REVIEW Kedai 1002 Mimpi

   kedai 1002 mimpi

Seandainya kita bertumbuh kembang terbiasa melihat perbedaan warna rambut, dialek bahasa, warna mata, mungkin kita akan lebih mudah menerima perbedaan. Atau setidaknya, tidak mempertanyakan kenapa manusia bisa tak sama. (hlm. 299)

Mungkin seperti inilah rupa paket kehidupan, untuk saling mengimbangi satu dengan yang lainnya. Seperti ketika Tuhan memberikan keseimbangan antara sepasang mata bulat indah dan hidung pesek.

Beberapa orang memilih menu tambahan pada paket kehidupannya. Berbagai prasangka yang menjelma sebuah keyakinan memang membuat apa pun yang terlihat sesuai persangkaan.

Ketika seseorang sudah begitu antipatinya, kita sedang asyik merangkai bunga pun disangka lagi bikin sesembahan setan.

Kenapa harus selalu susah payah sibuk memberikan pembuktian pada seseorang yang sampai kapan pun akan selalu punya alasan untuk melukai?

Lagi pula, ketika bumi tetap berputar di berbagai suhu, musim, dan bencana, mengapa kita harus takut dibenci? Sebagaimana halnya kita berani dicintai? Ciptaan Tuhan saja sering dicaci, apalagi yang cuma sekadar karya manusia.

Kenapa harus dengki kala tak dipercayai? Keberadaan Tuhan saja sering dipertanyakan, apalagi karakter manusia yang hanya dangkal penuh riak ini.

Dan hidup pun memang sedianya penuh teror, bukan? Tak perlu jauh-jauh ke mana atau untuk menjadi siapa terlebih dahulu. Virus, kuman, cacing, jamur yang mengintai siapa pun kita di mana-mana –bahkan mungkin di tempat kita berpijak sekarang. Bedanya, mereka tidak pernah sibuk mengirimkan pesan gelap.

Kalau ditanya buku siapa yang paling ditunggu? Jelas bukunya Valiant Budi a.k.a. @vabyo ini salah satunya. Selain saya, pasti banyak banget yang nunggu kelanjutannya selama menjadi TKI meskipun TKI gagal alias kaburan… ~~~(/´▽`)/

Yay, akhirnya ada juga sekuel dari Kedai 1001 Mimpi (review baca di sini: https://luckty.wordpress.com/2011/07/25/review-kedai-1001-mimpi/). Siapa sih yang tak mengenal penulisnya dan bukunya yang fenomenal ini? Kenapa fenomenal? Pertama, tema yang diangkat anti mainstream. Kedua, penulis cukup berani membeberkan fakta-fakta yang mengejutkan. Ketiga, penulis bukan sekedar observasi terhadap TKI-TKI, tapi memang benar-benar menjadi TKI.

Di buku sekuelnya ini, penulis lebih menitikberatkan kisah pasca lahirnya buku pertama, semacam dibalik layar buku pertama. Bagaimana efek positif maupun negatif yang diterimanya. Bagaimana teror-teror kerap menghantuinya baik di dunia maya maupun dunia nyata. Dibumbui juga dengan kepingan masa-masa selama menjadi TKI di Bahrain yang belum diceritakan di buku pertamanya. Yang ingat Bambang, Mas Blitar dan juga Teh Yuti.

Seperempat terakhir buku, penulis bercerita tentang mimpinya yang lain di negara yang berbeda; Italia dan Inggris. Oya, ada juga bonus blog yang judulnya Durian dan Mangga. Di tulisan ini, kalimat yang PLAKK banget adalah: “pengkritik yang paling bikin geli adalah mereka yang tidak setuju dengan kritikan orang lain.” (hlm. 333). Kalimat ini bikin saya nyengir, karena banyak banget dari kita yang hobinya kritik yang subjektif dan nyinyir yang nggak jelas ujungnya. Saya juga sebetulnya tipe nyinyir, tapi kalo nggak klop ama seseorang mah mending diem aja. Nggak usah diumbar di sosmed ( ʃ⌣ƪ)

