REVIEW Get Lost

get lost

Manusia memang hidup ditakdirkan untuk mencari jawaban. Selalu ada pertanyaan yang menggelisahkan mereka. Yang tak diketahui, seringnya jawaban itu sudah tersedia di hadapan kita, tapi kita saja yang terlalu jauh mencarinya, hingga seolah tak tampak.” (hlm. 36)

Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pertanyaan. Pertanyaan memang ditakdirkan untuk menjadi kawan setia bagi manusia, sejalan dengan sifat kita yang tak pernah puas. Kamu sebagai petualang, pasti akan bertanya, ‘mau ke mana lagi setelah ini’, bukan? (hlm. 41)

Dulu, Lana pernah tertambat pada seseorang. Dharma membuatnya nyaman. Dan memang benar, rasa nyaman itu mencandu, membuatnya selalu rindu untuk bertemu. Apalah namanya jika tidak bisa disebut ketergantungan? Bahwa setiap hari yang dilalui Lana tak akan lengkap jika tidak menyapanya, mengutarakan kekesalan atau kesenangan akan hari yang baru saja dilaluinya.

Lana menyayangi Dharma, dan itu tak perlu diingkarinya. Semakin Lana mencoba menghindar, hatinya semakin memanggil-manggil nama tersebut. Jika Lana menjadi pejalan seperti sekarang ini, awalnya memang karena Dharma. Dia pria yang suka bertualang, dan itu menular. Lana bukan perempuan yang suka menyama-nyamakan hobi demi bisa mendekati pria yang disukai. Hanya saja, Lana mendapatkan banyak hal saat bersama Dharma. Bahkan ketika dirinya merasa penat, Lana bisa saja tiba-tiba pergi sendiri tanpa perlu menemaninya.

Dan apakah salah jika Lana berharap rasa ini berbalas, ketika setiap sikap Dharma membuatnya semakin dekat? Dharma bilang, dia suka kemandiriannya, suka sifatnya yang cenderung tertarik akan hal baru. Dharma bilang, suatu saat dia ingin mencapai tibet, dataran tertinggi nomor satu di dunia yang menjadi tujuan impiannya bersama…Lana. Kata-kata yang melambungkan asa, tetapi kemudian terpental begitu saja.

Dharma. Kenangan buruk. Proses hidup. Setelah satu tahun lebih mencoba menyingkirkan segala hal tentang dia, inikah saatnya untuk benar-benar menemukan jawabannya? Sebenarnya, di sisi mana sih Lana berpijak saat ini? Pada masa kini, ataukah belitan masa lalu yang tak kasat mata membayangi pikirannya?

“Kamu pernah nggak, sayang banget sama orang, tapi lantas merasa digantung?” (hlm. 21)

Uhuk, semua dari kita pasti pernah merasakan yang namanya digantung alias PHP, seperti yang dialami Lana ini. Untuk mengisi kekosongan hatinya, dia berkelana ke banyak tempat. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga ke beberapa negara; Bali, Singapura, Seoul, Surabaya, dan Jakarta.

Perjalanan diukur bukan dari berapa jarak jauh jarak yang kita tempuh, tetapi dari berapa banyak teman yang kita peroleh darinya.

Perjalanan ini mengajarinya sesuatu. Keputusannya untuk pergi sendiri tanpa rencana juga telah memberikan catatan yang baik. Bahwa hidup terus berjalan, dan kenangan ada sebagai bagian dari proses.

Dari baca judulnya saja, saya pikir Lana akan tersesat ke beberapa tempat. Ternyata jalannya justru mulus dan serba kebetulan. Ehem, mungkin yang dimaksud tersesat di sini adalah tersesat di hati seseorang alias susah move on #eaaa ~~~(/´▽`)/

Usaha Lana dalam upaya bertemu (kembali) dengan Dharma, menurut yang saya tangkap adalah lebih ke rasa penasaran. Pernah kan, kita terobsesi sama seseorang, tapi kita sendiri nggak tahu rasa itu termasuk kategori cinta atau hanya sekedar penasaran? ( ʃ⌣ƪ)

Lumayan banyak tokoh yang sekedar numpang lewat, tapi ada beberapa yang favorit. Diantaranya adalah;

