REVIEW Lost and Found

Lost & Found

“Gue nggak mau digantung. Kasihan hati gue.” (hlm. 51)

“Ya sudah. Tapi, kalau kamu memang nggak mau lebih sama dia, kalau bisa, kamu tegaskan ke dia. Sebelum semuanya terlambat. Dia terlalu baik untuk sakit hati.” (hlm. 115)

“Harusnya lo bahagia karena lo kehilangan orang yang nggak pernah mencintai lo sama sekali.” (hlm. 158)

Rasanya, setahun berpisah belum mampu membuat Jane melepaskan belenggu Xander dari hatinya. Meskipun semua hal di antara Jane dan Xander sudah berakhir. Ketidakjelasan akhir itu masih menghantui pikiran Jane sehingga membuat hatinya masih berputar di sekitar Xander.

Mungkin memang benar jika orang berkata bahwa cinta pertama tidak terlupakan. Semua tentang Xander masih jelas teringat dan sangat membuat rindu. Suara ringannya, tatapan lembutnya, wangi khasnya, dan senyumnya selalu terbayang. Begitu juga dengan pilu yang selalu ada setiap kali Jane mengingat Xander. Seakan, semua itu tak akan bisa hilang.

Masih sulit bagi Jane untuk melupakan Xander dan hari-hari yang telah mereka lalui bersama. Baginya, yang menyakitkan bukanlah perpisahan, melainkan kenangan yang tiba-tiba muncul ke permukaan.

Setidaknya, beberapa saat berpisah dari Xander, Jane sudah mampu menenangkan hati dan perasaannya. Meskipun, terkadang ia merasa hatinya bagaikan produk baru yang masih belum sempurna untuk dilakukan uji coba. Sedikit kesalahan atau uji coba yang terlalu dini akan menghancurkan segalanya.

Sudah terlalu sering ia mengira dirinya mampu, lalu berhadapan dengan kenyataan bahwa ia masih belum mampu. Kali ini, ia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama- ia ingin tetap teguh. Ia sudah muak dengan pertanyaan yang sama; pertanyaan yang tidak pernah terjawab. Semakin dalam ia mencari, semakin ia tidak mendapatkan jawabannya.

Kemudian datanglah orang baru dalam kehidupan Jane, dialah Chris. Apa mungkin Chris adalah orang yang akan membebaskan beban hatinya? Apa Jane siap untuk orang baru di hatinya? Apa Jane siap… menggantikan Xander? Manakah yang akan dipilih Jane; Chris atau Xander?

Beberapa kalimat favorit:

  1. Semua orang punya purpose masing-masing di hidup ini. (hlm. 17)
  2. Nggak pernah ada orang yang siap. Kalau kamu mau nunggu sampai kamu siap, berdoa saja orang itu masih ada sampai kamu siap. (hlm. 115)
  3.  Be sure about your feelings. Because, if you crack that shell, and you changed your mind, she will die of loneliness before she’ll ever trust anyone again.” (hlm. 174)
  4.  But, if you’re happy I’ll get through somehow. But, the truth is I’ve been screaming now. (hlm. 187)

Beberapa kalimat sindiran:

  1. Gimana sih, mau olahraga tapi malah ngerokok dulu? (hlm. 40)
  2. Modus itu ya, gimana ya, beberapa cara terselubung yang digunakan laki-laki agar bisa menaklukkan hati lo. (hlm. 42)
  3. Makanya kerja yang bener. Kerja keras buat nikah. Kalau mau married tapi modal cinta doang nggak bisa, dong. (hlm. 150)

Agak males dengan manusia-manusia tipikal repot ama makanan macam ini:

  1. Tapi, makan melulu. Bener-bener liar! Iya nih, gendutan. Sana sit up seratus kali, terus push up lima puluh kali. (hlm. 5)
  2. Ketahuan sering makan di sini, deh. Pantesan gendut,makannya ribs segede ini terus, sih… (hlm. 55)
  3. Rajin ke gym nggak cukup. Harus jaga makanan juga tauk. Nasi jangan terlalu banyak, harus banyak makan sayur dan buah. Kalau makan ayam harus bagian dadanya. Kurangin makanan yang berlemak apalagi yang digoreng. Eat clean! (hlm. 66)
  4. Kalau mau makan soto nggak boleh makan kuahnya dan harus sama sayur lain. (hlm. 67)

Alamaaakk..ribet banget hidup kayak gitu. Saya jadi teringat beberapa bulan lalu ketika mengawas ujian nasional, silang antar sekolah. Nah, dari sekian banyak pengawas dari berbagai sekolah ada guru laki-laki (yang tampaknya baru lulus kuliah), dari hari pertama nggak pernah menyentuh sncak pagi maupun makan siang yang disediakan panitia. Ternyata, dia nggak makan gorengan alias yang berbau-bau minyak. Gak bisa makan yang ada bawang gorengnya. Terus, nggak makan daging. Yaelah…ganteng-ganteng hidupnya ribet… x)

Jadi, bisa dipastikan saya males menghadapi manusia-manusia macam ini, seperti Jane dan Chris. Dikit-dikit nge-gym, takut lemaknya kelihatan, takut gemuk. Yaelah, tiap hari shelving buku ke rak aja udah kayak barbelan buku tiap hari loh. Sehat sekaligus murah x)

Keterangan Buku:

Judul Buku                          : Lost & Found

Penulis                                 : Sisca Spencer Hoky

Editor                                    : Jumali Ariadinata

Proofreader                       : Patresia Kirnandita

Desain sampul                   : Amanta Nathania

Penata letak                       : Landi A. Handwiko

Penerbit                              : GagasMedia

Terbit                                    : 2013

Tebal                                     : 198 hlm.

ISBN                                      : 979-780-665-0

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/01/indonesian-romance-reading-challenge-2014/

New Authors Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/02/new-authors-reading-challenge-2014/

Young Adult Reading Challenge 2014

https://luckty.wordpress.com/2014/01/07/young-adult-reading-challenge-2014/

One thought on “REVIEW Lost and Found

  1. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s