Banyak kalimat favorit bertaburan dalam buku ini:

  1. Novel-novel romantis itu benar, kadang untuk menyadarkan rasa cinta harus melalui ujian rindu. (hlm. 12)
  2. Andai kita bisa memilih kenangan yang kita inginkan, seperti memutar lagu favorit, atau mengambil kue kesukaan dalam stoples di hari Raya Lebaran.
  3. Terkadang, mimpi buruk membawa hari menjadi busuk. (hlm. 117)
  4. Orang sering menyangka bermeditasi adalah mengosongkan pikiran. Padahal yang benar adalah biarkan pikiranmu menjelajah. Amati apa yang kita lihat dalam benak. (hlm. 180)
  5. Kita memang tidak pernah sendiri. Dan kadang-kadang itu yang menakutkan. (hlm. 265)
  6. Ada anugerah di setiap musibah. (hlm. 269)
  7. Harus lebih berhati-hati dengan canda karena bisa jadi teranggap sebuah doa. (hlm. 282)
  8. Sebuah kepercayaan yang sering kita khianati, jika memang benar-benar membuat tenang, kenapa malah mengubah kita menjadi garang? (hlm. 306)
  9. Terkadang, optimis dan masokis beda tipis. (hlm. 316)

Banyak juga sindiran halus yang tersebar dalam buku ini:

  1. Mati adalah satu-satunya jalan menuju kebebasan. (hlm. 2)
  2. Hati manusia saja tidak bisa ditebak, apalagi burung. (hlm. 2)
  3. Lalu berkumandanglah azan Asar dan anehnya aku mendadak deg-degan. Apakah ini rasanya jadi setan? (hlm. 25)
  4. Berburuk sangka adalah kegiatan pengganggu hidup nomor dua setelah diare tapi nggak ada air di kamar mandi. (hlm. 32)
  5. Kopi Sumatra mahal ya, padahal Sumatra kan, deket sama Jawa. (hlm. 38)
  6. Dunia maya menmungkinkan kita jadi siapa saja, berkata apa saja, mencintai dan menyakiti tanpa henti. Ada yang membuat rindu, ada yang tak henti mengganggu. (hlm. 42)
  7. Ternyata, melihat profil facebook kita dikuasai orang lain itu rasanya seperti kemalingan, dan sialnya maling itu kini menguasai rumah dengan pintu berkunci baru. (hlm. 47)
  8. Aduh, masak sih, buat nelpon masih nyari diskonan? (hlm. 57)
  9. Jatuh cinta aja suka susah, nikah kadang banyak masalah, apalagi mau nikahin orang Saudi! (hlm. 58)
  10. Kalau ada maling membunuh dengan obeng kembang, siapa yang ditangkap? Maling atau obeng? (hlm. 61)
  11. Kirain penulis itu mesti ke pinggir pantai, nyepi di gunung, sembuyi di gua gitu. (hlm. 67)
  12. Tapi terkadang, susah juga untuk tetap loncat indah, bila orang-orang kerap melemparimu dengan sesuatu yang kotor, walaupun itu hanya sebatas kata-kata. (hlm. 82)
  13. Mungkin ada pemahaman baru ‘teman dekat’ di era digital ini. Begitupun dengan ‘berantem’ atau ‘dibully’. Seperti layaknya tidak sempat membalas mention atau email sudah tercap ‘sombong’ tanpa maaf. (hlm. 101)
  14. Mencurigai seseorang yang turut serta memberi nafkah juga sungguh pekerjaan menyebalkan. (hlm. 139)
  15. Bolak-balik ke kamar mandi abis makan ini cukup sepadan, kok, dengan rasa ingin tahu. Ketimbang mati penasaran. (hlm. 218)
  16. Bunuh diri adalah satu-satunya cara untuk merebut hak kita tentang cara dan kapan mati. (hlm. 219)
  17. Ya ampun, repot sekali permasalahan cinta zaman sekarang, ya? (hlm. 264)
  18. Kondisi mental orang berbeda-beda dengan tingkat permasalahan yang berbeda pula. (hlm. 264)
  19. Berbagi kebahagiaan dan pamer memang beda tipis. (hlm. 288)
  20. Seterhibur-hiburnya di penjara, tidak ada yang bisa meringankan hati yang rindu kepada ibu. (hlm. 310)