  1. Mikeal, umurnya 55 tahun. Dia sudah menjalani kehidupannya sebagai pejalan lebih dari setahun. Dan yang tak pernah diduga, dia masih memiliki istri dan tiga orang anak yang beranjak dewasa. Mikeal tetap berhubungan dengan keluarganya, tetap tahu perkembangan dan masalah yang terjadi pada mereka. Yang dibutuhkan Mikeal hanyalah waktu sejenak untuk mengutuhkan dirinya sendiri, sebelum kembali kepada mereka nanti. (hlm. 173)
  2. Pak Ketut yang ditemui Lana saat di Bali. Kalimat-kalimat yang meluncur dari bibirnya selalu penuh makna tanpa terkesan menggurui. Terkesan sangat bijak dalam memaknai hidup.

Banyak banget kalimat favorit yang bertaburan dalam novel ini:

  1. Kenyamanan itu mencandu, menimbulkan rasa ketergantungan yang akut. Kurasa, sudah tak seharusnya lagi aku bergantung kepada dia. (hlm. 22)
  2. Tidak selamanya kenangan buruk hadir untuk menyakiti, kadang itu ada untuk mengingatkan kita, bahwa proses hidup itu sunguh nyata. Lo nggak perlu susah payah menyingkirkannya, sering kali yang kita butuhkan hanyalah ikhlas. (hlm. 46)
  3. Selalu ada kenangan yang kita izinkan tetap tinggal dalam hidup kita, bukan? (hlm. 48)
  4. Semua rasa sakit ini akan membuatmu kembali kuat, bahkan mungkin lebih kuat dari sebelumnya. (hlm. 69)
  5. Apa saja bisa terjadi saat kita jatuh cinta. Entah itu cinta pertama, kedua, ataupun pada pandangan sekian. Bagiku, cinta itu bukan untuk dipertanyakan, melainkan dirasakan. (hlm. 79)
  6. Lebih baik menunggu daripada terlambat. (hlm. 138)
  7. Rasa nyaman itu diciptakan dan dikondisikan. (hlm. 149)
  8. Kadang-kadang, ketidaktahuan membantu kita meniadakan rasa curiga. (hlm. 171)

Ada beberapa selipan sindiran halus dalam novel ini:

  1. Masih sebegitu superoirkah warga negara asing di mata penduduk Indonesia sendiri? Bukankah seharusnya saudara sendiri lebih diutamakan daripada orang asing? (hlm. 15)
  2. Mana ada sih orang jahat ngaku kalau dia jahat? (hlm. 19)
  3. Tidak semua hal bisa dibeli dan diapresiasi dengan uang. (hlm. 48)
  4. Ternyata masih banyak hal bagus tentang Indonesia di mata orang-orang di belahan dunia lain. (hlm. 66)
  5. Mereka rasanya perlu belajar membedakan fungsi reply dan juga retweet, biar obrolan mereka yang tak penting diketahui orang lain tak perlu muncul di lini masa secara umum. (hlm. 88)
  6. Sebenarnya apa sih yang membuat banyak perempuan Indonesia mengidolakan boyband Korea? (hlm. 105)

Suka ama filosofi minuman yang dijabarkan Gandhi, teman yang ditemui Lana saat perjalanan di Bali di halaman 32-35:

  1. Kopi pahit, kopi klasik tanpa tambahan dan campuran apa pun. Dalam hidup, lo orangnya cenderung konservatif. Lo cenderung bermain aman, dan merasa nyaman dengan yang sudah ada, meski lo tahu sering kali nggak enak buat lo. Ibarat kata, sepahit-pahitnya ampas kopi yang lo rasain, tapi lidah lo udah terlanjur terbiasa dan nyaman karenanya, sehingga nggak mau berpaling ke hal lain. Itu artinya lo termasuk orang yang setia.
  2. Capuccino. Di dalamnya ada tiga kandungan utama, yaitu espresso alias kopi hitam yang kuat, susu, dan juga foam. Paduan ini memberi rasa manis nan legit, serta lembut di mulut. Dalam hidup, lo tuh orangnya suka bereksperimen dalam melakukan sesuatu, lo nggak suka yang standar-standar aja. (hlm. 33)
  3. Kopi susu. Kandungan utamanya jelas cuma ada dua: kopi dan susu. Dalam hidup lo, lo sering banget merasa bimbang untuk menentukan pilihan. Hidup itu sering antara hitam dan putih, benar dan salah, baik ataupun buruk. Hal ini membuat lo sering terjebak dalam dilema. Lo nggak mau berada dalam area abu-abu, tapi untuk menentukan berada di sisi kopi atau susu, lo pun butuh waktu yang sangat lama untuk berpikir.
  4. Cokelat. Artinya lo orangnya manja dan selalu ingin disayang. Sama seperti cokelat yang manisnya bikin kita merasa imut. (hlm. 35)

