben juga sama saya #ngarep

“Kenapa lo marah? Kapan gue pernah minta lo jadi pacar gue? Gue juga nggak pernah bilang cinta ke lo. Nggak pernah bilang suka ke lo. Lo aja yang beranggapan kalo kita pacaran.” (hlm. 32)

Kebanyakan perempuan, seperti halnya Dina, selalu terpesona dengan cowok-cowok tipe Cello. Okey, Cello adalah tipe cowok yang bikin cewek-cewek meleleh. Cowok macam Cello ini memang bikin bahaya jantung, dari tatapan mata aja udah bikin memporak-porandakan hati #HalahLebayAmatIniMendeskripsikannya.

Sedangkan Sonia, adalah representasi ababil masa kini. Terpesona ama kakak kelas kece. Udah tau cap playboy, masih aja digebet. Alhasil menyesal di kemudian hari karena bakal mempengaruhi masa depan. Cerita Sonia ini pembelajaran para ababil yang cuma lihat cinta #eaaa

Beberapa kalimat favorit:

  1. Cinta kadang berlabuh di tempat yang salah. (hlm. 42)
  2. Mungkin memang seorang ibu diciptakan oleh Tuhan dengan kepekaan lebih, terutama jika berhadapan dengan anak-anaknya. (hlm. 122)
  3. Sesuatu yang hilang akan tergantikan dengan yang lebih baik. (hlm. 129)

Ada juga sindiran halus dalam buku ini:

  1. Untuk peristiwa bahagia seperti pernikahan, jika ada seorang anggota keluarga terlewat diundang, maka bisa jadi perang dunia keempat atau kelima pecah seketika. (hlm. 3)
  2. Cowok brengsek ngapain juga lo pikirin. Kayak nggak ada cowok lain aja. (hlm. 31)

Sesuai tema #PSA2 yang mengangkat tentang Indonesia, kita akan diajak berkeliling ke beberapa daerah di Indonesia; Jakarta, Bali, Pekanbaru, Solo, Bandung, Batam, dan Medan. Beberapa kalimat yang merepresentasikan keunggulan daerah-daerah tersebut:

  1. Tanjung Benoa memang tempat favorit untuk aktivitas air dan udara karena ombak dan angin yang cukup baik dan mendukung. (hlm. 23)
  2. Pura Uluwatu terletak di sisi bebatuan karang di bagian selatan semenanjung Bali yang menjorok ke laut dengan ketinggian sekitar 80 meter dari permukaan laut. Pura ini dikelilingi oleh hutan kecil yang dihuni oleh banyak kera serta binatang-binatang lain. (hlm. 29)
  3. Museum Antonio Mario Blanco, salah satu pelukis keturunan Spanyol dan Amerika. Rumah tinggal yang sekarang dijadikan museum ini terletak di Ubud. Antonio Mario Blanco adalah seorang maestro lukisan romantik-ekspresif, karena wanita adalah fokus dari karya-karya lukisnya. (hlm. 34)
  4. Melewati sawah terasering yang cantik di dominasi warna hijau, menuju Pura Ulun Danu, pulau terbesar setelah Pura Besakih, yang terletak di tepi Danau Beratan. (hlm. 41)
  5. Desa Munduk, dua jam perjalanan dari Denpasar. Suatu desa yang masih asri dan hijau. (hlm. 45)
  6. Pantulan sinar matahari di air danau layaknya serpihan kaca retak yang bergerak-gerak. Semakin mempercantik Danau Maninjau dengan luas hampir 100 km2 yang dikelilingi oleh bukit-bukit yang membentuk dinding. (hlm. 54)
  7. Ngarai Sianok adalah lembah curam yang memanjang dan berkelok. Sebagian membentuk dinding tegak lurus dan sebagian lagi ditumbuhi tanaman sehingga berwarna hijau. Ngarai Sianok ini dialiri oleh Sungai Sianok. (hlm. 64)

Ihiy, banyak kuliner yang bikin air liur menetes! (ˆڡˆ)