Covernya kece, ilustrasinya pun tak kalah ciamik. Dari segi kemasan, jauh lebih keren dari buku yang pertama. Tapi dari segi isi, lebih suka yang pertama. Ada juga tulisan yang pernah saya baca diblognya, seperti BAB Buku Setan & Lirik Pelarian yang membahas boyband yang liriknya digarap oleh penulis.

Bukan berarti buku yang kedua kurang nendang, ikut deg-degan juga kok pas baca teror-teror yang tersebar dalam buku ini. Di buku ini, penulisnya lebih dewasa dan legowo dalam memandang situasi.  Kebayang ya kalo diteror yang mengerikan kayak dalam buku ini, mungkin saya akan menyerah dan lambaikan bendera putih (⌣̩_⌣̩)\(‘́⌣’̀ )

Dari buku ini kita bisa memetik pelajaran bahwa hidup tak selamanya semulus jalan tol. Ada banyak kerikil kehidupan yang akan kita temui. Tapi, hidup harus berjalan hingga garis finis.

Dan yeah…sampe sekarang masih belum kesampaian buat mampir ke Warung Ngebul. Kenapa Warung Ngebul ada pas udah lulus kuliah di Bandung, hiks.. :’)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Kedai 1002 Mimpi

Penulis                                                 : Valiant Budi @vabyo

Penyunting                                         : Alit Tisna Palupi

Proofreader                                       : Jumali Ariadinata

Desain & ilustrasi sampul              : Levina Lesmana

Penata letak                                       : Landi A. Handwiko

Foto isi                                                  : Landi A. Handwiko & Patresia Kirnandita

Ilustrator isi                                        : Galih Pratama

Penerbit                                              : GagasMedia

Terbit                                                    : 2014

Tebal                                                     : 384 hlm.

ISBN                                                      : 979-780-711-8

 

Ehem, difolbek @vabyo sejak sebelum dia seterkenal sekarang ini loh!😀

kedai 1002 mimpi 1
Bocoran ilustrasi dalam buku ini:

kedai 1002 mimpi 2 kedai 1002 mimpi 3

Mau buku ini?!? Tunggu giveawaynya via blog😀

kedai 1002 mimpi 4

56 thoughts on “REVIEW Kedai 1002 Mimpi

  1. cie-cie, sekarang udah bisa foto close up, hehehe, kemajuan Mbak.

    Oh ya, ini buku genrenya apa jeh? Novel atau Non Fiksi?

    • sebenarnya foto tutup buku itu baru aku lakuin taun ini loh, kalo kenal lama mah bisa liat mukaku jelas banyak kok fotonya di FB ama twitter juga😀

      ini buku non fksi😀

  2. Pingback: GIVEAWAY Kedai 1002 Mimpi | Luckty Si Pustakawin

  3. Kayaknya buku Ini keren jarang kan ada buku yg bahas TKI pahlawan devisa kita . Trus judulnya kan Kedai 1002 Mimpi berarti mimpinya banyak banget dong😀 akan dibahas kah?
    Tapi sayangnya aku belum baca yang Kedai 1001 Mimpi

  4. kalau soal sampul, aku sih lebih suka kedai 1001 mimpi lebih kuat daya tariknya. Kalau cerita, bukunya itu belum pernah baca, jadi ya ngangguk2 aja sama reviewnya. Gambar dalam bukunya jadi penarik, selain pembatasnya. Trim buat kutipan kecenya, dan sindiran jlebnya.

