REVIEW Muslimah Pembelajar

muslimah pembelajar

Seorang muslimah bukanlah objek untuk bersenang-senang; bukan sekadar perantara melahirkan generasi penerus; bukan burung bersayap patah yang menyembunyikan luka mendalam di balik jubah hitamnya.

Seorang muslimah berhak memahami dan menguasai ajaran-ajaran agama serta menjadi pendidik yang baik- oleh karenanya berhak meraih kemuliaan. Ia memiliki kesempatan yang sama untuk meraup rida Allah beserta penghargaan dan cinta sesama hamba.

Buku ini memuat amunisi bagi para muslimah untuk selalu di jalan Allah. Ada banyak ulasan menarik dalam buku ini, lewat suatu bahasan plus juga solusi atau tipsnya. Cocok buat para muslimah yang sedang galau dalam menata hidup baik dalam keluarga, lingkungan, maupun pergaulan sesama muslimah.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Keyakinan menyimpan kekuatan luar biasa. Semua tindakan manusia lahir dari keyakinan. Keyakinan bisa membawa seseorang pada kreativitas, bisa pula menyeretnya pada kehancuran. (hlm. 15)
  2. Rahasia sukses tersimpan di balik bagaimana kita belajar memanfaatkan suka dan duka untuk mengubah kepercayaan negatif menjadi kepercayaan positif. Bukan membiarkan suka dan duka memanfaatkan kita, apalagi sampai menguasai kehidupan kita. (hlm. 31)
  3. Selama engkau berenag di sungai kehidupan, engkau akan membentur bebatuan. Saat membentur batu, jangan engkau tampar wajahmu sendiri. Ingat, tidak ada istilah gagal dalam hidup ini. Sebaliknya, dampak-dampak kegagalan itu selalu bisa engkau pelajari untuk masa depan. (hlm. 40)
  4. Keselamatan hati adalah jalan bagi keselamatan agama dari dosa-dosa, juga jalan bagi kecintaan terhadap orang lain. Inilah kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. (hlm. 63)
  5. Jangan meremehkan perkara kecil. Jangan biarkan ia menggerogoti kekuatanmu. Jangan biarkan ia terakumulasi hingga menjadi besar seperti bola salju. Identifikasi masalahmu sedari awal, dan pecahkan setiap perkara kecil sebelum menumpuk dan menggunung. (hlm. 79)
  6. Berbuatlah untuk duniamu, seolah engkau akan hidup selamanya. Dan berbuatlah untuk akhiratmu, seolah engkau akan mati besok. (hlm. 95)

Cerita paling JLEBB adalah tentang istri Rasulullah saw., Zainab r.a., yang merupakan representasi tentang konsep BEKERJA. Beliau adalah seorang pekerja. Hasilnya ia sedekahkan. Bila sudah merasa cukup, hendaknya hasil kerja kita bisa sumbangkan ke yayasan sosial. Mengisi waktu luang untuk membantu orang miskin dan anak yatim. Bahkan kalau bisa mengayomi atau menyelesaikan urusan mereka, tergantung kemampuan ilmu, fisik, dan materi yang kita miliki. Bekerja itu bukan sekadar mencari uang, melainkan kesenangan dan ibadah. PLAAKKK!! Kalimat ini nampar banget! ( ʃ⌣ƪ)

Meski judulnya bertema tentang perempuan, sesungguhnya sepertiga isi buku lebih menitikberatkan kepada pengetahuan tentang Islam yang bersifat umum, bisa di baca baik yang ditujukan untuk kaum muslim maupun muslimah. Baru di seperempat buku lebih khusus ke bahasan tentang perempuan.

Bahasan paling favorit ada di halaman 217-223 tentang menikah. Pernikahan dini dalam Islam itu boleh-boleh saja, bukan sunah, bukan mustahabb (dianjurkan), apalagi wajib. Bisa jadi, menikah dini menjadi solusi. Sebab, waktu kosong dan masa muda terkadang bisa merusak seseorang. Pernikahan –sekalipun dini- bisa menjadi solusi paling tepat bagi beberapa kondisi remaja.

Adapun bagi perempuan yang senang belajar dan membangun masa depan keilmuan atau memiliki hobi tertentu untuk mengisi waktu luang, mungkin akan lebih baik mengundur pernikahan hingga ia benar-benar matang, baik dari sisi fisik, psikis, pemikiran, dan hormonal. Biarkan perempuan merencanakan masa depannya. Biarkan ia mengambil peran untuk membangun masyarakat sebelum menikah. NAH!! ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

Favorit kedua adalah bahasan tentang melaksanakan kewajiban dengan sempurna. Salah satu bentuk amanah adalah melaksanakan kewajiban yang ditugaskan kepada kita dengan baik dan sempurna. Jadi, karyawan, tukang jahit, buruh, guru, dokter, uhuk pustakawan sekalipun, seluruhnya memikul amanah tugas dan pekerjaan. Karena itu, kita harus melaksanakannya dengan baik. Jika tidak, kita termasuk yang mengkhianati amanah… ~~ ~ ~ ~(\ ‾o‾)/

Favorit ketiga adalah tema keyakinan positif dan keyakinan negatif. Dimulai dari yang terpenting, yaitu keyakinan atau kepercayaan diri kita. Jika kita yakin tidak bisa melakukan sesuatu yang dicita-citakan atau diusulkan seseorang, pasti kita benar-benar tidak bisa.

Kekuatan keyakinan itu luar biasa. Sebab, semua perbuatan manusia itu lahir dari keyakinannya. Keyakinan bisa membawa seseorang pada kreativitas, bisa pula menghancurkannya. Dengan kata lain, karena keyakinan ia bisa menjadi pribadi yang berarti bagi masyarakat dan lingkungan, atau pribadi yang bukan siapa-siapa.

Nah, itulah sekelumit cerita yang saya bocorkan tentang isi buku ini. Mudah-mudahan nggak spoiler dan justru bikin makin penasaran. Terima kasih buat Penerbit Zaman yang telah memberikan buntelan yang menyejukkan ini. Cocok dibaca saat bulan Ramadhan😉

Keterangan Buku:

Judul                     : Muslimah Pembelajar

Penulis                 : Dr. Layyinah al-Himshi

Penerjemah       : Khalifurrahman Fath

Penyunting         : Cecep Romli Bihar Anwar

Pewajah isi         : Siti Qomariyah

Desain sampul   : Wida Sartika

Penerbit              : Zaman

Terbit                    : 2013

Tebal                     : 415

ISBN                      : 978-602-17919-6-7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s