Beberapa selipan kuliner yang disajikan:

  1. Aku menikmati makan malamku di Warung Nasi Pedas Bu Andika. (hlm. 17)
  2. Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku direkondasikan oleh Alvin, karena menurut dia isinya lengkap dengan harga terjangkau. (hlm. 35)
  3. Yukgaejang. Nama makanan yang telah kami santap. Enak, dan untungnya aku penyuka makanan pedas, jadi tidak masalah saat menyantap makanan berbahan daging sapi yang berkuah kemerahan ini. (hlm. 101)
  4. Kami diam sejenak untuk menikmati hidangan penutup kami, patbingsu yang segar. (hlm. 103)
  5. Dia mengajakku sarapan bareng dengan menu kimbab yang telah dipanaskan. (hlm. 103)
  6. Kami berdua menikmati tteokpokki yang disuguhkan oleh paman Lee. (hlm. 115)

Career break adalah lumrah terjadi pada pekerja profesional mana saja setelah mengerjakan hal yang sama selama bertahun-tahun. Adanya kejenuhan yang telah mencapai kulminasi, juga berbagai masalah pribadi yang mengganggu, membuat kita butuh waktu untuk berhenti. Setiap orang butuh jeda. Tepatnya, setiap orang layak untuk mendapatkan waktu perhentian setelah bekerja sepanjang hidupnya. Career break bisa berlangsung satu bulan, enam bulan, satu tahun, atau bahkan empat bulan. Setiap orang butuh waktu yang berbeda-beda dengan tujuan dan kegiatan pengisi waktu yang berbeda pula, bisa untuk pengembangan pribadi, belajar, menjadi sukarelawan, atau untuk mewujudkan mimpi yang tertunda. (hlm. 190-191)

Penjelasan career break ini rasanya PLAKK banget, benar-benar nampar. Saya jadi mikir, sekarang baru beberapa tahun kerja masih menikmati semua yang dirasakan. Gak kerasa sudah sekitar lima tahun berlabel pustakawan. Tapi kita semua nggak bakal tahu dengan rasa sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang? Apakah masih semangat dengan profesi yang kita lakoni? #ToyorDiriSendiri

Nyaris tanpa typo. Hanya agak terganggu dengan beberapa emoticon yang muncul, berasa kayak baca blog. Oya, saya malah menemukan kata unik yang ternyata kata tersebut masuk ke dalam KBBI; tertempelak di halaman 49. Tertempelak sendiri menurut KBBI, mempunyai arti celaan (teguran) yang disertai dengan pengungkitan perkara yang sudah-sudah untuk menunjukkan kesalahan.

Dari kisah Lana dan beberapa tokoh lainnya, kita banyak belajar tentang pengalaman hidup. Kita terkadang terlalu bekerja keras dan ngoyo dalam melakukan sesuatu, tapi kita justru lupa dengan tujuan untuk apakah sebenarnya kita hidup ini? Sekedar bersenang-senang atau terlalu meratapi hidup?

Keterangan Buku:

Judul                     : Get Lost

Penulis                 : Dini Novita Sari

Penyunting         : Agatha Tristanti

Desain                  : Yanyan Wijaya

Ilustrasi cover    : Rendi Arrahman

Penerbit              : Bhuana Sastra (Imprint dari PT. BIP)

Terbit                    : 2013

ISBN                      : 978-602-249-439-3

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

2 thoughts on “REVIEW Get Lost

  1. Pingback: [WRAP UP] New Authors Reading Challenge 2014 | Luckty Si Pustakawin

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s