  5. Bener kata mba, ilustrasinya ciamik-ciamik. dan aku juga baru lihat buku ini sekarang, temanya baru dengar sekarang, mungkin one of million haha.

    p.s sindiran halusnnya bikin merinding ey. Ciieee difollow, mau dong😀

  6. Dari judulnya menarik banget. penasaran buat baca dan terpancar aura motivasi gitu. dari covernya terlihat banyak imajinasi yang luar biasa dari penulisnya. pas baca review ini, aku makin penasaran soalnya aku suka banget novel atau cerita yang diselipin ilustrasi-ilustrasi kocaknyanya. banyak kata2 motivasi dan penyadaran disini. yang ngebuat pembaca mengangguk-angguk serta menyetujui pernyataan penulis. Banyak hal kocak yang dituangkan di buku ini yang bakalan menetralisir ketegangan/kengerian cerita fakta TKI.
    Sukses terussss🙂

  7. Saya suka banget sama sampulnya,desainnya keren nggak kalah sama desain 1001 mimpi,desainnya betul2 mengambarkan 1002 mimpi,keren ya.Saya penasaran sama novel 1002 mimpi ini,sekuel 1001 mimpi kali ini pasti isinya lebih gereget dan seru.Waktu baca 1001 mimpi aja isinya uda bagus banget,memang mas vabyo hebat banget dalam menulis mimpi gimana ya kalau dia lakuin itu mimpi?hheheheh keren abis pastinya.Untuk mbak luckty reviewnya bagus mbak,gambar closeup dan bukunya juga bagus,keren juga kalau bisa belajar ngereview dari mbak,mbak bisa milih quote-quote yang dapat mengunggah perasaan dan membuat orang tertawa kecil membaca sindiran halus,hehehhe
    wish me luck😀

  8. Covernya jelas keren. Ala-ala gambaran yang digambar dengan kapur wrana-warni. Isinya, dari review kak Luckty, tampaknya juga menjanjikan sesuatu yang “wow” (walau mungkin tidak se-wow buku prekuelnya, saya mengambil sikap abstan untuk yang ini karena buku pertamanya belum sempat saya baca, baru bulan lalu datang dan masih dalam kondisi segel, heheh).

    Apa lagi, ya? Oh ya, saya selalu suka dengan buku-buku “berani”. Semoga ada kesempatan membaca buku ini. Amin. Hahah.

  9. alasan buku ini menunjukkan TKI ini mau mencari jalan keluar agar bisa membantu TKI pulang ke tanah air, sebenarnya cerita ini penuh perjuangan di banding kak RADITYA DIKA ceritanya agak jomblo, dan korespondesi pada TKI semakin menantang, buku ini bersifat abstract, menurutnya kak luckty ini ceritanya sederhana dan bisa merantau yang suatu ada.

    intinya buku ini berusaha untuk berani menghadapi tantangan yang harus di selesaikan selama ini. semoga buku ini bisa mengambil inspirasi dari penulis yang lebih professional.

  10. waktu lihat buku ini, ada beberapa random thought nih hehe. yang pertama dari judul. hmm kalo di buku pertamanya yg berjudul 1001 mimpi itu pikiran saya langsung terhubung 1001 = 1001 malam = dongeng timur tengah = negara timur tengah = arab saudi. kesimpulan absurd ini memang bener sih soalnya beneran setting di arab. tapi melihat jdudl sekuelnya 1002, pikir saya “ha? 1002 itu negara mana? kok agak garing? kok gak nyambung? dll dst”. saya belom baca sih, makanya jadi penasaran.hehehe
    kalau dari segi cover, saya suka yang 1002. karena desainnya khas tulisan kapur di papan tulis. mengisyaratkan mimpi apapun bisa dituliskan di masa depan tanpa terkecuali.
    setelah baca reviewnya disini, overall jadi makin penasaran seperti apa kisah om vabyo setelah sukses melepaskan diri dari jeratan negara yang “tidak ramah”. hehe

  11. buku yang gafk biasa karena membahas satu aspek yang cenderung terbengkalai di Indonesia dan negara lain: TKI.
    dear mas vabyo… bagi” deh buku ini ke orang yang berkepentingan di balik pengiriman TKI, departemen sosial onoh. untuk teriak secara halus bahwa TKI itu adlh manusia yang hak nya harus terpenuhi dgn layak. bukan sekedar penunjang pundi perekonomian negara yang berfungsi menambah pemasukan negara🙂