  1. Kami mencoba menu sate ikan senapelan, sate dari daging ikan patin. Yang membuat unik sate ini selain rasanya yang gurih, sebelumnya daging ikan patin ini di gulai terlebih dahulu, baru kemudian dibakar. (hlm. 51)
  2. Siang harinya, kami mampir ke rumah makan yang menghidangkan soto khas Pekanbaru. Soto yang mengunakan mi sagu, ikan salai dan udang sebagai pengganti ayam dan daging. Princille juga memesan rujak maharaja. Rujak dengan bahan mangga kuini mengkal, belimbing, kedondong, mentimun, nanas, dan jambu air dengan campuran air hangat, air jeruk nipis, gula pasir, garam dan cabe rawit… (hlm. 68)
  3. Meja kayu yang dilapisi plastik vinyl menyajikan berbagai macam makanan yang diletakkan di piring plastik dan kaca. Dari gorengan seperti tahu, lumpia, empal, kikil, tempe, paru. Juga tahu bacem, sate usus, sate telor sampai ke sego kucing. Untuk sego kucing yang dibungkus daun pisang ini terdiri dari nasi dengan lauk bandeng atau oseng-oseng so’on. Ada juga bihun goreng, bakmi goreng dan nasi goreng yang dibungkus juga dengan daun dalam porsi kecil. (hlm. 81)
  4. Ini semua makanan khas Solo. Jangan tanya mana yang enak, karena menurutku semuanya enak. Ada selat Solo, bakmi ketoprak, galantin,trancam, sate buntel, cabuk rambak, tahu kupat, wedang dongo… (hlm. 91)
  5.  Kamu harus mencicipi tengkleng. Seperti gulai, tapi kuahnya lebih encer. Isinya macem-macem. Tapi biasanya sih tulang muda atau tulang yang isinya bisa diisap-isap. Kadang jeroan juga sih. Cuma makannya ribet. Harus rela tangan kotor. (hlm. 93)
  6. Di meja terhidang gurame goreng kipas, kepiting telor keraton, udang windu bakar, genjer oncom, kangkung tauco dan tentu saja samabal terasi dan lalapan. (hlm. 129)

Cerita rapi, mengalir meski harus berpindah-pindah setting dan tokoh. Sayangnya menemukan beberapa typo:

  1. Itu!Aneh (hlm. 21) – harusnya di spasi
  2. Lain.Princille (hlm. 77) – harusnya di spasi
  3. Longga (hlm. 183) – harusnya lo ngga

Oya, kalo dari segi setting dan kuliner memang feel masing-masing daerah dapet banget, tapi sayangnya dari segi bahasa serasa kurang. Kayak misalnya yang di Bandung, nggak terasa aura Sundanya dalam percakapan. Padahal minimal ada kata atuh, mah, cenah, meureun, punten, mangga, dan lain-lain yang kerap diselipkan dalam bahasa percakapan sehari-hari. Begitu juga halnya dengan daerah lain. Yang lumayan terasa pas di setting Solo, kayak para tokohnya makan di angkringan memang ciri khas masyrakat di sana, terutama bagi mahasiswa perantauan.

Dari baca sampai nulis review novel ini penuh cobaan dari PLN. Pas baca mati listrik, alhasil saya baca dari lilin utuh sampai lilin mati. Kemudian pas ngereviewnya, tinggal di save eh juga pake acara mati listrik. Sungguh sesuatu banget lah PLN ini :3

Secara keseluruhan, meski buku ini terkesan tidak ada tokoh utamanya (Satcy dan John memiliki porsi yang sama dengan tokoh lainnya), saya menyukai buku kedua dari #PSA2 yang saya baca setelah Oishii Jungle-nya Kak Erlita Pratiwi ini. Semoga ke depannya bisa membaca karya #PSA2 lainnya terbitan Grasindo yang nggak kalah kece😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : You Are Invited

Penulis                                 : Kezia Evi Wiadji

Editor                                    : Anin Patrajuangga

Desain kover & ilustrasi : Ni Made Adenari

Penata isi                             : Lisa Fajar Riana

Penerbit                              : Grasindo

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 211 hlm.

ISBN                                      : 978-602-251-493-0

Ehm, dapet langsung dari penulisnya😉

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

2 thoughts on “REVIEW You Are Invited

  1. Pingback: [WRAP UP] New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s