REVIEW Jomblo #rapopo

 jomblo rapopo

Cinta telah menjadi perbudakan maka menjomblo adalah jalan terbaik menuju gerbang kemerdekaan. (hlm. 162)

Orang-orang selalu mendiskriminasi hanya karena wajah seseorang pas-pasan. Pola pikir mainstream membatasi seseorang untuk menuntaskan diri terhadap sesuatu. Naik motor dibilang tukang ojek. Bawa mobil dikira supir. Duduk di bangku belakang dibilang joki 3-in-1. #pukpuk #rapopo

Perbedaan cowok cakep vs cowok jelek:

  1. Cowok cakep gak balas SMS kesannya sibuk kerja. Cowok jelek gak bales SMS pasti kere, gak ada pulsa.
  2. Cowok ganteng bawa gitar dibilang anak band. Cowok jelek bawa gitar dikasih duit recehan.
  3. Cowok ganteng bantuin nenek-nenek nyeberang dibilang pahlawan. Cowok jelek bantuin nenek-nenek nyeberang dikira copet.
  4. Cowok ganteng pake kacamata hitam kesannya cool. Cowok jelek pake kacamata dikira tukang pijat keliling.
  5. Cowok ganteng perut sixpack kesannya sering nge-gym. Cowok jelek perut sixpack disangka kuli.
  6. Cowok ganteng pake helm kesannya anak klub motor. Cowok jelek pake helm dituduh gak pede sama muka.

Pernah ngalamin kayak gitu? Kalo iya, perlu tuh toss ama penulis ini, senasib ~~~(/´▽`)/ Dalam buku ini, penulis menceritakan perjuangannya dalam jatuh bangun dalam meraih cinta yang sayangnya selalu gagal. #pukpuk #rapopo

Ada selipan tips PDKT:

  1. Tipe Sniper: Jomblo tipe ini memiliki rasa percaya diri yang rendah. Layak seorang sniper atau penembak jitu, kehadiran si jomblo biasanya gak pernah diketahui oleh sasarannya. Hobinya cuma sebatas mengamati target dari jauh, seperti stalking timeline si gebetan.
  2. Tipe Bandit Kelas Teri: Kebalikan dari tipe sniper, jomblo tipe ini mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Dia gak pernah ragu untuk menembak targetnya walaupun tembakannya selalu luput dari sasaran. Mungkin karena faktor wajah kali, ya.
  3. Tipe Polisi Bollywood: Sebagaimana polisi di film-film India, jomblo tipe ini juga datang terlambat. Biasanya si jomblo muncul setelah target atau sasarannya berhasil ditaklukkan oleh orang lain atau bahkan keburu mati
  4. Tipe Agen Rahasia: Untuk mendekati targetnya, si jomblo kerap menggunakan penyamaran , umumnya berkedok sebagai mak comblang. Dengan demikian, dia bisa leluasa melancarkan silent movement atau pergerakan senyap tanpa mengundang kecurigaan dari saingan atau orang-orang di sekitar si gebetan.
  5. Tipe Jagoan: Jomblo tipe ini disebut juga high quality jomblo. Seperti kebanyakan jagoan di film, dia memiliki wajah menarik, tubuh atletis, dan sifat yang cool. Disegani teman, ditakuti saingan. Kalau ‘nembak’ gak pernah meleset. Tapi, namanya juga jagoan film, jomblo seperti ini hanyalah cerita fiksi belaka.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Cinta gak perlu dieja. Cukup dirasain aja. (hlm. 5)
  2. Cinta adalah jawaban dari segala permasalahan. (hlm. 10)
  3. Daripada menghabiskan waktu mengutuk wajah diri sendiri, mestinya lebih memfokuskan perhatian untuk memperbaiki kualitas diri. (hlm. 33)
  4. Kita semua punya kekurangan, tapi kita bisa menggali potensi lain untuk menutupi kekurangan itu. Jangan biarkan kekurangan membatasi untuk meraih apa yang kita inginkan. (hlm. 35)
  5. Pacar ideal itu harus seperti behel. Maksudnya, pacar ideal itu harus bisa memperbaiki kekurangan pasangannya. Bisa menjadi alasan seseorang untuk tersenyum lebar, meskipun di ‘dalam’ sedang terluka. (hlm. 79)
  6. Terkadang pemeran pengganti dibutuhkan saat aktor utama nggak mampu melaksanakan tugasnya. (hlm. 90)

Banyak juga sindiran halus dalam buku ini:

  1. Cinta itu buta ternyata benar. (hlm. 22)
  2. Apa pacaran memang membuat seseorang menjadi ketergantungan? (hlm. 71)
  3. Anak muda zaman sekarang lebih gampang ngelupain pelajaran daripada mantan. (hlm. 107)
  4. Dunia mungkin akan menjadi tempat yang lebih ‘wah’ karena dipenuhi oleh orang-orang kaya, tapi gak akan menjadi tempat yang lebih adil tanpa orang-orang sederhana, berdedikasi tinggi yang bekerja keras untuk mewujudkan mimpi mereka. (hlm. 119)
  5. Untuk apa belajar baca-tulis kalau balas BBM cuma pake emoticon? (hlm. 131)
  6. Gak selamanya kata ‘putus’ menjadi penyelesaian. Makanya, biar gak menjadi masalah, harusnya mantan pacar itu jangan diputusin, tapi digadaikan. Karena cuma pegadaian yang menyelesaikan masalah tanpa masalah. (hlm. 131)
  7. Kenapa  sih, cewek-cewek suka sama cowok penganut ‘dandanisme’? Apa mereka berharap bisa saling bertukar maskara dan lip-balm pas pacaran? (hlm. 148)

Masih takut dengan label jomblo? Kalau saya sih #rapopo ~~~(/´▽`)/

Keterangan Buku:

Judul                                     : Jomblo #rapopo

Penulis                                 : Sutan Salim Nasution

Penyunting                         : Richanadia

Penyelaras aksara            : Restu Damayanti

Desain isi                             : Nurhasanah Ridwan

Desain sampul                   : Thomas Prayoga

Ilustrasi isi                           : Thomas Prayoga

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : April 2014

Tebal                                     : 192 hlm.

ISBN                                      : 978-602-1606-61-2

jomblo rapopo 1

 

6 thoughts on “REVIEW Jomblo #rapopo

  1. Hihi. Lengkap banget ya, mba😀 Aku pernah dideketin model agen rahasia. Awalnya cuma temen, nanya2 soal mantan, siapa yg deket, dll. Ga taunya dia nunggu kesempatan. Hadeh. Kalo menurutku temen ya temen aja.😀

  2. Pingback: Daftar Bacaan Tahun 2014 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s