  12. Seperti biasa, reviewnya mbak luckty selalu enak dibaca dan bikin tertarik beli bukunya. Lagi pula nggak ragu deh, aku selalu suka gaya tulisannya Vabyo. Semoga ada rejeki buat beli buku ini, atau dapet gratis. Aamiin

  13. Reviewnya menarik,aku jadi tertarik baca buku non fiksi , tema sosial yg dilihat dari sudut pandang si pengarang. Covernya unik. Di dalamnya ada gambar-gambar ilustrasinya =) Belum pernah baca kedai 1001 mimpi. wah quote-quotenya unik =)

  14. “pengkritik yang paling bikin geli adalah mereka yang tidak setuju dengan kritikan orang lain.”

    sepertinya kalimat di atas yang ada di dalam buku tersebut sangat cocok dengan kondisi negeri ini sekarang yang lagi masa kampanye. saling kritik dan balas mengkritik di dunia maya.

    satu lagi yang cukup mengena banget, “Berbagi kebahagiaan dan pamer memang beda tipis.” (hlm. 288)

    kejadian yang mungkin saya lakukan dan lihat di socmed baik berupa staus atau foto

  15. dari baca reviewnya kayaknya ini termasuk salah satu buku yg inspiratif buat pembaca,covernya menarik untuk di baca,temanya juga unik tentang TKI dan quote & sindiran halusnya itu loh wow banget ^^

  16. baru tahu ada buku tentang tki. Eh?
    lagi kudet banget soal perkembangan buku-buku. -_-

    Uh, sepertinya menarik yak. Bagaimana sebuah kisah menjadi TKI bukan hanya sekedar mencari nafkah, tetapi TKi juga mengemban sebagai ‘aset’ bangsa yang tersebar di seluruh dunia. Walaupun hanya ‘tki’, dan dikenal sebagai pahlawan devisa, atau banyaknya kasus-kasus penyiksaan yang telah terjadi. Kisah tentang TkI tetap menarik.

    Untuk membuka wawasan kita, tentang bagaimana kerja keras mereka di sana. Di tempat yang perlindungannya minim (baik dari pemerintah Indonesia maupun pemerintah negara tersebut), yang berbeda budaya, berbeda bahasa. Dan kadang-kadang yang beruntung, menjadi tki akan mendapatkan keluarga baru (bisa dari majikan, atau teman sejawat) yang melebihi saudara sendiri.

  17. ciyeee… mbak Luckty udah nggak foto dengan nutupin buku lagi.
    kalimat yang kusuka:
    Mungkin ada pemahaman baru ‘teman dekat’ di era digital ini. Begitupun dengan ‘berantem’ atau ‘dibully’. Seperti layaknya tidak sempat membalas mention atau email sudah tercap ‘sombong’ tanpa maaf. (hlm. 101)
    Hahaha makjleb banget tuh buat sosmed addict. Sebenarnya nyari buku ini sudah lama, sempat ke Jakarta Book Fair juga lihat stand Gagasmedia kece abis, pegawainya pakai afrone Kedai 1002 Mimpi begitu, gambarnya enak dipandang, sayang saat itu nggak bawa uang lebih. cuma bisa gigit jari aja, mau baca, tapi ga boleh buka wrapping-nya, jadi cuma memandang buku ini dari jauh, dan itu…
    nyesek,
    banget.
    setelah baca review ini, makin tertarik untuk membaca karya-karya Valiant Budi, meski belum satu pun

  18. Sepertinya buku ini akan sangat ‘membantu’ untuk orang-orang yang suka memandang rendah TKI. Sepertinya juga banyak pelajaran hidup yang bakal kita dapet dari buku ini. Aku setuju banget nih sama kalimat ini… “Ketika seseorang sudah begitu antipatinya, kita sedang asyik merangkai bunga pun disangka lagi bikin sesembahan setan.”

    Kayaknya tetangga-tetanggaku yang super duper rese itu perlu baca buku ini, deh… : ))

  19. Sepertinya menarik ni bukunya, sayangnya yg Kedai Mimpi 1001 saya juga belum baca. Jadi penasaran seperti apa 2 buku tersebut.

    Oiya ini buku fiksi atau non fiksi?

  20. kalau liat sekilas ulasannya… kayaknya ini buku bisa mengispirasi.
    dan kalimat yang “Berbagi kebahagiaan dan pamer memang beda tipis.” itu lho yang bikin aku pengen baca lebih lanjut. keren!!
    karna sebelumnya aku juga mikir tentang kata-kata itu tapi belum nemu jawabannya.

  21. Subhanallah. Bukunya kerren banget. Cerita tentang TKI dan diangkat dari kisah nyata pengalaman pribadi lagi. Apalagi isi ceritanya sungguh bagus, sangat memotivasi dan sangat cettar membahana. Waahh… sepertinya jarang deh ada yang nulis buku tentang TKI. Mungkin ini yg pertama.
    Kalau diangkat ke FILM atau Sinetron bakalan booming banget niih. Reviewnya aja udah kerren bingits, apalagi nanti full. waahh penasaraan.
    Good job!

  22. wah, sepertinya saya jatuh hati sama buku ini. bukan kisah roman pada umumnya, tapi lebih pada kisah hidup yang sesungguhnya. saya suka dengan kutipan, “terkadang, optimis dan masokis beda tipis.” hahaha.. karena saya pribadi seorang masokis.
    nice review mbak🙂

  23. aku suka sama kedai 1001 mimpi, dan well yah, aku sempat meragukan pengakuan-pengakuan vabyo. Masak gitu sih??? tapi setelah browsing ternyata memang banyak kejadian seperti tu di negara tempat kiblat umat islam ini. So, aku pengen banget baca buku ini juga.
    setelah lama ngilang di dunia perbukuan (ciehe), aku kembali baca blog-blog anggota bbi. Masih salut banget deh sama mbak luckty yang rajin banget. Dan nulis reviewnya juga niaaaat banget. Paling suka pas bagian kutipan😀
    sukses terus mbak luckty. Ditunggu GA berikutnya #ehhh

  24. Aku sudah punya buku yang Kedai 1001 Mimpi. Tapi, di bawa sama adikku ke asrama dan belum balik. Eh, tiba-tiba sekuelnya muncul dengan tampang eye catching dari yang pertama. Yuhuu… jelas pengin banget punya biar lengkap. Apalagi review Mbak Luckty membuatku makin pingin.
    Terima kasih GA-nya😀

  25. Dari dulu saya paling tertarik dengan buku yang banyak gambarnya, apalagi kalo gambar-gambarnya unik. Dan buku Kedai 1001 Mimpi ini masuk kriteria buku yang menarik perhatian saya. Hehehe

  26. Melakukan kewajiban awal sbagai TKI, yaitu bekerja sebaik-baiknya disana. Di sela hari bekerja, di usahakan hp tetap di tangan dan mencari informasi dari KBRI tentang pemulangan ke Tanah air.

    Pokoknya kalau uda ada kontrak kerja, yg penting lakukan dulu pekerjaan dgn baik. Karena yg baik juga akan hasilnya baik juga

  27. Belum punya bukunya sih, tapi kalo baca review yang disini , sangat menarik. “Ketika seseorang sudah begitu antipatinya, kita sedang asyik merangkai bunga pun disangka lagi bikin sesembahan setan.”. Ungkapan yang sangat dalam. Manusia selalu berprasangka. Itu kodrat manusia. Berburuk sangka menjadi dosa sehari-hari

  28. aq mau mau mau pinjem buku luckty yang ini jugaaaa *eh lama gak ngikut GA nya luckty tiba-tiba dapet review yang bagus gini, makin bikin mupeng..
    kalo dari kalimat-kalimat favoritnya luckty yang puanjaaaaang, kayaknya buku ini bagus deh.
    setuju sama yang nomor 7 : Harus lebih berhati-hati dengan canda karena bisa jadi teranggap sebuah doa. (hlm. 282) bener banget ini mah!😀
    merapal doa supaya bisa dapetin bukunya. siapa tau rejeki bulan puasa. amin ^_^

  29. keren kayaknya bukunya, jd ngiler pengen baca. aku suka qoute yg ini “ngpain sibuk membuktikan kebenaran pd seseorang yg selalu berpotensi melukai?”. #dalem

  30. Seneng banget nemu tulisan seperti ini. ceplas ceplos dan mengungkap apa yang tak terungkap dengan gaya bahasa yang menyenangkan.

  31. Dari awal udah tertarik sama buku pertamanya, eh keluar yang kedua. Jadi pengen baca dua2nya deh. Wah, semoga kesampean deh ya. Yang 1001 mimpi kan jadi favorit banyak penulis n editor. Aku inget pas ultah gagas yang terakhir kan para penulis n editor share buku favorit mereka gitu, nah sejak itu 1001 mimpi jadi masuk wishlistku. Dan sekarang setelah baca review kece ini, jadi penasaran sama yang 1002nya juga deh…

    Nice review kak. Keep posting yaaa❤

  32. dulu hampir nyomot buku ini d gramed tapi ragu, akunya penikmat cerita mainstream sih. Tapi penasaran juga setelah baca review mbak. Seruan mana bukunya mbak klau di banding sama buku pertama?

  33. saya sangat tertarik dan pengen baca hanya gara gara baca ringkasan ringkasan yang mbak tulis. jadi sayanya terlalu berharap untuk bisa membaca buku itu. tapi ya entah saya menang atau tidak

    semoga aja dalam waktu dekat sayanya bisa membacanya buku kedai mimpi.
    😥 huhuhu😥

  34. Yang namanya sebuah cerita yang di angkat dari kisah nyata tuh emang ngasih ‘feel’ yang agak berbeda dari cerita fiksi. Dari review yang kakak jelasin, buku ini kayaknya seru banget buat di baca. Kita bisa tau cerita lain yang enggak melulu soal ‘percintaan remaja’. Dan menurut aku, kedai 1002 mimpi ini kayaknya salah satu buku yang bagus dan recomended banget buat di baca, ya? He-he. Tema cerita yang kak Vabyo ambil juga enggak Mainstream. I wish i can grab this book and makes my mind more open with his wise words.

  35. sangat jarang buku yang membahas tetang TKI pahlawan devisa negara kita. Sepertinya buku ini layak untuk dibaca jika ingin tau perjuangan saudara kita di negri perantauan, kebetulan aku juga belum baca buku sebelumnya *malu* mungkin bisa jadi wishful wednesday😀

  36. aaaak aku udah baca buku pertamanya dulu banget, ga nyangka kalau bukunya bagus, soalnya aku pernah baca fiksinya vabyo dan gak suka. jadi underestimate sama kedai 1001 kopi awalnya. ternyata baguuus dan keren isinya. otomatis jadi ngiler berat liat serial keduanya terbit.
    itu kalimat di awal-awal nulis sendiri mbak? aku kok lebih terkesima sama tulisan awalnya daripada kutipan yang di buku ya hehehe..
    btw keren mbak reviewnya, selain kata pembukanya yang dalem, ada contoh kutipannya jadi unik banget😀

  37. jiaaaah ada lanjutan kedai 1001 mimpi… salah satu buku favorit gue tahun 2011 yang gue pake buat ngebuka mata temen-temen gue ttg negara timur tengah :)) belum punya dan baca yang 1002, tapi bi yuti muncul di buku ini lagi gak yes?

  38. karena buku ini antimainstream, bacanya juga harus antimainstream!
    Caranya? Aku mau baca yg 1002 dulu, baru prekuelnya :))))
    dan penasaran sama arti dari judulnya… btw kebanyakan dari sindiran halusnya kok aku malah ga ngerti ya? apa aku aja yg lemot? ._.

  39. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s